"apa yang terjadi pada putriku?" mengapa ini harus terjadi padanya?" ucap mbah karsoh lirih.
Ia menarik dalam hisapan rokok cerutunya. lalu menghembuskan asapnya hingga memenuhi sekitar wajahnya. lalu asap itu menghilang terbawa angin.
"mbok..bapak kerumah mala dulu ya?" teriak mbah karso kepada istrinya yang sedang berada didapur.
"iya pak e. tunggu bentar, mbok mau nitipin ayam goreng buat mala. diakan belum pulih." balas mbok Darmi, yang berjalan menuju teras rumah.
"ini pak, berikan kepada Mala. si mbok titip salam ya, nanti sore si mbok kesana."ucap mbok Darmi menjelaskan.
mbah karso menganggukkan kepalanya. lalu beranjak dari kursi santainya. berlalu dari hadapan istrinya dan menghilang di tikungan jalan.
"eeh..lihat tu, mbah karsoh lewat. mau kemana dia," ucap bu Dewi kepada mbak Ratna" kebetulan pagi ini mereka sedang berbelanja digerobak akang penjual sayur.
"ya, kerumah Mala, anaknya. kan rumahnya arah kesitu." jawab mbak Ratna santai.
"dia bawa apaan tu? dalam kantong kresek?" ucap bu Dewi lagi." dengan nada keponya.
"makanan kali, kan Mala belum pulih. jadi bawain makanan biar Mala gak repot memasak."ucap Mbak Ratna menimpali.
"jangan-jangan makanan itu sudah dijampi-jampi, agar kelak Mala, jika hamil lagi janinnya jadi tumbal." ucap bu Dewi nyerocos.
"huuus.. jangan su'udzon, dosa tau." ucap Mbak mala menasehati.
"kita lihat saja nanti."ucap bu Dewi ketus.
mbak Ratna dan akang sayur saling pandang, lalu menggeleng bersamaan.
****
"Assallammualaikum.. ucap mbak Karso memberi salam.
"wa'alaikum salam." jawab Mala dari dalam rumah, lalu membuka pintu.
kreeeeek..suara pintu dibuka. tampak Mala berada diambang pintu.
"Bapaaak.. masuk pak"ucap Mala bahagia. mempersilahkan ayahnya untuk masuk kerumah.
lalu mbah Karso duduk dikursi tamu.
"si mbok mana pak?" ucap Mala lagi.
"masih mengurus rumah." ucap mbah Karso menjelaskan.
"ini ada titipan dari si mbk-mu, dan Ia titip salam. sore nanti si mbok menyusul kemari." ucap mbak Karso lagi.
"ini apa pak?" tanya Mala kepada ayahnya.
"kata si mbok ayam goreng. mungkin kamu belum masak." ucap mbah Karso lagi.
"terimakasih ya pak e." ucap Mala seraya tersenyum.
"aku tinggal kedapur dulu ya pak. napak duduk dulu saja. kalau mau monton televisi remotenya ada didekat TV. " ucap Mala.
" oh ya pak, bapak mau Mala buatkan minum apa? ucap Mala seraya menoleh kebelakang.
" kopi hitam pait saja. bapaknsedikit mengantuk pagi ini". ucap mbah Karsoh.
Mala mengangguk mengerti.
mbah Karso meraih remote yang berada ditas meja TV, lalu mengjidupkan layarnya. memilih siaran berita yangbIa sukai.
****
didapur Mala menghidupkan kompor, memasak air untuk menyeduh kopi pesanan bapaknya.
menunggu air mendidih, Mala membika bumgkusan plastik kresek berwarna hitam, mengeluarkan isinya. ada beberpa potong ayam goreng buat si mbok.
"heeeemmm aromanya wangi sekali. pasti enak. mana aku belum sarapan lagi." ucap Mala, lalu mengambil sepotong paha ayam goreng dan melahapnya. menyisakan tulang ayam dengan sedikit noda darah, yang masih melekat diyulang tersebut. mumgkin faktor memasak yang kurang begitu matang.
air mendidih, Mala menyeduh kopi hitam pahit pesanan si bapak. meletakkan gelas kopi dengan alas piring kaca berukuran mini beserta sendok makan untuk mengaduk kopi.
Mala beranjak keruang tamu, ingin memberikan kepada bapak yang sedang asyik memomton siaran Televisi.
"Pak, ini kopinya sudah siap." ucap Mala seraya meletakkannya diatas meja.
"terimakasih."ucap mbah Karso yang masih fokus menonton Televisi.
"Roni, suamimu mana? kenapa tidak terlihat dari sejak bapak datang kesini.?" ucap mbah Karso
"mas Roni tadi sudah masuk kerja pak. karena mandornya menelefon tadi pagi, ada banyak barang yang harus dikirim." ucap Mala menjelaskan.
Roni suaminya bekerja digudang pupuk, dan sudah dua hari libur. maka hari ini mau tidak mau harus kembali bekerja. meski istrinya belum pulih kesehatannya. pasca keguguran.
"pak, Mala sarapan dulu ya. bapak.mau ikut sarapan sekalian? ucap Mala. menawarkan.
"sarapanlah. Bapak sudah sarapan tadi." jawab mbah Karso menegaskan.
Mala mengangguk, seraya berlalu menuju dapur.
Mala melihat tulang paha ayam tadi bergeser kelantai.
"mengapa tulang ayam ini berada di lantai? bukannya tadi diatas meja?" Mala berguman sendiri.
"mungkin tadi tergeser tanganku tanpa sengaja" ucap Mala berfkkir positif.
lalu Mala mengambil piring yang diletakkannya dikolong meja dapur.
saat akan mengambil piring, Mala mengendus bau busuk. sepertinya Ia kenal dengan bau iyu. namun mencoba mengabaikannya, karena perutnya yang sudah keroncongan.
Mala menyendokkan nasi dari Magiccom kepiringnya. lalu mengambil dua potong ayam sekaligus. rasa nikmat ayam goreng kalasan.
"ayam goreng kalasan buatan si mbok memang paling nikmat." ucap Mala seraya menguyah makanannya.
tanpa sadar, Mala mengjabiskan lima potong ayam goreng kalasn.
"heeeemm..nikmat banget. dan perutku sudah kenyang. aku mau mandi dulu." ucap mala. lalu mengutip tulang ayam terjatuh dilantai, dan mengumpukannya menjadi satu dengan sisa tulang yang lima potong tadi dalam satu wadah poring bekas sarapannya.
Mala meletakkan piring itu di washtafel. lalu beranjak kekamar mandi umtuk membersihkan diri.
***
setelah selesai mandi, Mala bergegas kekamarnya. saat akan menuju kamar, Mala melihat bapaknya. malah teridur pulas dikursi tamu, dan kopi buatannya belum disentuh.
terdengar suara dengkuran dari mbah Karso yang begitu jelas.
"ya ampun si bapak. kopinya belum diminum koq mala tidur." ucap Mala seraya menggelengkan kepalanya.
Mala masuk kekamar, untuk menyalin pakaian dan beristirahat sejenak.
tanpa sadar, Mala juga ikutan tertidur. hingga tanpa sadar, hari sudah menjelang Maghrib.
****
"Assalammlkm.." ucap mnok Darmi. namun tak ada sahutan.
mbok Darmi sampai kerumah Mala hampir menjelang maghrib.
"mengapa rumah ini sunyi sekali. bukannya bapak tadi kemari" ucap mbok Darmi penasaran.
setelah lama menunggu, mbok Darmi berusaha masuk, pintu tidak dikunci. saat diruang tamu, Mbok Darmi melihat sekelebat bayangan berwarna putih. seperti sedang menikmati sesuatu diatas meja tamu.
melihat kehadiran mbok Darmi, bayangan itu menghilang.
"apa itu tadi yang kulihat"seketika bulu kuduknya meremang. dengan memberanikan diri, mbok Darmi masuk, mendekati kursi tamu.
"ya ampun bapak, malah tidur. mana sudah maghrib lagi."ucap mbok darmi saat mendapati suaminya tertidur.
"pak..bapak..bangun.. pak.. gak baik tidur maghrib. banyak setan berkeliaran. dan waktunya shalat." ucap mbok Darmi seraya mengguncang tubuh suaminya.
"haah..! ngagetin saja si mbok." ucap mbah karso yang terperanjat saat bangun tidur.
"bapak sih, maghrib-maghrib tidur" ucap mbok Darmi kesal.
"maghrib? masa iya sih mbok?" ucap mba Karso tidak percaya.
"masa iya Bapak tidur dari sejak datang kemari?" ucap mbah Karso lirih.
"lha, bukannya nemenin anaknya, datang malah numpang tidur." ucap mbok Darmi kesal.
"ya namanya ngantuk mbok, mana bapak tau, kalau keyiduran sampai sore begini." balas mbah Karso
"Mala-nya mana pak? koq tidak kelihatan dari tadi?" ucap Si mbok cemas.
"iya..ya..kemana Mala? coba si mbok cek dikamarnya?" jawab mbah Karso menimpali.
"oh iya, pak. tolong kuncikan semua jendela, sudah masuk maghrib. gak baik terbuka karena akan ada makhluk halus yang masum kerumah.
"iya mnom. jawab mbah Karso mematuhinya.
"ya sudah, Mbok coba lihat Mala dikamar dulu." ucap Mbok Darmi, seraya berlalu menuju kamar.
kreeeeek.. suara pintu kamar dibuka.
"Astagfirullah paaaakk... tolong pak.." suara mbok Darmi menggelar memenuhi ruangan.
mbah Karso berlari tergopoh-gopoh menuju asal suara teriakan istrinya.
saat melihat isi kamar, pria tua yang hampir sepuh itu juga terperanjat. melompat satu langkah dari ambang pintu.
"Astaghfirullahhaladzim." ucapnya dengan nada bergetar, karena melihat sesuatu yang menyeramkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Deni Nurasmawati
Pembalutnya masih jadul pakai kain, tapi kok sudah punya magicom dan wastafel pula. jaman dulu kan spertinya belum ada deh
2025-01-02
0
Bunda Silvia
perempuan kok malas cuman 1 piring ngga sekalian di cuci mana sampahnya ngga di buang ke tempat sampah pantaslah buat rumah jin
2024-08-31
0
π$@|m∆π~sang putra
kenapa....
2023-06-11
0