Lin Jian Mesum

"Lin ... Jian?" Yunza mematung saat melihat suaminya berada di sana.

Sambil menatapnya tajam, Lin Jian lantas menarik lepas cadar yang digunakan Yunza lalu bertanya, "apa yang kau lakukan di sini?"

Wajah keduanya begitu dekat. Saking dekatnya, napas dari hidung mancung Lin Jian sampai menyapa permukaan wajah Yunza.

"A-aku ... aku hanya lewat saja tadi," jawab Yunza terbata sambil mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.

Lin Jian tak bisa percaya dengan apa yang dikatakannya. Bersamaan dengan itu, dari luar, terdengar kegaduhan yang cukup ramai.

"Kemana wanita itu pergi?"

"Apa dia siluman?"

Mendengar hal itu Lin Jian kembali menatap Yunza. "Apa kau wanita yang sedang mereka cari?" tanyanya. "Shen Yun Ja, apa yang sudah kau lakukan?" tegasnya.

"A-aku tidak kenal mereka. Tidak sengaja salah masuk tempat dan mereka langsung mengejarku dan mengatakan ingin menjadikanku istri si tuan Jiu itu!" tampik Yunza sembari gugup.

Ia mengernyitkan dahinya lalu membalikkan tubuh dan berjalan menjauh dari Yunza. Dengan tangan bersidekap di dada, dia berkata, "pergilah! Aku memaafkanmu kali ini. Jangan keluar kediaman tanpa ijin lain kali!" peringkatnya.

Yunza mendengus kesal. "Memangnya siapa yang meminta maaf darimu, hah?" batinnya.

Bugh!

Tiba-tiba seseorang menabrak pintu kamar Lin Jian, mereka berdua lantas menoleh bersamaan.

"Aku yakin, tadi aku lihat wanita itu masuk ke kamar ini. Aku pasti tidak salah lihat," bisik orang di luar sana.

"Kalau begitu tunggu apa lagi. Jika kita bisa menangkapnya dan menyerahkannya pada tuan Jiu, kita akan menjadi kaya raya," timbal lainnya.

"Cepat! Cepat dobrak pintunya!"

Mendengar hal itu, Lin Jian langsung menarik tangan Yunza ke sebuah bilik yang ada di dalam. Tak lama setelah itu, orang-orang itu berhasil mendobrak pintu dan menerobos masuk.

"Dimana wanita itu? Tadi, kau bilang dia masuk ke kamar ini!" ujar salah satu dari mereka.

"A-aku ... dia tadi masuk ke sini, aku yakin aku tidak salah lihat!" timbal lainnya.

Tak lama, gemercik air di balik bilik membuat semuanya terdiam. Mereka menatap ke arah bilik dan berpikir bahwa orang yang dicarinya pasti berada di sana.

Seorang pria menaruh jari telunjuknya di bibir, mengisyaratkan pada mereka untuk tak bersuara. Sementara kakinya perlahan mulai melangkah mendekati bilik tersebut.

Sesampainya, dia langsung menghempas bilik tersebut sambil berteriak, "kena kau!" Akan tetapi yang dilihatnya ternyata sepasang kekasih yang sedang mandi di dalam bak.

"Eh?"

Di dalam bak besar berisi air, Lin Jian yang bertelanjang dada dengan erat memeluk Yunza. Menyembunyikannya dalam pelukan.

Saat ramai orang mulai mendekat dan melihat apa yang terjadi, dia pun menoleh ke arah mereka. "Siapa yang berani masuk ke kamarku?" tanyanya sambil melempar tatapan tajam bak elang pada mangsanya. Seketika mereka diam membeku karena ketakutan.

Pria yang tadi menyibakkan bilik terkejut sampai kedua matanya hampir loncat. "K-kau ... Pangeran kedua, Lin Jian!" ujarnya sambil menunjuk.

Sekali lagi, orang-orang itu bak terkena petir di siang bolong saat mengetahui identitas pria di depannya.

Yunza bersembunyi dengan baik dalam dekapan Lin Jian. Namun di sisi lain suasana itu membuatnya sangat canggung. Bagaimana tidak, ini kali pertama dia berada sangat dekat dengan suaminya bahkan sampai bersentuhan kulit.

