BAB 20. Genggam Tanganku Selalu

"Halo assalamu'alaikum ayah, ada apa?" Tanya Pandu pada penelepon diseberang sana

(......)

"Belum ayah, Pandu belum temukan yang terbaik diantara yang terbaik"

(.....)

"Iyah sih Pandu tau, tapi kalau belum ketemu jodoh gimana"

(....)

"Jangan dong ayah, ayah tau sendiri kan Pandu nggak cinta sama dia"

(......)

"Iya-iyah nanti Pandu kalau dapat langsung bawa ke hadapan ayah, sudah dulu yaa ayah, assalamu'alaikum"

(.......)

Pandu pun mematikan sambungannya secara sepihak

"Kenapa lu bang?" Tanya bang Doni yang sibuk menyetir

"Ini bang, ayah angkat saya pengen banget saya cepat nikah" Ucap Pandu dengan raut wajahnya yang murung

"Lah, emang benar, abang sudah matang buat nikah loh" kata Bang Doni

"Iyah sih bang, tapi saya belum ketemu pasangan terbaikku" Ucap Pandu menghela nafasnya kasar

"Belum nemu atau lu masih nungguin seseorang bang?" goda Bang Doni

"Iyah sih saya lagi menunggu sekalian nyari orang itu, tapi sampai sekarang belum juga saya temukan bang" Ucap Pandu menempelkan lengan bawahnya menutupi wajahnya

"Hahha sabar bro, tapi bagaimana jika abang tidak temukan gadis itu, sementara orang tua abang udah nunggu-nunggu pengen gendong cucu dari abang. Terus abang mau apa?" Tanya Bang Doni kembali

"Yah kalau saya belum nemuin juga gadis itu, biarlah saya terima perjodohan itu" ucap Pandu pasrah

"Tapi aku tidak akan menyerah, aku akan berusaha untuk menemukanmu gadis bermaskerku" batin Pandu tersenyum meningat gadis yang pernah ditemuinya dulu

"Ehh bang,saya naik kebelakang yah, nanti bang Bayu yang nemenin abang nyetir disini" ucap Pandu segera turun dan naik di belakang truk. Sebelum naik, pandu sudah lebih dulu memberitahu Bayu untuk bertukar posisi. Kini Pandu telah duduk nyaman disamping Viara yang tengah berbicara dengan bang Rama dan Bang Jaya

"Ohh guru matematika yah dek" ucap Rama diangguki Viara sambil tersenyum

"Ohh iyah dek, adek ini asalnya dari daerah mana yah?" Tanya Bang Jaya

"Dari kota B bang" Jawab Viara tersenyum

"Kota B provinsi Sulawesi******** yah dek?" Tanya Bang Rama

"Iyah benar bang"

"Abang juga dari sana loh dek,adek tinggal di bagian mana?" Tanya Bang Rama sambil tersenyum

"Tinggal di rumah dekat bata..... " Ucap Viara terhenti

"Dekat mana dek, Batalyon?" Tanya Pandu

"Dekat batas kota maksudnya heheh" sangkal Viara sambil tersenyum.Viara tidak ingin informasi tentangnya diketahui orang lain sebelum dia mendapatkan keinginannya selama ini yang dilakukannya dengan merahasiakan identitasnya

"Adek kenapa? Kok wajahnya pucat? Sakit lagi yah dek" Tanya Pandu cemas sambil menyentuh kening Viara

"Adek nggak apa-apa kok" balas Viara mencoba tersenyum saat nafasnya kembali sedikit sesak

"Kalau adek mengantuk, ayo bersandar aja di bahu abang" kata Pandu lembut

"Nggak apa-apa kok bang, adek nggak apa-apa" balas Viara tersenyum. Viara yang memang kelelahan setelah menjalani pengobatan di rumah sakit tadi perlahan-lahan menutup mata dan kepalanya bersandar di bahu Pandu.

Bang Rama dan Bang Jaya menyunggingkan senyumnya melihat dua orang di depan mereka

"Ehh bang, kesempatan buat lepas status jomblo tuh" kata bang Rama

"Iyah bang, pepet terus sampe dapat" goda Bang Jaya

"Kan orang tua abang udah minta abang bawa pulang istri, daripada abang nyari jauh-jauh, itu udah ada disamping abang" Saran Bang Rama

"Iyah juga yah, tapi nantilah setelah urusanku sama orang tua selesai, Lagipula aku belum terlalu kenal sama anak ini" jawab Pandu sambil melirik gadis disampingnya

"Haha makanya bang, deketin terus adeknya, biar cepat kenal lalu jadian gitu"

"Yaudah nanti kupikiran " balas Pandu tersenyum melihat wajah teduh Viara di bahunya

Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam, kini mereka telah sampai di pos mereka

