"Jadi katakanlah dokter, apa aku masih bisa hidup 1 atau 2 tahun yang akan datang?" Tanya Viara berusaha tetap tegar
"Soal itu aku tidak bisa memperkirakannya Viara karena kapan kita meninggalkan dunia ini hanya Allah yang tahu" Jawab Dokter Cinta sambil mengelus punggung Viara
"Jika memang aku akan pergi dalam waktu dekat, semoga aku bisa bertemu dengannya untuk terakhir kali" Lirih Viara menjatuhkan air matanya
"Aamiin Ya Allah, semoga penantianmu selama ini terbalaskan yah. Teruslah semangat dan perjuangan apa yang kau jaga selama ini" Viara mengangguk dan segera turun dari brankarnya
"Kalau begitu aku pamit yah"
"Iyah Viara, jangan lupa sore ini jadwalmu untuk kemoterapi"
"Baiklah dokter, assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" balas Tasya dan Dokter Citra bersamaan
"Baru kali ini aku mendengar cerita seperti ini, bahkan dia masih menyimpan rasa dan berharap bertemu orang yang dia cintai. Aku sangat menyukai semangatnya, dia terus berusaha untuk tetap sembuh penyakitnya kapan saja bisa merenggut nyawanya" Ucap Dokter Citra
"Benar dokter, aku bangga memiliki teman sepertinya. Saat kami kecil,Viara selalu mengatakan jika dia akan terus mencintai abang tentaranya. Tapi aku sedih disaat dia sudah dewasa dan ingin sekali bertemu pujaan hatinya, dia malah terkena penyakit seganas ini" lirih Tasya berkaca-kaca
"Kita doakan saja, semoga di sisa hidupnya dia diberi kebahagiaan dan dipertemukan dengan orang yang dia rindukan selama ini"
"Iya dokter, Aamiin"
__________________
Setelah keluar dari rumah sakit, Viara mengendarai motornya menuju ke sekolah dasar tempatnya mengajar
"Bu guru, hari ini ada pelajaran matematika di kelas" Ucap gadis kecil yang menjadi siswa Viara
"Iyah nak, ibu akan segera masuk ke kelas, tapi ibu ambil bukunya dulu yah" Jawab Viara tersenyum manis pada anak itu
"Yeee Asyik, kami tunggu ibu guru di kelas yah" seru gadis kecil itu segera berlari ke kelasnya
"Setidaknya, aku masih bisa melihat senyum anak-anak muridku" gumam Viara tersenyum dan bergegas ke ruang guru.
Ketika Viara tengah merapikan bukunya, Viara melirik kearah Laura yang tengah tersenyum sendiri menatap layar ponselnya
"Ada apa Laura? Kok senyum sendiri, nanti dikirain gila loh" Kata Viara masih merapikan bukunya
"Biarin dikatain gila, yang penting bahagia" balas Laura kembali tersenyum menatap layar ponselnya
"Hahah, emang apasih yang membuatmu bahagia?" Tanya Viara duduk disamping Laura
"Aku bahagia Viara, kau tahu? Tempat dimana kita akan mendaftar jadi guru,ada bang Yuda disana. Dia bertugas menjaga perbatasan disana" seru Laura antusias
"Benarkah?" Tanya Viara kembali
"Iyah Viara, coba kau lihat ini" Ucap Laura menarik tangan Viara dan memberikan ponselnya pada Viara. Viara tersenyum melihat foto teman semasa kecilnya yang menjadi kekasih Laura tengah berfoto bersama teman-temannya. Ketika Viara memperhatikan prajurit yang berfoto bersama Yuda, Viara tertegun melihat prajurit yang dia kenali. Viara segera memakai kacamatanya dan mengembangkan senyumnya membaca nama yang tertera di dada prajurit itu
'Andra' batin Viara meneteskan air mata bahagianya. Sekarang Viara tahu dimana kekasih hatinya berada dan kebetulan Viara juga akan kesana untuk melamar pekerjaan
"Benarkan Viara? Ini bang Yuda" Seru Laura berbinar
"Iyah Laura, itu dia" Ucap Viara tersenyum menatap wajah Andra di layar ponsel Laura
