Aurela yang masih syok dan belum menerima kenyataan yang ada terlihat duduk ditepi ranjang dengan pikiran kosong.
Dia seketika bergidik ngeri waktu mengingat berbagai macam novel yang pernah dibacanya bahwa hampir sebagian orang yang sudah bertransmigrasi kedalam novel ataupun dunia lain kemungkinan besar tidak akan kembali lagi.
Jikapun bisa kembali, kemungkinan besar dunianya sudah tidak sama lagi. Dan mukjizat itu hanya bisa dia dapatkan jika Tuhan masih baik hati terhadapnya.
" Jadi, kemungkinan besar aku akan menetap disini...", guman Aurela lemas.
Jika tidak bisa kembali kedunia asalnya, maka Aurela bertekad akan hidup dengan baik dan tidak akan membiarkan dirinya mati mengenaskan seperti apa yang terjadi pada tokoh Fan Jianying dalam cerita yang ada di novel.
Agar dirinya bisa tetap hidup, Aurelapun berusaha untuk menginggat – inggat kembali alur cerita dari novel yang baru dibacanya sebagian itu.
“ Tunggu…jika aku benar – benar masuk kedalam novel dan menjadi Fang Jianying, maka sekarang adalah hari pernikahanku dengan Bai Cheung…”, ucap Aurela sambil menelusuri pakaian pengantin yang dipakainya saat ini.
“ Oh…kenapa aku masuk pada saat hari pernikahan. Jika sebelum ini, maka aku bisa menolak pernikahan ini dan mulai mencari cinta sejatiku…”, guman Aurela sedikit kecewa dengan nasibnya.
Tapi karena nasib sudah digariskan dan dirinya sudah menjadi Fang Jianying, maka diapun tidak bisa lari ataupun melarikan diri dari sini.
Selain akan mempermalukan nama keluarga besar Fang, penjagaan di kediaman keluarga Bai juga terbilang cukup ketat.
Yang bisa dilakukannya sekarang hanyalah merubah nasib dari si tokoh utama wanita yang akhirnya mati mengenaskan karena masuk kedalam jebakan para tokoh antagonis dan suami yang sangat membencinya.
“ Karena sekarang aku yang menjadi Fan Jianying maka aku akan menjadi kuat dan hidup damai meski Bai Cheung sangat membenciku…”, guman Aurela sambil tersenyum lebar.
Dia bertekad akan menjadi Fang Jianying yang baru dan menjadi istri yang baik untuk suami dan keluarganya, meski Bai Cheung sama sekali tak menganggapnya.
“ Aku tidak perduli dia cinta atau tidak denganku…yang jelas aku akan menikmati kehidupan mewahku disini. Ya…anggap saja ini sebagai liburan akhir tahunku…”, ucap Aurela menghibur diri.
Jika mengingat alur novel yang sempat terbaca olehnya, meski sang suami tidak mencintai istrinya namun keluarga besar Bai sangat menyayanginya.
Jika dulu Fan Jianying hanya terfokus untuk mendapatkan cinta suaminya hingga dia sangat menderita dan mengabaikan perhatian dan kasih sayang keluarga yang lain.
Maka sekarang Aurela akan mengubah semuanya. Dia akan menerima semua perhatian keluarga besar Bai ini dengan tangan terbuka lebar dan tak akan menyakiti diri sendiri demi mengejar cinta yang tak terbalas.
Aurela ingin merasakan kembali kehangatan sebuah keluarga yang sempat hilang setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pada saat usianya masih sangat kecil.
Namun, sayangnya Aurela hanya membaca sebagian isi dari buku tersebut dimana dia hanya membaca sepuluh bab awal dan dua bab terakhir saja.
Melewatkan bab yang ada ditengah – tengah novel karena dia ingin tahu ending apa yang akan terjadi pada pemeran utama dalam novel tersebut.
Kebiasaan yang buruk dan akhirnya menyeretnya kedalam dunia asing yang hanya dia tahu sebagian dari ceritanya saja.
Saat Aurela sibuk dengan pemikirannya sendiri, dari luar terdengar suara langkah kaki berjalan mendekat kearah ruangan tempat dia berada.
Aurelapun buru – buru menurunkan kerudung merah yang dikenakannya dan memperbaiki postur tubuhnya kemudian kembali duduk disamping ranjang dengan tubuh tegak.
Tak lama kemudian dua orang pelayan perempuan masuk kedalam ruangan dan membungkuk hormat serta memberi salam kepadanya.
