Noda

suasana saat ini begitu lengang, karena warga berkumpul dirumah Dewi, acara kenduri untuk anaknya yang khitanan. Bahkan sebagian ibu-ibu juga ikut kerumah buk Dewi untuk membantu memasak dan sebagainya.

rumah Mala sedikit berjarak dengan rumah warga lainnya, didepan rumah Mala yang berhadapan dengan jalan, terdapat lahan kosong yang penuh semak belukar. jarak seratus meter baru menemukan rumah warga lainnya.

disamping kiri dan kanan rumah Mala, terdapat pohon-pohon besar, seperti pohon mangga, rambutan, jengkol dan lainnya. dibagian belakang rumah, terdapat kebun pisang milik warga, yang lahannya sepadan dengan tanah milik Mala.

[tok...tok...tok...] suara ketukan pintu, bersamaan dengan degup jantung Mala yang masih menderu karena kejadian yang baru saja menimpanya.

Mala tidak menyadari bahwa Ia masih mengenakan handuk. fikirannya kacau. mendengar suara ketukan pintu yang kedua kali, Mala tersadar. "Bang Roni?" Mala bergegas menuju pintu depan, dengan hanya menggunakan handuk, Ia membuka pintu dengann terburu-buru. lalu masuk seorang pria berbadan kekar, menggunakan penutup wajah seperti topeng.

pria itu mendesak masuk sebelum Mala sempat tersadar dengan apa yang terjadi. Pria itu dengan sigap mengunci pintu, lalu membekap mulut Mala yang masih mematung karena bingung.

pria itu menodongkan sebilah senjata tajam berbentuk bulan sabit, namun berukuran kecil, biasa mereka menyebutnya badik. badik itu dilingkarkan ke leher Mala, dengan isyarat agar Mala tidak melawan, jika ingin nyawanya selamat.

pria itu menggiring Mala kedalam kamar, handuk yang dipakai Mala melorot begitu saja didepan pintu kamar. mendapati korbannya tanpa busana, pria bejad itu semakin bersemangat menggiring tubuh Mala dalam kamar. Ia mengalihkan badiknya dari leher Mala, lalu mendorongnya hingga terjatuh keatas ranjang.

Mala terjatuh dalam posisi telungkup, dengan cekatan, Ia menyumpal mulut Mala, agar tidak berteriank. lalu kembali lagi menodongkan senjata badik itu. Mala yang berada dalam ancaman, diam mematung. air matanya mengalir, menangis sesenggukkan berharap akan ada orang yang datang menolongnya.

bukannya merasa kasihan melihat kondisi Mala, pria bejad itu semakin bringas menatap liar ke arah tubuh Mala tanpa sehelai benangpun.

jika saat mandi tadi Mala menggunakan underware berwarna merah tua, kali ini tanpa menggunakan apapun, sehingga tubuh moleknya begitu terexpose. tangannya mulai liar menggerayangi tubuh Mala.

tanpa menunggu lama, pria bejad itu menyalurkan hasrat birahinya, Ia menyetubuhi Mala dengan posisi telungkup, tanpa belas kasihan sedikitpun. Ia begitu terobsesi dengan kecantikan dan kemolekan Mala selama ini.

setelah menyelesaiakn aksinya, Ia memandangi Mala yang terus sesenggukan menangis. Ia menyeringai puas. seperti ada dendam yang selama ini dipendamnya. Ia meninggalkan Mala yang masih dalam keadaan lemah terbaring diatas ranjang.

pria itu menyelinap keluar melalui pintu depan, Ia memastikan tidak ada warga yang melihatnya. setelah itu Ia berjalan cepat, menghilang dikegelapan malam, lalu membuka topengnya dan menyimpannya disaku celananya.