Deru napasnya yang kini menyusuri dada bidang yang keras namun kenyal tersebut. Terdengar jelas di telinganya suara dekat jantung Lin Jian yang berdetak sangat cepat.

"Sudah tahu masih tidak pergi?" berang Lin Jian pada mereka.

"K-kami pergi! Maaf sudah menganggu Yang Mulia!" Mereka pun pergi terbirit-birit saking ketakutannya. Tak peduli saling bertabrakan atau saling berhimpit-himpitan di ambang pintu yang berukuran kecil.

Setelah kepergian mereka, segera Yunza melepaskan diri dari Lin Jian. Keduanya pun jadi salah tingkah dalam keadaan canggung tersebut.

Tiba-tiba wajah Lin Jian tersipu, lalu dia memalingkan wajahnya.

"Apa yang kau lihat? Dasar mesum!" berang Yunza sambil menutupi bagian dadanya.

Ekspresi Lin Jian seketika berubah. "Mesum katamu?" Sepasang tangannya kemudian mencekal tangan Yunza dan menariknya dengan kasar.

"Aku akan memberitahumu apa yang di sebut dengan 'mesum' itu." Tangan kanannya meraih kepala bagian belakang Yunza. Tanpa aba-aba maupun persiapan, dia langsung menarik dan menciumnya.

Yunza tercengang mendapati perlakuan Lin Jian padanya. Namun sekeras apa dia meronta, tetap tak bisa mengimbangi kekuatan Lin Jian meski itu hanya sebuah tangan saja.

"Ciuman pertamaku!" batin Yunza.

Sepasang mata mereka bertemu, saling memandang menyiratkan sesuatu. Suatu perasaan muncul di relung kecil hati mereka.

Adegan tersebut berlangsung cukup lama, dengan Yunza yang masih melakukan perlawanan namun tak membuahkan apapun. Yang ada, Lin Jian malah semakin berani memainkan tangannya.

Sampai akhirnya, seseorang datang.

"Pangeran! Aku dengar sekelompok orang menerobos masuk ke dalam kamar. Apa Anda baik-baik saja---" Ternyata Wang Xi yang datang. Tiba di sana, dia pun langsung bengong. Begitu juga dengan Yunza dan Lin Jian.

Dia pun menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan diri dari Lin Jian.

Wang Xi yang berada di situasi canggung itu langsung membalikkan tubuhnya dengan ekspresi bodoh di wajahnya. "A-aku tidak lihat apa-apa, kok."

Yunza menyeka bibirnya yang basah lalu beranjak. Bersamaan dengan melangkahinya Wang Xi hendak pergi meninggalkan kamar.

"Wang Xi! Beli satu set pakaian untuknya, sekarang!" perintah Lin Jian sambil menyeka bibirnya dan memalingkan pandangan.

"Tidak perlu!" tolak Yunza.

Yunza turun dari bak besar dengan wajah kecut dan kekesalan yang terpendam. "Berani-beraninya dia mengambil ciuman pertamaku!" ujarnya dalam hati.

Tak berlangsung lama, Mi Anra datang dengan wajah khawatir. "Nona!" serunya yang begitu terkejut saat melihat Yunza di sana.

Akan tetapi, dia datang seorang diri. Pria yang ditemuinya yang ternyata pengawal rahasia yang diselipkan Han Xi berdiri di luar pintu, tak berani masuk dan menunjukkan wajahnya di hadapan Lin Jian.

"Nona, untunglah Nona baik-baik saja. Kalau tidak, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi." Mi Anra menghampiri Yunza.

Sekilas dia melirik pria yang terlihat punggungnya saja di dalam bak. "Pangeran kedua?" Melihat pakaian Yunza yang juga basah membuat pikirannya entah kemana.

"Mi Anra, apa kau membawa mantelku?" tanyanya.

"Ya, Nona." Mi Anra menyerahkan mantel kepada Yunza. Setelah memakainya dia pun mengajak Mi Anra pergi.

Pergi dengan menyematkan tudung dari mantel untuk menutupi wajahnya agar tidak dikenali oleh mereka. Begitu turun, tak seorang pun berhasil mengenali Yunza.

