BAB 10. Menantimu Selalu

"Kau memberikannya perhatian saat dia tertembak peluru. Apa saat itu kamu mulai mencintainya Viara?" Tanya dokter Citra

"Iyah dokter, tapi saat itu aku takut untuk mengatakan perasaanku padanya. Aku takut dia akan menolak cintaku karena saat itu aku masih remaja dan usia kami berbeda 8 tahun. Aku tidak ingin merasakan patah hati diusia sekecil itu" ucap Viara menjelaskan

"Lalu kamu menunjukkan cintamu dengan memberinya perhatian. Kamu memilih memendam perasaanmu sendiri dan mengaguminya dalam diam?" Tanya Tasya diangguki Viara sambil tersenyum

"Lalu bagaimana kau tahu jika abang tentaramu mencintaimu? Apa dia pernah mengatakan padamu sebelumnya?" Tanya dokter Citra kembali. Demi menjawab rasa penasaran kedua temannya, Viara mengontrol nafasnya dan mulai menceritakan kisahnya kembali

Flashback on

Ting...Ting....Ting..

Bel pulang telah berbuyi, semua warga sekolah berbondong-bondong keluar kelas dan pulang ke rumah masing-masing

"Hei Viara, lihatlah abang tentaramu ada disana" Kata Tasya menunjuk kearah depan gerbang. Viara mengikuti arah pandang Tasya dan tersenyum melihat Andra yang berada di seberang jalan sambil menatap kearah sekolahnya

"Aku menemuinya dulu yah"

"Iyah Viara semoga sukses". Viara mengangguk dan mulai melangkahkan kakinya mendekati Andra

"Abang sudah pulang dari rumah sakit?" Tanya Viara senang setelah berdiri didepan Andra

"Iyah dek, baru tadi siang"

"Luka abang bagaimana?" Andra tersenyum melihat raut cemas Viara dan mengusap kepala Viara dengan lembut

"Alhamdulillah lukanya sudah membaik dek, terimakasih sudah menolong mengeluarkan peluru dibahu abang"

"Alhamdulillah,Sama-sama bang" balas Viara bernafas lega mendengar penuturan Andra

"Abang ngapain disini?" Tanya Viara kembali

"Mau jemput adek, temani abang jalan-jalan yuk." Viara mengangukkzn kapalanya dan mulai menaiki jok belakang motor Andra.

Setelah Viara siap, Andra kembali menjalankan motornya mengelilingi desa ditemani gadis kecil yang dirindukannya. Sepanjang perjalanan Andra dan Viara menceritakan pengalaman mereka dan sesekali bercanda sehingga tawa riang terdengar dari keduanya

"Saat-saat seperti ini yang aku tunggu, tertawa bersamamu tanpa adanya hambatan. Aku ingin kita seperti ini selamanya bang, aku ingin bahagia bersamamu" batin Viara menatap pantulan Andra dari kaca spion

"Dek, menurut adek di desa ini dimana tempat yang paling adek sukai?" Tanya Andra lembut

"Tempat yang adek sukai itu diatas bukit bang, disana terlihat jelas pemandangan matahari terbenam dan perumahan warga desa" seru Viara

"Kita kesana yah dek" Viara mengangguk mengikuti kemana Andra membawanya. Viara berpikir jika bersama Andra maka dia akan selalu aman dan baik-baik saja.

Setelah sampai di bukit, Viara segera turun dan mencari posisi yang aman untuk duduk di tanah. Viara tersenyum melihat pemandangan desa dan cahaya matahari senja yang semakin menambah keindahan desanya. Andra beranjak duduk disamping Viara dan terus memandangi wajah Viara yang berbinar melihat pemandangan di depannya

"Bang, terimakasih telah membawa adek kembali ke tempat ini. Sudah lama sekali adek ingin datang kesini" seru Viara masih menatap indahnya matahari senja

"Abang senang jika kau bahagia dek." Viara tertegun mendengar ucapan lembut Andra dan menoleh menatap Andra

"Apa maksud abang berkata seperti itu?" Tanya Viara menatap mata Andra. Andra tersenyum manis dan meraih kedua tangan Viara dan menggenggamnya erat

"Abang sayang kamu dek." Viara merasa jantungnya berhenti berdetak mendengar pengakuan Andra. Viara mencoba mencari kebeneran di mata Andra, namun yang Viara lihat hanyalah ketulusan yang terpancar dimata Andra. Viara mengembangkan senyumannya dengan wajah yang telah merah merona

"Adek juga sayang sama abang. Selama ini adek sembunyikan perasaan ini karena adek takut abang akan menolak adek" Ucap Viara lembut

"Kenapa adek berpikir seperti itu?"

