"Cucuku sayang, udah terbalas kangennya sama ayah bunda?" Tanya nenek lula pada cucunya yang baru kembali dari kota
"Masih kangen sih nek, tapi sekolah akan segera dimulai setelah libur panjang"
"Kenapa nggak sekolah di kota saja nak, kan disana lebih bagus sekolahnya, ada ayah bundamu juga disana" Tanya nenek Lula
"Nggak apa-apa kok nek, Aku sengaja bersekolah disini biar bisa jagain nenek" balas Viara memeluk neneknya
"Cucu nenek udah makin pinter aja, cantik lagi"
"Hahha terimakasih nenek. Ngomong-ngomong nek tadi sewaktu perjalanan kesini, Viara ngelihat banyak tentara di koramil di dekat rumah kepala desa. Ada apa yah nek?"
"Mereka ada latihan gabungan disini nak, mereka juga ditugaskan untuk mengamankan desa kita dari serangan kelompok bersenjata baru-baru ini"
"Apa!!desa kita diserang nek?" Tanya Viara terkejut
"Iyah sayang, beberapa hari yang lalu. Tapi semuanya aman terkendali kok." Seketika Viara bernafas lega mendengar penuturan neneknya
"Alhamdulillah. Emang cuman tentara aja yah nek yang jagain desa kita?
"Eits... Makanya mata itu dipake dong, bukan hanya tentara yang ada, tapi polisi juga banyak" ucap mbak Lena, keponakan nenek lula
"Yeeee, orang nggak lewat kantor polisi kok, jadinya nggak lihat"
"Sudah-sudah, sekarang istirahat lah nak, pasti kamu lelah setelah perjalanan jauh kesini"
"Baiklah nek, tapi kok mbak lena bungkus makanan sebanyak itu, ada acara adat yah nek?" Tanya Viara melihat banyaknya lauk dan hidangan di depan mbak Lena
"Nggak sayang, itu semua pesanan para tentara yang kamu lihat tadi"
"Benarkah, sini Viara bantu" seru Viara antusias
"Lahdala nak, baru juga sampai. Udah disuru istirahat malah ngotot mau kerja. Biar mbak aja yang kerja, mbak masih kuat kok"
"Nggak mau mbak, Viara tetap mau bantu kerja" bantah Viara dan segera turut membantu membungkus makanan. Mbak Lena sangat menolak dibantu Viara karena wajah Viara terlihat pucat, apalagi tubuhnya yang cepat lelah walaupun pekerjaannya baru saja dimulai. Namun melihat senyuman nenek lula akhirnya mbak lena pasrah dan membiarkan Viara membantunya
_____________
"Sudah selesai mbak, kalau dihitung jumlahnya ada 160 bungkus. Banyak juga yah tentaranya" ucap Viara
"Itu bukan hanya untuk tentara, tapi untuk polisi juga. Semua bungkusannya dibagi empat yah Viara"
"Oke mbak" kata Viara dan mulai membagi empat tempat semua bungkusan makanan itu
"Sudah mbak, masing-masing tempat berjumlah 40 bungkus"
"Yaudah terimakasih Viara, mbak pergi anterin pesanan om-om ganteng itu yah"
"Viara ikut yah mbak" Pinta Viara
"Tapi Viara, kau kan..."
"Viara janji nggak bakalan repotin mbak. Viara mohon" pinta Viara memelas. Mbak lena yang tidak tega menolak permintaan Viara menghela nafas dan menganggukkan kepalanya
"Yeah terimakasih mbak lena. Tunggu sebentar yah, aku ambil masker dulu" seru Viara senang
"Yaudah sana" Viara mengangguk dan segera mengambil maskernya. Setelah memakai masker,Viara ikut keluar bersama mbak lena untuk mengantar makanan pesanan para abdi negara tersebut
"Nah sudah sampai. Kamu yang bawain semua pesanan pak tentara yah, mbak mau ke asrama polisi dulu mau nganter pesanan mereka. Nggak apa-apa kan?" Tanya mbak lena
"Nggak apa-apa mbak, mbak hati-hati yah, aku kedalam dulu" ucap Viara tersenyum dan mulai berjalan masuk ke koramil sambil menenteng 2 kantung kresek berat ditangannya
"Ya ampun Viara, baru juga nginjak halamannya udah capek aja nih badan" guman Viara yang mulai kelelahan
"Begini nih kalau jarang olahraga, tapi kok badanku kurus yah, nggak kayak orang-orang lain yang kegemukan karena jarang olahraga" guman Viara masih berusaha berjalan melawan peluh di tubuhnya
"Sini dek, biar abang bantu" terdengar suara bariton dari arah belakang Viara dan langsung mengambil 2 kantung keresek besar dari tangan Viara. Viara menahan nafasnya melihat keindahan pahatan ciptaan tuhan, pemilik dari suara bariton merdu yang telah berdiri tegak di sampingnya
"Saya tahu saya ganteng, tapi jangan sampai melotot gitu dong matanya" kata Andra tersenyum
"Heheh maaf bang" Viara menjadi salah tingkat dan berjalan mendahului Andra karena senyuman Andra yang kembali meluluhkan hatinya