"Dek, ayo bangun kita sudah sampai" Ucap Pandu menepuk pipi Viara

"Kita dimana bang, udah jam berapa sekarang?" Tanya Viara mengucek matanya

"Kita sudah sampai di desa dek, sekarang sudah jam 3 sore" jawab Pandu tersenyum

"Ayo dek bangun, udah pegal nih bahu abang kamu tindih selama 4 perjalanan"

"Ahh baik bang, maaf yah. Sini adek pinjatin" Ucap Viara dan langsung mengurut bahu Pandu

"Hahha nggak usah kali dek, abang nggak apa-apa kok" Ucap Pandu lembut

"Yaudah makasih udah bolehin adek pinjam bahunya yah" ucap Viara tersenyum dan segera berjalan keluar truk

"Selamanya bahu ini selalu siap menjadi sandaranmu dek" gumam Pandu tersenyum menatap punggung Viara

"Bang Doni, bang Iqbal dimana yah?" Tanya Viara yang tidak melihat Iqbal

"Bang Iqbal lagi di kota dek, ada yang harus diurus disana jadinya nggak pulang bareng" jawab Bang Doni

"Ohh makasih yah bang" ucap Viara tersenyum.Ketika Viara membalikkan badannya untuk melompat dari truk, Andra langsung mengendong Viara dan membantunya untuk turun

Deggg

Viara terpana dengan perlakuan Andra barusan, namun hatinya merasa bahagia melihat wajah Andra yang berjarak sangat dekat dengannya hingga Viara merangkul leher Andra dan tersenyum manis padanya

"Hai dek" sapa Andra tersenyum setelah menurunkan Viara dari gendongannya

"Hai Bang. Abang darimana? Kok bajunya kotor gini?" Tanya Viara berdebar-debar

"Abang habis bantu warga perbaiki gudang desa dek" balas Andra lembut.

"Adek pinjam dulu baretnya yah Bang" Ucap Viara melepas baret hijau dari kepala Andra. Viara membersihkan debu yang menempel di baret Andra dan kembali memakaikannya di kepala Andra. Andra menyunggingkan senyumnya dan sedikit membungkukkan badannya agar Viara dengan mudah memasangkan baret dikepalanya

"Sempurna" gumam Viara senang

"Terimakasih yah dek"

"Sama-sama Bang" balas Viara membalas senyuman Andra. Pandu yang mengamati keduanya sejak tadi merasa tidak nyaman dengan kedekatan keduanya. Pandu segera turun dari truk dengan wajah kusut dan mulai membantu menurunkan barang-barang yang dibeli dari Kota

"Loh bang, kusut amat wajahnya, kayak baju belum disetrika aja"

"Apa abang cemburu karena dek Viara dekat yah sama Danru?" goda Rama

"Ya nggaklah, siapa yang cemburu" balas Pandu tanpa menatap wajah Bang Rama

"Hahaha, gua tahu abang cemburu. Begini saja bang, sebentar malam kan ada pembukaan pasar malam tuh di lapangan desa,abang abang ajak saja Viara kesana, sekalian bisa kenal lebih dekat sama Viara sebelum abang telat" Saran Bang Rama

"Ohh Iyah yah, Oke bang" balas Pandu setuju dan kembali menurunkan barang-barang

______

Setelah shalat maghrib, Viara segera mengambil ponselnya yang bergetar diatas nakas

Ting..

📩Bang Pandu

Dek, sebentar selesai isya kita jalan-jalan yah ke pasar malam

📩Viara

Pasar malam? Dimana bang?

📩Bang Pandu

Di lapangan desa, mau nggak dek?

📩Viara

Ohh Oke bang, adek tunggu didepan rumah yah

📩Bang Pandu

Oke dek

Setelah berbalas pesan singkat dengan bang Pandu, Viara beranjak menyiapkan keperluannya untuk mengajar besok

"Ehh Viara, kami berempat mau kepasar malam, kamu mau ikutan nggak?" Tanya Ila

"Aku ikut, tapi nanti sama bang Pandu" Jawab Viara sambil merapikan bukunya

"Wah, rupanya kita telat yah" ucap Devan diangguki ketiga temannya

"Hahah, kalau begitu kami duluan ya Viara, sampai jumpa di pasar malam" Ucap Ila sambil tertawa

"Oke" balas Viara tersenyum.

