BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu

"Uhuk... Uhuk... Dokter" panggil Viara pelan yang baru saja siuman

"Alhamdulillah kamu sudah sadar Viara" ucap Dokter Citra bernafas lega

"Apa yang terjadi dokter?" Tanya pelan Viara yang melihat selang infus ditangannya

"Kau pingsan saat dibawa kesini Viara, aku sedang menunggu kedatanganmu sejak tadi, tapi syukurlah kau baik-baik saja" Ucap Dokter Citra senang

"Apa obat semalam sudah tidak berfungsi dokter?" Tanya Viara kembali

"Obatnya masih bagus kok, emangnya kenapa?"

"Aku sudah meminumnya semalam tapi tetap saja obatnya tidak bekerja" jawab Viara lemah

"Itu karena kamu ketakutan Viara sehingga obat yang kamu minum tidak berfungsi dengan baik di tubuhmu" kata dokter Citra menjelaskan

"Dokter tolong jangan katakan penyakitku ini kepada orang lain yah dok, biarlah ini jadi rahasia kita saja" pinta Viara berusaha untuk bangun

"Baiklah Viara, teruslah jaga kondismu dengan baik, aku akan memanggil temanmu yang ada di luar" Ucap Dokter Citra membantu Viara bersandar

"Teman?" Tanya Viara terkejut

"Iyah Viara, sejak 2 jam yang lalu dia menunggumu di depan. Sebentar aku panggilkan" tutur Dokter Citra berjalan keluar ruangan

Tak berselang lama, pintu ruang IGD terbuka menampakkan Pandu yang tersenyum cerah pada Viara

"Dek, maafin abang yah, karena abang menakutimu kamu jadi seperti ini" ucap Pandu memegang tangan Viara

"Nggak apa-apa bang" Ucap Viara menyunggingkan senyuman

"Nggak apa-apa gimana, abang udah nyakitin kamu sampai seperti ini"

"Iyah juga yah bang, ngomong-ngomong apa abang siap adek hukum?" Tanya Viara kembali

"Iyah dek abang siap, tinggal pilih saja dek mau kamu abang pushup shitup atau pullup?"

"Tidak ketiganya bang" ucap Viara menahan tawa

"Lalu, adek mau apa sama abang?" tanya Pandu. Tiba-tiba perut Viara berbunyi nyaring mewakili pikirannya Viara saat ini

"Mau makan? Yaudah ayo kita cari makanan sama-sama" ajak Pandu diangguki Viara sambil tersenyum

"Dokter, teman saya sudah boleh pulang kan?" Tanya Pandu pada dokter Citra

"Boleh bang, silahkan saja kalau mau dibawa pulang. Tapi ingat jangan lupa sebar undangannya padaku yah" ucap dokter Citra membuat Viara melongo tak percaya

"Ihh dokter apaan sih" ucap Viara dengan wajahnya yang memerah

"Siap dokter, nanti kasih alamat dokter biar tukang posnya nggak salah alamat" jawab Pandu kembali membuat Viara menganga

"Hahha Oke bang, silahkan dibawa pulang" lanjut dokter Citra senang

"Ayo dek, kita pulang" ucap Pandu menarik tangan Viara

"Awas kamu dokter"

______

"Abang ngapain sih, malah setuju sama ucapan dokter tadi" ucap Viara cemberut

"Ya nggak apa-apa kali, lagipula dokternya kan benar" balas Pandu tersenyum melihat tangannya yang digenggaman Viara

"Benar darimana? Emang abang mau nyebar undangan?" Tanya Viara sedikit kesal

"Iyah dek, undangan makan malam"

"Kalau undangan tentang itu sih nggak apa-apa, adek nggak diundang juga seneng" kata Viara tersenyum mengejek

"Loh mau kamu nggak di undangan makan?"

"Mau toh, kan adek pintar masak, jadi tinggal set set set jadi" ucap Viara menjulurkan lidahnya pada Pandu

"Ohh yaudah kita langsung pulang nggak ada acara makan-makan" kata Pandu berjalan cepat meninggalkan Viara

"Ehh ehh bang jangan gitu dong, kan abang udah bilang mau tebus kesalahan" ujar Viara menahan tangan Pandu

"loh, katanya nggak mau, jadinya nggak usah" ucap Pandu menahan tawanya melihat wajah cemberut Viara

"Ahh Iya deh bang, siap salah. Yaudah kita langsung ke warung yuk, udah laper nih" ucap Viara menarik tangan Pandu agar mengikutinya

Setelah keluar dari gerbang rumah sakit, kebetulan ada warung makanan di seberang jalan hingga Pandu dan Viara memutuskan untuk makan diwarung tersebut

"Bang, ini makannya mahal-mahal semua" kata Viara melihat kertas menu di tangannya

"Nih bang, masa nasi ayam bakarnya 25 ribu, padahal di kampung adek cuma 20 ribu loh" Ucap Viara menunjukkan kertas menu

"Cuman beda 5 ribu toh dek, nggak usah nego lagi"

"Iyah sih bang, tapi tetap aja mahal"

"Jadi mau pesan apa selain nasi ayam bakar dek?" Tanya Pandu mencoba tetap sabar menghadapi gadis di depannya

"Abang hitung sampai 3 kalau nggak ada yang dipilih biar nasi ayam bakar aja. Setiap hitungan maka sambalnya nambah"

"Tapi bang... "

"Tiga"

"Aduh mana mahal semuanya lagi" gumam Viara cemas

"Dua" ucap Pandu tersenyum melihat wajah kebingungan Viara

"Sa...... "

"Iyaiya nasi sama mangut lele aja bang"ucap Viara cepat

"Yakin nasi mangut lele aja?" Tanya Pandu kembali

"Iyah bang yakin" jawab Viara cepat

"Oke mbak, mangut lelenya 2 porsi yah, tingkat pedasnya level 30" ucap Pandu membuat Viara membulatkan matanya

"Jangan mbak, nggak usah pake level-level pedasnya" pinta Viara memohon

"Jangan denger dia mbak, levelnya tetap level 30" tutur Pandu

"Jangan mbak, nggak usah pake level-level" pinta Viara memohon

"Aduhh kalian ini, saya pusing tahu, Lama-lama saya tambahin levelnya jadi 50 nih" ucap mbak pelayan

"Boleh mbak, malah lebih bagus lagi" ucap Pandu tersenyum mengejek pada Viara.

"Baiklah pesanan saya sudah tulis jadi nggak bisa diubah lagi" ucap pelayanan itu mencatat pesanan Pandu di buku kecilnya

"Mbak sini biar saya aja yang nulis" ucap Pandu diangguki pelayan itu yang langsung menyerahkan buku kecilnya ke tangan Pandu

"Awas aja kalau nambahin levelnya lagi" ancam Viara menatap tajam lelaki di depannya

"Oke dek, abang tambahin lagi levelnya" kata Pandu tersenyum kembali menulis di buku kecil itu

"Jangan dong bang, kepedasan itu mah, adek nggak sanggup tahu" bujuk Viara menarik lengan Pandu

"Lebih baik adek duduk diam, kalau adek masih melawan abang tambahin lagi levelnya" Ucap Pandu sedikit tegas. Viara akhinya pasrah dan menyentak-nyentakkan kakinya menuju meja mereka

"Ini mbak, jangan lupa baca note nya di lembar dibelakangnya" ucap Pandu

sambil tersenyum dan segera menyusul Viara.