"Karena usia kita yang berbeda jauh dan terpaut 8 tahun. Nenek bilang agar adek jangan terlalu berharap dengan cinta adek. Karena nenek tidak mau adek terluka dengan harapan adek yang ketinggian. Jadi adek lebih memilih mencintai abang diam-diam" kata Viara. Andra mengusap pipi merona Viara dengan lembut dan mengusap puncak kepala Viara

"Nenek memang benar dek, adek jangan berharap lebih sama abang. Setelah abang mengungkapkan perasaan abang padamu, maka adek jangan terlalu berharap sama abang. Abang takut adek terluka karena abang juga manusia yang bisa melakukan kesalahan. Teruslah belajar dan kejarlah cita-citamu setelah itu pikirkan tentang cintamu. Jika kita memang berjodoh, maka Allah akan tetap mempersatukan kita sejauh apapun kita terpisah" Ucap Andra lembut yang diangguki Viara sambil tersenyum. Andra mengontrol nafasnya dan kembali menatap Viara yang tersenyum manis padanya

"Dek, besok abang akan segera kembali" ucapan singkat itu berhasil meluluh lantakkan hati Viara. Viara yang baru saja merasa bahagia kembali menjatuhkan air matanya

"Udah yah dek, abang tau ini berat untukmu, tapi ikhlaskanlah abang pergi yah" ucap Andra mengelus air mata Viara

"Tapi bang hiks.. Adek nggak sanggup jika jauh dari abang" lirih Viara semakin terisak

"Iyah dek, abang juga merasakan hal yang sama sepertimu. Tapi ingatlah pesan abang, tetap jadi wanita yang baik dan penuh senyuman saat abang tidak disampingmu. Teruslah ceria dan tersenyum melewati hari-harimu. Jangan selalu memikirkan abang, karena itu akan menambah harapanmu pada abang, sedangkan hanya pada Tuhanmu lah kamu berharap dek. Jika adek merindukan abang, maka teruslah berdoa agar kita segera dipertemukan. Jangan pernah bosan meminta, jodoh itu ada di tangan Allah, jadi rayulah sang pemilik hati agar dia yang selalu kamu nanti segera dipersatukan" turur Andra lembut sambil mengusap kepala Viara mencoba menenangkannya. Viara menghapus air matanya dan meraih kedua tangan Andra

"Terimakasih bang, terimakasih karena telah berbagi cerita bersama adek, terimakasih telah membuat hari hari adek bahagia. Dan juga terimakasih karena telah membalas perasaan adek kepada abang. Adek akan mengikhlaskan abang pergi, tapi ingatlah pesan adek ini Bang

"Katakanlah dek" kata Andra lembut. Viara tersenyum dan mengenggam kedua tangan Andra

"Aku menantimu bukan karena kau tampan, mapan, atau karena jabatan. Tapi aku menantimu karena aku butuh bimbingan" Andra menganggukan kepalanya mendengar penuturan Viara dan membawa Viara ke pelukan hangatnya. Mereka tersenyum bersama sambil menikmati pemandangan matahari senja yang perlahan-lahan terbenam.

"Aku berharap semoga kita dipertemukan kembali suatu saat nanti, aku hanya akan mencintaimu selalu, karena bagiku kau cinta pertamaku setelah ayahku dan cinta terakhirku, jika aku pergi meninggalkan dunia suatu saat nanti, maka wajah ingin terakhir kulihat hanyalah wajahmu saja" batin Viara bersandar di dada bidang Andra sambil menyunggingkan senyuman

"Ngomong-ngomong, besok abang kembali pukul berapa?"

"Pukul 6 pagi dek. Sekarang kita pulang yuk, pasti nenek udah nungguin adek di rumah." Viara tersenyum dan melangkahkan kakinya disamping Andra yang mengenggam tangannya erat. Viara tersenyum bahagia karena untuk pertama kalinya tangannya digenggam oleh Andra setelah selama ini dia hanya mengaguminya dalam diam.

