BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu

"Cucuku sayang, udah terbalas kangennya sama ayah bunda?" Tanya nenek lula pada cucunya yang baru kembali dari kota

"Masih kangen sih nek, tapi sekolah akan segera dimulai setelah libur panjang"

"Kenapa nggak sekolah di kota saja nak, kan disana lebih bagus sekolahnya, ada ayah bundamu juga disana" Tanya nenek Lula

"Nggak apa-apa kok nek, Aku sengaja bersekolah disini biar bisa jagain nenek" balas Viara memeluk neneknya

"Cucu nenek udah makin pinter aja, cantik lagi"

"Hahha terimakasih nenek. Ngomong-ngomong nek tadi sewaktu perjalanan kesini, Viara ngelihat banyak tentara di koramil di dekat rumah kepala desa. Ada apa yah nek?"

"Mereka ada latihan gabungan disini nak, mereka juga ditugaskan untuk mengamankan desa kita dari serangan kelompok bersenjata baru-baru ini"

"Apa!!desa kita diserang nek?" Tanya Viara terkejut

"Iyah sayang, beberapa hari yang lalu. Tapi semuanya aman terkendali kok." Seketika Viara bernafas lega mendengar penuturan neneknya

"Alhamdulillah. Emang cuman tentara aja yah nek yang jagain desa kita?

"Eits... Makanya mata itu dipake dong, bukan hanya tentara yang ada, tapi polisi juga banyak" ucap mbak Lena, keponakan nenek lula

"Yeeee, orang nggak lewat kantor polisi kok, jadinya nggak lihat"

"Sudah-sudah, sekarang istirahat lah nak, pasti kamu lelah setelah perjalanan jauh kesini"

"Baiklah nek, tapi kok mbak lena bungkus makanan sebanyak itu, ada acara adat yah nek?" Tanya Viara melihat banyaknya lauk dan hidangan di depan mbak Lena

"Nggak sayang, itu semua pesanan para tentara yang kamu lihat tadi"

"Benarkah, sini Viara bantu" seru Viara antusias

"Lahdala nak, baru juga sampai. Udah disuru istirahat malah ngotot mau kerja. Biar mbak aja yang kerja, mbak masih kuat kok"

"Nggak mau mbak, Viara tetap mau bantu kerja" bantah Viara dan segera turut membantu membungkus makanan. Mbak Lena sangat menolak dibantu Viara karena wajah Viara terlihat pucat, apalagi tubuhnya yang cepat lelah walaupun pekerjaannya baru saja dimulai. Namun melihat senyuman nenek lula akhirnya mbak lena pasrah dan membiarkan Viara membantunya

_____________

"Sudah selesai mbak, kalau dihitung jumlahnya ada 160 bungkus. Banyak juga yah tentaranya" ucap Viara

"Itu bukan hanya untuk tentara, tapi untuk polisi juga. Semua bungkusannya dibagi empat yah Viara"

"Oke mbak" kata Viara dan mulai membagi empat tempat semua bungkusan makanan itu

"Sudah mbak, masing-masing tempat berjumlah 40 bungkus"

"Yaudah terimakasih Viara, mbak pergi anterin pesanan om-om ganteng itu yah"

"Viara ikut yah mbak" Pinta Viara

"Tapi Viara, kau kan..."

"Viara janji nggak bakalan repotin mbak. Viara mohon" pinta Viara memelas. Mbak lena yang tidak tega menolak permintaan Viara menghela nafas dan menganggukkan kepalanya

"Yeah terimakasih mbak lena. Tunggu sebentar yah, aku ambil masker dulu" seru Viara senang

"Yaudah sana" Viara mengangguk dan segera mengambil maskernya. Setelah memakai masker,Viara ikut keluar bersama mbak lena untuk mengantar makanan pesanan para abdi negara tersebut

"Nah sudah sampai. Kamu yang bawain semua pesanan pak tentara yah, mbak mau ke asrama polisi dulu mau nganter pesanan mereka. Nggak apa-apa kan?" Tanya mbak lena

"Nggak apa-apa mbak, mbak hati-hati yah, aku kedalam dulu" ucap Viara tersenyum dan mulai berjalan masuk ke koramil sambil menenteng 2 kantung kresek berat ditangannya

"Ya ampun Viara, baru juga nginjak halamannya udah capek aja nih badan" guman Viara yang mulai kelelahan

"Begini nih kalau jarang olahraga, tapi kok badanku kurus yah, nggak kayak orang-orang lain yang kegemukan karena jarang olahraga" guman Viara masih berusaha berjalan melawan peluh di tubuhnya

"Sini dek, biar abang bantu" terdengar suara bariton dari arah belakang Viara dan langsung mengambil 2 kantung keresek besar dari tangan Viara. Viara menahan nafasnya melihat keindahan pahatan ciptaan tuhan, pemilik dari suara bariton merdu yang telah berdiri tegak di sampingnya

"Saya tahu saya ganteng, tapi jangan sampai melotot gitu dong matanya" kata Andra tersenyum

"Heheh maaf bang" Viara menjadi salah tingkat dan berjalan mendahului Andra karena senyuman Andra yang kembali meluluhkan hatinya

"Jadi tentara kok ganteng banget sih, padahal di Batalyon ayah banyak yang ganteng, tapi ini lebih ganteng lagi" Kata Viara dalam hati

____

"Ohh jadi awal kalian bertemu itu di desa yah?" Tanya dokter citra

"Benar dokter, dulu di desa kami terjadi serangan kelompok bersenjata jadinya banyak tentara sama polisi yang ikut mengamankan desa" jawab Tasya dibalas anggukan kepala oleh Viara

"Lalu Viara, saat itu berapa usiamu dan usia abang tentaramu itu?" Tanya dokter Citra kembali

"Usia kami beda 8 tahun dokter, saat itu usiaku 14 tahun dan masih kelas 8 SMP, sedangkan abang tentaraku berusia 22 tahun saat itu"

"Wah, cinta beda usia yah. Aku baru tahu sekarang. Kenapa nggak dari dulu ceritanya?" Tanya Tasya memoyongkan bibir

"Hehehe gimana mau cerita kamunya nggak tanyain sama aku sih"

"Maaf jika aku penasaran sama cerita kamu Viara, bisa ceritain lagi nggak, aku makin penasaran sama kisah cinta kamu" pinta dokter Citra

"Nggak apa-apa dokter, aku akan lanjut menceritakannya"

"Lanjutkan"

_________

"Wah, makanannya udah datang. Ayo kalian semua makan dulu" ucap Gery yang kegirangan melihat 2 kantung kresek di tangan Andra

"Iyah teman-teman, makanlah dulu" ucap Andra mulai membagikan satu-persatu bungkus makanan dibantu oleh Viara

"Aku sepertinya pernah melihat gadis ini, tapi dimana yah" batin Andra melirik Viara disampingnya

"Yah makanannya kurang bang, nggak semua prajurit kebagian" ucap Danu

"Berapa banyak prajurit yang belum kebagian?" Tanya Andra

"Sekitar 12 orang lagi" jawab Danu

"Nggak apa-apa bang, kami akan memasak saja di dapur, pak kepala desa baru saja mengantarkan bahan makan kesini" Kata Pandu

"Ohh yaudah bang, semangat"

Pandu dan beberapa prajurit yang belum kebagian makanan mengangguk dan segera menuju ke dapur untuk memasak makanan untuk mereka. Viara yang ingin membantu para prajurit segera keluar dari teras koramil dan berlari mengejar Pandu

"Bang, bisakah saya membantu kalian di dapur?"

"Tentu bisa dek, makin ramai kan makin seru" ucap Pandu tersenyum. Viara mengangguk dan mulai mengikuti langkah prajurit menuju ke dapur

"Apa saja bahan makanan yang tersedia disini?" Tanya Viara yang telah memasuki dapur

"Cuman ada bahan alam saja dek, seperti singkong, jagung, kelor dan pepaya muda" jelas Pandu

"Disitu juga ada nangka sebuah. Mau diapain yah mangkanya?" tanya adam bingung

"Adek punya ide bang, bisakah sebagian dari abang-abang mengupas singkongnya dan sisanya memisahkan kelor dari tangkainya?"

"Bisa dek" ucap para prajurit serentak dan mulai mengikuti arahan Viara. Viara sesekali tertawa mendengar candaan para prajurit yang begitu menyenangkan dan sangat ramah padanya. Viara menyunggingkan senyumnya melihat keseriusan para prajurit yang mengerjakan tugas mereka di dapur

"Ternyata selain menembak mereka juga pandai mengerjakan urusan dapur" batin Viara terus mengamati para prajurit yang bekerja

"Dek, ini singkongnya udah dikupas. Selanjutnya mau diapain?"

"Singkongnya langsung diparut aja bang" perintah Viara yang sejak tadi memotong daging buah nangka

"Siap komandan" ucap para prajurit serentak dan mulai memarut singkong. Setelah singkong selesai di parut, Viara ikut duduk di lantai dan mulai mengolah singkong parut tersebut.

Para prajurit terus mengamati Viara yang tengah mencampur adonan singkong dengan kelapa parut, gula merah, garam dan irisan buah nangka

"Ohh jadi ini gunanya nangka tadi?"

"Iyah benar bang, setelah adonan tercampur, maka adonan akan dibungkus daun pisang dan di kukus selama 20 menit"

"Ohh baiklah dek, biarkan kami yang membungkusnya dengan daun pisang"

"Iyah bang, Viara tunjukin caranya yah" Ucap Viara dan mulai mengajarkan cara menbungkus adonan singkong kedalam daun pisang. Viara sangat mudah menjelaskan karena para prajurit langsung mengerti dan mulai membungkus semua adonan singkong sampai habis. Viara tersenyum pada para prajurit dan mulai memanaskan kukusan.

Andra yang sejak tadi berdiri di depan pintu tersenyum senang melihat gadis kecil yang tengah membantu para prajurit di depan sana

"Benar-benar gadis yang sangat unik"

Bersambung.....

Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!