Sesaji

Tiga Bulan kemudian...

yang penasaran wajah Mala, dia hampir mirip dengan Artis bollywood prety zienta. Pembaca tinggal bayangin saja ya gimana cantiknya dia.

setelah tiga bulan berlalu, kesehatan Mala sudah membaik. dengan rutin meminum obat dari bidan Sri serta jamu buatan si mbok. ketelatenan si Mbok yang merawatnya, mempercepat kesehatan Mala. kini Ia sudah dapat beraktifitas dengan baik.

Mala berniat ingin berbelanja, untuk makan siangnya. kerena akang sayur tak kunjung juga lewat, Ia berniat untuk pergi kewarung milik pak RT Joko. beliau selain menjadi ketua RT, juga memiliki usaha warung sembako yang cukup besar. berjarak seratus meter dari rumah Mala.

pagi ini, Mala berdandan ala kadarnya, daster model circle atau kembang payung dengan panjang dibawah lutut, membentuk bodynya yang seperti alat musik biola, ditambah perutnya yang selalu datar. lalu Ia merias wajahnya dengan bedak tabur baby, lipstik warna pink nude, namun sudah membuatnya begitu memesona. rambutnya yang lurus sebahu ia biarkan tergerai begitu saja.

Roni suaminya sudah berangkat bekerja, Ia sudah membuatkannya sarapan dengan lauk telur ceplok. apapun yang dimasak Mala, Roni tidak pernah menolak, Ia begitu mencintai istrinya, meski tanpa anak sekalipun.

Mala berjalan melewati jalanan berbatu, semak belukar sekitar 20 meter yang terdapat didepan rumahnya, tampak begitu menyeramkan, apalagi saat suasana malam, menjadi sangat gelap karena tertutup pohon-pohon perdu dan pohon akasia dan tumbuhan lainnya. pemilik tanah itu ingin mendirikan rumah disitu, namun masih tersendat dana.

sepasang mata pria, memperhatikan Mala yang sedang berjalan ke arah warung, dari semak belukar. Ia menyeringai, Ia begitu terobsesi dengan Mala. ternyata, kecantikan seseorang tidak selamanya selalu membawa keberuntungan, tetapi dapat juga mendatangkan bahaya bagi sipemiliknya.

Mala telah sampai diwarung pak Joko, saat ini warung terlihat ramai, karena akang sayur sepertinya sedang cuti. maka ibu-ibu semuanya berbelanja kebutuhan diwarung ini.

"dik Mala, sudah sehat?" ucap mbak Ratna tulus, dengan senyum sarkasnya.

"Alhamdulillah sudah mbak." jawab Mala ramah.

"oh..syukurlah dik." ucap mbak Ratna dengan lembut.

mbak Rumi dan mbak Lisa menatap ke arah Mala, ada rasa iri melihat kecantikan Mala dihati mereka. mengapa Mala seberuntung itu, lahir dengan wajah rupawan, disebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kota. bahkan mereka sangat takut, jika suami mereka kepincut dengan Mala.

"mau belanja apa mbak Mala?" ucap pak Joko ramah dengan nada sedikit genit. saat itu sedang bertugas menjaga warung, karena istrinya sedang sibuk berberes didapur.

"giliran Mala, pak Joko ramahnya bukan main ya pak" sindir bu Dewi yang juga sedang berbelanja.

"ya bukan begitu toh, bu Dewi" kan Malanya baru datang, jadi saya sebagai penjual harus ramah kepada pelanggan." ucap pak Joko sembari tersenyum kepada bu Dewi.

namun tak dapat dipungkiri, hati Pak Joko juga mengakui, jika Mala memang memesona siapa saja yang melihatnya, ditambah lagi bodynya yang begitu molek, tentu membuat para pria berimajinasi yang indah-indah.

Mala mulai risih dengan sindiran para ibu-ibu. Ia mempercepat belanjanya. setelah selesai Ia melangkah pulang, dan mencoba tersenyum ramah kepada ibu-ibu yang sudah menyindirnya sinis.