Ia bejalan dengan santai dan bersiul, hatinya begitu syahdu, karena telah mampu menyalurkan hasrat terpendamnya selama ini, hasrat yang Ia pendam selama belasan tahun. bahkan Ia tak pernah menduga, bahwa Mala memiliki kemolekan tubuh yang sempurnah.

pria ini sepertinya memanfaatkan situasi dengan baik, kondisi sepi karena warga sedang berkumpul diacara kenduri, dan mengetahui bahwa beberapa malam ini suami Mala pulang malam, karena lembur bekerja. Pria bejad ini sudah lama mengintai keadaan Mala.

jika pria itu merasa puas dengan apa yang dilakukannya, namun sebaliknya. Mala merasakan luka hatinya yang teramat dalam. baru saja Ia syok denga kejadian makhluk astral yang menyeramkan, kini Ia harus menerima kenyataan bahwa Ia telah dinodai oleh manusia yang berakhlak bejad dan tak bermoral. bahkan Mala tidak mengenali siapa pria bejad itu.

pria itu berjalan menyusuri jalanan desa yang berbatu, menggunakan jaket hoodie nya, memakai sungkupnya agar tak dilihat orang lain.

bathin Mala teriris pilu, hatinya begitu sakit. namun bukan hanya saja nyeri dihatinya yang yerasa perih, rasa nyeri yang teramat sangat juga dirasakannya di area vaginanya, serta perutnya terasa keram. perlakuan kasar pria tersebut, membuatnya traumatik.

Mala teringat akan Roni, suaminya. Ia tidak ingin Roni tau akan apa yang baru saja menimpanya. Mala tidak ingin suaminya merasa jijik padanya. karena pernah disentuh pria lain, meskipun itu pemerkosaan.

Mala berusaha bangkit untuk membersihkan sisa sp*r*a yang menempel ditubuhnya. Ia berjalan tertatih-tatih, memegangi perutnya yang keram, rasa nyeri di area vaginanya, membuatnya menghentikan langkahnya sejenak. lalu memungut handuk yang terjatuh saat si Pria bejad menyekapnya tadi. lalu melilitkan ditubuhnya yang lemah.

dengan tertatih Ia menuju kamar mandi yang terletak didapur, menggapai pintu kamar mandi dan membukanya. Ia membersihkan menggunakan air dalam ember kecil yang dibawanya dari sumur belakang.

Ia merasakan nyeri diperutnya semakin menjadi dan teramat sakit. Mala mempercepatnya, menyabun dan membasuhnya dengan air. setelah selasai, Ia berjalan keluar kamar mandi.

rasa keram dan nyeri diperutnya, semakin lama semakin terasa sakit. keringat dingin bercucuran dari pori-porinya, kepalanya mendadak pusing, darah mengalir dari area vaginanya, merembes dengan cepat ke selangkangannya, dan menetesi lantai.

Mala berusaha sekuat tenaga mencapai ruang tengah,agar segera sampai di kamarnya. sayup-sayup Mala mendengar suara Roni suaminya, mengetuk pintu. dan tanpa Ia sadari lagi, pemandangannya tiba-tiba menjadi gelap, lalu ...[bruuuuuk...] suara Mala tersungkur dilantai, dengan wajah pucat pasi.

darah merembes dengan cepat, handuk yang digunakan Mala bersimbah darah, Mala tak sadarkan diri.

***

Mala mengerjapkan matanya, Ia melihat keselilingnya. Ia sudah berada diranjangnya, bahkan sudah bersalin pakaian. Ia melihat suaminya, Roni berada di sisinya, membelai rambutnya dengan penuh cinta kasih. lalu Mala melihat si Mbok, juga sudah berada disisi ranjang. bahkan bidan Sri juga sudah berada dikamarnya juga.

"Mala ingin bangkit, untuk duduk. namun dicegah oleh bidan Sri. "istirahat saja dulu Mbak, jangan banyak bergerak. Mbak Mala tadi pendarahan" ucap Bidan Sri menjelaskan.

Mala diam, dan menuruti perintah bidan Sri. rasa nyerinya kini mulai berkurang, karena bidan Sri menyuntikkan obat pereda nyeri. "ini obatnya diminum ya, mbak Mala. petunjuknya ada disetiap tabletnya. dan saya permisi pulang"ucap bidan Sri menjelaskan.

Mala mengangguk lemah. Ia kembali teringat peristiwa pemerkosaan barusan. tanpa Ia sadari Ia menitikkan air matanya. Roni, suaminya menyeka air mata yang mengalir dipipi istrinya.

"tadi waktu abang pulang kerja, abang panggil adik tidak ada sahutan. sepertinya adik lupa mengunci pintu, saat abang buka pintu, abang nemuin adik sudah tergeletak pingsan dilantai." ucap Roni menjelaskan sembari memeluk Mala.