Pelayan itu membuka lembaran dibelakangnya dan membaca tulisan yang tertera disana

Tolong pedasnya level 10 aja yah, tapi buatlah kuahnya menjadi warna merah seolah level pedasnya 50. Saya nggak sanggup jika lihat teman saya nangis karena kepedasan. Oke

Pelayan itu tersenyum dan segera ke dapur untuk menyiapkan pesanan pandu

"Dek" panggil Pandu

"Apa!!!" jawab Viara tegas

"Loh dek, jangan marah-marah toh" bujuk Pandu

"Bagaimana nggak marah, masa pesanannya level pedasnya sampe level 50, Lama-lama telinga adek bisa jadi cerobong asap tahu. Mulut adek juga bakalan keluar api" kesal Viara

"Bagus toh dek kalau mulutnya keluar api, bisa bakar satenya di mulut adek" goda Pandu

"Huhh daripada bakar sate, mending bakar abang aja" kesal Viara membuat Pandu menahan tawanya

"Ini pesanan kalian" ucap pelayan tadi menyerahkan pesanan Pandu di meja mereka

"Mbak, sesuai level kan?" tanya Pandu mengedipkan matanya pada pelayan itu

"Iyah bang, kebetulan stok cabe di dapur banyak, jadi levelnya ditambahin jadi level 70" tutur mbak pelayan

"APAA" Kata Viara keget

"Bagus sekali mbak, ini uangnya plus bonus buat mbak" ucap Pandu menyerahkan 3 uang biru ketangan pelayan itu dan mulai melahap makanannya. Sementara Viara hanya diam menatap Pandu yang begitu lahap memakan makanannya

"Kalau aku makan nih, langsung mati kayaknya" batin Viara bergidik ngeri melihat merahnya cabe di piring makannya

"Kenapa cuman dilihat, ayo makan" perintah Pandu

"Nggak mau, nanti adek sakit lagi" tolak Viara

"Loh dek, ini ungkapan terimakasih abang untuk adek karena udah maafin abang, nggak baik loh dek kalau di tolak" Ucap Pandu berpura-pura murung

"Ini bukan ungkapan terimakasih, tapi ancaman tembuhuhan" ucap Viara memberanikan dirinya untuk menyantap makanan di depannya

"Jika adek mati, maka adek akan hantui abang kemanapun abang pergi" ancam Viara menodongkan garpu tepat di depan wajah Pandu yang menahan tawa melihat gadis di depannya

"Semoga nggak mati setelah ini" gumam Viara cemas. Dengan ucapan bismillah, Viara pelan-pelan memasukkan makan ke mulutnya. Ketika makan itu menyentuh lidah Viara, Viara tertegun karena rasa pedasnya tidak seperti dipikirannya, justru rasa pedasnya sudah pas sesuai seleranya

"Loh kok nggak pedas sih,pasti gara-gara abang nih" Ucap Viara tak percaya

"Oh mau pedasnya nambah yah dek, Oke mbak..mbak..."

"Ehhh jangan, sudah pas kok pedasnya. Makasih abang ganteng" ucap Viara menatap tajam Pandu dan melanjutkan makannya. Sementara Pandu hanya diam menahan tawa melihat gadis di depannya

"Ternyata Viara yang ini beda sama Viara lain yang kutemui di desa, yang ini jauh lebih menarik" batin Pandu menyunggingkan senyumnya menatap gadis di depannya

Setelah selesai menyantap makanan mereka, Pandu meminta izin ke depan untuk menerima panggilan. Viara yang mencari sepasang sandalnya tertegun saat melihat secarik kertas di lantai dan langsung mengambilnya

"Kertas apa ini?" gumam Viara menatap kertas di tangannya. Karena rasa penasaran yang tinggi, Viara lantas membuka dan membaca yang tertulis disitu. Seketika Viara mengembangkan senyumnya membaca note yang ditulis Pandu pada pelayan tadi

"Selain menyebalkan dan bar-bar, ternyata dia perhatian juga yah"

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Maya Puspita

Maya Puspita

semoga Andra cepat mengetahui klau itu viaranya thor

2022-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!