"apa salahku? mengapa ibu-ibu sepertinya begitu sinis terhadapku?" ucap Mala berguman dalam hatinya.

sinar mentari pagi, bersinar amat terang. cahaya menerpa kulit putih mulus milik Mala. kulit itu tampak berkilau. kaki jenjang miliknya, begitu menambah keanggunannya saat berjalan. ditambah wajahnya yang kian bertambah cantik dengan terpaan sinar mentari yang membuatnya semakin kian berseri.

Mala membuka pintunya yang terkunci. Ia mulai memasak didapur. Ia menyiapkan menu oseng tempe plus tekokak, bening bayam jagung, serta goreng ayam kalasan kesukaannya. Ia membuat resep sesuai yang diajarkan si Mbok padanya.

hari ini, Roni suaminya pulang lebih cepat, sekitar pukul 5 sore. Mala sengaja mengasingkan menu tersebut untuk suaminya. setelah selesai memasak, Mala membereskan rumah dan dapurnya. lalu Ia bersantai diruang tengah untuk menonton televisi.

saat membaringkan tubuhnya dikursi tamu, Ia teringat keranjang sampahnya yang berada didapur sudah sarat muatan. tentu akan menimbulkan aroma tak sedap dan mengundang hewan menjijikkan, seperti tikus dan kecoa, jika sampah itu dibiarkannya begitu saja. maka Mala beranjak dari kursi tamu, berniat membuang sampah tersebut.

Mala membuka pintu dapur, menenteng keranjang sampah, berniat membuangnya dibawah pohon mangga dekat sumur belakang.

Mala membuang sampah tersebut, saat hendak berbalik melangkah kedapur, Ia melihat sesuatu di bawah pohon mangga, sebelah sisi saat Ia membuang sampah tadi. Mala yang penasaran memberanikan diri memeriksa sesuatu yang dilihatnya.

Mala mendekatinya, Ia terperangah saat melihat benda itu. sesuatu seperti sesaji dibawah pohon mangga, berada dalam nampan yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk bundar. diatasnya tersaji seperti daging burung utuh yang dipanggang, jika diperhatikan seperti daging burung gagak, karena lengkap masih dengan paruhnya. ada kopi pahit hitam, bunga kenanga, bunga mawar merah dan putih, rokok, pisang dan sedikit bertih (padi yang dioseng menjadi mirip popcorn).

dinampan itu juga terdapat seperti kemenyan yang sudah terbakar bersama dupa. seperti tadi malam pembakarannya, karena tinggal debunya saja.

"siapa yang meletakkan sesaji ini disini? dan apa tujuannya?"ucap Mala lirih, Ia memperhatikan kesekeliling, untuk mencari petunjuk. namun semuanya terlihat lengang.

"aku akan memberitahu mas Roni, peristiwa ini saat Ia pulang kerja nanti" ucap Mala lirih. Ia bergidik melihat semuanya, apalagi daging gagak bakar tersebut, seolah-olah mata burung gagak yang sudah matang itu memperhatikannya.

Mala beranjak meninggalkan sesaji itu, masuk kedapur dan mengunci pintu dapur, dengan fikiran yang masih menerawang jauh.

sepasang mata pria yang sedari tadi memperhatikan Mala dari sebalik pohon jengkol yang berada tak jauh dari pohon mangga, merasa jakunnya naik turun. Ia seperti tak mampu menahan gejolak birahi yang setiap saat menggerogotinya jika membayangkan Mala. Ia seperti gila.

bagi pria itu, melihat Mala saja sudah membuatnya konak, bahkan Ia dapat melakukan o**ni sendiri. apalagi Ia pernah merasakan tubuh molek itu, Ia ingin mengulanginya lagi dan lagi. Ia menyusun siasat untuk melancarkan aksinya.

Mala berbaring dikursi tamu, Ia masih berfikir tentang sesaji itu. kira-kira siapa yang meletakkannya disitu. siapapu itu, pastilah memiliki niat yang tidak baik. Ia berharap Roni suaminya segera kembali bekerja, agar Ia dapat mengadukan prihal itu.

tanpa Mala sadari, seseorang sedang memperhatikannya, dari kaca jendela yang berada disamping rumah, mata itu terus memandangi kaki jenjang nan mulus milik Mala. namun Ia menahan keiinginannya karena ini siang hari. Ia takut kepergok warga.

