15. Aku Bukan Rahim Pengganti

Carlos tersenyum melihat Calista makan dengan lahap. Menghentikan pekerjaan lalu berjalan ke arah sofa duduk di sebelah Calista.

"Enak?"

Calista mengangguk cepat lalu lanjut mengunyah karena mulutnya penuh oleh makanan.

"Salad buah yang tadi dimakan, kalau gak suka salad nya, potongan buah yang tadi kamu bawa di makan."

Calista kembali mengangguk lalu mengambil satu box berisi salad buah. Tadi, baru saja ia menghabiskan spaghetti.

"Calt. Aku pengen rujak itu, boleh?" tanya Carlos menatap penuh ingin satu cup berisi rujak milik Calista.

Calista menghentikan suapan. Iaengambil cup rujak lalu memberikan pada Carlos kemudian melanjutkan makan salad buah tadi.

"Kamu mau?" tanya Carlos seraya menyeka keringat di dahi. Matanya merah efek dari pedas rujak yang telah habis separuh dimakannya.

Calista melihat Carlos sudah berkeringat, bibir memerah, dan yakin bila mulut suaminya terasa terbakar sekarang.

Calista menggeleng. "Kalau gak tahan pedas, jangan dilanjut makan nya Om!" kata Calista menyodorkan sebotol air minum miliknya, Carlos menerima langsung meminum air itu.

"Ini enak. Aku sering gak bisa makan-makanan yang aku ingin, Calt. Nadia pernah bilang aku kayak orang ngidam, jadi aku takut dia curiga!"

Calista mendengar itu tersenyum miris. "Bahkan kamu lebih mengutamakan istri pertama mu dari pada keinginan dari anakmu sendiri. Ternyata mengambil keputusan untuk menjadi istri simpanan demi anak kita begitu menyakitkan. Aku pergi," ucap Calista bangkit lalu keluar begitu saja tanpa mendengar teriakan dari Carlos.

Sepanjang jalan keluar dari Kantor, Calista terus mengepal erat tangan nya sembari menghapus air mata agar tak dicurigai oleh para pegawai.

Ia masuk ke dalam taksi yang telah diberhentikan. Di dalam sana akhirnya tangisan pecah. Tangan tetap terkepal berada di dada nya.

Ia menyadari. Dirinya tidak sekuat niat untuk membalas sakit hati nya.Dan sekarang, ucapan Mami Ivy teringat kembali.

"Mami. Calista gak kuat," ucapnya.

"Tujuan kemana ya, Dik?"

Calista memberi tahu tujuan nya. Dirinya butuh ketenangan demi kewarasan.

...****...

Carlos mengemudi mobil begitu kencang mengikuti taksi yang ditumpangi Calista. Sungguh, ia tak bermaksud seperti itu tadi.

"Sial," umpat Carlos memukul setir karena terjebak lampu merah sedang mobil taksi yang di tumpangi Calista telah melaju sebelum lampu merah menyala.

Beberapa saat kemudian lampu hijau menyala tetapi Carlos kehilangan jejak. Di ambil ponsel khusus untuk menghubungi Calista. Sekali lagi umpatan keluar dari mulutnya ketika suara operator terdengar di sambungan telepon.

Carlos menghentikan mobil di depan supermarket. "Aku lupa kalau perasaan ibu hamil begitu sensitif dan istri muda ku masih belia,"

Ia memutuskan menghubungi Bimo agar menggerakkan anah buah nya untuk mencari Calista.

"Periksa CCTV sekitar tempatku berada, Bim."

...****...

"Sudah jangan nangis, lagi. Mau anakmu cengeng kayak kamu? kemana Calista ku yang ceria dan optimis dulu? apa bawaan hamil, ya?" cerca Anita.

Calista mendatangi Anita di tempat kerja. Syukur Anita sudah selesai jam kerja dan beberes. Sehingga ia bisa menjadi bahu tempat sang sahabat bersandar dan menangis.

"Kenapa aku harus hamil, Ta?" tanya Calista dengan suara parau.

