BAB 7. Aku Mengagumimu Viara

Kini sinar matahari telah menghilang digantikan dengan cahaya rembulan yang menerangi angkasa. Viara segera memasuki ruang rawat Andra dan tersenyum melihat wajah teduh Andra yang masih setia menutup mata

"Cepat bangun yah bang" ucap Viara lembut dan mulai mengaji di samping brankar Andra. Pandu yang baru membuka pintu ruang rawat Andra tersenyum melihat Viara masih setia menemani Andra. Pandu menunggu Viara selesai mengaji baru dia akan bertanya kepadanya.

Setelah Viara selesai mengaji, Pandu yang sejak tadi bediri di pintu mulai mengeluarkan suaranya

"Dek, sekarang adek istirahat yah, biar bang Andra abang yang jagain. Pasti adek capek kan nemenin bang Andra seharian?"

"Tidak bang, adek nggak lelah kok, justru adek senang bisa nemenanin bang Andra disini. Adek juga udah minta izin sama nenek dan nenek menyetujuinya" Tutur Viara sambil tersenyum. Pandu akhirnya pasrah dan membiarkan Viara tetap menemani Andra

"Tetap disini yah dek dan jangan keluar dari rumah sakit. Di lokasi yang tidak jauh disini tengah terjadi keributan dan para warga saling serang. Jika terjadi sesuatu, segera temui abang. Abang ada di depan untuk menjaga tempat ini" tutur pandu

"Baik bang" Pandu tersenyum dan segera meninggalkan ruang rawat Andra untuk berjaga di depan rumah sakit

Drrtt.... Drrt....

Viara segera mengambil ponselnya yang bergetar diatas nakas dan menjawab panggilan dari neneknya

"Halo assalamu'alaikum nak, kamu dimana. Kamu baik-baik saja kan?" Suara nenek Lula terdengar cemas

"Walaikumsalam, alhamdulillah Viara baik-baik saja nek. Viara masih dirumah sakit menemani bang Andra. Lagipula di sini aman kok nek karena banyak tentara yang berjaga di luar rumah sakit"

"Alhamdulillah, jaga dirimu baik-baik yah sayang" Kata nenek lula bernafas lega

"Iyah nek, nenek juga jaga diri yah. Besok Viara akan segera pulang ke rumah"

"Iyah nak, sudah dulu yah sayang, assalamu'alaikum cucuku"

"Walaikumsalam nek" balas Viara tersenyum dan mematikan sambungan teleponnya.

Boooooomm

Boooooomm

Bunyi ledakan cukup keras terdengar dari arah pedesaan. Viara refleks mengenggam tangan Andra dengan bibirnya yang terus melafalkan doa-doanya kepada sang Pencipta untuk bisa menguasai ketakutannya.

Dalam mimpinya, Andra melihat jika Viara tengah bersembunyi di belakang tubuhnya karena takut mendengar ledakan keras dari rumah-rumah warga yang terbakar di depan mereka

"Abang adek takut hiks.. hiks..." lirih Viara terisak di punggung Andra. Andra tersenyum dan mengelus punggung ketakutan itu mencoba untuk memenangkannya

"Tenanglah dek, semuanya akan baik-baik saja. Abang akan ada dan melindungimu selalu" Kata Andra lembut didalamnya mimpinya.

Sedangkan Viara kembali menangis ketakutan mendengar ledakan yang kian menjadi-jadi

Boooooomm

Boooooomm

Boooooomm

"Ayah, Viara takut" lirih Viara memeluk kedua kakinya yang bergetar hebat. Viara melihat jendela ruang rawat Andra yang terbuka mencoba menahan rasa takutnya dan berjalan mendekati jendela itu. Viara telah berdiri di depan jendela dan tertegun melihat kobaran api dari arah desa dengan asap hitam yang menggumpal menghiasi langit.

Boooooomm......

Viara melihat rumah warga kembali meledak dengan kobaran api yang semakin besar langsung menutup jendela itu dan memeluk kakinya erat.

Berjam-jam Viara lewati dengan penuh ketakutan di rumah sakit itu karena sejak tadi ledakan terus terdengar dan menganggu suasana hati Viara.

Viara menghapus air matanya dan melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 12 lebih sepuluh menit. Viara beranjak bangun dari duduknya dan memilih tidur untuk menenangkan hatinya yang masih dilanda ketakutan.

Ketika Viara melangkah mendekati sofa, Viara melirik Andra dan terperanjat kaget melihat Andra yang mengigil dengan wajah yang sangat pucat.

"Astaghfirullah, demamnya tinggi sekali" Kata Viara saat menyentuh kening Andra, bahkan rasa kantuknya telah hilang saking terkejutnya Viara. Viara segera berlari keluar ruangan untuk meminta pertolongan dokter, namun suasana di dalam rumah sakit itu sangat mencekam dengan dokter yang terus mondar mandir karena kewalahan menerima pasien yang terus berdatangan.

"Bagaimana ini, semua dokter sangat sibuk membantu warga desa yang terus berdatangan" gumam Viara cemas. Viara segera mengambil air dingin dari Tara dan kembali berlari ke ruang rawat Andra.

Viara dengan telaten mengompres kening Andra yang begitu panas dengan bibirnya yang mengigil. Viara menjatuhkan air matanya melihat wajah pucat itu sambil terus mengompres kening Andra.

Pandu yang mengecek situasi didalam rumah sakit segera masuk kedalam kamar Andra. Seketika senyum pandu mengembang melihat Viara yang merawat Andra meski jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Pandu menutup pintu sangat pelan dan kembali berpatroli di dalam rumah sakit. 2 jam kemudian, Pandu kembali lagi ke ruang rawat Andra dan tertegun melihat Viara masih setia merawat Andra, bahkan Viara masih tetap terjaga di jam yang sudah menunjukkan pukul 3 dini hari.

"Bang pandu, pasien kembali berdatangan di luar, bisakah anda membantu saya mengantar mereka ke dalam ruangan?" pinta dokter jamal dengan nafas tersengal-sengal. Pandu mengangguk dan mulai membantu para dokter yang kelelahan karena korban dari serangan di desa yang terus saja berdatangan.

_________

Viara kembali memeriksa suhu tubuh Andra seketika menyunggingkan senyumannya karena suhu tubuh Andra sudah kembali normal. Viara melirik jam dinding dan tertera pukul 4 dini hari. Karena tak kuat lagi melangkahkan kakinya ke sofa, Viara akhirnya tertidur sambil terus mengenggam tangan Andra erat.

Pandu yang baru saja selesai membantu dokter segera datang ke ruang rawat Andra untuk memastikan kondisi Viara. Ketika Pandu membuka pintu, Pandu tersenyum melihat Viara yang sudah tertidur pulas dalam posisi duduk, sedangkan tangannya terus mengenggam tangan Andra erat

"Benar-benar gadis yang baik. Aku semakin mengagumi" gumam Pandu tersenyum dan berjalan mendekati Viara. Pandu mengambil selimut diatas sofa dan memakaikannya di tubuh Viara agar Viara tidak kedinginan

"Tidur yang nyenyak yah dek" gumam Pandu mengelus puncak kepala Viara dengan lembut. Setelah memastikan Viara dan Andra aman Pandu perlahan-lahan menutup pintu agar dua orang yang telelap didalamnya tidak terusik dengan keributan di luar

"entah apa yang aku rasakan, semoga hasilnya baik kedepannya"

Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!