****

sore itu Roni pulang bekerja, Mala menyambutnya antusias. Ia menyalim tangan suaminya. setelah suaminya berada di kursi tamu, Ia membuatkan kopi ginseng kesukaan suaminya, memberikan camilan roti cracers yang dibelinya di warung pak Joko saat berbelanja tadi. Mala menyajikannya dengan ikhlas dan penuh cinta.

Roni meneguk kopi buatan istrinya, lalu memakan beberapa keping cracers. Mala bergelayut manja disamping suaminya. lalu Roni membelai rambut Mala dengan penuh cinta kasih.

meskipun Roni hanya seorang buruh, namun kelembutan sikapnya serta kesetiaannya yang membuat Mala memilihnya menjadi pasangan hidupnya."kamu cantik sekali sayang hari ini" ucap Roni lembut.

sesaat Roni menginginkan sesuatu dari istrinya yang cantik. tanpa menunggu persetujuan Mala, Ia membopong tubuh mungil istrinya kedalam kamar. baginya Mala adalah candu yang tak pernah habisnya.

Roni menutup pintu kamar, membaringkan tubuh Mala diranjang dengan lembut. aroma tubuhnya yang berbau keringat saat bekerja membuat Mala bergairah. lalu mereka melakukan rutinitas suami istri.

setelah mencapai *******, Roni memeluk tubuh Mala yang tanpa sehelai benangpun. Ia mengecup lembut kepala istrinya dengan penuh cinta. "terimah kasih sayang, sudah menerimaku dengan segala kekurangannku." ucap Roni dengan lirih, ada penyesalan disana, karena Ia belum mampu memberikan kebahagiaan berupa harta berlimpah kepada istrinya, Mala.

Mala yang berada dalam pelukannya, tersenyum manis, lalu mengeratkan pelukannya. perlakuan Mala membuat Roni bangkit bergairah lagi. lalu mereka melanjutkan asmara mereka yang menggebu untuk kedua kalinya.

Mala kelelahan dibuat ulah suaminya sore ini. setelah selesai menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri, Mala beranjak dari ranjangnya, tanpa menggunakan apapun Ia berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri mandi junub. karena dirumah hanya Ia dan suaminya saja yang tinggal berdua, membuat Mala begitu sembrono.

Ia berjalan melenggang tanpa busana, meliukkan tubuh indahnya, membuat suaminya menggelengkan kepalanya. andai saja Ia tidak lelah karena menguras tenaga bekerja nafkah lahir dan bathin, mungkin Ia akan mengejar Mala kekamar mandi, namun Ia sudah kelelahan untuk dua ronde saja.

saat melintasi dapur, sepasang mata memperhatikan mala melalui jendela kaca yang menghadap ke pohon mangga, aksi gila Mala berjalan tanpa busana membuatnya kelimpungan, namun sekejap sirna, saat melihat Roni juga sudah berada didapur membuntuti Mala tanpa busana. pria pengintai itu menaruh kebencian, dengan wajah mememerah, menggeretakkan giginya, lalu berjalan menghilang dibalik semak.

****

setelah selesai mandi, Roni bersantai dikursi ruang tengah, diikuti Mala yang terus ingin bermanja dengannya. tiba-tiba Mala teringat sesuatu, Ia ingin menyampaikan penemuan sesaji yang dilihatnya siang tadi. Roni yang penasaran, beranjak bangkit dari kursi, dan ingin memeriksanya.

Roni berjalan kearah petunjuk yang diberikan istrinya, lalu diikuti oleh Mala dari belakang.

sesampainya mereka dibawah pohon mangga, mereka tak menemukan apapun. sesaji itu sudah tidak ada lagi. hilang tanpa bekas. "dimana sesaji itu dik?" ucap Roni penasaran.

"tadi ada disini bang. adik yakin sekali." jawab Mala, dengan nada kebingungan.

"kalau memang benar ada, kemana perginya? apa ada seseorang yang mengambilnya?" ucap Roni.

"tapi jika ada yang mengambilnya siapa ya bang?" ucap Mala tak kalah bingung.