______

"Bang Pandu, bisa temanin saya sebentar ke depan sana?" pinta Lani, salah satu perawat yang bekerja di desa ini

"Boleh, tapi cuman sampe depan aja ya" balas Pandu

"Baik bang" ucap Lani tersenyum dan segera berjalan bersama Pandu. Lani sebenarnya diam-diam mengagumi Pandu, tapi karena jarak rumahnya yang lumayan jauh dengan pos Pandu membuatnya sangat jarang untuk berdekatan dengan Pandu

"Sudah sampai, sekarang saya balik dulu yah" Ucap Pandu berjalan kembali namun Lani mencegahnya

"Bang, boleh temenin saya ke pasar malam nggak?" Pinta Lani

"Maaf saya nggak bisa" tolak Pandu sopan

"Tapi bang, saya pengen banget ke pasar malam, tapi saya takut diganggu sama preman nakal disana" tunjuk Lani pada sekelompok pemuda nakal yang berdiri tak jauh dari gerbang pasar malam

"Maaf dek, bukannya saya nolak, tapi saya ada urusan sama teman saya" jawab pandu

"Yaudah deh bang, makasih udah anterin saya sampe sini" ucap Lani dengan raut kecewa. Lani melepaskan pegangannya di tangan Pandu dan tetap berjalan maju menuju pasar malam. Para pemuda nakal yang melihat lani berjalan sendirian tersenyum licik dan mulai berjalan menghampiri Lani. Pandu yang kasihan melihat wajah kecewa Lani segera berlari menghampiri Lani sebelum pemuda nakal itu menganggunya

"Ayo biar saya nemenin" ucap pandu membuat Lani tersenyum cerah

"Makasih yah bang" ucap Lani senang dan langsung mengenggam tangan pandu. Pandu sebenarnya tidak nyaman digenggaman seperti itu, tapi karena para pemuda nakal itu yang masih terus memperhatikan Lani membuat Pandu pasrah digenggam oleh Lani

"Maafkan abang dek, maafkan abang karena tidak memenuhi janji untuk berkunjung ke pasar malam bersamamu" kata pandu dalam hati mengingat Viara

Setelah memasuki pasar, Pandu dan Lani tengah mengamati wahana rumah hantu di depannya. Pandu yang melihat teman-teman Viara segera menghampiri mereka untuk bertanya alasan Viara tidak terlihat bersama mereka

"Kalian semua, apa Viara ada bersama kalian?" Tanya Pandu ramah

"Loh, harusnya kami yang nanya sama abang, Viara nggak sama abang?" Tanya Devan yang dibalas gelengkan kepala oleh Pandu

"Yah bang, padahal Viara bilang tadi mau datang kesini bareng abang. Kami duluan datang kesini karena Viara ngomongnya gitu bang" tutur Ila

"Maafkan abang yah, pasti kamu nungguin abang sekarang"

________

Sudah 28 menit Viara menunggu Pandu di depan rumah sambil terus memperhatikan pos tentara didepan, namun orang yang ditunggu Viara tak kunjung terlihat

"Aduh bang pandu dimana yah, apa aku samperin aja ke pos nya?" gumam Viara yang sudah lelah menunggu. Viara memantapkan langkahnya dan berjalan menuju pos tentara didepannya

"Adek, ada apa?" Tanya Andra yang baru keluar dari pos

"Aduh jantungku, berhentilah berdetak kencang" batin Viara menatap wajah pria di depannya

"Adek" ucap Andra membuyarkan lamunan Viara

"Ehh bang, hehehe... Bang pandunya ada?" Tanya Viara salah tingkah. Sementara Andra menahan tawanya melihat wajah salah tingkah Viara

"Bang pandunya lagi keluar dek, abang nggak tau dia pergi kemana" jawaban Andra menimbulkan raut kecewa diwajah Viara

"Begitu yah bang" ucap Viara menghela nafasnya

"Emang ada apa sama bang pandu dek?" Tanya Andra kembali

"Sebenarnya bang Pandu mau ngajakin adek jalan-jalan ke pasar malam bang, adek udah semangat dan siap-siap sejak tadi, namun bang Pandu nggak datang-datang. Ternyata lagi keluar yah" ucap Viara menjelaskan dengan raut wajahnya yang murung

"Kalau begitu adek kembali ke rumah dulu yah bang" ucap Viara tersenyum pada Andra dan membalikkan badannya

"Setidaknya beri tahu aku jika abang membatalkannya, biar adek nggak terlalu semangat dan berharap seperti ini" gumam Viara menahan air matanya agar tidak tumpah

"Ayo dek, kita pergi bareng yuk" ucap Andra membuat Viara menerbitkan senyumnya

"Beneran bang? Abang mau pergi ke pasar malam sama adek?" Tanya Viara berbinar

"Iyah dek, ayo" ucap Andra tersenyum sambil memegang tangan Viara. Viara menatap genggaman tangan pria di sampingnya merasa bahagia dalam hatinya.Genggaman tangan yang selalu Viara inginkan sejak dulu,bahkan genggaman terakhir Andra delapan tahun yang lalu masih sangat terasa di tangan Viara

"Bisakah waktu berhenti untuk sementara waktu? aku masih ingin hidup di waktu ini, merasakan bahagia dalam hangatnya genggaman tanganmu"

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Maya Puspita

Maya Puspita

semoga viara sembuh dari penyakitnya dan bahagia bersama andra

2022-07-21

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!