Gu Rong, pengawal rahasia yang dikirim Han Xi pun muncul. Sekilas dia menoleh ke arah kamar, kemudian tak lama pergi menyusul Yunza.

Dalam perjalanan pulangnya, Yunza berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan keras ke tanah. Sedari tadi dia tak banyak bicara, hanya mengepalkan tangan dengan wajah ketus.

"Aku tidak akan memaafkannya!" omelnya dalam hati.

"Nona, ada apa?" tanya Mi Anra.

"Tidak ada!"

"Oh ya, Mi Anra. Apa kau sudah mengamankan uangku?" tanyanya.

"Sudah, Nona," jawabnya. "Tapi, aku sungguh tidak mengerti. Kenapa demi uang Nona sampai-sampai mengambil resiko seperti tadi? Tidak terbayang jika aku tidak segera kembali bersama---" ucapnya terhenti.

Mi Anra baru menyadari ketidakhadiran Gu Rong di sana. Dia menoleh, mencari ke sana kemari namun pria itu tidak ada. "Eh, kemana dia?" herannya.

Yunza mengerutkan dahinya. "Siapa? Apa suruhan Han Xi yang kutemui waktu itu?" batinnya.

"Mi Anra, tidak sangka ternyata kau sudah punya pacar, ya," celetuk Yunza sambil tertawa menggoda.

"Pacar? Tidak, kok. Tadi aku berniat kembali ke kediaman dan memberitahu pangeran kalau Nona sedang dalam masalah, tapi tidak sengaja bertemu penjaga---"

Yunza memotong ucapan Mi Anra. "Oh~ ternyata seorang penjaga. Nanti aku beritahu Lin Jian untuk menikahkanmu dengannya, deh. Hihi," goda Yunza.

Wajah Mi Anra memerah seketika. "Menikah? Nona jangan becanda! Aku saja tidak mengenalnya!" sangkalnya. Dia mempercepat langkah kakinya dan dengan kesal meninggalkan Yunza.

"Nanti aku kenalkan, ya~"

"Hah? Nona bilang apa, aku tidak dengar!"

"Hihihi, menyenangkan juga menjahili Mi Anra seperti itu," batin Yunza. Lalu mempercepat langkah kakinya untuk menyusul Mi Anra.