“ Nona kedua, petugas pengantin dan tuan muda ketiga ada disini..”, ucap Dayu menginformasikan.
Dayu adalah pelayan yang telah menemani Fan Jianying sejak kecil dan sudah dianggap gadis itu sebagai kakaknya dan ikut masuk kedalam keluarga besar Bai agar bisa tetap melayani nona mudanya itu.
Sedangkan pelayan yang satunya adalah Gaeng, pelayan senior keluarga Bai yang ditugaskan untuk melayani semua kebutuhan Fan Jianying setelah resmi menyandang status sebagai istri dari tuan muda ketiga Bai.
Dayu dan Gaeng dengan cepat merapikan gaun pengantin yang dikenakan oleh Aurela sebelum dia berdiri untuk menyambut petugas pengantin dan suaminya.
“ Terimakasih…”, ucap Aurela begitu sang pelayan selesai merapikan pakaian pengantin yang dikenakannya.
“ Ini sudah menjadi tugas saya nona…”, ucap pelayan senior Gaeng membungkuk hormat.
Pelayan senior Gaeng yang mendengar ucapan terimakasih dari mulut Fan Jianying tersenyum bahagia. Selama ini dia tidak pernah mendapatkan ucapan seperti itu karena menggurus majikannya sudah menjadi tugasnya.
Hati Aurela berdebar dengan sangat kencang hingga dia memegangi dadanya agar suara detak jantungnya tidak sampai terdengar dua pelayan yang berdiri dibelakangnya.
Meski tubuh ini bukanlah miliknya, namun Aurela yang belum pernah sekalipun pacaran tiba - tiba harus menikah tentu saja tidak bisa menutupi rasa gugupnya.
Karena sangat gugup, Aurela bahkan merasa jika hatinya akan melompat keluar karena tidak kuat menahan rasa gugup yang semakin kuat melanda.
“ Kenapa aku snagat gugup begini....padahal, saat presentasi dihadapan investor dan para pemegang saham tidak segugup ini…”, batin Aurela sambil meremas jemarinya yang terasa sangat dingin.
Pernikahan, adalah hal yang sakral dan selama ini tidak pernah sekalipun terbesit dalam kepalanya untuk segera melangsungkannya.
Meski bukan dirinya yang menikah, namun karena jiwanya berada dalam raga Fan JIanying, maka secara tidak langsung dirinya lah yang melaksanakan acara sakral yang akan mengikatnya dengan seseorang sampai akhir hidupnya.
Saat pintu terbuka, terdengar beberapa orang laki – laki memberikan ucapan selamat kepadanya. Kata – kata yang mereka ucapkan terlihat sangat jelas jika ditujukan untuk menggoda sang suami dan terdengar sangat riuh.
Dalam sekejap, kedamaian dalam ruangan itu dipecahkan oleh suara bising dari tamu yang masuk kedalam kamar pengantin secara berbarengan.
“ Adik ketiga, cepat lepas kerudung pengantin itu dan mari kita lihat keindahan macam apa adik ipar kita…”, ucap tuan muda pertama Bai menggoda sang adik.
“ Itu benar adik, kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi…”, ucap tuan muda kedua Bai menimpali godaan sang kakak.
Namun, Bai Cheung yang digoda sama sekali tak bersuara dan tidak menunjukkan ekspresi apapun diwajahnya, hingga membuat kedua kakaknya merasa sedikit kesal akan hal itu.
Tak lama kemudian, salah satu petugas pengantin mengambil tongkat emas dari nampan yang dipegang pelayan yang berada disampingnya dan mulai maju menuju pengantin laki – laki.
“Tuan muda ketiga, tolong buka penutup kepala istri anda. Semoga kebahagian selalu menyertai anda berdua…”, ucapnya sambil menyerahkan tongkat emas yang ada ditangannya.
Saat petugas pengantin berkata demikian, tatapan semua orang langsung mengarah kepada pengantin wanita yang sedang duduk manis di tepi ranjang pengantin.
Semua orang sudah tak sabar ingin mengetahui wajah cantik nona kedua keluarga Fang yang sangat tersohor itu.
Meski sangat penasaran, namun dari balik penutup kepalanya Aurela tak bisa melihat dengan jelas siapa saja yang ada diruangan tersebut, hanya siluet bentuk tubuh dan suara yang dapat didengarnya.
Tak lama kemudian, dia melihat langkah kaki berjalan mendekat, seorang laki – laki yang diyakininya sebagai suaminya berjalan menuju kearahnya.
Aurela hanya bisa melihat sepasang sepatu pengantin pria berwarna hitam diseluruh bagian dan warna merah diujungnya mulai mendekatinya dan berhenti tepat didepannya.
Sepatu tersebut disulam dengan pola rumit berbentuk awan yang terlihat sangat cantik dan mewah dari benang emas yang digunakan di sepanjang sisi sulamannya.
Lamunan Aurela seketika buyar saat tongkat emas tersebut muncul dibawah kerudungnya. Detik berikutnya cahaya terang mulai menyilaukan kedua matanya.
Sambil menyipitkan kedua matanya akibat cahaya terang yang tiba – tiba masuk menerobos penglihatannya, Aurelapun mulai mengamati satu – persatu orang yang ada dihadapannya dengan cermat.
Wajah cantik pengantin wanita pun mulai terungkap begitu kerudung merah yang menutupi wajahnya sempurna terangkat.
Wajah munggil sehalus porselen dengan alis yang melengkung sempurna. Mata berbentuk almond dengan pipi kemerahan, seperti bunga teratai yang baru saja mekar, terlihat segar dan cantik dipandang mata.
Aurela mulai mengangkat tegak kepalanya sambil sesekali melirik kearah suami Fang Jinying yang tubuhnya telah dia tempati sekarang.
Melihat betapa tampan dan sempurnanya laki –laki yang menjadi suaminya tersebut, Aurelapun langsung menunduk malu, tak berani mengangkat wajahnya lagi.
“ Oh my god !!!...apakah ini yang dinamakan cinta dalam pandangan pertama ?...”, batin Aurela terpesona.
Meski dia sudah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai sosok tampan dan sempurna Bai Cheung, namun setelah melihat langsung visualisasi secara asli, dirinya masih sangat terkejut.
“ Ternyata dia lebih tampan dari apa yang sudah digambarkan di novel…”, batin Aurela masih belum bisa lepas dari pesona Bai Cheung.
Sifat malu – malu kucing yang ditunjukkan oleh pengantin perempuan sontak membuat salah satu sahabat Bai Cheung mulai menggodanya.
“ Cheung…sahabatku yang sangat beruntung !!!...”, goda Disung sahabat Bai Cheung.
Bahkan kedua kakaknya menepuk pundang Bai Cheung, menyetujui ucapan Disung mengenai keberuntungan yang didapatkan oleh adiknya saat ini.
“ Ternyata semua rumor tersebut benar adanya. Bahkan wujud aslinya lebih cantik dari apa yang digambarkan semua orang…”, ucap Bai wang, tuan muda kedua Bai memuji.
Tak lama kemudian, Bai Cheung diseret keluar oleh kedua kakak dan sahabatnya untuk minum, merayakan hari bahagianya itu.
Seiring kepergian Bai Cheung, para petugas pengantinpun ikut undur diri dan membiarkan kamar pengantin kembali tenang seperti sedia kala.
Tanpa semua orang sadari, Bai Cheung keluar dengan rahang mengeras dan kedua tangan terkepal disamping tubuhnya saat melihat sosok cantik yang sudah mnejadi istrinya itu.
Jika dalam kehidupannya terdahulu, meski belum ada rasa cinta namun dirinya cukup bahagia mempunyai istri cantik dan lembut seperti itu.
Namun sekarang, setelah dia terlahir kembali, dia tidak akan tertipu wajah lembut dan bolos Fan Jianying dan bertekad untuk membalas semua rasa sakit yang dialaminya dalam kehidupan terdahulunya.
" Kali ini aku hidup kembali untuk membalas semuanya.... dan kupastikan kamu tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan disini... ", batin Bai Cheung penuh amarah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 205 Episodes
Comments
Ririn Santi
seperti nya ada yg gak sinkron di sini
2024-06-07
0
Oi Min
Bai Cheung hidup kmbli???mksdnya ini kehidupan kedua Bai Cheung???wah......balas dendam apa ini??tp skrg salah alamat ka?
2023-11-16
0
Ida Blado
andai di kemas lbh baik lgi dn di kurangi narasinya pasti lbh bagus,dan terlalu panjang jdi bosen bacanya,,,, tentu saja saya bkn penikmat part pendek tpi bkn pula penguka part panjang sepanjang tol cipali.
2022-09-15
7