"entahlah, yang pastinya Ia memiliki niat tidak baik" ucap Roni menimpali . lalu mereka beranjak dari tempat itu. tanpa mereka sadari, ada seputik bunga kenanga yang tertinggal, mungkin terjatuh saat sesorang membereskannya tadi, lalu putik bunga kenanga itu berbaur bersama tumpukan daun mangga kering.

saat melintasi sumur belakang, Roni melihat ada pipa saluran air yang pecah.

"sepertinya habis terkena pijakan kaki manusia dewasa, ini seperti kejadian tiga bulan yang lalu." ucap Roni berguman dalam hatinya.

"berarti ada seseorang yang sering melintas dari arah belakang, tanpa sepengetahuan mereka. tapi siapa?" ucap Roni penasaran.

"ada apa bang? koq bengong? ucap Mala yang sedari tadi memperhatikan suaminya berdiam didekat pipa saluran air.

"gak ada apa-apa, pipa airnya pecah lagi. tolong ambilkan abang karet bekas ban dalam motor dan gergaji ya, biar abang perbaiki." ucap Roni kepada Mala.

"iya bang, sahut Mala. bergegas masuk kedapur, mengambil peralatan yang diminta suaminya.

setelah mendapatkannya, Mala menyerahkannya kepada Roni, lalu Menyelesaikan memperbaiki pipa. hari beranjak petang, mereka masuk kedalam rumah, karena sayup-sayup terdengar suara lantunan adzan Maghrib yang berkumandang.

Terpopuler

Comments

kimiatie

kimiatie

pasti reze pelakunya...tambah sikap mala yang terlalu careless lagi

2024-12-24

0

Bunda Silvia

Bunda Silvia

si wanitanya juga ngga jaga aurat sama teledor udah lah mangsa empuk buat penjahat kelamin

2024-09-01

0

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Inilah gunanya sumur didlm rmh mencegah hal2 seperti itu,,,,mengundang orng utk ngintip apalgi penghuninya seperti Mala

2023-11-08

1

lihat semua
Episodes
1 episode 1 keguguran
2 episode 2 si mbok
3 episode 3 gosip menyebar
4 episode 4 fitnah keji
5 episode 5 Pov Bidan Sri
6 episode 6 Kain Pembalut
7 episode 7 Teror
8 episode 8 mbah karso
9 episode 9 Garam
10 episode 10 Tulang dan Kopi
11 Penumpang Gelap
12 Mimpi Buruk
13 Bunga Kenanga
14 Bangkai Burung Gagak
15 Sumur Belakang Rumah
16 Noda
17 PoV Roni
18 Sesaji
19 ilmu pukau dan obat pencahar
20 Pov REZA Siasat
21 Garis dua
22 eksekusi terhadap Rianti
23 Pengalihan Tumbal
24 kontraksi
25 Menjadi yang Tertuduh
26 Kecemburuan Roni
27 Lumpuh dan Dendam
28 Kunjungan Reza dan Nini Maru
29 Rianti
30 Secarik Kertas Pov Roni
31 Mira
32 Gunjingan
33 Kedatangan Hamdan
34 Kecemburuan Rianti
35 Pipa Air Pecah
36 Pohon Mangga
37 Licik
38 Pencerahan
39 Teror Nini Maru untuk Hamdan
40 Perdebatan
41 Hilangnya Nyawa
42 Tanpa Dosa
43 jum'at kliwon 1 suro
44 perdebatan tentang bunga kenanga
45 Arwah Mira
46 Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47 Rianti dan kamar rahasia
48 Arwah Mira menghantui bidan Sri
49 Musibah Beruntun
50 Hilangnya Janin Mala
51 Bram dan Jayanti
52 Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53 Jalanan Setapak
54 21 Tahun Kemudian
55 Bermimpi
56 Rey Si Tampang Menyeramkan
57 Seperti Pernah Merasakan
58 Mati Atau Berlutut.
59 Berselisih Arah
60 Darah yang mengalir ditubuh Satria
61 Kebal Hukum Pov Rey
62 Rasa Itu
63 Cinta Yang Pernah Hilang
64 Bisnis Gelap
65 Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66 Siapa Menyangka
67 Bertemu tanpa mengenal
68 Hilang
69 Mirna
70 Pulang Kampung
71 Bram
72 Misteri Shinta
73 Menjadi Kanibalisme
74 Menghilangnya Satu Tawanan
75 Reza Mengejar Mala
76 Kesalahan
77 Rey semakin menggila
78 kerangkeng besi untuk Rey
79 Tersebarnya Video Rianti
80 Mengirim Rey Ke Hutan
81 Satria dan Hadi Meretas
82 Bram Tak Pernah Kembali
83 pov Jayanti
84 Tes DNA
85 Nini Maru Menyasar Warga
86 Genderuwo menghebohkan penjara
87 Pak Bayu
88 Rey Menangkap Warga
89 Sate Gagak
90 Shinta
91 Penemuan kaki Palsu
92 Pov Rey
93 Perhatian Bayu
94 Bertemu Dokter Fadly
95 Mencari Kebenaran
96 Hasil yang Mengejutkan
97 Hadi
98 Pengakuan Jayanti
99 Layu Sebelum Berkembang
100 Mencapai kemurnian
101 Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102 Mencari Rianti
103 Roni Berhalusinasi
104 Kurang Peka
105 Kehadiranmu
106 Saling Bingung
107 pengakuan
108 Bayangan Hitam
109 Pemujaan Pov Nini Maru
110 Dendam Lama
111 Pertempuran Ghaib
112 Warisan Leluhur
113 Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114 Pewaris Tahta dan Harta
115 Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116 Luka parah Pov Nini Maru
117 Pertemuan
118 Kesesatan yang Nyata