"Jadi tentara kok ganteng banget sih, padahal di Batalyon ayah banyak yang ganteng, tapi ini lebih ganteng lagi" Kata Viara dalam hati
____
"Ohh jadi awal kalian bertemu itu di desa yah?" Tanya dokter citra
"Benar dokter, dulu di desa kami terjadi serangan kelompok bersenjata jadinya banyak tentara sama polisi yang ikut mengamankan desa" jawab Tasya dibalas anggukan kepala oleh Viara
"Lalu Viara, saat itu berapa usiamu dan usia abang tentaramu itu?" Tanya dokter Citra kembali
"Usia kami beda 8 tahun dokter, saat itu usiaku 14 tahun dan masih kelas 8 SMP, sedangkan abang tentaraku berusia 22 tahun saat itu"
"Wah, cinta beda usia yah. Aku baru tahu sekarang. Kenapa nggak dari dulu ceritanya?" Tanya Tasya memoyongkan bibir
"Hehehe gimana mau cerita kamunya nggak tanyain sama aku sih"
"Maaf jika aku penasaran sama cerita kamu Viara, bisa ceritain lagi nggak, aku makin penasaran sama kisah cinta kamu" pinta dokter Citra
"Nggak apa-apa dokter, aku akan lanjut menceritakannya"
"Lanjutkan"
_________
"Wah, makanannya udah datang. Ayo kalian semua makan dulu" ucap Gery yang kegirangan melihat 2 kantung kresek di tangan Andra
"Iyah teman-teman, makanlah dulu" ucap Andra mulai membagikan satu-persatu bungkus makanan dibantu oleh Viara
"Aku sepertinya pernah melihat gadis ini, tapi dimana yah" batin Andra melirik Viara disampingnya
"Yah makanannya kurang bang, nggak semua prajurit kebagian" ucap Danu
"Berapa banyak prajurit yang belum kebagian?" Tanya Andra
"Sekitar 12 orang lagi" jawab Danu
"Nggak apa-apa bang, kami akan memasak saja di dapur, pak kepala desa baru saja mengantarkan bahan makan kesini" Kata Pandu
"Ohh yaudah bang, semangat"
Pandu dan beberapa prajurit yang belum kebagian makanan mengangguk dan segera menuju ke dapur untuk memasak makanan untuk mereka. Viara yang ingin membantu para prajurit segera keluar dari teras koramil dan berlari mengejar Pandu
"Bang, bisakah saya membantu kalian di dapur?"
"Tentu bisa dek, makin ramai kan makin seru" ucap Pandu tersenyum. Viara mengangguk dan mulai mengikuti langkah prajurit menuju ke dapur
"Apa saja bahan makanan yang tersedia disini?" Tanya Viara yang telah memasuki dapur
"Cuman ada bahan alam saja dek, seperti singkong, jagung, kelor dan pepaya muda" jelas Pandu
"Disitu juga ada nangka sebuah. Mau diapain yah mangkanya?" tanya adam bingung
"Adek punya ide bang, bisakah sebagian dari abang-abang mengupas singkongnya dan sisanya memisahkan kelor dari tangkainya?"
"Bisa dek" ucap para prajurit serentak dan mulai mengikuti arahan Viara. Viara sesekali tertawa mendengar candaan para prajurit yang begitu menyenangkan dan sangat ramah padanya. Viara menyunggingkan senyumnya melihat keseriusan para prajurit yang mengerjakan tugas mereka di dapur
"Ternyata selain menembak mereka juga pandai mengerjakan urusan dapur" batin Viara terus mengamati para prajurit yang bekerja
"Dek, ini singkongnya udah dikupas. Selanjutnya mau diapain?"
"Singkongnya langsung diparut aja bang" perintah Viara yang sejak tadi memotong daging buah nangka
"Siap komandan" ucap para prajurit serentak dan mulai memarut singkong. Setelah singkong selesai di parut, Viara ikut duduk di lantai dan mulai mengolah singkong parut tersebut.
Para prajurit terus mengamati Viara yang tengah mencampur adonan singkong dengan kelapa parut, gula merah, garam dan irisan buah nangka
"Ohh jadi ini gunanya nangka tadi?"
"Iyah benar bang, setelah adonan tercampur, maka adonan akan dibungkus daun pisang dan di kukus selama 20 menit"
"Ohh baiklah dek, biarkan kami yang membungkusnya dengan daun pisang"
"Iyah bang, Viara tunjukin caranya yah" Ucap Viara dan mulai mengajarkan cara menbungkus adonan singkong kedalam daun pisang. Viara sangat mudah menjelaskan karena para prajurit langsung mengerti dan mulai membungkus semua adonan singkong sampai habis. Viara tersenyum pada para prajurit dan mulai memanaskan kukusan.
Andra yang sejak tadi berdiri di depan pintu tersenyum senang melihat gadis kecil yang tengah membantu para prajurit di depan sana
"Benar-benar gadis yang sangat unik"
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments