"Hati-hati yah nak, jaga diri baik-baik disana. Jika kamu sudah sampai segera hubungi bunda yah" ucap Hana memeluk putrinya yang akan segera pergi mewujudkan impiannya
"Iyah bunda, Viara akan merindukan ayah sama bunda selalu. Tunggu Viara pulang yah nanti" Kata Viara membalas pelukan ibunya
"Iyah sayang. Bunda akan selalu mendoakanmu dari sini. Pergilah nak, kapalmu akan segera berlayar" ucap Hana menghapus air matanya dan tersenyum kepada putri kesayangannya
"Iyah bunda. Assalamu'alaikum bunda, ayah" ucap Viara menyalami kedua tangan orang tuanya
"Walaikumsalam sayang" balas keduanya serentak sambil melambaikan tangannya pada Viara yang berjalan menaiki kapal
"Bismillah, semoga disetiap langkahku ini ada jalan bahagia yang ditakdirkan Tuhan untukku sebelum aku pergi untuk Menghadap-nya" gumam Viara menatap langkah kakinya
Setelah kapal yang dinaikinya telah berlayar, Viara pergi ke depan kapal dan menikmati indahnya pemandangan yang disinari cahaya senja
"Sungguh indah ciptaan-Mu ya Allah, aku selalu berpikir apakah besok aku masih diberi kesempatan untuk menikmati keindahan ini" batin Viara menjatuhkan air matanya
"Hei sobat, kenapa kamu menangis?" Tanya seorang wanita yang termasuk peserta yang lolos seperti Viara
"Ahh tidak, aku hanya mengagumi indahnya ciptaan Tuhan" Ucap Viara sambil tersenyum
"Kau benar, belum tentu esok hari kita bisa menikmati indahnya ciptaan Tuhan seperti ini" ucap gadis itu diangguki oleh Viara
"Ngomong-ngomong siapa namamu? Perkenalkan namaku ila" Tanya wanita itu menyodorkan tangannya yang disambut oleh viara
"Salam kenal ila, namaku Viara"
"Wah nama yang indah. Kita bisa berteman baik setelah ini" ucap ila dan mulai mencari tema pembicaraan. Ila adalah gadis yang ceria dan juga ramah. Oleh karena itu Viara sangat mudah untuk akrab dan berteman dengannya. Selama Berhari-hari berada di kapal, Viara dan ila selalu menghabiskan waktu bersama mulai dari makan, bermain, tidur dan menikmati waktu senja, semua itu mereka lakukan bersama. walaupun Viara dan ila mulai terbuka, namun Viara tetap menyembunyikan penyakit yang dideritanya kepada orang lain. Bukan karena Viara tak mau diperhatikan, tapi Viara takut akan membebani pkiran orang-orang terdekatnya. Cukup dokter Citra dan Tasya saja yang tahu semua rahasia yang dijaganya selama ini
______________
Setelah menempuh perjalanan selama 5 hari diatas air, mereka melanjutkan perjalanan kembali melewati jalanan darat menuju ke daerah penempatan. Viara tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya melihat pemandangan sawah dan lebatnya hutan hijau yang mereka lewati, sedangkan teman-temannya yang lain tak henti-hentinya mengoceh karena kondisi jalan yang belubang dan juga terjal
"Aduh, ini jalan atau apa sih? Di dalam ini sudah seperti gempa bumi" kesal Syifa
"Iya nih, punggungku sakit karena sejak tadi jalannya nggak ada yang mulus" balas Ila ikut menggerutu
"Seperti apa yah nasib kita disana?" Tanya Syifa cemas
"Entahlah, yang pasti harus tetap nikmati pekerjaan itu setahun. Mau resikonya apapun harus kita jalani"
"Sudah-sudah, daripada ribut mending kita nyanyi bareng aja. Biar nggak kerasa waktu perjalannya" Ujar Devan mulai memainkan gitarnya. Semua orang dalam bus mulai bernyanyi bersama mengikuti nada gitar yang dimainkan Devan, sedangkan Viara segera maju ke depan dan duduk disamping kursi pengemudi
"Loh nak, kenapa nggak ikutan nyanyi bareng teman-temannya? Perjalannya masih jauh loh"
"Nggak apa-apa pak, saya hanya ingin melihat pemandangan dan jalan-jalan yang kita lewati saat ini" balas Viara tersenyum
"Nak, kamu sakit yah? Wajahmu sangatlah pucat" Tanya pak sopir sambil memperhatikan jalanan
"Saya nggak apa-apa pak, mungkin hanya kelelahan saja" sangkal Viara mencoba tersenyum, sedangkan dalam dadanya kembali mengalami sesak yang membuatnya sedikit kesulitan bernafas. Viara segera merogoh tasnya dan mulai menggunakan alat bantu pernapasan. Setelah nafasnya kembali normal, Viara yang kelelahan akhirnya tertidur pulas disepanjang jalan
______________
"Viara, ayo bangun" ucap Ila menepuk pipi Viara yang masih terlelap. Viara yang merasa ada yang menepuk pipinya perlahan-lahan membuka mata dan melihat wajah cemas Ila
"Ada apa ila?" Tanya Viara dengan suara serak khas bangun tidur
"Kita sudah sampai Viara, maaf membangunkanmu. Ayo kita turun. Panitia sudah ada di luar" ucap Ila membantu Viara untuk turun dari bus.
Setelah semua guru telah berkumpul, panitia memberi arahan agar para guru segera masuk ke rumah yang disediakan kepala desa untuk mereka beristirahat malam ini sebelum tinggal di rumah dinas mereka
"Sebaiknya kalian segera beristirahat malam ini. Besok kalian harus mengahadiri acara serah Terima dan penyambutan dari warga desa ini" ucap Panitia memberi perintah yang di anggukan oleh para guru.
Ila segera memapah Viara untuk masuk ke rumah yang ditempati mereka malam ini
"Apa kamu sakit Viara? Kenapa wajahmu sangatlah pucat" Tanya ila cemas
"Aku nggak apa-apa kok, hanya kecapean aja" balas Viara tersenyum
"Yaudah kau istirahat dulu yah, aku menemui teman-teman didepan. Jika kau ingin bergabung segera menyusul yah"
"Oke ila". Ila tersenyum dan segera keluar kamar untuk bergabung dengan teman-temannya yang tengah bercengkrama bersama kepala desa
"Ya Tuhan ku, aku telah sampai di tempat dimana dia berada, maka janganlah kau cabut nyawaku dulu ya Allah, izinkan aku hidup lebih lama lagi agar aku bisa mengumpulkan pundi-pindi kebaikan sebelum aku kembali. Izinkan aku bertemu dengannya ya rabb. Permudahkan jalanku" gumam Viara memohon
__________
Keesokan paginya, Viara terbangun dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Hari ini adalah hari yang dia tunggu-tunggu setelah 8 tahun. Setelah shalat subuh, Viara segera keluar rumah dan berjalan-jalan di sekitar rumah kepala desa
"Alhamdulillah, aku masih diberi nafas sampai hari ini. Udaranya sangat segar disini" gumam Viara menghirup udara pagi pedesaan dan meregangkan otot-ototnya.
"Permisi bu Viara, apakah teman-teman anda sudah bangun?" Tanya panitia
"Sepertinya mereka belum bangun pak. Coba bapak cek dulu" ucap Viara mempersilahkan pak panitia untuk masuk ke rumah itu. Pak panitia mengetuk pintu setiap kamar dan mulai memberitahu alasannya datang sepagi ini
"Kalian harus segera bersiap karena acaranya akan segera dimulai. Para warga sudah berdatangan di balai desa" ucap panitia membuat semua guru itu menganga
"Tapi pak, ini masih jam 6 pagi" ucap Devan tak percaya
"Jangan samakan pedesaan dengan kota. Daripada banyak bertanya segeralah bersiap-siap karena setelah acara selesai, kami harus segera kembali ke kota" lanjut panitia
"Baik Pak" jawab semuanya serentak dan mulai bersiap-siap menhadiri acara serah terima mereka.
"Aduuhh aku bahkan belum tidur genap 2 jam" kata Devan yang diangguki teman sekamarnya
"Loh kenapa?" Tanya Viara
"Banyak nyamuk viara, kakiku sampai gatal-gatal nih"
"Benar, sepertinya mereka bahagia menyambut kedatangan kita"
"Kasian... Ayo segeralah bersiap, sebelum kita dihujani kata-kata tegas panitia"
________
Setelah semuanya siap, mereka berjalan kaki menuju Balai Desa yang jaraknya tidak terlalu jauh dari penginapan mereka. Disana terlihat banyak sekali warga desa yang datang sejak tadi. Selain para guru, ada juga beberapa perawat dan bidan yang bertugas di desa ini yang akan menghadiri acara serah terima juga.
Dada Viara berdebar-debar saat melihat sekumpulan tentara yang menjaga keamanan sehingga dia semakin mengenggam tangan ila erat
"Kenapa Viara? Kenapa tegang?"
"Ahh nggak apa-apa kok" balas Viara tersenyum. Setelah memasuki balai desa, acara serah terima pun dimulai. Acara pertama diawali dengan sambutan dari kepala desa, TNi dan juga polri. Setelah itu dilanjutkan dengan acara pengenalan diri dari para guru dan juga bidan yang baru datang dan bertugas disini
Mereka berdiri menghadap masyarakat dan mulai memperkenalkan diri. Setelah para bidan dan perawat selesai memperkenalkan diri, tiba giliran pada guru untuk memperkenalkan diri
"Assalamu'alaikum semua, perkenalkan nama saya Viara, saya berasal dari kota B, provinsi Sulawesi ******** saya guru mata pelajaran matematika" Teman-teman Viara juga melakukan hal yang sama dengan memperkenalkan diri dan daerah asal mereka.
Setelah memperkenalkan diri, semua warga bertepuk tangan sehingga suara riuh mereka memenuhi ruangan itu. Viara terus mengedarkan pandangannya di semua orang yang menghadiri acara itu untuk mencari sosok yang dirindukannya selama ini. Viara menatap para tentara satu persatu namun sosok yang dicarinya tidak dia temukan di mana-mana
"Dimana dia? Kenapa dia tidak ada disini" batin Vian menahan air matanya sambil terus mengedarkan pandangannya. Tak berselang lama, terlihat beberapa tentara dan polisi yang baru masuk kedalam balai desa.
Viara mengenali dua orang tentara yang baru masuk itu, namun kedua tentara itu bukanlah sosok yang Viara cari. Mata Viara beralih menatap punggung seorang tentara yang tengah bercengkrama dengan polisi. Saat tentara itu beralik badan, Viara mengembangkan senyumnya dan menjatuhkan air mata melihat tentara itu. Tentara yang selalu dirindukannya selama ini, sosok yang dicintainya meski tak pernah lagi menatap matanya, dan sosok yang ingin dia temui sebelum ajal menjemputnya.
Andra adalah nama yang indah didalam hatinya, nama yang selalu terucap di ribuan doa yang dia langitkan bersama sujudnya
"Aku menemukanmu"
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Maya Puspita
lanjut thor
2022-07-18
1