malam semakin larut. Roni yang sedari tadi sudah tertidur lelap, tidur mendengkur seakan tengah menikmati waktu istirahatnya. setelah kemarin malam belum tidur, karena peristiwa kegugurannya Mala.
"kasihan bang Roni. pasti dia mengantuk sekali." ucap Mala seraya memandangi wajah suaminya yang sudah setia mendampinginya, meski belum dikarunia anak.
Mala masih terjaga, matanya tak jua menunjukkan tanda-tanda mengantuk. setiap kali Ia memejamkan matanya selalu saja dibukanya lagi.
"mengapa aku tak bisa tidur malam ini. mungkin pengaruh kopi hitam yang ku minum tadi." ucapnya lirih.
praaaaank...suara benda terjatuh di atas seng yang berasal entah darimana. namun tidak ada suara benda itu bergelinding jatuh.
"suara apa itu? mengapa tidak ada benda yang bergelinding jatuh.?" guman Mala.
"mungkin ulah hewan nokturnal yang membawa buah-buahan." ucap Mala.
tiba-saja Ia merasakan bulu kuduknya meremang. pori-pori ditubuhnya membesar, mengisyaratkan kehadiran makhluk astral.
"mengapa aku merinding ya?" ucap Mala berguman.
"tok...tok..tok.. terdengar suara ketukan dari balik daun jendela yang tertutup.
"siapa pula malam-malam mengetuk pintu? jika orang ingin bertamu, ya dari pintu. masa iya dari jendela. kecuali maling atau rampok." ucap Mala berasumsi sendiri.
karena penasaran, Ia mendekati jendela, lalu membukanya.
"tak ada sesiapapun diluar. lalu siapa yang mengetuk jendela ya?" ucap Mala denhan penasaran.
"sebaiknya aku buka saja jendela ini, agar angin masuk. kipas angin dikamar sudah tidak stabil lagi putarannya. jadi kurang dingin" ucap mala panjang lebar pada dirinya sendiri.
Ia membiarkan jendela terbuka, lalu beranjak ke ranjangnya untuk berbaring.
"aku ingin menonton televisi saja, buat mengusir rasa bosan." gumannya menemukan ide.
mala lalu mengambil remote Televisi yang berada diatas nakasnya. menyalakan televisi yang ada dikamar. meskipun rumah mereka sederhana, mereka memiliki dua buah televisi. satu berada diruang tamu dan satunya lagi berada dikamar.
Televisi yang dikamar, mereka beli denhan harga sangat murah. tetangganya menjual televisi kepadanya karena terlilit hutang. karena sangat murah, mereka membelinya. televisi tabung masih dalam kondisi bagus.
"aku mau lihat sinetron saja. masih pukul sebelas malam, sinetron kesukaanku belum habis jam tauangnya." ucapnya seraya memilih salah sayu saluran favoritnya.
saat asyik menonton. Mala mendengar sesuatu dari arah jendelah.
Mala menolehkan wajahnya dari layar televisi ke jendela.
"apa itu?" ucap Mala penasaran. Karena Ia melihat sesuatu samar-samar diluar jendela.
Mala berniat ingin mengecek sesuatu luar sana. belum sempat Ia beranjak dari ranjangnya, tiba-tiba saja tubuhnya menjadi kaku bak tak bersendi. darahnya seakan membeku.
bersamaan dengan itu, muncul satu sosok yang sangat menyeramkan menerobos masuk dari jendela, sosok itu seperti sesuatu yang tak bertulang, meluncur, dari jendela, merambat kebawah jendela lalu bergerak merangkak lantai menuju Mala.
"a..aa..apa itu." ucap Mala dalam hati. karena mulutnya tam mampu Ia buka, lidahnya terasa keluh.
makhluk menyeramkan itu semakin mendekatatinya.
"bang...bang Roni, bangun.. bangun bang." berteriak dalam hatinya. mencoba membangunkan suaminya.
tubuhnya ketakutan, wajahnya seketika memucat. keringat bercucuran. rasa takut yang berlebihan membuat darah nifasnya semakin meluncur deras.
namun Roni yang masih terlelap dalam peraduannya. tak menyadari apa yang sedang terjadi.
makhluk menyeramkan yang merupakan kuntilanak tersebut kini sudah naik diatas ranjang. merangkak naik keatas tubuh mala. matanya yang merah menatap penuh kebencian.
"grrrrrrh..grrrrrh.."suara kuntilanak itu menggeram seraya menggeleng-gelengkan kepalanya disertai seringai yang menyeramkan, dari mulutnya mengeluarkan aroma busuk yang menusuk hidungnya.
dalam kondisi ketakutan, seketika Mala mengingat Rabbi-Nya. lalu Ia mencoba memaksa memejamkan matanya, tak ingin melihat melihat makhluk itu. lalu Ia membaca ayat Qursi yang Ia hafal sejak duduk dibangku Madrasah Tsanawiyah dulu.
"ya Rabb..lindungi hamba-Mu ini dari makhluk yang rendah ini." ucap Mala dalam doanya yang dilantunkan didalam hati dengan penuh pengharapan.
seketika aroma busuk itu menghilang, Ia membuka sebelah matanya, memastikan makhluk itu sudah pergi.
setelah memastikan makhluk itu pergi, Mala membuka kedua matanya. terdengar suara dengkuran suaminya.
dengan tergesa-gesa Mala menutup jendelanya. seraya berbalik menuju kekasurnya. mengambil selimut bed cover, menutup seluruh tubuhnya dan memeluk suaminya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Ronati Pertiwi
lanjut
2025-03-08
0
✪⃟𝔄ʀ𝐫ᷛ𝐞ͧ𝐲ᷡ𝐲ⷮ𝐞ͧ𝐬ᷢ EFREN
𝚔𝚗𝚙 𝚜𝚒 𝚔𝚞𝚗𝚝𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚘𝚛 𝚖𝚊𝚕𝚊, 𝚊𝚙𝚔𝚊𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚞𝚊𝚝𝚞 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚙𝚊𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚍𝚊𝚑𝚞𝚕𝚞 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚕𝚎𝚕𝚞𝚑𝚞𝚛 𝚖𝚊𝚕𝚊?
𝚊𝚙𝚊 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗, 𝚜𝚒 𝚔𝚞𝚗𝚝𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚞𝚕𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚑 𝚍𝚒𝚙𝚎𝚛𝚊𝚕𝚊𝚝 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚕𝚎𝚕𝚞𝚑𝚞𝚛 𝚖𝚊𝚕𝚊, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚛 𝚗𝚞𝚗𝚝𝚞𝚝 𝚋𝚕𝚜?
2024-01-12
2
Tina
Ya ampuuunnn imutnya 😏😏😏 suami istri sama2 penakut dan bodoh. 😀😀😀
2023-11-03
0