BAB 15. Aku Masih Mencarimu

"Gadis yang baik" batin Pandu tersenyum sambil terus menatap Viara

"Loh bang, daripada senyum-senyum sendiri mending langsung disamperin aja neng nya" saran bapak penjual sate

"Nggak usah ah pak, nanti dikirain saya cowok apaan" bantah Pandu sopan

"Tapi bang, jarang loh nemu wanita baik seperti neng itu. Giliran udah ada di depan mata, kenapa nggak ngajak kenalan aja. Siapa tahu bisa jadi calon nanti" tutur bapak penjual sate kembali

"Wah ucapan bapak benar juga, okelah saya samperin dulu" seru Pandu setuju

"Semangat anak muda" ucap bapak itu menepuk bahu Pandu.

Viara berjalan kaki untuk pulang ke rumah, namun Viara tak menyadari adanya ranting pohon besar diatasnya yang siap menimpanya

"Adek awas!!" Teriak Pandu berlari secepat mungkin dan mendorong sambil memeluk tubuh Viara hingga mereka terguling-giling ditanah bersamaan. Kantung sate yang dipegang Viara telah melayang diudara, beruntung bapak penjual itu dengan sigap menangkapnya dan berjalan menghampiri keduanya.

Kini, tubuh Viara berada diatas tubuh Pandu dan terus terdiam menatap wajah orang dibawahnya

"Mata ini, aku aku seperti pernah melihatnya" batin Pandu menatap lekat mata gadis diatasnya. Mereka saling bertatapan dalam diam cukup lama sampai bapak itu datang dan membuyarkan lamunan keduanya. Viara mulai bangkit dan berdiri dari posisinya yang berada di atas Pandu

"Ehh, makasih yah bang sudah nolongin saya" ucap Viara canggung, begitu juga dengan Pandu saat ini yang sama canggungnya dengan Viara

"Ehh Iyah, sama-sama" balas pandu canggung. Melihat kecanggungan diantara keduanya, bapak itu menghampiri Pandu dan membisikan sesuatu

"Kau ini tentara atau atau apaan? Masa sama cewek aja canggung. Ayo deketin dia dan berbicara santai dengannya seolah tidak terjadi apa-apa diantara kalian" saran bapak itu sedikit berbisik

"Akan saya coba pak" balas pandu setengah berbisik. Pandu mengontrol nafasnya dan mulai membuka percakapan dengan Viara

"Kamu guru yang bertugas disini kan? Yang tinggal di depan pos jaga?" Tanya Pandu sambil tersenyum

"Nah gitu dong baru lelaki sejati" ucap bapak itu setengah berbisik

"Iyah bang" balas Viara lembut.

"Saya permisi yah pak, bang saya harus segera kembali pulang" kata Viara mulai melangkahkan kakinya

"Kita barengan aja baliknya dek, disini sudah malam takutnya terjadi apa-apa padamu" pinta bang Pandu

"Iyah nak, tidak baik jika seorang wanita berjalan sendiri di jam-jam seperti ini" lanjut bapak penjual itu

"Baiklah bang, ayo" ajak Viara diangguki Pandu sambil tersenyum

"Kejar terus bang, jangan dilepaskan" bisik bapak penjual itu

"Siap pak, saya jalan dulu yah"

Setelah berbisik dengan bapak penjual itu, Pandu segera berjalan menyusul Viara dan berjalan beriringan disampingnya.

Dalam perjalanan itu, Pandu dan Viara sama-sama terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing

"ahh kalau nggak ada pembicaraan malah semakin canggung nih. Ajaklah dia berbicara pandu " batin Pandu menyemangati dirinya sendiri

"Ada apa bang? Kok wajahnya kayak takut begitu. Apa disini ada hantu yah bang?" Tanya Viara sedikit cemas

"Mana ada hantu dek, hantu itu nggak" balas pandu yakin. Tiba-tiba terlihat benda putih yang jatuh bersamaan dengan ranting pohon di tengah jalan tepat di samping Viara

"Astaghfirullah abangg!!!!!" Teriak Viara panik. Viara refleks merangkul lengan Pandu dan menyembunyikan wajahnya di bahu pandu

"Ya ampun dek, itu hanya ranting pohon dek"

"Terus yang warna putih itu apa?" Tanya Viara gemetar ketakutan

"Itu cuman kain dek, lihatlah sendiri". Viara memutar pandangannya dan menatap benda yang jatuh di sampingnya tadi, ternyata ucapan Pandu benar jika benda putih itu hanya kain yang tersangkut di ranting tersebut. Viara akhirnya bernafas lega dan segera melepaskan rangkulan tangannya di lengan kekar Pandu

"Maafkan saya bang" ucap Viara kembali melanjutkan langkahnya. Viara terus menatap kebawah tak berani menatap Pandu yang sejak tadi selalu saja memperhatikannya

"Aku seperti pernah bertemu denganmu dek, tapi aku masih meragukan hal itu. Namamu persis seperti gadis remaja dari desa itu. Jika kamu memang gadis remaja itu, syukurlah aku telah menemukanmu. Tapi jika kamu bukan gadis itu, aku harus bekerja keras lagi untuk menemukannya" Kata Pandu dalam hati sambil melirik gadis disampingnya

Dari ujung jalan, telihat jika Syifa dan Ila tengah cemas menunggu kedatangan Viara di depan rumah dinas mereka

"Sekali lagi terimakasih yah bang sudah nolongin dan temenin saya pulang. Saya pamit yah teman-teman saya sudah menunggu saya di depan rumah, assalamu'alaikum bang" kata Viara ramah

"Iyah dek, Walaikumsalam" balas Pandu sambil tersenyum.

Setelah tiba di depan rumah dinasnya, Viara langsung dihampiri tatapan tajam kedua temannya seolah siap membunuhnya

"Dari mana saja kamu malam-malam gini? Apa kamu tidak tahu betapa cemasnya kami mencarimu. Baru kamu perginya nggak izin lagi" kesal ila

"Hehe maafkan aku teman-teman, aku tidak sempat beritahu kalian karena tadi kalian masih sangat sibuk. Tapi tenang saja, aku ditemani abang tentara didepan kok" ucap Viara membuat kedua temannya bernafas lega

"Syukurlah jika kau bersama bang tentara, maafkan kami yang marah-marah padamu yah" Ucap Ila meminta maaf

"Kalian memang wajar untuk marah padaku, tapi sudahlah. Ini aku membeli sate untuk kita makan bersama" Ucap Viara menyodorkan kantung kresek berisi 3 porsi sate ditangannya

"Wah alhamdulillah, ayo masuk aku akan menyiapkannya di piring" seru Ila berlari masuk kedalam rumah

"Dimana Devan sama Juna?" Tanya Viara yang tak melihat kedua temannya itu

"Mereka lagi beres-beres kamar Viara, tapi kita akan simpankan untuk mereka seporsi dari sate itu" saran Syifa

"Nanti aku yang akan mengantarnya ke kamar mereka" lanjut Syifa kembali

"Ohh yaudah, kita langsung makan aja yuk" ajak Viara langsung menyantap sate diikuti teman-temannya

Sementara di pos para tentara

"Hai bang, apa kau tidak menaruh curiga sama guru didepan??" Tanya Pandu pada Andra yang sedang duduk merokok

"Guru yang mana?" Tanya Andra bingung

"Itu guru yang namanya Viara, namanya persis kan seperti gadis remaja yang kita temui dulu" mendengar ucapan Pandu, Andra meletakkan puntung rokoknya dan beralih menatap Pandu

"Kau benar bang, aku memang sudah curiga padanya. Namun orang yang bernama Viara itu banyak di negeri ini. Tapi kita belum punya banyak bukti untuk mengungkapkan jika dia adalah gadis remaja yang kucintai itu" tutur Andra terlihat murung

"Benar bang, tapi jika guru itu menang Viara gadis remaja itu, apa yang akan kau katakan padanya?" Tanya Pandu. Andra menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan

"Aku juga bingung bang, aku ingin katakan padanya jika aku masih mencintainya hingga saat ini. Aku menolak semua wanita hanya demi dia seorang. tapi aku tidak tahu dimana dia sekarang"

Bersambung.......

Terpopuler

Comments

Maya Puspita

Maya Puspita

semoga Andra dan Viara cepat ketemunya Thor,dan bisa mengungkapkan perasaan nya

2022-07-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!