[tok...tok..tok] suara ketukan dari luar rumah. Mala terperanjat dengan suara ketukan itu, karena Ia masih tertegun dengan mimpi menyeramkannya disiang bolong. sekilas Mala melihat pergelangan kakinya yang membiru sebesar biji kelereng sebanyak empat buah dikedua pergelangan kakinya.
"siapa yang mengetok pintu?" ucapa Mala, lirih. Ia masih memikirkan mimpinya barusan. dengan sempoyongan karena masih ada sisa kantuk, Mala beranjak dari kursi tamu, membuka pintu.
[kreeeeek.....] suara pintu terbuka. terlihat si mbok sudah berada diambang pintu. Ia menenteng plastik kresek berwarna hitam. "si Mbok" ucap Mala lega, sembari mengulurkan tangannya untuk salim, dan si mbok menyambutnya dengan senyum ramah.
"maafin, si Mbok, baru sampai. tadi beres-beres rumah dulu. ini pesenan kamu, sudah si Mbok buatin."ucap si Mbok sembari menyerahkan kantong kresek berwarna hitam.
"masuk dulu mbok, temeni Mala. mas Roni mungkin pulang malam lagi, soalnya banyak pupuk yang harus di lansir ke gudang." ucap Mala.
"si Mbok gak bisa malam ini, nduk. Bapak mu lagi kurang enak badan, dan tetangga sebelah ada hajatan. bu Dewi mau buat khitanan anaknya. maafin si Mbok ya? besok si mbok janji temenin kamu." ucap si Mbok lagi.
Mala mengangguk, dengan raut wajah kecewa. "ya sudah, si mbok pulang dulu ya" ucap si mbok sembari berlalu hendak pulang. "Ia mbok. terima kasih dah buatin masakan kesukaan Mala ." ucapnya dengan senyum yang dipaksakan. Ia masih ingin berlama-lama dengan si Mbok. namun si Mbok sedang sibuk.
Si Mbok menjawab dengan anggukkan. langkahnya yang lamban, karena tubuh tambunnya. membuatnya sulit berjalan dengan cepat. Mala memandangi ibunya sampai menghilang ditikungan.
[wuuuusssh.....] desiran angin membelai daun telinganya, melambaikan beberapa helai rambutnya yang tergerai lurus. meski sudah berumur kepala tiga, Mala masih terlihat Muda. wajahnya putih bersih alami tanpa skincare. rambutnya panjang lurus sebahu. hidung mancung dengan bibir tipis. bola matanya yang bulat dengan manik hitam yang besar indah dipandang. mirip dengan artis Bollywood, pemeran film Kal ho na ho, Preity Zinta.
semasa masih remaja, Mala adalah kembang desa, Ia banyak diperbutkan para pemuda desa, bahkan sampai ke desa tetangga dan sekitarnya. namun Roni, pria beruntung yang dapat menaklukkan hati Mala. pria yang kini menjadi suaminya, datang dengan nekad. meskipun dahulu Mbah Karso alias Bapak Mala adalah seorang dukun hitam. Namun keberanian Roni membuatnya takluk dan menetapkan hatinya menerimanya sebagai pendamping hidup.
Mala menutup pintu, melangkah menuju dapur. hari sudah siang, menujukkan pukul 12.00 wib. perutnya keroncongan. Mala mengambil piring, yang diletakkannya rak plastik, dibawa kolong Meja dapur, Ia seperti mengendus aroma busuk "apa ada bangkai tikus ya? besok pagi minta tolong bang Roni untuk memeriksakannya." ucap Mala, sembari menyingkap tirai kolong meja dapur. belum ada pintu kicthensetnya, hanya sebuah tirai sudah membuat tampilan dapurnya rapih.
Mala mengabaikan aroma busuk itu, meskipun perutnya sedikit mual, karena aroma itu menusuk indra penciumannya. Mala berjalan menuju meja makan, membuka tutup magic com untuk mengambil nasi. saat membuka tutip magic com.
"aarrghhh..."teriak Mala, jantungnya hampir copot karena melihat ada bangkai burung gagak yang sudah banyak belatungnya berada diatas nasi yang masih berasap. bangkai burung gagak itu mengerjapkan bola matanya, memandang kearah Mala, dengan bulu-bulunya yang masih berasap, karena uap panas dari magic com yang tidak dicabut sambungan daya listriknya. burung Itu membuka mulutnya sedikit ingin bersuara, Mala yang terkejut, dengan refleks menutup kembali tutup magic com dengan secepat kilat.
tiba-tiba saja, magic com itu bergerak berputar-putar diatasa Meja, tutupnya terbuka, lalu burung gagak berwarna hitam legam itu, mengepakkan sayapnya, mengibaskan belatung yang ada ditubuhnya. lalu terbang keluar melalui jendela dapur yang terbuka, tanpa jeruji. Ia terbang sembari mengeluarkan suara yang memekakkan telinga.
[kuaaaak...kuaaaaak...kuaaaak] suara burung gagak itu membuat Mala merinding. "mengapa ada burung gagak didalam magic com ku? dan mengapa burung gagak itu bisa hidup dalam magic com yang listriknya masih menyala.? atau ada orang yang sengaja meletakkannya saat aku tertidur tadi?" ucap Mala berguman dengan perasaan kalut dan jantung yang masih berdebar kencang.
burung gagak itu bertengger didahan pohon mangga yang berada didekat sumur. Mala memperhatikannya, namun samar-samar menghilang. Mala menggosok kedua matanya, memastikan bahwa yang dilihatnya benar atau hanya halusinasinya saja. namun burung gagak itu sudah menghilang, saat Mala mengerjapkan matanya.
"haah.." Mala semakin kaget, karena Magic comnya dalam kondisi masih tertup, dan masih berada ditempat semula. Ia memperhatikan meja makannya, memeriksa apakah ada belatung yang masih berada diatas meja makannya. namun semuanya bersih seperti semula. Mala menghela nafasny. Ia menyimpulkan bahwa yang dilihatnya hanyalah halusinasinya saja.
Mala membuka tutup magic com, Ia tidak melihat sedikitpun sesuatu yang ganjil. Ia menyendokkan nasi kepiringnya. lalu menutup kembali tutup magic com. membuka bungkusan kantong kresek pemberian si Mbok, aroma harum tahu goreng kunyit dan tempe bacem kesukaannya, tercium hingga membuat semakin lapar. Ia mengambil dua potong tahu goreng kunyit, dua potong tempe bacaem beserta satu sendok makan sambal jahe plus merica buatan si Mbok.
sambal merica itu terdiri dari bawang merah yang digoreng bulat hingga layu, jahe mentah, merica, garam secukupnya, dan air jeruk nipis atau sejenisnya. jahe, merica dan bawang merah digiling halus bersama garam, lalu diberi perasan air jeruk nipis. sambal ini resep turun menurun keluarga Mala, jika ada anggota keluarga yang melahirkan atau keguguran, berguna menghangatkan tubuh dan memperlancar aliran darah, untuk mempercepat masa nifas.
Mala memakan makanannya dengan sangat lahap, masakan si Mbok memang tiada duanya. apalagi dimasak dengan cinta, ketulusan dan ke ikhlasan. itu kasih sayang seorang ibu, bukan hanya dari kandungan, namun sampai menikahpun tetap diperhatikannya, kasih sayangnya sepanjang masa.
"masakan si Mbok emang paling enak" guman Mala. Ia begitu teramat kenyang, hingga kesjlitan untuk bangkit. setelah selesai makan, Ia berniat mencuci piring bekas makan siangnya di washtafel. Ia menghidupkan mesin pompa air. namun tidak ada air yang keluar. "apakah pompa mesin air ini rusak?" guman Mala seorang diri. karena air tak kunjung keluar, Mala mencucinya dikamar mandi. setelah selesai berberes, Ia beranjak kekamarnya, bersantai sembari bermain gadget.
Mala membuka aplikasi media sosial berwarna biru. Ia melihat akun atas nama mbak Rumi mengunggah sedang membantu masak-masak dirumah bu Dewi. berarti benar yang diucapkan si Mbok, tetapi mengapa aku tidak menfapat undangan ya? ah, mungkin saja karena aku masih pasca keguguran." guman Mala mencoba berfikir positif.
[tok...tok..tok..] terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah. Mala mengintip dari jendela kamarnya, yang berada didepan. Ia melihat pak Joko yang menjadi ketua RT, sedang berada didepan pintunya.
Mala beranjak dari ranjangnya, menuju ruang tengah dan membuka pintu depan. [kreeeek...] Mala membuka pintu, Pak RT yang berdiri didepan pintu. "Siang menjelang sore dik Mala, Roninya ada? ucap Pak RT sembari mentap Nanar kepada Mala.
semua Pria mengakui bahwa Mala memang cantik, siapapun yang melihatnya akan terhipnotis dengan kecantikannya. meski sudah menikah namun kecantikannya tidak luntur. apalagi tubuhnya yang tetap ramping tanpa perubahan apapun, meski sudah beberapa kali keguguran. ditambah dengan pinggangnya yang kecil, dan pinggul yang lebar serta bokong yang montok, membuatnya seperti alat musik biola.
"suami saya sedang bekerja pak, ada yang bisa bantu" ucap Mala, membuyarkan khayalan yang sedang menari-nari dibenak pak Joko. "emmmm..anu.. Mala, ada undangan dari kelurga buk dewi, sehabis maghrib ada kenduri untuk anak keluarga bu Dewi yang akan dikhitan. jika suamimu sudah pulang, tolong sampaikan agar menghadiri undangan keluarga bu Dewi" ucap Pak Joko dengan tergagap.
"oh, iya, nanti saya sampaikan ya pak." ucap Mala sopan.
"emm..iya, ya sudah saya pulang dulu ya, mau menyebarkan undangan kepada warga yang lain." ucap Pak RT, sembari berlalu meninggalkan Mala.
Mala menjawab dengan anggukan, sembari menutup pintunya, lalau bergegas kekamarnya untuk kembali bermedia sosial, menghilangkan kejenuhannya.
pak Joko yang berjalan untuk menyebarkan undangan kenduri merasa kikuk. ada debaran-debaran yang begitu syahdu dihatinya. "gila, cantik bener tu si Mala, buat aku oleng saja" ucap pak Joko lirih, sembari mengelus dadanya yang masih penuh debaran. lalu melanjutkan langkahnya menyebarkan undangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 267 Episodes
Comments
Bunda Silvia
jangan2 reza melakukan pesugihan dan tumbal pertama anak istrinya
2024-09-01
0
Alby Upy
ni kpan DA titik terangnya...
2023-11-23
1
Mimik Pribadi
Siang2 pun ko sliweran mahluknya,ngeri bngt,,,,
2023-11-08
1