Episodes
1 Awal Mula
2 Kegelisahan Han Xi
3 Saat Xiao Lu Kecil
4 Lin Jian Menyebalkan
5 Si Wanita Jelek
6 Selamat Tinggal Su Li
7 Penolakan Orang-orang
8 Tuduhan Palsu
9 Dia Tidak Bisa Diremehkan
10 Pertemuan
11 Merawat Yunza
12 Pria Di Kursi Roda
13 Obsesi Ran Jao dan cinta Su Jin
14 Bermain Judi
15 Curang dibalas Curang
16 Lin Jian Mesum
17 Kerja Sama Shenshen
18 Bertamu Ke Bei Fanrong
19 Senjata Makan Tuan
20 Kekalahan Shenshen
21 Pria Misterius
22 Sekutu
23 Kelahiran Yunza dan pesan Ibunda
24 Perasaan Shen Xiao Lu
25 Gadis Buta
26 Mi Anra Salah Paham
27 Sebuah Dendam
28 Menghianati Yunza
29 Kedua Pangeran
30 Latihan Menari Chen Su
31 Serangan tak Terduga
32 Penyambutan Yu Qin
33 Serangan balik
34 Kelicikan Chen Su
35 Mi Anra dan Gu Rong
36 Identitas Yu Qin
37 Aku Menang!
38 Mi Anra Jangan Pergi
39 Rencana Chen Su
40 Senjata Makan Tuan
41 Pagi Setelahnya
42 Hilangnya Mi Anra
43 Rencana Perburuan Musim Panas
44 Menguji Yu Qin
45 Siapa Kau Sebenarnya
46 Tidak Ingin Menikah
47 Gagal Belah Duren
48 Memergoki
49 Hadiah Untuk Lin Jian
50 Pengakuan
51 Permaisuri Vs Selir
52 Pertarungan Satu Lawan Satu
53 Apa Aku Akan Mati Di Sini?
54 Naluri
55 Karma
56 Kematian Gu Rong
57 Berita Tentang Gu Rong
58 Kabar Menyakitkan
59 Wanita Bernama Mu Jiangyu
60 Cinta Jenderal Thang
61 Rencana Bulan Madu
62 Berita Kematian Lin Yu
63 Cerita Kepala Desa
64 Kecurigaan Kaisar
65 Yang Terabaikan
66 Konsekuensi Menyakiti Permaisuri
67 Diantara Dua Pilihan
68 Kebenaran Tentang Yu Qin
69 Yang Terpilih
70 Firasat Buruk
71 Malam Berdarah
72 Hidup dan Kematian
73 Bala Bantuan
74 Perhatian Shen Tian
75 Diantara Dua Pilihan
76 Comeback
77 Setelah hari itu
78 Licik
79 Resiko dan Harapan
80 Pertemuan Guru dan Murid
81 Munculnya Musuh Lama
82 Bala Bantuan
83 Kilas Balik
84 Perpisahan dan Pertemuan
85 Terima kasih semua
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal Mula
2
Kegelisahan Han Xi
3
Saat Xiao Lu Kecil
4
Lin Jian Menyebalkan
5
Si Wanita Jelek
6
Selamat Tinggal Su Li
7
Penolakan Orang-orang
8
Tuduhan Palsu
9
Dia Tidak Bisa Diremehkan
10
Pertemuan
11
Merawat Yunza
12
Pria Di Kursi Roda
13
Obsesi Ran Jao dan cinta Su Jin
14
Bermain Judi
15
Curang dibalas Curang
16
Lin Jian Mesum
17
Kerja Sama Shenshen
18
Bertamu Ke Bei Fanrong
19
Senjata Makan Tuan
20
Kekalahan Shenshen
21
Pria Misterius
22
Sekutu
23
Kelahiran Yunza dan pesan Ibunda
24
Perasaan Shen Xiao Lu
25
Gadis Buta
26
Mi Anra Salah Paham
27
Sebuah Dendam
28
Menghianati Yunza
29
Kedua Pangeran
30
Latihan Menari Chen Su
31
Serangan tak Terduga
32
Penyambutan Yu Qin
33
Serangan balik
34
Kelicikan Chen Su
35
Mi Anra dan Gu Rong
36
Identitas Yu Qin
37
Aku Menang!
38
Mi Anra Jangan Pergi
39
Rencana Chen Su
40
Senjata Makan Tuan
41
Pagi Setelahnya
42
Hilangnya Mi Anra
43
Rencana Perburuan Musim Panas
44
Menguji Yu Qin
45
Siapa Kau Sebenarnya
46
Tidak Ingin Menikah
47
Gagal Belah Duren
48
Memergoki
49
Hadiah Untuk Lin Jian
50
Pengakuan
51
Permaisuri Vs Selir
52
Pertarungan Satu Lawan Satu
53
Apa Aku Akan Mati Di Sini?
54
Naluri
55
Karma
56
Kematian Gu Rong
57
Berita Tentang Gu Rong
58
Kabar Menyakitkan
59
Wanita Bernama Mu Jiangyu
60
Cinta Jenderal Thang
61
Rencana Bulan Madu
62
Berita Kematian Lin Yu
63
Cerita Kepala Desa
64
Kecurigaan Kaisar
65
Yang Terabaikan
66
Konsekuensi Menyakiti Permaisuri
67
Diantara Dua Pilihan
68
Kebenaran Tentang Yu Qin
69
Yang Terpilih
70
Firasat Buruk
71
Malam Berdarah
72
Hidup dan Kematian
73
Bala Bantuan
74
Perhatian Shen Tian
75
Diantara Dua Pilihan
76
Comeback
77
Setelah hari itu
78
Licik
79
Resiko dan Harapan
80
Pertemuan Guru dan Murid
81
Munculnya Musuh Lama
82
Bala Bantuan
83
Kilas Balik
84
Perpisahan dan Pertemuan
85
Terima kasih semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!