episode 8 mbah karso

"apa yang terjadi pada putriku?" mengapa ini harus terjadi padanya?" ucap mbah karsoh lirih.

Ia menarik dalam hisapan rokok cerutunya. lalu menghembuskan asapnya hingga memenuhi sekitar wajahnya. lalu asap itu menghilang terbawa angin.

"mbok..bapak kerumah mala dulu ya?" teriak mbah karso kepada istrinya yang sedang berada didapur.

"iya pak e. tunggu bentar, mbok mau nitipin ayam goreng buat mala. diakan belum pulih." balas mbok Darmi, yang berjalan menuju teras rumah.

"ini pak, berikan kepada Mala. si mbok titip salam ya, nanti sore si mbok kesana."ucap mbok Darmi menjelaskan.

mbah karso menganggukkan kepalanya. lalu beranjak dari kursi santainya. berlalu dari hadapan istrinya dan menghilang di tikungan jalan.

"eeh..lihat tu, mbah karsoh lewat. mau kemana dia," ucap bu Dewi kepada mbak Ratna" kebetulan pagi ini mereka sedang berbelanja digerobak akang penjual sayur.

"ya, kerumah Mala, anaknya. kan rumahnya arah kesitu." jawab mbak Ratna santai.

"dia bawa apaan tu? dalam kantong kresek?" ucap bu Dewi lagi." dengan nada keponya.

"makanan kali, kan Mala belum pulih. jadi bawain makanan biar Mala gak repot memasak."ucap Mbak Ratna menimpali.

"jangan-jangan makanan itu sudah dijampi-jampi, agar kelak Mala, jika hamil lagi janinnya jadi tumbal." ucap bu Dewi nyerocos.

"huuus.. jangan su'udzon, dosa tau." ucap Mbak mala menasehati.

"kita lihat saja nanti."ucap bu Dewi ketus.

mbak Ratna dan akang sayur saling pandang, lalu menggeleng bersamaan.

****

"Assallammualaikum.. ucap mbak Karso memberi salam.

"wa'alaikum salam." jawab Mala dari dalam rumah, lalu membuka pintu.

kreeeeek..suara pintu dibuka. tampak Mala berada diambang pintu.

"Bapaaak.. masuk pak"ucap Mala bahagia. mempersilahkan ayahnya untuk masuk kerumah.

lalu mbah Karso duduk dikursi tamu.

"si mbok mana pak?" ucap Mala lagi.

"masih mengurus rumah." ucap mbah Karso menjelaskan.

"ini ada titipan dari si mbk-mu, dan Ia titip salam. sore nanti si mbok menyusul kemari." ucap mbak Karso lagi.

"ini apa pak?" tanya Mala kepada ayahnya.

"kata si mbok ayam goreng. mungkin kamu belum masak." ucap mbah Karso lagi.

"terimakasih ya pak e." ucap Mala seraya tersenyum.

"aku tinggal kedapur dulu ya pak. napak duduk dulu saja. kalau mau monton televisi remotenya ada didekat TV. " ucap Mala.

" oh ya pak, bapak mau Mala buatkan minum apa? ucap Mala seraya menoleh kebelakang.

" kopi hitam pait saja. bapaknsedikit mengantuk pagi ini". ucap mbah Karsoh.

Mala mengangguk mengerti.

mbah Karso meraih remote yang berada ditas meja TV, lalu mengjidupkan layarnya. memilih siaran berita yangbIa sukai.

****

didapur Mala menghidupkan kompor, memasak air untuk menyeduh kopi pesanan bapaknya.

menunggu air mendidih, Mala membika bumgkusan plastik kresek berwarna hitam, mengeluarkan isinya. ada beberpa potong ayam goreng buat si mbok.

"heeeemmm aromanya wangi sekali. pasti enak. mana aku belum sarapan lagi." ucap Mala, lalu mengambil sepotong paha ayam goreng dan melahapnya. menyisakan tulang ayam dengan sedikit noda darah, yang masih melekat diyulang tersebut. mumgkin faktor memasak yang kurang begitu matang.

air mendidih, Mala menyeduh kopi hitam pahit pesanan si bapak. meletakkan gelas kopi dengan alas piring kaca berukuran mini beserta sendok makan untuk mengaduk kopi.

Mala beranjak keruang tamu, ingin memberikan kepada bapak yang sedang asyik memomton siaran Televisi.

"Pak, ini kopinya sudah siap." ucap Mala seraya meletakkannya diatas meja.

"terimakasih."ucap mbah Karso yang masih fokus menonton Televisi.

"Roni, suamimu mana? kenapa tidak terlihat dari sejak bapak datang kesini.?" ucap mbah Karso

"mas Roni tadi sudah masuk kerja pak. karena mandornya menelefon tadi pagi, ada banyak barang yang harus dikirim." ucap Mala menjelaskan.

Roni suaminya bekerja digudang pupuk, dan sudah dua hari libur. maka hari ini mau tidak mau harus kembali bekerja. meski istrinya belum pulih kesehatannya. pasca keguguran.

"pak, Mala sarapan dulu ya. bapak.mau ikut sarapan sekalian? ucap Mala. menawarkan.

"sarapanlah. Bapak sudah sarapan tadi." jawab mbah Karso menegaskan.

Mala mengangguk, seraya berlalu menuju dapur.

Mala melihat tulang paha ayam tadi bergeser kelantai.

"mengapa tulang ayam ini berada di lantai? bukannya tadi diatas meja?" Mala berguman sendiri.

"mungkin tadi tergeser tanganku tanpa sengaja" ucap Mala berfkkir positif.

lalu Mala mengambil piring yang diletakkannya dikolong meja dapur.

saat akan mengambil piring, Mala mengendus bau busuk. sepertinya Ia kenal dengan bau iyu. namun mencoba mengabaikannya, karena perutnya yang sudah keroncongan.

Mala menyendokkan nasi dari Magiccom kepiringnya. lalu mengambil dua potong ayam sekaligus. rasa nikmat ayam goreng kalasan.

"ayam goreng kalasan buatan si mbok memang paling nikmat." ucap Mala seraya menguyah makanannya.

tanpa sadar, Mala mengjabiskan lima potong ayam goreng kalasn.

"heeeemm..nikmat banget. dan perutku sudah kenyang. aku mau mandi dulu." ucap mala. lalu mengutip tulang ayam terjatuh dilantai, dan mengumpukannya menjadi satu dengan sisa tulang yang lima potong tadi dalam satu wadah poring bekas sarapannya.

Mala meletakkan piring itu di washtafel. lalu beranjak kekamar mandi umtuk membersihkan diri.

***

setelah selesai mandi, Mala bergegas kekamarnya. saat akan menuju kamar, Mala melihat bapaknya. malah teridur pulas dikursi tamu, dan kopi buatannya belum disentuh.

terdengar suara dengkuran dari mbah Karso yang begitu jelas.

"ya ampun si bapak. kopinya belum diminum koq mala tidur." ucap Mala seraya menggelengkan kepalanya.

Mala masuk kekamar, untuk menyalin pakaian dan beristirahat sejenak.

tanpa sadar, Mala juga ikutan tertidur. hingga tanpa sadar, hari sudah menjelang Maghrib.

****

"Assalammlkm.." ucap mnok Darmi. namun tak ada sahutan.

mbok Darmi sampai kerumah Mala hampir menjelang maghrib.

"mengapa rumah ini sunyi sekali. bukannya bapak tadi kemari" ucap mbok Darmi penasaran.

setelah lama menunggu, mbok Darmi berusaha masuk, pintu tidak dikunci. saat diruang tamu, Mbok Darmi melihat sekelebat bayangan berwarna putih. seperti sedang menikmati sesuatu diatas meja tamu.

melihat kehadiran mbok Darmi, bayangan itu menghilang.

"apa itu tadi yang kulihat"seketika bulu kuduknya meremang. dengan memberanikan diri, mbok Darmi masuk, mendekati kursi tamu.

"ya ampun bapak, malah tidur. mana sudah maghrib lagi."ucap mbok darmi saat mendapati suaminya tertidur.

"pak..bapak..bangun.. pak.. gak baik tidur maghrib. banyak setan berkeliaran. dan waktunya shalat." ucap mbok Darmi seraya mengguncang tubuh suaminya.

"haah..! ngagetin saja si mbok." ucap mbah karso yang terperanjat saat bangun tidur.

"bapak sih, maghrib-maghrib tidur" ucap mbok Darmi kesal.

"maghrib? masa iya sih mbok?" ucap mba Karso tidak percaya.

"masa iya Bapak tidur dari sejak datang kemari?" ucap mbah Karso lirih.

"lha, bukannya nemenin anaknya, datang malah numpang tidur." ucap mbok Darmi kesal.

"ya namanya ngantuk mbok, mana bapak tau, kalau keyiduran sampai sore begini." balas mbah Karso

"Mala-nya mana pak? koq tidak kelihatan dari tadi?" ucap Si mbok cemas.

"iya..ya..kemana Mala? coba si mbok cek dikamarnya?" jawab mbah Karso menimpali.

"oh iya, pak. tolong kuncikan semua jendela, sudah masuk maghrib. gak baik terbuka karena akan ada makhluk halus yang masum kerumah.

"iya mnom. jawab mbah Karso mematuhinya.

"ya sudah, Mbok coba lihat Mala dikamar dulu." ucap Mbok Darmi, seraya berlalu menuju kamar.

kreeeeek.. suara pintu kamar dibuka.

"Astagfirullah paaaakk... tolong pak.." suara mbok Darmi menggelar memenuhi ruangan.

mbah Karso berlari tergopoh-gopoh menuju asal suara teriakan istrinya.

saat melihat isi kamar, pria tua yang hampir sepuh itu juga terperanjat. melompat satu langkah dari ambang pintu.

"Astaghfirullahhaladzim." ucapnya dengan nada bergetar, karena melihat sesuatu yang menyeramkan.

Terpopuler

Comments

Deni Nurasmawati

Deni Nurasmawati

Pembalutnya masih jadul pakai kain, tapi kok sudah punya magicom dan wastafel pula. jaman dulu kan spertinya belum ada deh

2025-01-02

0

Bunda Silvia

Bunda Silvia

perempuan kok malas cuman 1 piring ngga sekalian di cuci mana sampahnya ngga di buang ke tempat sampah pantaslah buat rumah jin

2024-08-31

0

π$@|m∆π~sang putra

π$@|m∆π~sang putra

kenapa....

2023-06-11

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 keguguran
2 episode 2 si mbok
3 episode 3 gosip menyebar
4 episode 4 fitnah keji
5 episode 5 Pov Bidan Sri
6 episode 6 Kain Pembalut
7 episode 7 Teror
8 episode 8 mbah karso
9 episode 9 Garam
10 episode 10 Tulang dan Kopi
11 Penumpang Gelap
12 Mimpi Buruk
13 Bunga Kenanga
14 Bangkai Burung Gagak
15 Sumur Belakang Rumah
16 Noda
17 PoV Roni
18 Sesaji
19 ilmu pukau dan obat pencahar
20 Pov REZA Siasat
21 Garis dua
22 eksekusi terhadap Rianti
23 Pengalihan Tumbal
24 kontraksi
25 Menjadi yang Tertuduh
26 Kecemburuan Roni
27 Lumpuh dan Dendam
28 Kunjungan Reza dan Nini Maru
29 Rianti
30 Secarik Kertas Pov Roni
31 Mira
32 Gunjingan
33 Kedatangan Hamdan
34 Kecemburuan Rianti
35 Pipa Air Pecah
36 Pohon Mangga
37 Licik
38 Pencerahan
39 Teror Nini Maru untuk Hamdan
40 Perdebatan
41 Hilangnya Nyawa
42 Tanpa Dosa
43 jum'at kliwon 1 suro
44 perdebatan tentang bunga kenanga
45 Arwah Mira
46 Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47 Rianti dan kamar rahasia
48 Arwah Mira menghantui bidan Sri
49 Musibah Beruntun
50 Hilangnya Janin Mala
51 Bram dan Jayanti
52 Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53 Jalanan Setapak
54 21 Tahun Kemudian
55 Bermimpi
56 Rey Si Tampang Menyeramkan
57 Seperti Pernah Merasakan
58 Mati Atau Berlutut.
59 Berselisih Arah
60 Darah yang mengalir ditubuh Satria
61 Kebal Hukum Pov Rey
62 Rasa Itu
63 Cinta Yang Pernah Hilang
64 Bisnis Gelap
65 Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66 Siapa Menyangka
67 Bertemu tanpa mengenal
68 Hilang
69 Mirna
70 Pulang Kampung
71 Bram
72 Misteri Shinta
73 Menjadi Kanibalisme
74 Menghilangnya Satu Tawanan
75 Reza Mengejar Mala
76 Kesalahan
77 Rey semakin menggila
78 kerangkeng besi untuk Rey
79 Tersebarnya Video Rianti
80 Mengirim Rey Ke Hutan
81 Satria dan Hadi Meretas
82 Bram Tak Pernah Kembali
83 pov Jayanti
84 Tes DNA
85 Nini Maru Menyasar Warga
86 Genderuwo menghebohkan penjara
87 Pak Bayu
88 Rey Menangkap Warga
89 Sate Gagak
90 Shinta
91 Penemuan kaki Palsu
92 Pov Rey
93 Perhatian Bayu
94 Bertemu Dokter Fadly
95 Mencari Kebenaran
96 Hasil yang Mengejutkan
97 Hadi
98 Pengakuan Jayanti
99 Layu Sebelum Berkembang
100 Mencapai kemurnian
101 Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102 Mencari Rianti
103 Roni Berhalusinasi
104 Kurang Peka
105 Kehadiranmu
106 Saling Bingung
107 pengakuan
108 Bayangan Hitam
109 Pemujaan Pov Nini Maru
110 Dendam Lama
111 Pertempuran Ghaib
112 Warisan Leluhur
113 Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114 Pewaris Tahta dan Harta
115 Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116 Luka parah Pov Nini Maru
117 Pertemuan
118 Kesesatan yang Nyata
119 Resign
120 Tentang Rasa
121 Salah Faham
122 Tuntutan
123 Jawaban Hati
124 Senandung Cinta Mirna
125 Pengajuan
126 Lamaran
127 Terpana
128 Undangan Makan Malam
129 Pernikahan dan keputusan
130 Awal Kehancuran
131 Sesaji Pertama.
132 Membuntuti.
133 Perjalanan
134 Awal
135 Merindukan masa itu
136 Dua Pria Tampan
137 Titisan Yang Menghilang
138 siluet
139 Draft
140 kehamilan Shinta
141 Draft
142 Pengintai
143 Sesaji
144 sesaji bag2
145 Tersenggol
146 Draft
147 Rumah itu
148 Foto itu
149 Paksaan
150 Mengorbankan
151 Aroma Daging Segar
152 Daging Merah
153 Draft
154 Draft
155 Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156 Pov Mala
157 Ketika Cinta Shinta di Uji
158 Draft
159 Harapan
160 Renovasi
161 Mencari
162 Dia
163 draft
164 Draft
165 Draft
166 Draft
167 draft
168 draft
169 draft
170 Draft
171 draft
172 Belenggu Rindu Terlarang
173 Pintu Yang Lain
174 Wasiat
175 Kebingungan
176 Hilang Arah
177 Amarah
178 Hilang
179 Simpati atau Kesempatan
180 Dua Karakter
181 Susuatu
182 Hamdan
183 pengobatan Shinta
184 Terseret
185 Sampai
186 Lemari Itu
187 Suasana saat kembali
188 Misteri Seikat Bunga
189 Berontak
190 Darah
191 Pertolongan
192 Mengalihkan
193 Tiba-Tiba.
194 Meminta Ijin
195 Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196 Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197 Pernyataan
198 Rey
199 Kehampaan
200 Sebuah Tamparan
201 Berangkat Ke Kota
202 Pejalanan 3
203 Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204 Misteri Bukket Lili Putih
205 Misteri Buket lili-2
206 Kegelisahan
207 Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208 Terjebak Di Istana Siluman Ular
209 Terjebak diIstana Siluman-2
210 Penantian Tak berujung
211 Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212 Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213 Merasakan
214 Keributan
215 Keributan-2
216 Keributan-3
217 Keributan-4
218 Keributan-5 Pov Nini Maru
219 Perjalanan ke hutan larangan-6
220 Perjalanan ke hutan Larangan-7
221 Goa
222 Goa-2
223 Goa-3
224 Goa-4
225 Goa-5
226 Goa-6
227 Konspirasi
228 Konspirasi-2
229 Pernikahan Tak Terduga
230 Terasa Kaku
231 kaku-2
232 Serba Salah
233 Serba Salah-2
234 Serbah Salah-3
235 Goa-7
236 Goa-8
237 Goa-9
238 Pertemuan
239 Pertemuan-2
240 Pertemuan-3
241 Kaget
242 Kaget-2
243 Kaget-3
244 Kaget-4
245 Kaget-5
246 Kaget-6
247 Kaget-7
248 Kaget-8
249 Goa-10
250 Goa-11
251 Goa-12
252 Perjalanan Pulang
253 Perjalanan Pulang-2
254 Masalah Besar
255 Masalah Besar-2
256 Kepulangan-3
257 Dilema-1
258 Dilema-2
259 Dilema-3
260 Dilema-4
261 Dilema-5
262 Dilema-6
263 Perbincangan Warga
264 Pindah Rumah
265 Janji Suci dan Petaka
266 The End
267 Kuntil season2
Episodes

Updated 267 Episodes

1
episode 1 keguguran
2
episode 2 si mbok
3
episode 3 gosip menyebar
4
episode 4 fitnah keji
5
episode 5 Pov Bidan Sri
6
episode 6 Kain Pembalut
7
episode 7 Teror
8
episode 8 mbah karso
9
episode 9 Garam
10
episode 10 Tulang dan Kopi
11
Penumpang Gelap
12
Mimpi Buruk
13
Bunga Kenanga
14
Bangkai Burung Gagak
15
Sumur Belakang Rumah
16
Noda
17
PoV Roni
18
Sesaji
19
ilmu pukau dan obat pencahar
20
Pov REZA Siasat
21
Garis dua
22
eksekusi terhadap Rianti
23
Pengalihan Tumbal
24
kontraksi
25
Menjadi yang Tertuduh
26
Kecemburuan Roni
27
Lumpuh dan Dendam
28
Kunjungan Reza dan Nini Maru
29
Rianti
30
Secarik Kertas Pov Roni
31
Mira
32
Gunjingan
33
Kedatangan Hamdan
34
Kecemburuan Rianti
35
Pipa Air Pecah
36
Pohon Mangga
37
Licik
38
Pencerahan
39
Teror Nini Maru untuk Hamdan
40
Perdebatan
41
Hilangnya Nyawa
42
Tanpa Dosa
43
jum'at kliwon 1 suro
44
perdebatan tentang bunga kenanga
45
Arwah Mira
46
Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47
Rianti dan kamar rahasia
48
Arwah Mira menghantui bidan Sri
49
Musibah Beruntun
50
Hilangnya Janin Mala
51
Bram dan Jayanti
52
Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53
Jalanan Setapak
54
21 Tahun Kemudian
55
Bermimpi
56
Rey Si Tampang Menyeramkan
57
Seperti Pernah Merasakan
58
Mati Atau Berlutut.
59
Berselisih Arah
60
Darah yang mengalir ditubuh Satria
61
Kebal Hukum Pov Rey
62
Rasa Itu
63
Cinta Yang Pernah Hilang
64
Bisnis Gelap
65
Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66
Siapa Menyangka
67
Bertemu tanpa mengenal
68
Hilang
69
Mirna
70
Pulang Kampung
71
Bram
72
Misteri Shinta
73
Menjadi Kanibalisme
74
Menghilangnya Satu Tawanan
75
Reza Mengejar Mala
76
Kesalahan
77
Rey semakin menggila
78
kerangkeng besi untuk Rey
79
Tersebarnya Video Rianti
80
Mengirim Rey Ke Hutan
81
Satria dan Hadi Meretas
82
Bram Tak Pernah Kembali
83
pov Jayanti
84
Tes DNA
85
Nini Maru Menyasar Warga
86
Genderuwo menghebohkan penjara
87
Pak Bayu
88
Rey Menangkap Warga
89
Sate Gagak
90
Shinta
91
Penemuan kaki Palsu
92
Pov Rey
93
Perhatian Bayu
94
Bertemu Dokter Fadly
95
Mencari Kebenaran
96
Hasil yang Mengejutkan
97
Hadi
98
Pengakuan Jayanti
99
Layu Sebelum Berkembang
100
Mencapai kemurnian
101
Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102
Mencari Rianti
103
Roni Berhalusinasi
104
Kurang Peka
105
Kehadiranmu
106
Saling Bingung
107
pengakuan
108
Bayangan Hitam
109
Pemujaan Pov Nini Maru
110
Dendam Lama
111
Pertempuran Ghaib
112
Warisan Leluhur
113
Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114
Pewaris Tahta dan Harta
115
Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116
Luka parah Pov Nini Maru
117
Pertemuan
118
Kesesatan yang Nyata
119
Resign
120
Tentang Rasa
121
Salah Faham
122
Tuntutan
123
Jawaban Hati
124
Senandung Cinta Mirna
125
Pengajuan
126
Lamaran
127
Terpana
128
Undangan Makan Malam
129
Pernikahan dan keputusan
130
Awal Kehancuran
131
Sesaji Pertama.
132
Membuntuti.
133
Perjalanan
134
Awal
135
Merindukan masa itu
136
Dua Pria Tampan
137
Titisan Yang Menghilang
138
siluet
139
Draft
140
kehamilan Shinta
141
Draft
142
Pengintai
143
Sesaji
144
sesaji bag2
145
Tersenggol
146
Draft
147
Rumah itu
148
Foto itu
149
Paksaan
150
Mengorbankan
151
Aroma Daging Segar
152
Daging Merah
153
Draft
154
Draft
155
Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156
Pov Mala
157
Ketika Cinta Shinta di Uji
158
Draft
159
Harapan
160
Renovasi
161
Mencari
162
Dia
163
draft
164
Draft
165
Draft
166
Draft
167
draft
168
draft
169
draft
170
Draft
171
draft
172
Belenggu Rindu Terlarang
173
Pintu Yang Lain
174
Wasiat
175
Kebingungan
176
Hilang Arah
177
Amarah
178
Hilang
179
Simpati atau Kesempatan
180
Dua Karakter
181
Susuatu
182
Hamdan
183
pengobatan Shinta
184
Terseret
185
Sampai
186
Lemari Itu
187
Suasana saat kembali
188
Misteri Seikat Bunga
189
Berontak
190
Darah
191
Pertolongan
192
Mengalihkan
193
Tiba-Tiba.
194
Meminta Ijin
195
Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196
Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197
Pernyataan
198
Rey
199
Kehampaan
200
Sebuah Tamparan
201
Berangkat Ke Kota
202
Pejalanan 3
203
Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204
Misteri Bukket Lili Putih
205
Misteri Buket lili-2
206
Kegelisahan
207
Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208
Terjebak Di Istana Siluman Ular
209
Terjebak diIstana Siluman-2
210
Penantian Tak berujung
211
Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212
Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213
Merasakan
214
Keributan
215
Keributan-2
216
Keributan-3
217
Keributan-4
218
Keributan-5 Pov Nini Maru
219
Perjalanan ke hutan larangan-6
220
Perjalanan ke hutan Larangan-7
221
Goa
222
Goa-2
223
Goa-3
224
Goa-4
225
Goa-5
226
Goa-6
227
Konspirasi
228
Konspirasi-2
229
Pernikahan Tak Terduga
230
Terasa Kaku
231
kaku-2
232
Serba Salah
233
Serba Salah-2
234
Serbah Salah-3
235
Goa-7
236
Goa-8
237
Goa-9
238
Pertemuan
239
Pertemuan-2
240
Pertemuan-3
241
Kaget
242
Kaget-2
243
Kaget-3
244
Kaget-4
245
Kaget-5
246
Kaget-6
247
Kaget-7
248
Kaget-8
249
Goa-10
250
Goa-11
251
Goa-12
252
Perjalanan Pulang
253
Perjalanan Pulang-2
254
Masalah Besar
255
Masalah Besar-2
256
Kepulangan-3
257
Dilema-1
258
Dilema-2
259
Dilema-3
260
Dilema-4
261
Dilema-5
262
Dilema-6
263
Perbincangan Warga
264
Pindah Rumah
265
Janji Suci dan Petaka
266
The End
267
Kuntil season2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!