Pukul 4.50 dini hari, Viara terbangun dan merasakan udara dingin yang menyentuh indra penciumannnya. Karena Adzan subuh telah berkumandang, Viara segera beranjak untuk mengambil wudhu dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah shalat subuh selesai, Viara segera ke dapur untuk memasak sarapan untuknya, sekalian untuk teman-temannya yang masih tertidur pulas di ranjang kamar mereka
Semua keperluan dapur dan bahan makanan sudah dipersiapkan sebelum mereka datang kesini. Viara bergelayut dengan pisau dan wajan untuk membuat sarapan pagi yang nikmat untuk mereka
"Semoga mereka suka nasi goreng buatanku, yah walaupun sederhana dan hanya ini yang tersedia di dapur" gumam Viara mengaduk nasi goreng di wajan.
Aroma masakan Viara yang begitu nikmat tersebar di penjuru ruangan, sehingga teman-teman mereka yang mencium aroma nikmat itu terbangun dari tidur pulas mereka
"Wah enaknya, perutku jadi keroncongan" ucap Syifa mengelus perutnya
"Benar loh, siapa yang membuat makan yang aromanya senikmat ini. Tunggu dimana Viara?" Tanya Ila yang tak melihat Viara diranjangnya
"Mungkin di dapur karena mencium aroma ini juga, ayo kita ke dapur" ucap Syifa beranjak turun dan segera ke dapur
Di dapur juga sudah ada Devan dan Juna yang terbangun karena mencium aroma yang mengugah selera mereka
"Loh Viara, kamu masak sendiri? Kenapa nggak bangunin aku sih" Kata Ila
"Hehe maafkan aku teman-teman, aku tidak tega membangunkan kalian. Sekarang kita makan dulu yuk, setelah itu langsung mandi dan siap-siap ke sekolah" perintah Viara
"Baik bos" ucap keempatnya dan langsung mengambil piring masing-masing. Mereka telah duduk berjejer di lantai sambil menyantap nasi goreng telur di depan mereka
"Masya Allah enaknya" ucap keempatnya serentak dan langsung melahap makanan mereka
"Wah Viara, terimakasih telah repot-repot menyiapkan sarapan untuk kami juga" ucap Devan yang telah selesai makan
"Sama sekali nggak ngrepotin kok, aku justru senang melihat kalian yang begitu lahap memakan masakanku" balas Viara tersenyum
"Darimana kau membuat resep makan seperti ini, bahkan nasi goreng ibuku kalah loh sama buatanmu" ucap Syifa mengacungi jempol kepada Viara
"Ohh ini resep turun temurun dari keluargaku, ibuku yang mengajarkan padaku agar resep ini tetap ada di menu masakan keluarga kami". Semua teman Viara manggut-manggut mendengar ucapan Viara
Saat akan meneguk air, Viara kembali mengalami sesak didadanya. Teman-teman Viara juga panik karena melihat darah yang keluar dari hidung Viara
"Ehh Viara, kamu nggak apa-apa?" Tanya Devan cemas
"Aku minta tolong bereskan dengan piring ku juga yah, aku ke kamar dulu" ucap Viara berdiri dan segera masuk ke kamarnya
"Tapi kamu baik-baik saja kan Viara?" Tanya Syifa khawatir
"Iyah teman-teman jangan cemas aku baik-baik saja" ucap Viara dari dalam kamarnya. Viara segera mengeluarkan berbagai macam obatnya dan meneguknya bersamaan segelas air. Tak berselang lama, nafas Viara kembali teratur meski keringat membanjiri tubuhnya
"Alhamdulillah, terimakasih masih memberiku nafas ya Allah" gumam Viara bersyukur.
"Kenapa hidungku mengeluarkan darah yah, apa penyakitku semakin parah? Setelah pulang sekolah nanti akan ku tanyakan kepada dokter citra tentang ini" gumam Viara segera mengambil handuknya dan memasuki kamar mandi. Setelah selesai mandi dan ber siap-siap, Viara memakai sepatunya di depan rumah sambil menunggu teman-temannya yang masih bersiap-siap
Viara menatap pos tentara di seberang sana dan tersenyum melihat Andra yang keluar bersama teman-temannya untuk mengadakan apel pagi
"Alhamdulillah aku masih diberi nafas untuk melihatmu kembali. Seperti harapanku sebelum ini, sebelum tangan ini tak bisa lagi meraih apapun yang ada di depan mata, sebelum roh ini dicabut dari tubuhku, aku hanya ingin bertemu denganmu. Maafkan aku yang belum bisa mengatakan siapa diriku padamu. Aku hanya ingin melihat apakah kau masih mencintaiku setelah 8 tahun kita terpisah dan sama sekali tak ada komunikasi. Aku ingin melihat apakah kamu masih menyimpan nama gadis remaja yang mencintaimu dulu dalam hatimu. Saat waktunya telah tiba nanti, akan ku beritahu siapa aku sebenarnya. Akan ku katakan padamu bahwa aku adalah gadis remaja itu yang masih sangat mencintaimu sampai saat ini" batin Viara tersenyum menatap Andra di depan sana. Andra melirik kearah rumah dinas para guru dan tersenyum pada Viara yang sejak tadi terus menatapnya dalam diam
"Hei Viara, kok bengong sih, lagi perhatikan apa?" Tanya Ila yang baru selesai bersiap-siap
"Ahh, aku hanya lihatin para tentara yang lagi apel di depan" balas Viara tersenyum
"Wah tentara yang namanya Andra ganteng banget" ucap Syifa yang ikut mengamati para tentara di depan sana
"Daripada lihatin tentara, mending pake sepatumu cepat, sebelum kami meninggalkanmu sendiri disini" Tegas Ila
"Iya-iya sabar" kesal Syifa dan segera memakai sepatunya
"Yang namanya Pandu ganteng juga" ucap Ila tersenyum
"Yee katanya daripada lihatin tentara, mending pake sapatu. Padahal dia juga mandangin tentara di depan sana" ujar Syifa yang masih sedikit kesal kepala Ila
"Hahah sudah-sudah jangan bertengkar, ayo kita langsung ke sekolah" ucap Viara diangguki keempat temannya
Setelah mengunci pint, mereka berjalan kaki menuju ke sekolah tempat mereka mengajar. Jalan yang berlubang dan sedikit terjal membuat kedua teman wanita Viara terus mengoceh sejak tadi
"Aduh, kalau jalan di jalanan seperti ini, nggak boleh pake sepatu warna putih nih, sepatu kesayanganku sudah kotor padahal baru juga jalan" kesal Syifa
"Haha sudah tau jalannya begini, kenapa masih pake sepatu putih?" Tanya Juna
"Sepatu gua putih semua Jun, maklumlah warna kesukaan" balas Syifa memperlihatkan deretan gigi putihnya
"Tapi bagus loh kalau jalan kaki seperti ini, bisa sehat kita seperti guru olahraga, bisa nurunin berat badan juga" seru Ila yang memang sedikit berisi
"Hahah kalau tubuh kalian memang sih bisa sekalian nurunin berat badan, tapi tubuhku yang sudah kurus ini bagaimana?" Tanya Viara maju kedepan dan merentangkan tangannya
"Iyah sih, mau jadi apa kamu setelah setahun berjalan kaki seperti ini Viara?"
"Jadi apapun sih nggak masalah, selama masih dikasih napas aku sudah sangat beryukur" tutur Viara sambil tersenyum
Setelah menempuh perjalanan yang sedikit menyebalkan, kelimanya telah sampai di sekolah tempat mereka mengajar.
"Wah, sekolahnya masih sangat sepi, tapi kita sampai tepat waktu loh"
"Tunggulah sebentar lagi"
Beberapa menit kemudian, para siswa dan guru lainnya mulai berdatangan sehingga suasana sekolah sangatlah ramai
"Wah rame juga yah, padahal disini tempat terpencil" seru Syifa
"Kau benar, ayo kita ke ruang guru untuk menemui kepala sekolahnya" mereka berlima berjalan bersama menuju ruang guru. Setibanya di sana, kepala sekolah dan dewan guru lainnya mulai berkenalan dengan rekan kerja mereka yang baru. Setelah bunyi belum terdengar, masing-masing bergegas menuju ke ruang kelas tempat mereka mengajar
"Semoga hari ini tidak ada kendala sedikitpun dengan tubuhku. Permudahkan urusanku hari ini ya Allah" batin Viara menatap pintu kelas di depannya
______
"Anak-anak sekarang dikerjakan sampai nomor 5 yah,kalian sudah mengerti cara kerjanya kan?" Tanya Viara yang tengah mengajar di kelas
"Baik bu" jawab siswa kelas 3 serentak. Viara berlalu keluar sebentar di depan kelas untuk menghubungi dokter citra
Tuuut
"Assalamu'alaikum Viara ada apa?" Sapa dokter Citra
"Halo dokter, aku kembali merasakan sesak nafas dok, dan tadi hidungku kembali mengeluarkan darah setelah sekian lama. Apa penyakitku makin parah dokter?" Tanya Viara sedikit khawatir
"Itu sudah gejala kanker paru-paru Viara, tidak setiap saat darah itu keluar melalui hidung. Jika kamu mengalami sesak nafas atau gejala yang lain minum saja obat yang kuresepkan padamu" tutur Dokter Citra diseberang sana
"Baik dokter, apa aku harus menggunakan masker lagi dokter?" Tanya Viara kembali
"Nggak usah Viara, udara di pedesaan sangatlah sehat dan jarang tercemar oleh polusi udara, berbeda jauh dengan kota. Cukup gunakan saja alat bantu pernapasanmu yah" Ucap Dokter Citra lembut
"Oke baik dokter" balas Viara sambil tersenyum
"Besok tanggal merah Viara, kamu ke kota yah untuk menjalani kemoterapi selanjutnya. Aku sudah tiba di kota, jadi aku bisa meneruskan kemoterapimu disini" Tutur dokter Citra
"Baiklah terimakasih dokter,nanti kita lanjut lagi yah,Assalamu'alaikum" kata Viara
"Walaikumsalam Viara, jaga kesehatanmu yah" Viara tersenyum dan mematikan sambungannya
"Bu guru, ini setelah ditambah 5 terus diapain lagi bu?" Tanya siswa Viara
"Ohh sini nak, ibu jelasin cara kerjanya" balas Viara sambil tersenyum dan mulai menjelaskan cara memecahkan soal matematika pada anak didiknya
______
"Ehh Viara, kita keluar jalan sore yuk, keliling desa" Ajak Ila
"Yah nggak bisa Ila, aku harus mengurus meteri mata pelajaran yang akan kuajarkan nanti" tolak Viara
"Kan bisa besok Viara, besok juga tanggal merah" kata Ila kembali
"Ada yang harus kuurus diluar besok, jadi aku kerjakan sekarang"
"Yaudah kami pamit pergi dulu yah, mungkin selesai magrib baru balik" Pamit Ila
"Oke" balas Viara sambil tersenyum.
Setelah teman-temannya pergi, Viara kembali melanjutkan pekerjaannya di dalam kamar.
Viara yang tengah asyik mengetik laptopnya mendengar suara nyaian dari luar hingga Viara behenti mengetik di laptopnya. Dengan memegangi laptopnya, Viara berjalan keluar dan mencari dimana sumber suara itu. Ketika Viara menatap kedepan,Viara menyunggingkan senyumannya melihat Andra duduk sendirian di depan pos sambil bermain gitar. Viara mencari posisi nyaman untuk duduk dan mulai memperhatikan nyanyian Andra dari teras rumah dinasnya
Memenangkan hatiku
Bukanlah satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat
Ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu
Bukanlah satu hal yang mudah
Namun sedetik pun tak pernah kau
Berpaling dariku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Meruntuhkan egoku
Bukanlah satu hal yang mudah
Dengan kasih lembut kau pecahkan
Kerasnya hatiku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu (ku ingin engkau tahu)
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati
Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Tolong kamu camkan itu
"Ini untukmu, seseorang yang jauh disana" ucap Andra menatap indahnya langit sore
"Ya, ceritanya lagi galau nih bang" ucap Bayu yang sejak tadi mengamati nyanyian Andra
"Bukan galau, tapi rindu tahu. Lagipula siapa sih yang galau" jawab Andra
"Hahahha sudah-sudah, mending abang masuk kedalam, kita masak sama-sama kan sekarang jadwal abang untuk memasak" ajak pratu Bayu
"Yaudah ayo" ucap Andra meletakkan gitarnya dan berjalan masuk bersama pratu Bayu
"Suaranya merdu" batin Viara tersenyum menatap punggung Andra yang berjalan masuk kedalam pos
"untuk sementara, kita tidak saling mengetahui dulu yah Bang. sampai waktunya tiba, maka akan ku katakan padamu jika aku adalah Viara, Viara gadis remaja yang pernah bahagia bersamamu dulu. Akan ku katakan padamu jika aku masih sangat mencintaimu, walaupun waktu sudah memisahkan kita cukup lama"
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Maya Puspita
lanjut thor,semoga Viara dan Andra cepat bersatu
2022-07-20
1
Suryani Syafar
lanjut
2022-07-19
1