BAB 5. Peluru Beracun

"Astaghfirullah abang" teriak Viara terkejut melihat jika orang yang terbaring lemah itu adalah seorang tentara yang dikaguminya diam-diam selama ini.

Viara tertegun melihat jika darah terus menyembur dari bahu Andra. Viara segera membuka paksa seragam Andra dan menekan darah agar tidak keluar. Viara mengamati jika bahu Andra terdapat luka tembak dan peluru yang masih bersarang di dadanya

"Dia bisa mati hiks... hiks... " lirih Viara melihat wajah Andra yang begitu pucat.

Dengan bantuan pisau di tangannya, Viara membuka lebih lebar seragam Andra agar dia bisa mengeluarkan peluru di bahu Andra

"Bantu aku Ya Allah" kata Viara memantapkan hatinya dan berusaha mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh Andra

"Astaghfirullah, pelurunya sangat dalam. Sangat sulit untuk mengeluarkannya dengan lubang sekecil ini. Tapi jika dibiarkan Bang Andra bisa mati. Aku harus bagaimana ini, bantu aku ya Allah" gumam Viara menjatuhkan air matanya tepat mengenai pipi Andra. Andra mulai sedikit sadar dan samar-samar melihat jika ada seorang gadis remaja yang ia kenali tengah menangis dan menahan luka di dadanya. Tak berselang lama, Andra kembali tak sadarkan diri tak mampu menahan sakit di tubuhnya

Dengan ucapan bismillah, Viara kembali berusaha mengeluarkan peluru yang sangat sulit dijangkau. Mau tidak mau Viara melukai sedikit luka Andra dengan pisaunya dan mulai menarik peluru yang telah terlihat. Viara mencungkil peluru itu dengan pisaunya dan menarik peluru itu dari dada Andra dengan pelan.

"Alhamdulillah" gumamViara bernafas lega setelah selesai mengeluarkan peluru di dada Andra. Ketika mengamati peluru yang berhasil dikeluarkannya, Viara mencium aroma peluru itu dan tersentak kaget karena peluru tersebut mengandung racun

Viara semakin ketakutan melihat wajah Andra yang bertambah pucat dengan mata yang masih setia tertutup

"Bertahanlah, aku akan manjagamu" ucap Viara mengelus wajah Andra dan segera berlari masuk ke rumah mengambil obat yang dia buat tadi. Viara membacakan doa di obat herbalnya dan mengoleskan obat tersebut di dada Andra yang terkena tembakan tadi.

"Astaghfirullah ada apa nak?" Tanya nenek lula yang menyusul Viara keluar

"Nenek, abang tentara Viara kena tembak hiks.. hiks.. Dan pelurunya ada racunnya" lirih Hana memeluk nenek lula erat. Viara kembali berjongkok untuk memeriksa denyut nadi Andra

"Bang Andra ada disini, dia sudah ditemukan" Kata bang Pandu yang baru saja datang melalui earpeacenya. Bang pandu dan pasukannya segera berjalan mendekati Viara yang menangis di dekat Andra

"Bang, bangun....apa yang terjadi padamu?" Tanya Pandu menepuk pipi Andra

"Bang Andra kena tembak bang, saya sudah mengeluarkan peluru ditubuhnya tapi peluru itu mengandung racun" Lirih Viara berlinang

"Astaghfirullah, kalian cepatlah. Bawa tandu kesini cepat" Teriak Pandu pada pasukannya. Setelah tubuh lemah Andra dibaringkan diatas tandu, para prajurit segera memangkat tubuh Andra dan berlari ke truk mereka

"Nenek, izinkan Viara untuk mengantar bang Andra ke rumah sakit hiks.. hiks." Pinta Viara memohon

"Baiklah nak, Hati-hati yah disana" ucap nenek lula tersenyum pada Viara. Viara memeluk neneknya dan segera berlari menaiki truk yang akan mengantar Andra ke puskesmas terdekat.

"Nek, kenapa nenek izinkan Viara keluar? Bukannya desa lagi ricuh" Tanya mbak lena bingung

"Tidak apa-apa lena, selama dia bersama para tentara itu dia pasti akan baik-baik saja"

___

"Bagaimana ini bisa terjadi dek?" Tanya bang pandu pada Viara yang menangis di sampingnya

"Adek juga nggak tahu bang, tadi terdengar beberapa suara tembakan di samping rumah. Setelah aman, adek keluar karena tadi adek sempat mendengar ringisan seseorang. Saat adek keluar, adek udah liat bang Andra terbaring di tanah hiks.. hiks..." lirih Viara masih dikuasai ketakutan

"Tenanglah dek, In Syaa Allah Andra akan baik-baik saja. Dia termasuk prajurit yang kuat loh dek" Kata Pandu tanpa sadar menghapus air mata yang menggenang di pipi Viara

"Benar begitu bang?" Tanya Viara menatap Pandu

"Iyah dek, apalagi adek udah keluarin peluru dari bahu Andra, pasti dia akan baik-baik saja. Tenanglah dek, berdoalah agar bang Andra baik-baik saja"

"Terimakasih yah bang" Ucap Viara tersenyum manis Pada Pandu.

Deg

"Ada apa denganku? apa aku juga mengalami masalah dengan jantungku?" batin Pandu berdebar menatap senyum tulus gadis kecil di depannya

__________________

Setibanya di rumah sakit, Andra langsung dibawa masuk ke dalam IGD. Pandu dan Viara masih setia menunggu di depan ruangan sedangkan para prajurit lainnya kembali berjaga di depan rumah sakit dan juga di desa tempat terjadinya kerusuhan

20 menit kemudian, dokter keluar ruang IGD dengan mengembangkan senyumannya

"Siapa di antara kalian yang berhasil mengeluarkan peluru ini dari dalam tubuh pasien?" Tanya dokter

"Saya dokter" ucap Viara mengangkat tangannya

"Lalu apa kamu juga yang menaruh ramuan herbal ini di luka pasien?" Tanya dokter lembut

"Ii..iya dokter, apa ada masalah dengan ramuan herbal saya?" Tanya Viara gugup

"Ramuan herbalmu ini sungguh luar bisa nak, peluru yang telah keluar dari dadanya mengandung racun yang cukup berbahaya bagi tubuh. Racun itu tidak menyebar ke seluruh tubunya karena berkat ramuan ini" kata dokter menjelaskan

"Benar begitu dokter, jadi bang Andra baik-baik saja?" Tanya Viara berbinar

"Iyah dek, hanya saja masih ada racun yang tersisah didalam tubuhnya. Tapi kami sudah memberikan pengobatan agar racunnya segera keluar dari tubuhnya" jawab dokter ramah

"Pak tentara, apa kamu yang mengeluarkan peluru dari tubuh pasien? Setelah saya teliti ukuran luka tembak itu cukup dalam dan sangat sulit bahkan perlu tindakan operasi untuk mengeluarkannya?" Tanya dokter pada bang Pandu

"Bukan saya pak, tapi gadis kecil ini yang mengeluarkan pelurunya". Dokter terkejut mendengar ucapan pandu dan kembali melirik Viara

"Nak, bagaimana bisa kau mengeluarkan peluru sedalam itu dari tubuh pasien tanpa operasi. Bisa ceritakan pada saya?" Tanya Dokter yang diangguki Viara. Viara mulai menceritakan saat-saat tegang dimana dia harus terpaksa melukai sedikit luka Andra agar memudahkannya untuk mencungkil peluru. Dokter manggut-manggut dan tersenyum mendengar penjelasan Viara

"Benar-benar anak yang pemberani. kamu telah berhasil menyelamatkan nyawa pasien nak, terlambat sedikit saja maka sangat sulit jika nyawanya tertolong. Terimakasih yah nak"

"Sama-sama dokter, jadi saya boleh ketemu bang Andra dokter?"

"Boleh nak, tapi setelah pasien dipindahkan ke ruang rawatnya yah. Saya permisi dulu"

"Terimakasih dokter" Kata pandu dan Viara serentak. Setelah Andra dipindahkan ke ruang rawatnya, Viara segera memasuki ruang rawat Andra diikuti Pandu dibelakangnya

Viara menyunggingkan senyumnya dan bergegas duduk disamping brankar Andra yang masih setia menutup mata

"Cepat sadar yah bang, adek pengen lihat senyuman abang lagi" batin Viara memandangi wajah teduh Andra

"Dek, adek nggak mau pulang, ini sudah sangat malam dek?" Tanya Pandu

"Nggak bang, adek masih mau disini nemenin bang Andra" balas Viara lembut

"Apa adek nggak dicariin sama orang rumah?" Tanya Pandu kembali

"Tidak bang, adek udah izin tadi sama nenek"

"Ohh yaudah, sekarang kamu istrahat yah, abang mau lanjut patroli lagi. Kalau ada apa-apa beritahu prajurit yang berjaga di depan yah"

"Siap bang" Pandu tersenyum pada Viara dan berjalan keluar ruang rawat Andra.

Merasa tubuhnya semakin lelah, Viara duduk dan membaringkan tubuhnya di sofa yang terdapat di ruangan itu

"Cepat sadar yah bang" gumam Viara tersenyum pada Andra dan perlahan-lahan menutup mata

__________________

Keesokan paginya, Viara terbangun saat terdengar bunyi pintu yang terbuka menampakkan dokter yang masuk memeriksa Andra

"Kondisi pasien normal, denyut nadinya normal dan tekanan darahnya juga normal. Mungkin pengaruh luka dan racun yang masih ada di tubuhnya membuatnya belum sadarkan diri"

Viara yang sejak tadi terdiam memandangi aktivitas dokter mulai membuka suara

"Tapi bang Andra akan baik-baik saja kan dokter?" Tanya Viara

"Iyah dek, dia hanya koma sementara. Jika racunnya hilang maka dia akan segera sadar" ucap dokter menjelaskan

"Alhamdulillah" gumam Viara bernafas lega

"Loh dek, pasien ini siapanya adek. Kok adek ada disini?"

"Saya adiknya dokter" jawab Viara tersenyum

"Ohh adiknya. Lalu apa kau membawa pakaian ganti kakakmu dek, soalnya pasien harus segera dibersihkan"

"Tidak dokter, tapi bisakah saya pulang mengambilnya dulu?"

"Bisa dek, kalau adek sudah datang tekankan tombol di dinding itu, nanti saya akan segera datang"

"Terimakasih dokter" ucap Viara diangguki Dokter sambil tersenyum. Setelah dokter keluar ruangan, Viara kembali mendekati brankar Andra dan mengenggam tangannya

"Adek tinggal sebentar yah bang, nanti adek kembali lagi" ucap Viara dan segera berlalu dari ruang rawat Andra.

"Bagaimana aku pulang, masa jalan kaki sih, kan desa lumayan jauh dari sini" gumam Viara mondar-mandir di teras rumah sakit

"Ada apa dek, kok kayak bingung begitu mukanya?" Tanya pandu yang baru saja datang

"Bang pandu, Viara mau kembali ke desa untuk mengambil baju ganti bang Andra, tapi Viara nggak punya kendaraan untuk pulang"

"Yaudah yuk ikut abang aja, abang akan mengantarmu ke desa. Tapi sebelum berangkat kembali ke rumah sakit, abang akan mengantarmu pulang agar kau meminta izin sekali lagi pada nenekmu"

"Baik bang" ucap Viara yang telah duduk disamping kursi kemudi. Pandu tersenyum dan mulai melajukan truknya menuju ke desa.

"Bang, apa yang terjadi semalam. Kenapa ada bunyi bom meledak berkali-kali?" Tanya Viara

"Ohh semalam ada kerusuhan di perbatasan desa dek, dan bunyi ledakan itu karena ada orang yang melukan bom bunuh diri" jelas pandu

"Apa ada yang terluka karena semalam bang?" Tanya Viara kembali

"Ada 20 warga desa yang luka-luka dek, kalau korban jiwa nggak ada"

"Alhamdulillah" ucap Viara lega dan kembali memperhatikan jalanan yang mereka lewati

"walaupun wajahnya selalu tertutup masker, tapi dia terlihat sangat cantik. Dia juga berani mengeluarkan peluru di dada seseorang hingga orang itu masih bisa melanjutkan hidupnya sekarang. Aku mengagumimu dek" kata Pandu dalam hati sambil tersenyum pada Viara

Setelah sampai di desa, Viara melihat dari kejauhan jika banyak sekali tentara yang berdiri di dekat truk mereka

"Bang pandu, kenapa banyak tentara disana?"

"Ohh mereka pasukan yang dikirim semalam untuk membantu mencegah kerusuhan dan membawa obat-obatan dek" tutur Pandu

"Apa mereka teman-teman abang juga?"

"Iyah dek, mereka teman abang" balas Pandu sambil tersenyum.

Viara mengangguk dan terus mengamati salah satu dari bapak tentara yang ada disana dan tengah membelakanginya

"Sepertinya aku kenal dengan orang itu" batin Viara mengamati dari dalam truk. Setelah keluar dari truk, Viara terus memandangi punggung bapak itu dan mulai tersenyum karena Viara mengenal punggung itu. Punggung yang selalu dia naiki sewaktu dia masih kecil

"Ayah.... " ucap Viara memanggil ayahnya dan berjalan medekatinya. Vian yang mendengar suara yang tidak asing di telinganya segera membalikkan badan dan tersenyum melihat putri kesayangannya yang berjalan kearahnya

"Ayah, Viara rindu ayah hiks... hiks... " lirih Viara memeluk ayahnya erat

"Ayah juga merindukanmu sayang. Apa kau baik-baik saja setelah penyerangan semalam. Bagaimana nenek dirumah?" Tanya Vian menghapus air mata Viara

"Alhamdulillah Viara baik-baik saja ayah, nenek juga nggak apa-apa"

"Alhamdulillah" ucap Vian mengelus puncak kepala putrinya

"Ayah ayo kita ke rumah nenek, nenek pasti senang lihat ayah disini" seru Viara berbinar

"Maafkan ayah nak, ayah harus kembali lagi ke kota sekarang, karena ayah harus mengurus seuatu disana dan banyak yang perlu dilakukan untuk mengurus desa ini dari kekacauan" Tolak Vian lembut

"Jadi ayah akan pergi sekarang, tapi Viara masih kangen sama ayah" lirih Viara berkaca-kaca

"Ternyata putriku tidak berubah, dia masih sama seperti putri kecilku dulu" batin Vian menghapus air mata Viara

"Ayah janji yah nak, setelah urusan ayah selesai, ayah akan datang kesini dan menemuimu lagi. Ayah juga akan membawa bunda bersama ayah"

"Baiklah ayah, ayah sehat-sehat yah selama Viara nggak disamping ayah" ucap Viara kembali memeluk ayahnya

"Ijin komandan, kita harus segera kembali ke kota sekarang". Vian mengangguk pada salah satu bawahannya

"Iyah sayang, ayah pergi dulu yah, jaga diri baik-baik, assalamu'alaikum putriku" ucap Vian tersenyum pada putrinya yang menyalami tangannya

"Walaikumsalam ayah, katakan pada ibu jika Viara merindukannya".

Vian mengangguk dan melambaikan tangannya pada Viara yang juga melambaikan tangannya pada truk yang semakin menjauh

"Aku akan merindukanmu ayah"

Bersambung......

Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!