BAB 4. Ketakutan Viara

"Nak, tadi Tasya menelpon, dia bilang akan ada pengajian malam ini di mushala. Kamu mau pergi kesana nak?" Tanya nenek lula setelah selesai makan malam bersama

"Iyah nek, Viara akan pergi kesana" ucap Viara sambil menahan sensasi berputar di kepalanya

"Apa kamu yakin nak,wajahmu sangatlah pucat. Apa kamu sakit sayang?" Tanya nenek lula cemas

"Nggak nek, mungkin Viara hanya kelelahan saja. Tapi setelah Viara istirahat sedikit, Viara pasti baikan kok nek" Ucap Viara mencoba tersenyum pada neneknya

"Yaudah istirahat sebentar yah nak, jika kamu ingin pergi ke pengajian itu, jangan lupa minum obat"

"Iyah siap nek, Viara pamit ke kamar dulu yah nek" Nenek lula tersenyum sambil menganggukan kepalanya pada cucu satu-satunya itu

"Maafin Viara yah nek, Viara nggak bisa ceritain masalah Viara pada kalian semua. Tapi semoga tubuh Viara baik-baik saja" gumam Viara berlalu ke kamarnya

Drrrt... Drrt..

Viara yang baru saja selesai meneguk obatnya segera mengambil ponselnya dan menjawab panggilan video dari ibunya

"Assalamu'alaikum Bunda, ayah. Kalian sehat?" Tanya Viara melihat wajah kedua orang tuanya

"Walaikumsalam nak, Iyah kami sehat. Bagaimana kabar kalian semua nak?" Tanya Hana diseberang sana

"Alhamdulillah kami semuanya sehat bunda"

"Tapi nak, kok wajah putri ayah yang cantik ini pucat?" Tanya Vian melihat wajah putrinya yang terlihat sangatlah pucat walaupun dari layar ponsel

"Viara baik-baik aja ayah, Viara hanya sedikit kelelahan jadinya begini" ucap Viara kembali berbohong

"Jangan terlalu banyak bekerja dan cukuplah istirahat yah nak, Bunda nggak mau anak bunda sakit. Nanti nenek sedih loh, siapa nanti yang bakalan jagain nenek"

"Hehe Iyah bunda, bunda tenang aja. Bunda sama ayah nggak usah mikirin nenek, kan Viara pernah berjanji sama bunda untuk jagain nenek selama Viara ada disini" tutur Viara sambil tersenyum

"Iyah sayang, kami percaya padamu" ucap Hana tersenyum manis pada putrinya

"Sayang, ayah dengar di desa pernah terjadi penyerangan. Jika penyerangan terjadi lagi segera berlindung di tempat yang aman dan jagain nenek selalu yah. Ayah sudah memerintahkan pasukan ayah disitu untuk melindungi kalian dan warga-warga di desa" ucap Vian menjelaskan

"Iyah siap ayah" balas Viara

"Ngomong-ngomong ayah nggak kesini yah, Viara rindu ayah sama bunda loh" ucap Viara memelas

"Maafkan ayah sama bunda yah sayang yang belum bisa mengunjungimu di desa, tapi ayah janji setelah urusan ayah disini selesai, ayah akan menyempatkan waktu untuk menemui mu di desa"

"Janji yah ayah" ucap viara menghapus air matanya

"Iyah sayang ayah janji. Apa pernah ayah mengingkari janjinya pada putrinya sendiri"

"Hehhe nggak pernah ayah. sudah dulu yah ayah bunda, udah adzan isya disini. Viara mau ke mushala karena setelah shalat isya ada pengajian bersama disana"

"Baiklah sayang, jangan lupa pesan ayah sama bunda yah"

"Siap komandan. Assalamu'alaikum ayah bundaku sayang"

"Walaikumsalam sayang" Viara tersenyum pada kedua orang tuanya dan memutuskan sambungan videonya

Nenek lula yang sejak tadi mendengar percakapan Viara bersama kedua orang tuanya tersenyum dan perlahan-lahan menutup pintu kamar Viara

"Kalian memang orang tua yang hebat"

____________________

Setelah Shalat isya bersama, para jamaah belum meningalkan tempat karena mereka akan mengikuti pengajian di mushala. Tak berselang lama, tirai pun terbuka dan menampakkan pak ustad yang mulai sedikit berceramah.

"Berhubung malam ini adalah malam jum'at, kita akan membaca surah Al-kahf secara bersama-sama. Karena Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum'at"

"ayo dek Viara, silahkan maju" perintah pak ustad ramah. Viara mengangguk dan segera maju kedepan untuk memipin pengajian.

Viara yang akan memimpin pengajian mulai melantunkan ayat-ayat dari Surah Al-kahf. Suaranya sangatlah merdu sehingga semua orang yang mengikuti pengajian merasakan tenang dan nyaman membaca bacaan ayat-ayat suci itu. Andra tertegun membiarkan lantunan indah itu menyentuh lembut indra pendengarannya. Setelah Viara selesai membaca semua ayat-ayat surat Al-kahf, Andra tak henti-hentinya menatap kagum pada Viara sambil menyunggingkan senyumnya

Setelah pengajian selesai, Tasya dan Viara berjalan kaki untuk pulang kerumah diikuti beberapa tentara dibelakang mereka termasuk Andra

"Wah Viara, suaramu sangatlah merdu tadi. Dimana kau belajar mengaji, aku juga ingin melantunkan ayat-ayat Al-quran semerdu tadi" ucap Tasya berbinar

"Aku tidak belajar di TPQ atau semacamnya Tasya"

"Jadi kau belajar dimana?" Tanya Tasya penasaran

"Aku belajar dari ayahku. Sejak aku kecil, ketika ayahku selesai melakukan shalat isya, aku selalu datang dan duduk di sampingnya, karena pada saat itu ayahku melantunkan ayat-ayat suci yang memenangkan hatiku. Aku terkadang sering mengikuti ayah untuk mengaji dan alhamdulillah aku bisa melantunkan ayat-ayat suci itu sama seperti ayahku" ucap Viara tersenyum mengingat ayahnya. Bagi viara ayahnya adalah laki-laki terhebat sekaligus cinta pertama bagi seorang putri. Ayahnya sangat penuh kelembutan dan sama sekali tidak pernah memarahi atau melakukan kekerasan pada keluarganya. Itulah mengapa viara selalu berdoa agar kelak pendamping hidupnya nanti juga sehebat dan sebaik ayahnya

Para prajurit yang mendengar ucapan Viara manggut-manggut sambil terus berjalan dibelakangnya

"Wah ternyata paman Vian sangatlah hebat"

"Benar Tasya, dia adalah lelaki sekaligus prajurit kebangaanku. aku bangga menjadi anaknya" kata Viara mantap

Para prajurit menyunggingkan senyumnya dan mulai berdiskusi dibelakang Viara yang sudah berjarak agak jauh dari mereka

"Ternyata ucapanmu benar bang, dia putrinya Danyon"

"Benar-benar wanita idaman, siapapun yang akan menjadi pendamping hidup Viara, pasti dia sangatlah beruntung memiliki wanita sehebat Viara" seru Pandu mengamati punggung Viara didepannya

"Tapi dia masih remaja loh, mungkin dia bukanlah pendamping salah satu dari kita nanti" kata Bayu pasrah

"Jodoh ditangan Allah, meskipun umur beda jauh, tapi jika Allah berkata itu jodohmu, maka kalian akan tetap dipersatukan" ucap Andra mantap yang diangguki teman-temannya. Sebelum masuk ke barak, Andra menghentikan langkahnya dan beralih menatap punggung Viara dari jauh

"Gadis yang unik. Semoga kamulah pendamping hidupku nanti"

_________

Setelah pulang dari mushala, Viara segera memetik tanaman obat yang ditanamnya di halaman belakang rumah. Setelah mencuci bersih daun obat tersebut, Viara mulai bergelayut dengan lumpang dan alu sambil terus membaca buku panduan di depannya

"Menurut buku ini, obat seperti ini dapat digunakan untuk penanganan pertama saat terkena racun. Manfaatnya cukup banyak bagi tubuh walaupun bahan dasarnya dari tumbuhan seperti ini" gumam Viara sambil terus menumbuk tanaman obat tersebut.

"Ini sudah jam 11 malam, tapi kok ada keributan di luar yah" gumam Viara yang seperti mendengar suara keributan tidak jauh dari rumahnya

"Ahh sudahlah, mungkin itu warga yang ronda malam" gumam Viara kembali menumbuk tanaman obatnya. Viara yang kembali merasa sesak nafas segera mencium aroma dari obat yang dibuatnya. Tak berselang lama, nafas Viara kembali teratur meski keringat membasahi keningnya

"Ternyata obat ini ampuh juga, jadi nggak usah minum obat jika masih bisa menggunakan obat herbal seperti ini" gumam Viara senang dengan khasiat obatnya

"Tunggu, keributan apa itu?" gumam Viara cemas karena bunyi keributan yang semakin besar dan mendekat

Boooooomm

"NENEK!!!!" Teriak Viara ketakutan setelah mendengar ledakan cukup keras

"Viara kamu tidak apa-apa sayang, sini ikut nenek ke kamar nenek"kata nenek lula cemas karena mendengar teriakan cucunya dan ledakan barusan

Nenek lula segera membuka buku di lemari kamarnya dan lemari itu kemudian terbuka memperlihatkan ruang rahasia didalamnya

"Ayo sayang masuk, kita aman disini" ucap nenek lula kemudian menutup kembali pintu yang berbentuk lemari itu setelah cucunya masuk

"Nenek, apa yang terjadi diluar?" Tanya Viara ketakutan

"Ada kericuhan di luar sayang, warga desa sebelah mulai menyerang desa kita"

Boooooomm

"Nenek Viara takut hiks..." lirih Viara ketakutan setelah mendengar ledakan yang cukup keras lagi. Nenek lula terus mendekap Viara erat dan ditemani mbak lena yang juga bersembunyi di ruangan rahasia itu

"Bagaimana ini nek, ada beberapa pemberontak di depan rumah" ucap Mbak lena ketakutan

"Tenanglah, jangan cemas. Kita akan baik-baik saja" ucap nenek lula memeluk keduanya

Dooor...

Dooor....

Dooor...

"Tiarap" perintah nenek lula diikuti oleh mbak lena dan Viara yang ketakutan setengah mati.

Dooor...

Dooor..

Dooor..

Kembali terdengar bunyi tembakan di halaman rumah nenek lula sehingga Viara menutup mulutnya agar suara tangisannya tidak terdengar

"Ayah Viara takut" batin Viara mengingat ayahnya karena selama ini ayahnya selalu ada dan melindunginya disaat keadaan genting. Tapi sekarang keadaannya jauh berbeda. Ayahnya tidak ada disini untuk melindunginya. Hanya neneknya saja dan mbak lena yang memeluknya erat sambil tiarap

Dooor....

Dooor

Dooor

Aarrhhggg

Ringis kesakitan seseorang di samping rumah nenek lula. Tak berselang lama, suara tembakan dan keributan di luar rumah tidak lagi terdengar

"Nenek apakah sudah aman di luar?" Tanya Viara cemas

"Iyah nak, sepertinya semua sudah aman. Tapi kita harus tetap waspada"

"Siapa yang terluka nek, nenek denger nggak suara ringisan seseorang tadi?" Tanya Viara

"Tidak nak, nenek cuman denger suara tembakan saja"

"Viara keluar dulu yah nek, siapa tahu ada seseorang yang terluka di luar"

"Iyah sayang, Berhati-hatilah. Jika kamu mendengarkan keributan lagi, segera masuk ke dalam yah dan bawa pisau ini untuk jaga-jaga"

"Iyah nek" balas Viara mengambil pisau dari genggaman neneknya. Dengan ucapan bismillah, Viara melangkahkan kakinya mencari sumber suara ringisan tadi. setelah membuka pintu belakang rumah,Viara tertegun melihat dari arah yang sedikit gelap terdapat seseorang yang terbaring disana. Viara melanjutkan langkahnya untuk mendekati orang itu dan alangkah terkejutnya ia melihat orang yang terbaring lemah di depannya

"Astaghfirullah abang!!!!!"

Bersambung....

Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!