Mala meratapi nasibnya, mengapa Ia begitu sangat malang. Ia tak mungkin menceritakannya kepada suaminya atau si Mbok sekalipun. baginya ini adalah aib yang harus Ia tutupi. Ia tidak ingin jika sampai masalah ini menyebar keseluruh warga. Ia tidak akan sanggup membayangkannya. mungkin sebagian akan bersimpati, tetapi bisa jadi sebaliknya. bahkan siapa yang akan mempercayainya? apalagi pria itu memakai penutup wajah.

"apa sebenarnya yang terjadi dik? mengapa adik sampai terjadi pendarahan?" ucap Roni, sembari membelai rambut istrinya.

"Mala tadi terjatuh dilantai kamar mandi bang, karena lantainya mungkin licin." ucap Mala berbohong. Ia sesenggukan. ucapannya begitu lirih, lalu ia menitikkan air matanya kembali.

Roni mengira bahwa Mala menangis karena pendarahannya. Roni merasa sedih tidak ada yang merawat istrinya pasca keguguran. sehingga kejadian seperti ini terjadi.

"maafin si Mbok, ya nduk. tadi Sebenarnya si Mbok mau kemari, tapi ada undangan dari keluarga bu Dewi untuk membantu acaranya." ucap si mbok merasa bersalah.

"tidak apa-apa Mbok." ucap Mala sembari menyeka air matanya. Ia menghela nafasnya. mencoba mengatur ritme detak jantungnya. Ia akan menyimpan masalah ini sendiri, dan akan mencari tau, siapa pria yang telah menorehkan noda ditubuhnya.

Terpopuler

Comments

kimiatie

kimiatie

mala juga pelik...kenapa mandinya seksi sekali

2024-12-24

0

Bunda Silvia

Bunda Silvia

heran sama keluarga mala si mbok lebih mentingin tetangga dari pada anak ,kan bisa minta maaf ngga bisa bantu Laggan sudah banyak orang yg bantu berhubung anaknya juga butuh di jaga

2024-09-01

0

Sugi Yanto

Sugi Yanto

minta nambah gak tuh ?!!!!!!

2023-06-26

1

lihat semua
Episodes
1 episode 1 keguguran
2 episode 2 si mbok
3 episode 3 gosip menyebar
4 episode 4 fitnah keji
5 episode 5 Pov Bidan Sri
6 episode 6 Kain Pembalut
7 episode 7 Teror
8 episode 8 mbah karso
9 episode 9 Garam
10 episode 10 Tulang dan Kopi
11 Penumpang Gelap
12 Mimpi Buruk
13 Bunga Kenanga
14 Bangkai Burung Gagak
15 Sumur Belakang Rumah
16 Noda
17 PoV Roni
18 Sesaji
19 ilmu pukau dan obat pencahar
20 Pov REZA Siasat
21 Garis dua
22 eksekusi terhadap Rianti
23 Pengalihan Tumbal
24 kontraksi
25 Menjadi yang Tertuduh
26 Kecemburuan Roni
27 Lumpuh dan Dendam
28 Kunjungan Reza dan Nini Maru
29 Rianti
30 Secarik Kertas Pov Roni
31 Mira
32 Gunjingan
33 Kedatangan Hamdan
34 Kecemburuan Rianti
35 Pipa Air Pecah
36 Pohon Mangga
37 Licik
38 Pencerahan
39 Teror Nini Maru untuk Hamdan
40 Perdebatan
41 Hilangnya Nyawa
42 Tanpa Dosa
43 jum'at kliwon 1 suro
44 perdebatan tentang bunga kenanga
45 Arwah Mira
46 Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47 Rianti dan kamar rahasia
48 Arwah Mira menghantui bidan Sri
49 Musibah Beruntun
50 Hilangnya Janin Mala
51 Bram dan Jayanti
52 Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53 Jalanan Setapak
54 21 Tahun Kemudian
55 Bermimpi
56 Rey Si Tampang Menyeramkan
57 Seperti Pernah Merasakan
58 Mati Atau Berlutut.
59 Berselisih Arah
60 Darah yang mengalir ditubuh Satria
61 Kebal Hukum Pov Rey
62 Rasa Itu
63 Cinta Yang Pernah Hilang
64 Bisnis Gelap
65 Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66 Siapa Menyangka
67 Bertemu tanpa mengenal
68 Hilang
69 Mirna
70 Pulang Kampung
71 Bram
72 Misteri Shinta
73 Menjadi Kanibalisme
74 Menghilangnya Satu Tawanan
75 Reza Mengejar Mala
76 Kesalahan
77 Rey semakin menggila
78 kerangkeng besi untuk Rey
79 Tersebarnya Video Rianti
80 Mengirim Rey Ke Hutan
81 Satria dan Hadi Meretas
82 Bram Tak Pernah Kembali
83 pov Jayanti
84 Tes DNA
85 Nini Maru Menyasar Warga
86 Genderuwo menghebohkan penjara
87 Pak Bayu
88 Rey Menangkap Warga
89 Sate Gagak
90 Shinta
91 Penemuan kaki Palsu
92 Pov Rey
93 Perhatian Bayu
94 Bertemu Dokter Fadly
95 Mencari Kebenaran
96 Hasil yang Mengejutkan
97 Hadi
98 Pengakuan Jayanti
99 Layu Sebelum Berkembang
100 Mencapai kemurnian
101 Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102 Mencari Rianti
103 Roni Berhalusinasi
104 Kurang Peka
105 Kehadiranmu
106 Saling Bingung
107 pengakuan
108 Bayangan Hitam
109 Pemujaan Pov Nini Maru
110 Dendam Lama
111 Pertempuran Ghaib
112 Warisan Leluhur
113 Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114 Pewaris Tahta dan Harta
115 Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116 Luka parah Pov Nini Maru
117 Pertemuan
118 Kesesatan yang Nyata
119 Resign
120 Tentang Rasa
121 Salah Faham
122 Tuntutan
123 Jawaban Hati
124 Senandung Cinta Mirna
125 Pengajuan
126 Lamaran
127 Terpana
128 Undangan Makan Malam
129 Pernikahan dan keputusan
130 Awal Kehancuran
131 Sesaji Pertama.
132 Membuntuti.
133 Perjalanan
134 Awal
135 Merindukan masa itu
136 Dua Pria Tampan
137 Titisan Yang Menghilang
138 siluet
139 Draft
140 kehamilan Shinta
141 Draft
142 Pengintai
143 Sesaji
144 sesaji bag2
145 Tersenggol
146 Draft
147 Rumah itu
148 Foto itu
149 Paksaan
150 Mengorbankan
151 Aroma Daging Segar
152 Daging Merah
153 Draft
154 Draft
155 Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156 Pov Mala
157 Ketika Cinta Shinta di Uji
158 Draft
159 Harapan
160 Renovasi
161 Mencari
162 Dia
163 draft
164 Draft
165 Draft
166 Draft
167 draft
168 draft
169 draft
170 Draft
171 draft
172 Belenggu Rindu Terlarang
173 Pintu Yang Lain
174 Wasiat
175 Kebingungan
176 Hilang Arah
177 Amarah
178 Hilang
179 Simpati atau Kesempatan
180 Dua Karakter
181 Susuatu
182 Hamdan
183 pengobatan Shinta
184 Terseret
185 Sampai
186 Lemari Itu
187 Suasana saat kembali
188 Misteri Seikat Bunga
189 Berontak
190 Darah
191 Pertolongan
192 Mengalihkan
193 Tiba-Tiba.
194 Meminta Ijin
195 Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196 Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197 Pernyataan
198 Rey
199 Kehampaan
200 Sebuah Tamparan
201 Berangkat Ke Kota
202 Pejalanan 3
203 Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204 Misteri Bukket Lili Putih
205 Misteri Buket lili-2
206 Kegelisahan
207 Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208 Terjebak Di Istana Siluman Ular
209 Terjebak diIstana Siluman-2
210 Penantian Tak berujung
211 Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212 Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213 Merasakan
214 Keributan
215 Keributan-2
216 Keributan-3
217 Keributan-4
218 Keributan-5 Pov Nini Maru
219 Perjalanan ke hutan larangan-6
220 Perjalanan ke hutan Larangan-7
221 Goa
222 Goa-2
223 Goa-3
224 Goa-4
225 Goa-5
226 Goa-6
227 Konspirasi
228 Konspirasi-2
229 Pernikahan Tak Terduga
230 Terasa Kaku
231 kaku-2
232 Serba Salah
233 Serba Salah-2
234 Serbah Salah-3
235 Goa-7
236 Goa-8
237 Goa-9
238 Pertemuan
239 Pertemuan-2
240 Pertemuan-3
241 Kaget
242 Kaget-2
243 Kaget-3
244 Kaget-4
245 Kaget-5
246 Kaget-6
247 Kaget-7
248 Kaget-8
249 Goa-10
250 Goa-11
251 Goa-12
252 Perjalanan Pulang
253 Perjalanan Pulang-2
254 Masalah Besar
255 Masalah Besar-2
256 Kepulangan-3
257 Dilema-1
258 Dilema-2
259 Dilema-3
260 Dilema-4
261 Dilema-5
262 Dilema-6
263 Perbincangan Warga
264 Pindah Rumah
265 Janji Suci dan Petaka
266 The End
267 Kuntil season2
Episodes

Updated 267 Episodes

1
episode 1 keguguran
2
episode 2 si mbok
3
episode 3 gosip menyebar
4
episode 4 fitnah keji
5
episode 5 Pov Bidan Sri
6
episode 6 Kain Pembalut
7
episode 7 Teror
8
episode 8 mbah karso
9
episode 9 Garam
10
episode 10 Tulang dan Kopi
11
Penumpang Gelap
12
Mimpi Buruk
13
Bunga Kenanga
14
Bangkai Burung Gagak
15
Sumur Belakang Rumah
16
Noda
17
PoV Roni
18
Sesaji
19
ilmu pukau dan obat pencahar
20
Pov REZA Siasat
21
Garis dua
22
eksekusi terhadap Rianti
23
Pengalihan Tumbal
24
kontraksi
25
Menjadi yang Tertuduh
26
Kecemburuan Roni
27
Lumpuh dan Dendam
28
Kunjungan Reza dan Nini Maru
29
Rianti
30
Secarik Kertas Pov Roni
31
Mira
32
Gunjingan
33
Kedatangan Hamdan
34
Kecemburuan Rianti
35
Pipa Air Pecah
36
Pohon Mangga
37
Licik
38
Pencerahan
39
Teror Nini Maru untuk Hamdan
40
Perdebatan
41
Hilangnya Nyawa
42
Tanpa Dosa
43
jum'at kliwon 1 suro
44
perdebatan tentang bunga kenanga
45
Arwah Mira
46
Lahirnya anak silang pov Nini Maru
47
Rianti dan kamar rahasia
48
Arwah Mira menghantui bidan Sri
49
Musibah Beruntun
50
Hilangnya Janin Mala
51
Bram dan Jayanti
52
Perjanjian Rianti dan Nini Maru
53
Jalanan Setapak
54
21 Tahun Kemudian
55
Bermimpi
56
Rey Si Tampang Menyeramkan
57
Seperti Pernah Merasakan
58
Mati Atau Berlutut.
59
Berselisih Arah
60
Darah yang mengalir ditubuh Satria
61
Kebal Hukum Pov Rey
62
Rasa Itu
63
Cinta Yang Pernah Hilang
64
Bisnis Gelap
65
Usaha Jayanti untuk pencabutan Skorsing Satria
66
Siapa Menyangka
67
Bertemu tanpa mengenal
68
Hilang
69
Mirna
70
Pulang Kampung
71
Bram
72
Misteri Shinta
73
Menjadi Kanibalisme
74
Menghilangnya Satu Tawanan
75
Reza Mengejar Mala
76
Kesalahan
77
Rey semakin menggila
78
kerangkeng besi untuk Rey
79
Tersebarnya Video Rianti
80
Mengirim Rey Ke Hutan
81
Satria dan Hadi Meretas
82
Bram Tak Pernah Kembali
83
pov Jayanti
84
Tes DNA
85
Nini Maru Menyasar Warga
86
Genderuwo menghebohkan penjara
87
Pak Bayu
88
Rey Menangkap Warga
89
Sate Gagak
90
Shinta
91
Penemuan kaki Palsu
92
Pov Rey
93
Perhatian Bayu
94
Bertemu Dokter Fadly
95
Mencari Kebenaran
96
Hasil yang Mengejutkan
97
Hadi
98
Pengakuan Jayanti
99
Layu Sebelum Berkembang
100
Mencapai kemurnian
101
Setelah 40 hari dan perjalanan yang menyeramkan
102
Mencari Rianti
103
Roni Berhalusinasi
104
Kurang Peka
105
Kehadiranmu
106
Saling Bingung
107
pengakuan
108
Bayangan Hitam
109
Pemujaan Pov Nini Maru
110
Dendam Lama
111
Pertempuran Ghaib
112
Warisan Leluhur
113
Rianti Binasa Dalam Kesesatan
114
Pewaris Tahta dan Harta
115
Balada Cinta Suci Gadis Yang Ternoda
116
Luka parah Pov Nini Maru
117
Pertemuan
118
Kesesatan yang Nyata
119
Resign
120
Tentang Rasa
121
Salah Faham
122
Tuntutan
123
Jawaban Hati
124
Senandung Cinta Mirna
125
Pengajuan
126
Lamaran
127
Terpana
128
Undangan Makan Malam
129
Pernikahan dan keputusan
130
Awal Kehancuran
131
Sesaji Pertama.
132
Membuntuti.
133
Perjalanan
134
Awal
135
Merindukan masa itu
136
Dua Pria Tampan
137
Titisan Yang Menghilang
138
siluet
139
Draft
140
kehamilan Shinta
141
Draft
142
Pengintai
143
Sesaji
144
sesaji bag2
145
Tersenggol
146
Draft
147
Rumah itu
148
Foto itu
149
Paksaan
150
Mengorbankan
151
Aroma Daging Segar
152
Daging Merah
153
Draft
154
Draft
155
Petaka Memakan Ayam Bakar Sesaji
156
Pov Mala
157
Ketika Cinta Shinta di Uji
158
Draft
159
Harapan
160
Renovasi
161
Mencari
162
Dia
163
draft
164
Draft
165
Draft
166
Draft
167
draft
168
draft
169
draft
170
Draft
171
draft
172
Belenggu Rindu Terlarang
173
Pintu Yang Lain
174
Wasiat
175
Kebingungan
176
Hilang Arah
177
Amarah
178
Hilang
179
Simpati atau Kesempatan
180
Dua Karakter
181
Susuatu
182
Hamdan
183
pengobatan Shinta
184
Terseret
185
Sampai
186
Lemari Itu
187
Suasana saat kembali
188
Misteri Seikat Bunga
189
Berontak
190
Darah
191
Pertolongan
192
Mengalihkan
193
Tiba-Tiba.
194
Meminta Ijin
195
Perjalanan Ke Hutan Terlarang
196
Perjalanan Ke Hutan Larangan 2
197
Pernyataan
198
Rey
199
Kehampaan
200
Sebuah Tamparan
201
Berangkat Ke Kota
202
Pejalanan 3
203
Perjalanan 4 Gadis Cantik Mistetius
204
Misteri Bukket Lili Putih
205
Misteri Buket lili-2
206
Kegelisahan
207
Perjalanan ke Hutan larangan-5 Terjebak di Istana siluman Ular
208
Terjebak Di Istana Siluman Ular
209
Terjebak diIstana Siluman-2
210
Penantian Tak berujung
211
Bertemu Peri Bergaun Biru-2
212
Senandung Cinta Mirna Semakin Dekat
213
Merasakan
214
Keributan
215
Keributan-2
216
Keributan-3
217
Keributan-4
218
Keributan-5 Pov Nini Maru
219
Perjalanan ke hutan larangan-6
220
Perjalanan ke hutan Larangan-7
221
Goa
222
Goa-2
223
Goa-3
224
Goa-4
225
Goa-5
226
Goa-6
227
Konspirasi
228
Konspirasi-2
229
Pernikahan Tak Terduga
230
Terasa Kaku
231
kaku-2
232
Serba Salah
233
Serba Salah-2
234
Serbah Salah-3
235
Goa-7
236
Goa-8
237
Goa-9
238
Pertemuan
239
Pertemuan-2
240
Pertemuan-3
241
Kaget
242
Kaget-2
243
Kaget-3
244
Kaget-4
245
Kaget-5
246
Kaget-6
247
Kaget-7
248
Kaget-8
249
Goa-10
250
Goa-11
251
Goa-12
252
Perjalanan Pulang
253
Perjalanan Pulang-2
254
Masalah Besar
255
Masalah Besar-2
256
Kepulangan-3
257
Dilema-1
258
Dilema-2
259
Dilema-3
260
Dilema-4
261
Dilema-5
262
Dilema-6
263
Perbincangan Warga
264
Pindah Rumah
265
Janji Suci dan Petaka
266
The End
267
Kuntil season2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!