"Aku udah nggak sabar pengen ketemu bang Yuda Semoga kita lulus yah Viara biar kita bisa kesana" Harap Laura
"Iyah Laura, besok setelah mengajar kita urus pendaftaran onlinenya yah"
"Oke Viara" balas Laura antusias. Viara tersenyum dan segera bergegas ke kelas tempatnya mengajar
"Alhamdulillah, aku telah menemukanmu bang. Semoga aku lulus dan bisa bertemu denganmu, sebelum aku pergi menghadap penciptaku" gumam Viara tersenyum menelusuri koridor
_________________________
Setibanya di rumah, Viara mempersiapkan semua berkas-bekasnya yang akan digunakanuntuk mendaftar menjadi guru di daerah terpencil dengan senyuman yang menghasi wajahnya. Hana yang melewati kamar Viara tersenyum melihat keceriaan diwajah putrinya
"Kamu sedang apa nak?" Tanya Hana lembut
"Ahh bunda, Viara lagi siapin semua berkas Viara untuk mendaftar jadi guru di daerah terpencil itu bunda" balas Viara tersenyum
"Ohh ya nak, dimana tempatmu mengajar setelah jadi guru bantu kontrak?" Tanya Hana kembali
"Di Indonesia timur bunda, di daerah terpencil dekat dengan perbatasan"
"Semangat yah nak, teruslah kejar cita-citamu selama ini" ucap Hana memasukan ijazah PGSD di map Viara
"Terimakasih yah bunda, do'ain Viara biar bisa sukses dan banggain bunda sama ayah" Lirih Viara memeluk ibunya
"Kamu sudah membanggakan kami nak. Satu Pesan bunda, tetaplah menjadi baik dan peganglah semua ajaran dan nasehat yang kau genggam selama ini. Jangan mudah menyerah yah nak, jika kamu lelah, istirahatlah, tapi jangan pernah berhenti untuk menyebarkan kebaikan kepada orang lain" Kata Hana membalas pelukan putihnya
"Iyah bunda, Viara akan selalu mengingatnya. Viara izin keluar yah bunda, ada yang harus Viara kerjakan di luar" ucap Viara menyalami tangan Hana
"Iyah nak, jangan pulang kemalaman yah" ucapan Hana diangguki Viara sambil tersenyum. Setelah mengucapkan salam, Viara segera menaiki motornya dan melaju membelah jalanan kota
______________
Sesampainya di ruang dokter citra
"Halo dokter citra" sapa Viara
"Hai Viara, bagaimana sudah siap untuk kemoterapi?"
"Siap dokter" ucap Viara tersenyum dan segera membaringkan tubuhnya di brankar. Dokter citra tersenyum melihat wajah Viara yang terus tersenyum sejak tadi
"Loh, kok wajahnya cerah banget? Padahal setiap berbaring di brankar udah tegang aja mukanya, bahkan pemeriksaan pun belum dilakukan" ucap dokter citra mengajak Viara berbicara
"Heheh, hari ini aku senang dokter, akhirnya aku telah mengetahui dimana bang Andra bertugas" Seru Viara berbinar
"Benarkah? Kamu sudah tahu dimana dia berada?" Tanya Dokter Citra
"Iyah dokter, dia ada di wilayah Indonesia Timur dan bertugas di daerah dekat perbatasan. Aku tahu saat melihat fotonya dari temanku yang kekasihnya juga bertugas bersama bang Andra disana. Rencananya aku akan kesana untuk mendaftar menjadi guru di daerah terpencil. Aku berharap semoga aku lulus dalam ujian itu" Kata Viara penuh harap
"Aamiin, semoga kamu bisa bertemu dengan tambatan hatimu yah. Seperti biasa aku akan melakukan beberapa pemeriksaan padamu. Setelah itu aku akan memulai kemoterapinya" ucap dokter Citra yang diangguki Viara sambil tersenyum.
"Walaupun kemoterapi ini tidak akan menyembuhkan penyakitku,setidaknya aku masih diberi nafas untuk bertemu denganmu. Tunggu aku disana abang, aku akan datang menemuimu"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments