episode 4 fitnah keji

"dik, abang ke sumur belakang dulu ya, mau mengecek sprei yang terkena noda darah tadi malam." ucap Roni kepada Istrinya.

"iya bang. jangan. lama-lama ya? soalnya adik lapar dan mau minum obat resep dari Bidan Sri." jawab Mala menegaskan.

"iya deh." balas Roni dengan anggukan. seraya melangkah menuju sumur belakang.

Roni berjalan melalui pintu depan, memutar kesamping menuju belakang. saat akan ke sumur, Ia berpapasan dengan Reza.

"mas." sapa Reza kepada Roni dengan ramah.

"ya". sapa Roni datar. Ia begitu terburu-buru.

'

sesampainya dibilik sumur, Roni menemukan kain sprei dan pakaian Mala sudah tercabik-cabik, seperti bekas gigitan hewan bertaring.

"apa mungkin kucing yang melakukannya ya?" Roni bermonolog.

sisa darah di sprei dan pakaian Mala sudah tampak memudar, seperti terhisap sesuatu. lalat menghinggapinya.

Roni segera memungutnya, merendam dalam air dan membilasnya. lalu menguburkannya.

"dimana janinku?" apa sudah dimakan hewan carnivora?" Roni berguman lirih.

****

teeet..teeet..teeet..

"sayuuuuuur..yuuur..sayuuur..." teriak akang tukang sayur keliling, menjajakan dagangannya.

"kang, sayuur kang." teriak mbak Ratna memanggil akang tukang sayur keliling.

"iya mba." sahut si akang, wajahnya sumringah seraya mendatangi rumah mbak Ratna.

selang beberapa saat, datang ibu-ibu yang lainnya menuju rumah mbak Ratna, untuk ikut membeli sayur.

"kang, ada sayur lodeh?" ucap mbak Ratna kepada akang tukang sayur"

"ada mbak, mau berapa?" jawab si akang menawarkan dagangannya.

"satu saja kang, sekalian sama santannya satu bungkus ya." ucap mbak Ratna menegaskan.

tiba-tiba saja, bu Dewi yang baru saja datang nyeletuk."mbak Ratna, apa benar dirumahnya Mala ada kuntilanaknya?" ucap bu Dewi dengan nada penasaran.

mbak Ratna menoleh kearah buk Dewi "emmmmm.. kurang tau juga si bu Dewi." jawab mbak Ratnah.

bu Dewi yang merasa tidak puas dengan jawaban mbak Ratna sedikit kesal. "lha, kan situ tadi malam ada dirumah Mala, masa iya gak tau?" balas bu Dewi dengan nada keponya.

"memang saya kebetulan disitu tadi malam, tapikan saya gak lihat langsung kuntilanaknya." jawab mbak Ratna menegaskan.

Bu Dewi semakin kesal, Ia menganggap kalau mbak Ratna terkesan menutup-nutupi kejadian tadi malam. "alaaah, situ bohong ya."ucap bu Dewi ketus, diiringi wajah juteknya.

Mbak Dewi menanggapi dengan senyuman datar. "emang buk Dewi tau darimana berita ini?" ucap mbak Ratna penasaran.

bu Dewi mengernyitkan alisnya, "ya ampuun mbak, kabar ini sudah menyebar keseluruh desa." semua orang juga sudah tahu peristiwa ini. ucap buk Dewi dengan nada naik satu oktav.

Rumi yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka ikut nimbrung.

"bener mbak Ratna. seluruh desa sudah tau berita ini. soalnya Bidan Sri ditemukan pingsan di tengah jalan oleh petugas siskamling." ucap Rumi menjelaskan panjang lebar.

"iya, suami saya yang menemukannya tadi malam. karena suami saya yang tugas patroli" ucap mbak Lisa ikut menimpali.

suasana pagi itu jadi ajang ghibah berjamaah.

akang tukang sayur hanya menjadi pendengar ibu-ibu yang sedang bergosip.

"ini gimana belanjaanya bu..ibu?" ucap kang sayur kesal. karena Ia akan berkeliling desa lagi untuk menjajakan dagangannya.

"sabar atu kang." gak sabaran banget sih. ucap bu Dewi kesal.

"bukan gak sabaran bu..ibu. kalau saya kesiangan sayur saya keburu layu. ntar gak ada yang beli, kan saya yang rugi." jawab si akang menjelaskan.

ibu-ibupun mulai memilih bumbu dan sayur beserta lauk yang akan dimasak hari ini.

seraya memilih bahan untuk memasak menu, mereka melanjutkan ghibahannya.

"oh iya, saat bidan Sri ditemukan pingsan dijalanan, Ia terjatuh dari sepeda motornya, dan mengalami luka ringan. ucap Lisa kembali membuka ghibah yang terhenti.

Rumi yang sedang asyik memilih cabai rawit, menghentikan sejenak kegiatannya, " iya,bener. saat diinterogasi, katanya bidan Sri melihat seorang wanita berjalan menyeberang jalan yang akan dilintasi bu bidan" ucap Rumi menimpali.

akang sayur yang sedari tadi hanya jadi pendengar kini malah ikutan ngerumpi. "seperti apa rupa wanita itu?" ucap akang sayur penasaran. ternyata Ia tiba-tiba menjadi merinding.

"menurut pengakuan bu Bidan. katanya wanita itu berambut panjang, wajah putih pucat, mulut mengeluarkan darah, mata merah, gigi bertaring serta kuku-kuku tangan yang sangat panjang." ucap Rumi menjelaskan.

seketika mereka semua terdiam. bulu kuduk mereka meremang, mereka semua merasakan kehadiran makhluk yang mereka ghibahkan.

"tapi, memang mirip sih, dengan yang dilihat si Mbok tadi malam." ucap mbak Ratna tanpa sadar.

"tuuu..kan bener. jangan-jangan itu setan peliharaan keluarga si Mala. Ayahnya Mala kan mantan dukun." ucap bu Dewi menggebu-gebu.

"mungkin saja. soalnyakan Mala sudah enam kali keguguran selam dua belas tahun menikah. setiap usia kandungannya berumur tiga bulan, pasti keguguran." ucap Rumi memanasi ghibahan.

"iya, sepertinya begitu." ucap Rumi seolah-olah membenarkan asumsi bu Dewi dan Lisa.

"sudah..sudah.. jangan ngomong sembarangan, jika itu tidak benar, akan menjadi fitnah." ucap mbak Ratna menyela pembicaraan.

dari kejauhan, tampak Roni menuju kearah akang tukang sayur.

ibu-ibupun mulai lancar ghibahnya.

"liat tu, si Roni datang, mau ngapain dia." ucap bu Dewi sinis.

"mungkin mau belanja kali bu..ibu.." ucap akang sayur menimpali.

Roni pun sampai di didekat dagangan akang sayur. Ia berniat akan membeli sepaket sayur sop komplit.

"kang, sayur buat sop satu bungkus ya, garam satu bungkus, sekalian bumbu kaldunya dua bungkus." ucap Roni menjelaskan.

ibu-ibu yang tadi ghibah terdiam sesaat.

"ok. mas. ada lagi yang mau dipesan mas?" ucap akang sayur.

"tidak kang, itu saja." ucap Roni menegaskan.

"mbak Malanya kemana mas? koq mas Roninya yang belanja." ucap bu Dewi basa basi.

"lagi sakit. bu Dewi. makanya saya yang belanja. jawab Roni menjelaskan.

"keguguran lagi kan?" jawab Lisa menimpali.

"jangan-jangan, korban peliharaan mbah Karso. Ayahnya Mala. istilahnya senjata makan tuan." ucap Rumi dengan nada sinis.

"jangan menyebar fitnah ya mbak Lisa. saya bisa melaporkan mbak Lisa atas pencemaran nama baik." ucap Roni dengan nada geram.

mendengar akan dilaporkan, semuanya terdiam.

"saya sudah kang. berapa total belanjaan saya? " ucap Roni dengan nada jengkel. karena baru saja mendapatkan fitnahan keji dari para ibu-ibu.

"sebelas ribu mas." jawab akang sayur. menjelaskan.

"ini kang. uangnya." balas Roni seraya menyerahkan uang belanjaanya.

"yang sabar ya mas Roni, setiap kejadian, pasti ada hikmahnya."ucap mbak Ratna bersimpati.

mbak Ratna merasa sedih dengan rumah tangga Roni dan Mala, sudah jatuh tertimpa tangga pula.

"terimakasih mbak Ratna." ucap Roni dengan tulus, lalu berlalu seraya menatap tajam kepada ibu-ibu yang tadi menghakiminya.

ibu-ibupun bubar, setelah membayar semua belanjaan mereka.

sepasang mata misterius, menatap dikejauhan. tatapannya begitu tajam, dengan raut muka yang sulit diartikan.

ya, dia mbah Karso, ayah kandung Mala, yang disebut ibu-ibu dalam berghibah tadi.

***

Roni pulang kerumah dengan hati yang kesal dan jemgkel.

"bisa-bisanya ibu-ibu didesa ini mengatakan jika janinku dimakan peliharaan mertuaku." Roni berguman sendiri.

sejenak Ia menhentikan langkahnya. berfikir seraya mencari-cari tahu kebenaran apa yang diucapkan para ibu-ibu tadi.

"apa mungkin ucapan ibu-ibu itu benar ya? soalnyanya ayah mertuaku, dulunyakan mantan dukun, penganut ilmu hitam." Roni bermonolog.

"aku akan mencari tau." ucap Roni mantab.

"

Terpopuler

Comments

Al Fatih

Al Fatih

dimana ad tukang sayur,, trus ad emak2 d situ,, siip lokasi yg strategis utk gibah nasional 🤭

2025-03-18

0

Ronati Pertiwi

Ronati Pertiwi

kalo dukun kan

2025-03-07

0

Astiah Harjito

Astiah Harjito

ibu2 gk pernah salah

2023-05-07

0

lihat semua
Episodes
1 episode 1 keguguran
2 episode 2 si mbok
3 episode 3 gosip menyebar
4 episode 4 fitnah keji
5 episode 5 Pov Bidan Sri
6 episode 6 Kain Pembalut
7 episode 7 Teror
8 episode 8 mbah karso
9 episode 9 Garam
10 episode 10 Tulang dan Kopi
11 Penumpang Gelap
12 Mimpi Buruk
13 Bunga Kenanga
14 Bangkai Burung Gagak
15 Sumur Belakang Rumah
16 Noda
17 PoV Roni
18 Sesaji
19 ilmu pukau dan obat pencahar
20 Pov REZA Siasat
21 Garis dua
22 eksekusi terhadap Rianti
23 Pengalihan Tumbal
24 kontraksi
25 Menjadi yang Tertuduh
26 Kecemburuan Roni
27 Lumpuh dan Dendam
28 Kunjungan Reza dan Nini Maru
29 Rianti
30 Secarik Kertas Pov Roni
31 Mira
32 Gunjingan
33 Kedatangan Hamdan
34 Kecemburuan Rianti
35 Pipa Air Pecah
36 Pohon Mangga
37 Licik
38 Pencerahan
39 Teror Nini Maru untuk Hamdan
40 Perdebatan
41 Hilangnya Nyawa
42 Tanpa Dosa
43 jum'at kliwon 1 suro
44 perdebatan tentang bunga kenanga
45 Arwah Mira
46 Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47 Rianti dan kamar rahasia
48 Arwah Mira menghantui bidan Sri
49 Musibah Beruntun
50 Hilangnya Janin Mala
51 Bram dan Jayanti
52 Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53 Jalanan Setapak
54 21 Tahun Kemudian
55 Bermimpi
56 Rey Si Tampang Menyeramkan
57 Seperti Pernah Merasakan
58 Mati Atau Berlutut.
59 Berselisih Arah
60 Darah yang mengalir ditubuh Satria
61 Kebal Hukum Pov Rey
62 Rasa Itu
63 Cinta Yang Pernah Hilang
64 Bisnis Gelap
65 Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66 Siapa Menyangka
67 Bertemu tanpa mengenal
68 Hilang
69 Mirna
70 Pulang Kampung
71 Bram
72 Misteri Shinta
73 Menjadi Kanibalisme
74 Menghilangnya Satu Tawanan
75 Reza Mengejar Mala
76 Kesalahan
77 Rey semakin menggila
78 kerangkeng besi untuk Rey
79 Tersebarnya Video Rianti
80 Mengirim Rey Ke Hutan
81 Satria dan Hadi Meretas
82 Bram Tak Pernah Kembali
83 pov Jayanti
84 Tes DNA
85 Nini Maru Menyasar Warga
86 Genderuwo menghebohkan penjara
87 Pak Bayu
88 Rey Menangkap Warga
89 Sate Gagak
90 Shinta
91 Penemuan kaki Palsu
92 Pov Rey
93 Perhatian Bayu
94 Bertemu Dokter Fadly
95 Mencari Kebenaran
96 Hasil yang Mengejutkan
97 Hadi
98 Pengakuan Jayanti
99 Layu Sebelum Berkembang
100 Mencapai kemurnian
101 Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102 Mencari Rianti
103 Roni Berhalusinasi
104 Kurang Peka
105 Kehadiranmu
106 Saling Bingung
107 pengakuan
108 Bayangan Hitam
109 Pemujaan Pov Nini Maru
110 Dendam Lama
111 Pertempuran Ghaib
112 Warisan Leluhur
113 Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114 Pewaris Tahta dan Harta
115 Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116 Luka parah Pov Nini Maru
117 Pertemuan
118 Kesesatan yang Nyata
119 Resign
120 Tentang Rasa
121 Salah Faham
122 Tuntutan
123 Jawaban Hati
124 Senandung Cinta Mirna
125 Pengajuan
126 Lamaran
127 Terpana
128 Undangan Makan Malam
129 Pernikahan dan keputusan
130 Awal Kehancuran
131 Sesaji Pertama.
132 Membuntuti.
133 Perjalanan
134 Awal
135 Merindukan masa itu
136 Dua Pria Tampan
137 Titisan Yang Menghilang
138 siluet
139 Draft
140 kehamilan Shinta
141 Draft
142 Pengintai
143 Sesaji
144 sesaji bag2
145 Tersenggol
146 Draft
147 Rumah itu
148 Foto itu
149 Paksaan
150 Mengorbankan
151 Aroma Daging Segar
152 Daging Merah
153 Draft
154 Draft
155 Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156 Pov Mala
157 Ketika Cinta Shinta di Uji
158 Draft
159 Harapan
160 Renovasi
161 Mencari
162 Dia
163 draft
164 Draft
165 Draft
166 Draft
167 draft
168 draft
169 draft
170 Draft
171 draft
172 Belenggu Rindu Terlarang
173 Pintu Yang Lain
174 Wasiat
175 Kebingungan
176 Hilang Arah
177 Amarah
178 Hilang
179 Simpati atau Kesempatan
180 Dua Karakter
181 Susuatu
182 Hamdan
183 pengobatan Shinta
184 Terseret
185 Sampai
186 Lemari Itu
187 Suasana saat kembali
188 Misteri Seikat Bunga
189 Berontak
190 Darah
191 Pertolongan
192 Mengalihkan
193 Tiba-Tiba.
194 Meminta Ijin
195 Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196 Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197 Pernyataan
198 Rey
199 Kehampaan
200 Sebuah Tamparan
201 Berangkat Ke Kota
202 Pejalanan 3
203 Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204 Misteri Bukket Lili Putih
205 Misteri Buket lili-2
206 Kegelisahan
207 Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208 Terjebak Di Istana Siluman Ular
209 Terjebak diIstana Siluman-2
210 Penantian Tak berujung
211 Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212 Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213 Merasakan
214 Keributan
215 Keributan-2
216 Keributan-3
217 Keributan-4
218 Keributan-5 Pov Nini Maru
219 Perjalanan ke hutan larangan-6
220 Perjalanan ke hutan Larangan-7
221 Goa
222 Goa-2
223 Goa-3
224 Goa-4
225 Goa-5
226 Goa-6
227 Konspirasi
228 Konspirasi-2
229 Pernikahan Tak Terduga
230 Terasa Kaku
231 kaku-2
232 Serba Salah
233 Serba Salah-2
234 Serbah Salah-3
235 Goa-7
236 Goa-8
237 Goa-9
238 Pertemuan
239 Pertemuan-2
240 Pertemuan-3
241 Kaget
242 Kaget-2
243 Kaget-3
244 Kaget-4
245 Kaget-5
246 Kaget-6
247 Kaget-7
248 Kaget-8
249 Goa-10
250 Goa-11
251 Goa-12
252 Perjalanan Pulang
253 Perjalanan Pulang-2
254 Masalah Besar
255 Masalah Besar-2
256 Kepulangan-3
257 Dilema-1
258 Dilema-2
259 Dilema-3
260 Dilema-4
261 Dilema-5
262 Dilema-6
263 Perbincangan Warga
264 Pindah Rumah
265 Janji Suci dan Petaka
266 The End
267 Kuntil season2
Episodes

Updated 267 Episodes

1
episode 1 keguguran
2
episode 2 si mbok
3
episode 3 gosip menyebar
4
episode 4 fitnah keji
5
episode 5 Pov Bidan Sri
6
episode 6 Kain Pembalut
7
episode 7 Teror
8
episode 8 mbah karso
9
episode 9 Garam
10
episode 10 Tulang dan Kopi
11
Penumpang Gelap
12
Mimpi Buruk
13
Bunga Kenanga
14
Bangkai Burung Gagak
15
Sumur Belakang Rumah
16
Noda
17
PoV Roni
18
Sesaji
19
ilmu pukau dan obat pencahar
20
Pov REZA Siasat
21
Garis dua
22
eksekusi terhadap Rianti
23
Pengalihan Tumbal
24
kontraksi
25
Menjadi yang Tertuduh
26
Kecemburuan Roni
27
Lumpuh dan Dendam
28
Kunjungan Reza dan Nini Maru
29
Rianti
30
Secarik Kertas Pov Roni
31
Mira
32
Gunjingan
33
Kedatangan Hamdan
34
Kecemburuan Rianti
35
Pipa Air Pecah
36
Pohon Mangga
37
Licik
38
Pencerahan
39
Teror Nini Maru untuk Hamdan
40
Perdebatan
41
Hilangnya Nyawa
42
Tanpa Dosa
43
jum'at kliwon 1 suro
44
perdebatan tentang bunga kenanga
45
Arwah Mira
46
Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47
Rianti dan kamar rahasia
48
Arwah Mira menghantui bidan Sri
49
Musibah Beruntun
50
Hilangnya Janin Mala
51
Bram dan Jayanti
52
Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53
Jalanan Setapak
54
21 Tahun Kemudian
55
Bermimpi
56
Rey Si Tampang Menyeramkan
57
Seperti Pernah Merasakan
58
Mati Atau Berlutut.
59
Berselisih Arah
60
Darah yang mengalir ditubuh Satria
61
Kebal Hukum Pov Rey
62
Rasa Itu
63
Cinta Yang Pernah Hilang
64
Bisnis Gelap
65
Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66
Siapa Menyangka
67
Bertemu tanpa mengenal
68
Hilang
69
Mirna
70
Pulang Kampung
71
Bram
72
Misteri Shinta
73
Menjadi Kanibalisme
74
Menghilangnya Satu Tawanan
75
Reza Mengejar Mala
76
Kesalahan
77
Rey semakin menggila
78
kerangkeng besi untuk Rey
79
Tersebarnya Video Rianti
80
Mengirim Rey Ke Hutan
81
Satria dan Hadi Meretas
82
Bram Tak Pernah Kembali
83
pov Jayanti
84
Tes DNA
85
Nini Maru Menyasar Warga
86
Genderuwo menghebohkan penjara
87
Pak Bayu
88
Rey Menangkap Warga
89
Sate Gagak
90
Shinta
91
Penemuan kaki Palsu
92
Pov Rey
93
Perhatian Bayu
94
Bertemu Dokter Fadly
95
Mencari Kebenaran
96
Hasil yang Mengejutkan
97
Hadi
98
Pengakuan Jayanti
99
Layu Sebelum Berkembang
100
Mencapai kemurnian
101
Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102
Mencari Rianti
103
Roni Berhalusinasi
104
Kurang Peka
105
Kehadiranmu
106
Saling Bingung
107
pengakuan
108
Bayangan Hitam
109
Pemujaan Pov Nini Maru
110
Dendam Lama
111
Pertempuran Ghaib
112
Warisan Leluhur
113
Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114
Pewaris Tahta dan Harta
115
Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116
Luka parah Pov Nini Maru
117
Pertemuan
118
Kesesatan yang Nyata
119
Resign
120
Tentang Rasa
121
Salah Faham
122
Tuntutan
123
Jawaban Hati
124
Senandung Cinta Mirna
125
Pengajuan
126
Lamaran
127
Terpana
128
Undangan Makan Malam
129
Pernikahan dan keputusan
130
Awal Kehancuran
131
Sesaji Pertama.
132
Membuntuti.
133
Perjalanan
134
Awal
135
Merindukan masa itu
136
Dua Pria Tampan
137
Titisan Yang Menghilang
138
siluet
139
Draft
140
kehamilan Shinta
141
Draft
142
Pengintai
143
Sesaji
144
sesaji bag2
145
Tersenggol
146
Draft
147
Rumah itu
148
Foto itu
149
Paksaan
150
Mengorbankan
151
Aroma Daging Segar
152
Daging Merah
153
Draft
154
Draft
155
Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156
Pov Mala
157
Ketika Cinta Shinta di Uji
158
Draft
159
Harapan
160
Renovasi
161
Mencari
162
Dia
163
draft
164
Draft
165
Draft
166
Draft
167
draft
168
draft
169
draft
170
Draft
171
draft
172
Belenggu Rindu Terlarang
173
Pintu Yang Lain
174
Wasiat
175
Kebingungan
176
Hilang Arah
177
Amarah
178
Hilang
179
Simpati atau Kesempatan
180
Dua Karakter
181
Susuatu
182
Hamdan
183
pengobatan Shinta
184
Terseret
185
Sampai
186
Lemari Itu
187
Suasana saat kembali
188
Misteri Seikat Bunga
189
Berontak
190
Darah
191
Pertolongan
192
Mengalihkan
193
Tiba-Tiba.
194
Meminta Ijin
195
Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196
Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197
Pernyataan
198
Rey
199
Kehampaan
200
Sebuah Tamparan
201
Berangkat Ke Kota
202
Pejalanan 3
203
Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204
Misteri Bukket Lili Putih
205
Misteri Buket lili-2
206
Kegelisahan
207
Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208
Terjebak Di Istana Siluman Ular
209
Terjebak diIstana Siluman-2
210
Penantian Tak berujung
211
Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212
Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213
Merasakan
214
Keributan
215
Keributan-2
216
Keributan-3
217
Keributan-4
218
Keributan-5 Pov Nini Maru
219
Perjalanan ke hutan larangan-6
220
Perjalanan ke hutan Larangan-7
221
Goa
222
Goa-2
223
Goa-3
224
Goa-4
225
Goa-5
226
Goa-6
227
Konspirasi
228
Konspirasi-2
229
Pernikahan Tak Terduga
230
Terasa Kaku
231
kaku-2
232
Serba Salah
233
Serba Salah-2
234
Serbah Salah-3
235
Goa-7
236
Goa-8
237
Goa-9
238
Pertemuan
239
Pertemuan-2
240
Pertemuan-3
241
Kaget
242
Kaget-2
243
Kaget-3
244
Kaget-4
245
Kaget-5
246
Kaget-6
247
Kaget-7
248
Kaget-8
249
Goa-10
250
Goa-11
251
Goa-12
252
Perjalanan Pulang
253
Perjalanan Pulang-2
254
Masalah Besar
255
Masalah Besar-2
256
Kepulangan-3
257
Dilema-1
258
Dilema-2
259
Dilema-3
260
Dilema-4
261
Dilema-5
262
Dilema-6
263
Perbincangan Warga
264
Pindah Rumah
265
Janji Suci dan Petaka
266
The End
267
Kuntil season2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!