BAB 18. Maafkan Aku Viara

Viara yang ketakutan setengah mati berlari masuk ke kamarnya dan menguncinya dari dalam

"Astaghfirullah Viara, ada apa? Kayak dikejar maling aja" ucap Ila khawatir

"Diluar.. Diluar..." kata Viara mencoba mengontrol nafasnya yang memburu

"Diluar ada apa Viara? Kenapa kamu ketakutan seperti ini?" Viara yang akan menjawab Ila kembali merasakan sesak didadanya. Viara segera berlari mengeluarkan obatnya dari laci mejanya dan meneguknya dengan cepat

"Jangan dulu ya Allah, jangan dulu ambil nyawa hamba" batin Viara merasakan sesak yang teramat sangat hingga sudut matanya mengeluarkan air. 2 menit kemudian, nafas Viara perlahan-lahan teratur dan pikirannya mulai tenang

"Ada apa diluar Viara?apa ada hantu?" Tanya Syifa cemas

"Ahh nggak ada apa-apa diluar, kupikir aku melihat hantu, ternyata hanya kambing di depan rumah" sangkal Viara yang tak mau membuat temannya ketakutan

"Ya ampun, lihat kambing aja kamu sampe mau mati. Udah keringat dingin lagi"

"Heheh maaf" cengir Viara

"Ehh Viara, kenapa obat yang kamu minum banyak sekali?" Tanya Ila menunjukkan kantung obat Viara yang langsung diambil oleh Viara

"Ini...ini semuanya Vitamin kok" sangkal Viara gelagapan

"Sebanyak itu?" Tanya Ila tak percaya

"Iyah, semuanya memiliki manfaat yang berbeda-beda" jawab Viara mencoba tersenyum disaat ketakutan masih menjadi didalam tubuhnya.

"Teman-teman, jangan buka pintu kamar yah malam ini" pinta Viara memohon

"Kenapa Viara?" Tanya Ila bingung

"Yah jangan aja, please" bujuk Viara diangguki kedua temannya.

"kamu aneh Viara, pasti ada sesuatu yang tidak beres denganmu" batin Ila menatap Viara yang merebahkan dirinya di ranjangnya.

Viara merebahkan dirinya di ranjang dan memakai selimut sampai menutupi kepalanya berusaha menyembunyikan ketakutannya.Di dalam selimut itu, Viara terbaring lemah dengan alat bantu pernapasan yang menutupi hidungnya. Rasa ketakutannya begitu besar sehingga nafasnya ikut menjadi sesak

"Tenanglah Viara, tenang. Agar obat di tubuhmu bisa bekerja dengan baik" gumam Viara mencoba menenangkan hatinya. Namun pikiran Viara tetap tak menentu mengingat kisah masa kecilnya yang berkaitan dengan ular. Sudah berkali-kali Viara mencoba menghilangkan ketakutannya, namun ketakutan yang melanda hatinya tak kunjung hilang

______

Keesokan paginya, Ila beranjak dari duduknya dan membangunkan Viara yang masih tertidur didalam selimutnya

"Viara bangun, ini sudah pukul 6 pagi"

"Ayo Viara bangun" ucap Ila lembut. Viara perlahan-lahan membuka mata dan beranjak bangun dengan kantung mata yang begitu hitam membuat Ila tersentak kaget

"Astaghfirullah Viara, kenapa bisa begini? Apa kamu tidak bisa tidur semalam?" Tanya Ila cemas

"Iya Ila, aku baru tertidur pukul 4 tadi" ucap Viara lemah

"Ada apa Viara? Apa yang terjadi padamu?" tanyanya lagi.

"Sebenarnya aku...." Viara yang akan menjawab Ila membulatkan matanya melihat jam yang tertera di dinding

"Astagfirullah, aku bisa telat ke rumah sakit nanti" batin Viara segera mengambil handuk dan berlari ke kamar mandi

"Aku yakin ada yang tidak beres denganmu Viara" kata Ila dalam hati.

Setelah selesai bersiap-siap dan meminta izin keluar pada teman-temannya, Viara melangkahkan kakinya keluar rumah menuju ke halte bus

"Hai dek, mau kemana?" Tanya Andra

"Mau ke kota bang, adek ada keperluan disana" jawab Viara tersenyum pada pemilik hatinya itu

"Ohh yaudah sekalian sama personil abang aja, mereka juga akan ke kota hari untuk membeli kebutuhan logistik" ajak Andra lembut

"Apa mereka nggak keberatan bang, takutnya adek malah nyusahin mereka nanti?" Tanya Viara kembali

"Sama sekali tidak dek, ayo naiklah ke truk, sini abang bantu" ucap Andra membantu Viara naik ke truk

"Kok abang nggak naik juga?" Tanya Viara setelah naik di truk

"Abang ada rapat sama Kepala Desa hari ini jadi nggak sempat ikut dek. Ada bang Pandu dan rekan abang yang akan menjagamu, adek tenang saja yah" ucap Andra diangguki Viara sambil tersenyum.

Setelah semua prajurit menaiki truk, pratu Bayu mulai mengemudikan truknya, sedangkan Viara tersenyum membalas lambaikan tangan Andra padanya

"Adek mau ke kota juga?" Tanya Pandu pada gadis disampingnya

"Iyah bang, kenapa emangnya?" Tanya Viara

"Yah nggak apa-apa sih dek, tapi adek nggak takut soal ular semalam" Kata Pandu kembali membuat Viara ketakutan sehingga Viara meremas boneka beruang kesayangannya. Pandu kembali menahan tawa melihat wajah ketakutan gadis di sampingnya,sementara bang Rama yang tidak tega melihat wajah ketakutan Viara bergeser dan duduk di samping kanan Pandu

"Hei bang, sebenarnya ular itu nggak ada kan, hanya abang saja yang suka nakutin Viara" bisik Rama

"Suiit diamlah, nanti dia denger bagaimana?" ucap Pandu berbisik

"Sebaiknya abang hentikan saja mengerjai Viara, apa abang nggak tega mel- wajah ketakutannya itu" tutur bang Rama

"Tidak Apa-apa Rama, semuanya aman-aman saja kok, lagipula Viara nggak kenapa-napa" bisik Pandu tersenyum

"Hati-hati bang, nanti kualat kamu baru tahu rasa" bisik Rama segera bergeser menjauhi Pandu.

Viara yang ketakutan kembali merasakan sesak nafas hingga darah keluar dari hidungnya. Karena tak kuat lagi menahan sesak dan sakit di kepalanya, Viara akhirnya menutup mata dan ambruk tak sadarkan diri

Brukkkk

"Astaghfirullah Adek!!..." Teriak Rama dan Pandu serentak. Pandu segera mengangkat kepala Viara dan diletakkannya di pangkuannya

"Dek bangun dek, astaghfirullah adek" ucap Pandu cemas melihat darah yang terus saja mengalir di hidung Viara.

Iqbal yang mendengar keributan di belakangnya segera turun dari kursi depan dan memasuki belakang truk. Setelah menaiki truk, alangkah terkejutnya Iqbal melihat Viara terbaring lemah dengan darah yang terus mengalir dari hidungnya

"Astaghfirullah Ara, apa yang terjadi padamu" cemas Iqbal. Pandu terus menepuk-nepuk wajah Viara namun Viara tetap setia menutup matanya.

Pandu yang khawatir segera memercikkan air di wajah Viara, namun usahanya nihil karena Viara terus saja menutup matanya

"Apa yang terjadi padamu Ara, kenapa kau seperti ini?" Tanya Iqbal cemas sambil menyumpal darah di hidung Viara.

Merasa ponselnya bergetar, Pandu lantas mengambil ponselnya dan menjawab panggilan dari Devan

"Halo Devan, ada apa?" Tanya Pandu

"Maaf ini bukan Devan, tapi aku Ila, temannya Viara. Danru bilang jika Viara pergi bersama kalian di kota, apa dia baik-baik saja? Kondisinya kurang sehat karena semalam dia tidak bisa tidur" Tanya Ila di seberang sana

"Kenapa Viara nggak bisa tidur?" Tanya Pandu cemas

"Entahlah bang, setelah kembali dari pos kalian, Viara langsung masuk dan mengalami ketakutan yang sangat hebat. Entah ketakutan apa yang dirasakannya sehingga membuatnya hanya tidur 2 jam saja semalam" ucap Ila membuat Pandu tertegun

"Astaghfirullah, apa karena ular semalam jadinya dia seperti ini?" batin Pandu mulai ketakutan

"Ya Allah dek, bangun toh dek jangan tidur terus, abang khawatir sama kamu. Bangunlah dek, bangun. Jangan buat abang tambah cemas lagi" kata Pandu terus menepuk-nepuk pipi Viara yang wajahnya sangatlah pucat

"Maafkan abang yang menakutimu semalam dengan ular itu sehingga kondisimu seperti ini dek, maafkan abang" lirih Pandu mengusap wajah pucat Viara diatas pangkuannya.

"Apa maksudmu bang? Abang menakuti Viara dengan ular!!!?" Tanya Iqbal dengan suara meninggi. Pandu tertunduk dan menganggukkan kepalanya tanda membenarkan ucapan Iqbal

"Keterlaluan Kamu PANDU!!!" geram Iqbal dan langsung membogem mentah pipi Pandu

Bugh...

Sebelum Iqbal melakukan sesuatu yang nekat, bang Rama segera menahannya

"Apa kau tidak tahu kalau Viara trauma dengan ular" geram Iqbal menatap tajam Pandu seolah siap membunuhnya

"Trauma?"

"Tentu saja Viara trauma akan ular hiks..hiks.. " amarah Iqbal langsung hilang dan merengkuh tubuh lemah sahabatnya

"Bangun Ara, bangun hiks... hiks.. " lirih Iqbal menjatuhkan air matanya.