__________________

"Astaghfirullah nak, nenek sama mbak lena cariin kamu kemana-mana, Tasya bilang kamu pergi sama abang tentara" ucap nenek lula

"Maaf yah nek, saya ajakin Viara nggak ijin dulu" Kata Andra

"Tidak apa-apa nak, nenek merasa Viara aman jika bersamamu"

"Kalau begitu saya pamit dulu yah, assalamu'alaikum"

"Walaikumsalam abang sayang" ucap Viara diangguki Andra sambil tersenyum, sedangkan nenek lula dan mbak lena melongo tak percaya dengan ucapan Viara. Setelah Andra pergi, nenek Lula dan mbak Lena segera menghampiri Viara yang memandangi Andra yang telah menjauh

"Apa yang kau ucapan tadi? Abang sayang?" Tanya mbak Lena

"Hehe Iyah mbak, emang salah yah?"

"Itu tidak salah sayang, nenek hanya takut ucapanmu menganggu pak tentara" Tutur nenek lula

"Tidak nenek, itu tidak akan menganggu pak tentara, karena Viara udah jadian sama pak tentara tadi"

"APA!!" Mulut nenek lula dan mbak lena kembali menganga, sedangkan Viara hanya tersenyum dan berjalan meninggalkan keduanya yang terdiam mematung di tempat

Didalam kamarnya, Viara meloncat-loncat bahagia teringat pengakuan Andra tadi. Wajah dan senyuman Andra selalu terbayang di benaknya membuat Viara tak bisa memejamkan mata

"Aku harus segera tidur, agar aku tidak ketinggalan perpisahan dengan bang Andra besok" Ucap Viara memeluk bantal gulingnya dan perlahan-lahan menutup mata.

Keesokan paginya, Viara terperanjat kaget saat melihat jam di dinding tertera pukul 6 lebih lima menit. Viara segera meraih hijabnya dan langsung berlari keluar. Dengan sekuat tenaga, Viara berlari kearah Koramil meskipun dadanya yang terasa sesak karena kembali merasakan sesak nafas. Setelah sampai di koramil, Viara hanya melihat Tasya dan ayahnya yang tengah berbicara dengan beberapa Babinsa

"Tasya, dimana para tentara yang lainnya?" Tasya Viara dengan nafas tersengal-sengal

"Mereka sudah pergi 8 menit yang lalu, berbaliklah kebelakang" ujar Tasya. Viara berbalik dan tertegun melihat truk para tentara sudah berlalu dan hampir tak terlihat lagi diujung jalan. Air matanya tumpah menahan sesak didadanya. Viara menangis karena tidak bisa bertemu pujaan hatinya untuk terakhir kalinya

______________

"Sejak saat itu, aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Aku belum melambaikan tangan padanya, aku belum memeluknya untuk terakhir kali dan aku bahkan belum mengucapkan kata perpisahan padanya" lirih Viara meneteskan air mata teringat masa lalunya. Tasya mengusap punggung bergetar Viara karena Tasya tahu perjuangan yang dilakukan Viara 8 tahun yang lalu sampai sekarang

"Apakah selama 8 tahun ini kalian saling berkomunikasi atau sekedar mengirim surat?" Tanya Dokter citra

"Tidak dokter, aku bahkan tidak sempat meminta nomor ponselnya dulu. Aku juga tidak tahu dimana tempatnya bertugas setelah pergi dari desaku" Ucap Viara menghapus air matanya

"Lalu bagaimana dia akan mengingat wajahmu setelah 8 tahun terpisah, tanpa komunikasi pula?" Tanya Tasya bingung

"Walaupun tanpa komunikasi, aku masih tetap rindu dan mencintainya seperti dulu. Dalam doaku aku selalu berharap agar dia mengenaliku meski sudah banyak perubahan di wajahku, aku harap dia bisa mengenaliku saat melihat mata ini" turur Viara sambil tersenyum

"Tapi Viara, jika kamu bertemu dengannya dan dia telah berkeluarga, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Tasya

"Aku akan mundur dan belajar untuk mengikhlaskannya. Meskipun akan sangat menyakitkan jika itu kenyataannya, aku akan menerimanya dengan lapang dada. Aku hanya ingin sebelum aku terbalut kain kafan, aku ingin mengugkapkan padanya bahwa aku masih mencintainya dan setia menunggunya sampai saat ini"

Bersambung......

Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!