Belum sempat menjawab, Anita di kejutkan oleh Carlos yang sudah berdiri di belakang Calista yang tengah duduk memeluknya.

Carlos sendiri merasa hatinya tercabik mendengar pertanyaan Calista seakan menyesali kehamilan yang tanpa sengaja terjadi. Tetapi, demi apapun Carlos tak menyesali apapun terjadi diantara dirinya dan Calista, sekarang.

"Calista," panggil Carlos lirih.

Calista terkejut langsung menegakkan badan dan menoleh ke belakang dimana Carlos berada.

Carlos duduk di sebelah Calista yang masih memasang wajah cemberut. "Kita pulang, ya. Kita bicarakan dirumah," kata Carlos sembara mengusap kepala Calista.

Anita beranjak dari sana karena tak ingin mengganggu urusan rumah tangga sang sahabat.

Calista mengangguk lalu merentangkan tangan. "Gendong. Aku capek jalan cepat dan nangis sepanjang jalan," rengek Calista manja.

Carlos terkekeh. Baru beberapa hari menikahi Calista sudah membuat hatinya penuh warna. Berbeda dengan Nadia yang lebih dewasa dari Calista.

Dengan senang hati Carlos menggendong Calista ala bridal style.

"Apa aku berat, Om?" tanya Calista melingkarkan tangan ke leher Carlos.

"Gak sama sekali," sahut Carlos menatap Calista sekilas lalu berjalan kembali beberapa langkah hingga sampai pada badan mobil.

Carlos mendudukkan Calista di kursi penumpang samping kursi kemudi lalu ia berlari kecil kesisi lain dan duduk di kursi kemudi.

"Mau pulang atau ikut ke Kantor, lagi?"

"Pulang. Aku ngantuk," ucap Calista seraya menutup mulut karena menguap.

"Tidurlah."

Beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai Carlos telah tiba di basement. Ia keluar lalu memutar membuka pintu dimana Calista berada.

Digendong kembali tubuh Calista lalu masuk ke dalam lift yang terhubung langsung di lantai teratas dimana Apartemen nya berada.

Masuk ke dalam kamar lalu direbahkan tubuh Calista perlahan tanpa mengganggu tidur istri kecilnya. Dikecup kening Calista.

Bohong jika Carlos tak sayang pada Calista. Karena semenjak kegilaan dahulu pada Calista dan ia memutuskan menikahi Nadia, ia juga sering berkunjung dan main bersama Calista hingga istri kecilnya ini beranjak remaja.

Carlos balik badan hendak meninggalkan Calista namun tangannya dicekal membuat balik badan kembali.

"Temani Calista tidur," ucap Calista lirih.

Carlos mengangguk lalu duduk di tepi ranjang, mengusap kepala Calista dengan sayang.

"Tidur di sebelahku, Om!" rengek Calista.

"Baiklah," Carlos melepas sepatu, melonggarkan dasi kemudian naik ke atas ranjang dan merebahkan diri di sebelah Calista.

Ini memang rencana Calista agar Carlos terbiasa akan kehadirannya. Tetapi, ada satu alasan lain yaitu Calista begitu merindukan Papi Edzard.

Calista merapatkan tubuh lalu menyembunyikan wajah di dada bidang Carlos.

"Calista. Bisakah kalau kita sedang bertengkar jangan pergi begitu saja apalagi mengaduh pada orang lain? gak baik membicarakan masalah rumah tangga kita pada orang lain," tegur Carlos sambil mengelus kepala Calista.

Tubuh Calista membeku setelah Carlos menegurnya. Ia lupa akan hal itu, bahkan Mami Ivy juga pernah mengatakan hal yang sama.

"Aku tahu, akulah yang salah. Dan aku butuh waktu untuk beradaptasi pada peranku yang sekarang begitu juga kamu yang masih muda sudah menikah dan sedang mengandung."

Apakah ini termasuk peran Calista untuk menarik simpati?

Atau ini adalah bawaan sang jabang bayi membuat Calista terisak di dada Carlos hingga kemeja suaminya basah.

"Hei, kenapa menangis?" tanya Carlos khawatir, menunduk karena tangis Calista menjadi pecah.

"Aku bukan istri dan ibu yang baik," sahut Calista terbata-bata.

Carlos memberi jarak lalu menangkup wajah Calista seraya mengusap air mata yang telah membasahi pipi. "Kita belajar bersama menjadi lebih baik lagi ya. Mungkin, aku gak bisa setiap waktu ada sama kamu tapi aku akan berusaha untuk menjadikanmu dan anak kita nomor satu. Aku akan mendahului kalian baru Nadia," ucap Carlos tulus agar bisa memenangkan hati Calista.

"Benarkah?" tanya Calista.

"Iya. Kita belajar lebih mengenal lebih dahulu," sahut Carlos lalu memeluk Calista kembali.

Disaat keduanya menikmati pelukan. Suara ponsel keduanya berdering membuat pelukan itu terurai.

Mata keduanya melotot kala melihat nama seseorang tertera di layar ponsel mereka masing-masing.

"Papi telepon, Om!" ucap Calista panik.

"Ini juga Ivy, eh bukan Mami juga telepon!" kata Carlos tak kalah panik.

Terpopuler

Comments

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

semangat Calt biar Nadia trrsingkir...

2025-04-05

0

꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂

꧁✯☞︎︎︎𝘼𝙇𝙒𝙄𝙇☜︎︎︎✯꧂

Lucu jgk sih Carlos ini.
Dari se'Orang Adik.
Sekarang Naik Pangkat Jadi MERTUA😂😂

2022-08-17

0

Naviah

Naviah

😂😂😂😂😂😂😂

2022-08-05

0

lihat semua
Episodes
1 01. Aku Bukan Rahim Pengganti
2 02. Aku Bukan Rahim Pengganti
3 03. Aku Bukan Rahim Pengganti
4 04. Aku Bukan Rahim Pengganti
5 05. Aku Bukan Rahim Pengganti
6 06. Aku Bukan Rahim Pengganti
7 07. Aku Bukan Rahim Pengganti
8 08. Aku Bukan Rahim Pengganti
9 09. Aku Bukan Rahim Pengganti
10 10. Aku Bukan Rahim Pengganti
11 11. Aku Bukan Rahim Pengganti
12 12. Aku Bukan Rahim Pengganti
13 13. Aku Bukan Rahim Pengganti
14 14. Aku Bukan Rahim Pengganti
15 15. Aku Bukan Rahim Pengganti
16 16. Aku Bukan Rahim Pengganti
17 17. Aku Bukan Rahim Pengganti
18 18. Aku Bukan Rahim Pengganti
19 19. Aku Bukan Rahim Pengganti
20 20. Aku Bukan Rahim Pengganti
21 21. Aku Bukan Rahim Pengganti
22 22. Aku Bukan Rahim Pengganti
23 23. Aku Bukan Rahim Pengganti
24 24. Aku Bukan Rahim Pengganti
25 25. Aku Bukan Rahim Pengganti
26 26. Aku Bukan Rahim Pengganti
27 27. Aku Bukan Rahim Pengganti
28 28. Aku Bukan Rahim Pengganti
29 29. Aku Bukan Rahim Pengganti
30 30. Aku Bukan Rahim Pengganti
31 31. Aku Bukan Rahim Pengganti
32 32. Aku Bukan Rahim Pengganti
33 33. Aku Bukan Rahim Pengganti
34 34. Aku Bukan Rahim Pengganti
35 35. Aku Bukan Rahim Pengganti
36 36. Aku Bukan Rahim Pengganti
37 37. Aku Bukan Rahim Pengganti
38 38. Aku Bukan Rahim Pengganti
39 39. Aku Bukan Rahim Pengganti
40 40. Aku Bukan Rahim Pengganti
41 41. Aku Bukan Rahim Pengganti
42 42. Aku Bukan Rahim Pengganti
43 43. Aku Bukan Rahim Pengganti
44 44. Aku Bukan Rahim Pengganti
45 45. Aku Bukan Rahim Pengganti
46 46. Aku Bukan Rahim Pengganti
47 47. Aku Bukan Rahim Pengganti
48 48. Aku Bukan Rahim Pengganti
49 49. Aku Bukan Rahim Pengganti
50 50. Aku Bukan Rahim Pengganti
51 51. Aku Bukan Rahim Pengganti
52 52. Aku Bukan Rahim Pengganti
53 53. Aku Bukan Rahim Pengganti
54 54. Aku Bukan Rahim Pengganti
55 55. Aku Bukan Rahim Pengganti
56 56. Aku Bukan Rahim Pengganti
57 57. Aku Bukan Rahim Pengganti
58 58. Aku Bukan Rahim Pengganti
59 59. Aku Bukan Rahim Pengganti
60 60. Aku Bukan Rahim Pengganti
61 61. Aku Bukan Rahim Pengganti
62 62. Aku Bukan Rahim Pengganti
63 63. Aku Bukan Rahim Pengganti
64 64. Aku Bukan Rahim Pengganti
65 65. Aku Bukan Rahim Pengganti
66 66. Aku Bukan Rahim Pengganti
67 67. Aku Bukan Rahim Pengganti
68 68. Aku Bukan Rahim Pengganti
69 69. Aku Bukan Rahim Pengganti
70 70. Aku Bukan Rahim Pengganti
71 71. Aku Bukan Rahim Pengganti
72 72. Aku Bukan Rahim Pengganti
73 73. Aku Bukan Rahim Pengganti
74 74. Aku Bukan Rahim Pengganti
75 75. Aku Bukan Rahim Pengganti
76 76. Aku Bukan Rahim Pengganti
77 77. Aku Bukan Rahim Pengganti
78 78. Aku Bukan Rahim Pengganti
79 79. Aku Bukan Rahim Pengganti
80 80. Aku Bukan Rahim Pengganti
81 81. Aku Bukan Rahim Pengganti
82 82. Aku Bukan Rahim Pengganti
83 83. Aku Bukan Rahim Pengganti
84 84. Aku Bukan Rahim Pengganti
85 85. Aku Bukan Rahim Pengganti
86 86. Aku Bukan Rahim Pengganti
87 87. Aku Bukan Rahim Pengganti
88 88. Aku Bukan Rahim Pengganti
89 89. Aku Bukan Rahim Pengganti
90 90. Aku Bukan Rahim Pengganti
91 91. Aku Bukan Rahim Pengganti
92 92. Aku Bukan Rahim Pengganti
93 93. Aku Bukan Rahim Pengganti
94 94. Aku Bukan Rahim Pengganti
95 95. Aku Bukan Rahim Pengganti
96 96. Aku Bukan Rahim Pengganti
97 Extra part 1
98 Pengumuman
99 Pengumuman
100 100. Kau Milikku Sayang
Episodes

Updated 100 Episodes

1
01. Aku Bukan Rahim Pengganti
2
02. Aku Bukan Rahim Pengganti
3
03. Aku Bukan Rahim Pengganti
4
04. Aku Bukan Rahim Pengganti
5
05. Aku Bukan Rahim Pengganti
6
06. Aku Bukan Rahim Pengganti
7
07. Aku Bukan Rahim Pengganti
8
08. Aku Bukan Rahim Pengganti
9
09. Aku Bukan Rahim Pengganti
10
10. Aku Bukan Rahim Pengganti
11
11. Aku Bukan Rahim Pengganti
12
12. Aku Bukan Rahim Pengganti
13
13. Aku Bukan Rahim Pengganti
14
14. Aku Bukan Rahim Pengganti
15
15. Aku Bukan Rahim Pengganti
16
16. Aku Bukan Rahim Pengganti
17
17. Aku Bukan Rahim Pengganti
18
18. Aku Bukan Rahim Pengganti
19
19. Aku Bukan Rahim Pengganti
20
20. Aku Bukan Rahim Pengganti
21
21. Aku Bukan Rahim Pengganti
22
22. Aku Bukan Rahim Pengganti
23
23. Aku Bukan Rahim Pengganti
24
24. Aku Bukan Rahim Pengganti
25
25. Aku Bukan Rahim Pengganti
26
26. Aku Bukan Rahim Pengganti
27
27. Aku Bukan Rahim Pengganti
28
28. Aku Bukan Rahim Pengganti
29
29. Aku Bukan Rahim Pengganti
30
30. Aku Bukan Rahim Pengganti
31
31. Aku Bukan Rahim Pengganti
32
32. Aku Bukan Rahim Pengganti
33
33. Aku Bukan Rahim Pengganti
34
34. Aku Bukan Rahim Pengganti
35
35. Aku Bukan Rahim Pengganti
36
36. Aku Bukan Rahim Pengganti
37
37. Aku Bukan Rahim Pengganti
38
38. Aku Bukan Rahim Pengganti
39
39. Aku Bukan Rahim Pengganti
40
40. Aku Bukan Rahim Pengganti
41
41. Aku Bukan Rahim Pengganti
42
42. Aku Bukan Rahim Pengganti
43
43. Aku Bukan Rahim Pengganti
44
44. Aku Bukan Rahim Pengganti
45
45. Aku Bukan Rahim Pengganti
46
46. Aku Bukan Rahim Pengganti
47
47. Aku Bukan Rahim Pengganti
48
48. Aku Bukan Rahim Pengganti
49
49. Aku Bukan Rahim Pengganti
50
50. Aku Bukan Rahim Pengganti
51
51. Aku Bukan Rahim Pengganti
52
52. Aku Bukan Rahim Pengganti
53
53. Aku Bukan Rahim Pengganti
54
54. Aku Bukan Rahim Pengganti
55
55. Aku Bukan Rahim Pengganti
56
56. Aku Bukan Rahim Pengganti
57
57. Aku Bukan Rahim Pengganti
58
58. Aku Bukan Rahim Pengganti
59
59. Aku Bukan Rahim Pengganti
60
60. Aku Bukan Rahim Pengganti
61
61. Aku Bukan Rahim Pengganti
62
62. Aku Bukan Rahim Pengganti
63
63. Aku Bukan Rahim Pengganti
64
64. Aku Bukan Rahim Pengganti
65
65. Aku Bukan Rahim Pengganti
66
66. Aku Bukan Rahim Pengganti
67
67. Aku Bukan Rahim Pengganti
68
68. Aku Bukan Rahim Pengganti
69
69. Aku Bukan Rahim Pengganti
70
70. Aku Bukan Rahim Pengganti
71
71. Aku Bukan Rahim Pengganti
72
72. Aku Bukan Rahim Pengganti
73
73. Aku Bukan Rahim Pengganti
74
74. Aku Bukan Rahim Pengganti
75
75. Aku Bukan Rahim Pengganti
76
76. Aku Bukan Rahim Pengganti
77
77. Aku Bukan Rahim Pengganti
78
78. Aku Bukan Rahim Pengganti
79
79. Aku Bukan Rahim Pengganti
80
80. Aku Bukan Rahim Pengganti
81
81. Aku Bukan Rahim Pengganti
82
82. Aku Bukan Rahim Pengganti
83
83. Aku Bukan Rahim Pengganti
84
84. Aku Bukan Rahim Pengganti
85
85. Aku Bukan Rahim Pengganti
86
86. Aku Bukan Rahim Pengganti
87
87. Aku Bukan Rahim Pengganti
88
88. Aku Bukan Rahim Pengganti
89
89. Aku Bukan Rahim Pengganti
90
90. Aku Bukan Rahim Pengganti
91
91. Aku Bukan Rahim Pengganti
92
92. Aku Bukan Rahim Pengganti
93
93. Aku Bukan Rahim Pengganti
94
94. Aku Bukan Rahim Pengganti
95
95. Aku Bukan Rahim Pengganti
96
96. Aku Bukan Rahim Pengganti
97
Extra part 1
98
Pengumuman
99
Pengumuman
100
100. Kau Milikku Sayang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!