"Aku tidak mau kehilanganmu Ara, cukup adikku saja yang pergi, tidak denganmu Ara hiks.. hiks...." lirih Iqbal memeluk Viara. Iqbal yang terdengar tegas dan garang kini menjatuhkan air matanya melihat kondisi sahabatnya saat ini.

"jika sesuatu terjadi pada adikku, akan kubunuh kamu Pandu" Tegas Iqbal dengan matanya sudah sangat merah menahan amarah dan tangisannya.

"Sudah bang, sekarang bukan waktunya untuk menyalahkan, tapi memikirkan cara agar Viara segera bangun" ucap Rama mencoba menenangkan Iqbal.

Setelah sampai di kota, Iqbal mengendong Viara dan berlari memasuki rumah sakit

"Dokter tolong adek saya dokter" Teriak Iqbal memanggil-manggil dokter. Dokter Citra yang mengenali suara itu segera menhampiri Iqbal dan alangkah terkejutnya ia melihat wajah Viara yang terbaring lemah di gendongan Iqbal

"Citra, tolong adikku" pinta Iqbal dengan matanya yang sembab

"Baiklah perawat cepat bawa brankarnya kesini" Teriak dokter Citra

"Ayo Iqbal, baringkan dia disini" Iqbal segera membaringkan Viara di brankar dan membantu perawat mendorong brankar itu

"Tunggu disini Iqbal, aku akan melakukan yang terbaik untuk Viara" ucap Dokter Citra dan segera masuk ke ruang IGD.

Iqbal yang merasa bersalah karena telah memukul Pandu segera menghampiri Pandu yang juga tengah menahan tangisnya melihat ruang IGD di depannya

"Bang Pandu, maafkan aku karena telah memukulmu, aku dimakan emosi jadinya seperti ini" Ucap Iqbal

"Aku yang harusnya minta maaf karena telah melukai adikmu bang. Aku memang layak mendapatkan pukulanmu. Jika kamu masih mau memukulku maka pukul saja aku bang, pukul aku" ucap Pandu menarik tangan iqbal dan di pukulnya ke wajahnya sendiri

"Sudahlah Pandu, tidak apa-apa. Ara akan baik-baik saja setelah mendapatkan perawatan yang baik" ucap Iqbal mengelus punggung Pandu yang bergetar hebat

"Tadi abang bilang Viara mengalami trauma akan ular? Bisa ceritakan padaku bang?" pinta Pandu. Iqbal menghela nafasnya dan mulai menceritakan kisah semasa kecilnya bersama Viara

"Sewaktu kami kecil, Aku berteman baik dengan Viara, begitu juga Viara yang menjadi teman baik adikku Tasya dan Risya. Saat kedua adikku bermain bersama Viara di depan teras rumahku, adik kecilku Risya tak menyadari ada ular dibelakangnya. Ular tersebut akhirnya mematuk adikku hingga adikku meninggal karena itu. Aku dan adikku Tasya sangatlah terpukul dengan kepergian adik kami, tapi Viara jauh lebih terpukul daripada kami. Bagi Viara, Risya adalah teman terbaiknya, kemana-mana Viara pergi maka Viara selalu mengajak Risya bersamanya. Sudah banyak kenangan Viara bersama Risya, bahkan ada 1 album foto tebal yang semuanya berisi foto kebersamaan Viara dan Risya. Semenjak kepergian Risya, Viara selalu menangis dan ingin sekali bermain dengan Risya. Namun Risya saat itu telah menyatu dengan tanah yang selalu ditatap oleh Viara gundukannya. Semenjak saat itu, aku dan adikku Tasya selalu ada dan bermain untuk menghilangkan kesedihan Viara. Karena kebersamaan kami bertiga, Viara akhirnya mulai tersenyum dan ceria seperti semula. Viara sudah mengikhlaskan Risya untuk pergi dan menyambut hidupnya yang akan datang. Karena kebersamaan kami, aku sudah menganggap Viara sebagai pengganti adikku Risya. Aku selalu berusaha untuk membuat kedua adikku tersenyum, oleh karena aku tidak bisa harus kehilangan mereka lagi. Biarlah Risya yang pergi, tapi tidak dengan kedua adikku lagi" tutur iqbal menghapus air matanya

"Maafkan aku yah bang" lirih Pandu tertunduk

"Tidak apa-apa Pandu, kamu jagalah Viara disini yah, aku akan keluar untuk membantu teman-teman membeli kebutuhan logistik" ucap iqbal diangguki Pandu sambil tersenyum. Iqbal menepuk bahu Pandu dan melangkahkan kakinya keluar rumah sakit

"Maafkan aku Viara, aku janji akan menebus kesalahanku padamu" gumam Pandu menatap nanar ruang IGD di depannya

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Suryani Syafar

Suryani Syafar

lanjut

2022-07-20

1

Maya Puspita

Maya Puspita

lanjut thor,terus semangat upnya

2022-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!