119 Resign
120 Tentang Rasa
121 Salah Faham
122 Tuntutan
123 Jawaban Hati
124 Senandung Cinta Mirna
125 Pengajuan
126 Lamaran
127 Terpana
128 Undangan Makan Malam
129 Pernikahan dan keputusan
130 Awal Kehancuran
131 Sesaji Pertama.
132 Membuntuti.
133 Perjalanan
134 Awal
135 Merindukan masa itu
136 Dua Pria Tampan
137 Titisan Yang Menghilang
138 siluet
139 Draft
140 kehamilan Shinta
141 Draft
142 Pengintai
143 Sesaji
144 sesaji bag2
145 Tersenggol
146 Draft
147 Rumah itu
148 Foto itu
149 Paksaan
150 Mengorbankan
151 Aroma Daging Segar
152 Daging Merah
153 Draft
154 Draft
155 Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156 Pov Mala
157 Ketika Cinta Shinta di Uji
158 Draft
159 Harapan
160 Renovasi
161 Mencari
162 Dia
163 draft
164 Draft
165 Draft
166 Draft
167 draft
168 draft
169 draft
170 Draft
171 draft
172 Belenggu Rindu Terlarang
173 Pintu Yang Lain
174 Wasiat
175 Kebingungan
176 Hilang Arah
177 Amarah
178 Hilang
179 Simpati atau Kesempatan
180 Dua Karakter
181 Susuatu
182 Hamdan
183 pengobatan Shinta
184 Terseret
185 Sampai
186 Lemari Itu
187 Suasana saat kembali
188 Misteri Seikat Bunga
189 Berontak
190 Darah
191 Pertolongan
192 Mengalihkan
193 Tiba-Tiba.
194 Meminta Ijin
195 Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196 Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197 Pernyataan
198 Rey
199 Kehampaan
200 Sebuah Tamparan
201 Berangkat Ke Kota
202 Pejalanan 3
203 Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204 Misteri Bukket Lili Putih
205 Misteri Buket lili-2
206 Kegelisahan
207 Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208 Terjebak Di Istana Siluman Ular
209 Terjebak diIstana Siluman-2
210 Penantian Tak berujung
211 Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212 Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213 Merasakan
214 Keributan
215 Keributan-2
216 Keributan-3
217 Keributan-4
218 Keributan-5 Pov Nini Maru
219 Perjalanan ke hutan larangan-6
220 Perjalanan ke hutan Larangan-7
221 Goa
222 Goa-2
223 Goa-3
224 Goa-4
225 Goa-5
226 Goa-6
227 Konspirasi
228 Konspirasi-2
229 Pernikahan Tak Terduga
230 Terasa Kaku
231 kaku-2
232 Serba Salah
233 Serba Salah-2
234 Serbah Salah-3
235 Goa-7
236 Goa-8
237 Goa-9
238 Pertemuan
239 Pertemuan-2
240 Pertemuan-3
241 Kaget
242 Kaget-2
243 Kaget-3
244 Kaget-4
245 Kaget-5
246 Kaget-6
247 Kaget-7
248 Kaget-8
249 Goa-10
250 Goa-11
251 Goa-12
252 Perjalanan Pulang
253 Perjalanan Pulang-2
254 Masalah Besar
255 Masalah Besar-2
256 Kepulangan-3
257 Dilema-1
258 Dilema-2
259 Dilema-3
260 Dilema-4
261 Dilema-5
262 Dilema-6
263 Perbincangan Warga
264 Pindah Rumah
265 Janji Suci dan Petaka
266 The End
267 Kuntil season2
Episodes

Updated 267 Episodes

1
episode 1 keguguran
2
episode 2 si mbok
3
episode 3 gosip menyebar
4
episode 4 fitnah keji
5
episode 5 Pov Bidan Sri
6
episode 6 Kain Pembalut
7
episode 7 Teror
8
episode 8 mbah karso
9
episode 9 Garam
10
episode 10 Tulang dan Kopi
11
Penumpang Gelap
12
Mimpi Buruk
13
Bunga Kenanga
14
Bangkai Burung Gagak
15
Sumur Belakang Rumah
16
Noda
17
PoV Roni
18
Sesaji
19
ilmu pukau dan obat pencahar
20
Pov REZA Siasat
21
Garis dua
22
eksekusi terhadap Rianti
23
Pengalihan Tumbal
24
kontraksi
25
Menjadi yang Tertuduh
26
Kecemburuan Roni
27
Lumpuh dan Dendam
28
Kunjungan Reza dan Nini Maru
29
Rianti
30
Secarik Kertas Pov Roni
31
Mira
32
Gunjingan
33
Kedatangan Hamdan
34
Kecemburuan Rianti
35
Pipa Air Pecah
36
Pohon Mangga
37
Licik
38
Pencerahan
39
Teror Nini Maru untuk Hamdan
40
Perdebatan
41
Hilangnya Nyawa
42
Tanpa Dosa
43
jum'at kliwon 1 suro
44
perdebatan tentang bunga kenanga
45
Arwah Mira
46
Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47
Rianti dan kamar rahasia
48
Arwah Mira menghantui bidan Sri
49
Musibah Beruntun
50
Hilangnya Janin Mala
51
Bram dan Jayanti
52
Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53
Jalanan Setapak
54
21 Tahun Kemudian
55
Bermimpi
56
Rey Si Tampang Menyeramkan
57
Seperti Pernah Merasakan
58
Mati Atau Berlutut.
59
Berselisih Arah
60
Darah yang mengalir ditubuh Satria
61
Kebal Hukum Pov Rey
62
Rasa Itu
63
Cinta Yang Pernah Hilang
64
Bisnis Gelap
65
Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66
Siapa Menyangka
67
Bertemu tanpa mengenal
68
Hilang
69
Mirna
70
Pulang Kampung
71
Bram
72
Misteri Shinta
73
Menjadi Kanibalisme
74
Menghilangnya Satu Tawanan
75
Reza Mengejar Mala
76
Kesalahan
77
Rey semakin menggila
78
kerangkeng besi untuk Rey
79
Tersebarnya Video Rianti
80
Mengirim Rey Ke Hutan
81
Satria dan Hadi Meretas
82
Bram Tak Pernah Kembali
83
pov Jayanti
84
Tes DNA
85
Nini Maru Menyasar Warga
86
Genderuwo menghebohkan penjara
87
Pak Bayu
88
Rey Menangkap Warga
89
Sate Gagak
90
Shinta
91
Penemuan kaki Palsu
92
Pov Rey
93
Perhatian Bayu
94
Bertemu Dokter Fadly
95
Mencari Kebenaran
96
Hasil yang Mengejutkan
97
Hadi
98
Pengakuan Jayanti
99
Layu Sebelum Berkembang
100
Mencapai kemurnian
101
Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102
Mencari Rianti
103
Roni Berhalusinasi
104
Kurang Peka
105
Kehadiranmu
106
Saling Bingung
107
pengakuan
108
Bayangan Hitam
109
Pemujaan Pov Nini Maru
110
Dendam Lama
111
Pertempuran Ghaib
112
Warisan Leluhur
113
Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114
Pewaris Tahta dan Harta
115
Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116
Luka parah Pov Nini Maru
117
Pertemuan
118
Kesesatan yang Nyata
119
Resign
120
Tentang Rasa
121
Salah Faham
122
Tuntutan
123
Jawaban Hati
124
Senandung Cinta Mirna
125
Pengajuan
126
Lamaran
127
Terpana
128
Undangan Makan Malam
129
Pernikahan dan keputusan
130
Awal Kehancuran
131
Sesaji Pertama.
132
Membuntuti.
133
Perjalanan
134
Awal
135
Merindukan masa itu
136
Dua Pria Tampan
137
Titisan Yang Menghilang
138
siluet
139
Draft
140
kehamilan Shinta
141
Draft
142
Pengintai
143
Sesaji
144
sesaji bag2
145
Tersenggol
146
Draft
147
Rumah itu
148
Foto itu
149
Paksaan
150
Mengorbankan
151
Aroma Daging Segar
152
Daging Merah
153
Draft
154
Draft
155
Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156
Pov Mala
157
Ketika Cinta Shinta di Uji
158
Draft
159
Harapan
160
Renovasi
161
Mencari
162
Dia
163
draft
164
Draft
165
Draft
166
Draft
167
draft
168
draft
169
draft
170
Draft
171
draft
172
Belenggu Rindu Terlarang
173
Pintu Yang Lain
174
Wasiat
175
Kebingungan
176
Hilang Arah
177
Amarah
178
Hilang
179
Simpati atau Kesempatan
180
Dua Karakter
181
Susuatu
182
Hamdan
183
pengobatan Shinta
184
Terseret
185
Sampai
186
Lemari Itu
187
Suasana saat kembali
188
Misteri Seikat Bunga
189
Berontak
190
Darah
191
Pertolongan
192
Mengalihkan
193
Tiba-Tiba.
194
Meminta Ijin
195
Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196
Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197
Pernyataan
198
Rey
199
Kehampaan
200
Sebuah Tamparan
201
Berangkat Ke Kota
202
Pejalanan 3
203
Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204
Misteri Bukket Lili Putih
205
Misteri Buket lili-2
206
Kegelisahan
207
Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208
Terjebak Di Istana Siluman Ular
209
Terjebak diIstana Siluman-2
210
Penantian Tak berujung
211
Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212
Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213
Merasakan
214
Keributan
215
Keributan-2
216
Keributan-3
217
Keributan-4
218
Keributan-5 Pov Nini Maru
219
Perjalanan ke hutan larangan-6
220
Perjalanan ke hutan Larangan-7
221
Goa
222
Goa-2
223
Goa-3
224
Goa-4
225
Goa-5
226
Goa-6
227
Konspirasi
228
Konspirasi-2
229
Pernikahan Tak Terduga
230
Terasa Kaku
231
kaku-2
232
Serba Salah
233
Serba Salah-2
234
Serbah Salah-3
235
Goa-7
236
Goa-8
237
Goa-9
238
Pertemuan
239
Pertemuan-2
240
Pertemuan-3
241
Kaget
242
Kaget-2
243
Kaget-3
244
Kaget-4
245
Kaget-5
246
Kaget-6
247
Kaget-7
248
Kaget-8
249
Goa-10
250
Goa-11
251
Goa-12
252
Perjalanan Pulang
253
Perjalanan Pulang-2
254
Masalah Besar
255
Masalah Besar-2
256
Kepulangan-3
257
Dilema-1
258
Dilema-2
259
Dilema-3
260
Dilema-4
261
Dilema-5
262
Dilema-6
263
Perbincangan Warga
264
Pindah Rumah
265
Janji Suci dan Petaka
266
The End
267
Kuntil season2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!