BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara

Pukul 4.50 dini hari, Viara terbangun dan merasakan udara dingin yang menyentuh indra penciumannnya. Karena Adzan subuh telah berkumandang, Viara segera beranjak untuk mengambil wudhu dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah shalat subuh selesai, Viara segera ke dapur untuk memasak sarapan untuknya, sekalian untuk teman-temannya yang masih tertidur pulas di ranjang kamar mereka

Semua keperluan dapur dan bahan makanan sudah dipersiapkan sebelum mereka datang kesini. Viara bergelayut dengan pisau dan wajan untuk membuat sarapan pagi yang nikmat untuk mereka

"Semoga mereka suka nasi goreng buatanku, yah walaupun sederhana dan hanya ini yang tersedia di dapur" gumam Viara mengaduk nasi goreng di wajan.

Aroma masakan Viara yang begitu nikmat tersebar di penjuru ruangan, sehingga teman-teman mereka yang mencium aroma nikmat itu terbangun dari tidur pulas mereka

"Wah enaknya, perutku jadi keroncongan" ucap Syifa mengelus perutnya

"Benar loh, siapa yang membuat makan yang aromanya senikmat ini. Tunggu dimana Viara?" Tanya Ila yang tak melihat Viara diranjangnya

"Mungkin di dapur karena mencium aroma ini juga, ayo kita ke dapur" ucap Syifa beranjak turun dan segera ke dapur

Di dapur juga sudah ada Devan dan Juna yang terbangun karena mencium aroma yang mengugah selera mereka

"Loh Viara, kamu masak sendiri? Kenapa nggak bangunin aku sih" Kata Ila

"Hehe maafkan aku teman-teman, aku tidak tega membangunkan kalian. Sekarang kita makan dulu yuk, setelah itu langsung mandi dan siap-siap ke sekolah" perintah Viara

"Baik bos" ucap keempatnya dan langsung mengambil piring masing-masing. Mereka telah duduk berjejer di lantai sambil menyantap nasi goreng telur di depan mereka

"Masya Allah enaknya" ucap keempatnya serentak dan langsung melahap makanan mereka

"Wah Viara, terimakasih telah repot-repot menyiapkan sarapan untuk kami juga" ucap Devan yang telah selesai makan

"Sama sekali nggak ngrepotin kok, aku justru senang melihat kalian yang begitu lahap memakan masakanku" balas Viara tersenyum

"Darimana kau membuat resep makan seperti ini, bahkan nasi goreng ibuku kalah loh sama buatanmu" ucap Syifa mengacungi jempol kepada Viara

"Ohh ini resep turun temurun dari keluargaku, ibuku yang mengajarkan padaku agar resep ini tetap ada di menu masakan keluarga kami". Semua teman Viara manggut-manggut mendengar ucapan Viara

Saat akan meneguk air, Viara kembali mengalami sesak didadanya. Teman-teman Viara juga panik karena melihat darah yang keluar dari hidung Viara

"Ehh Viara, kamu nggak apa-apa?" Tanya Devan cemas

"Aku minta tolong bereskan dengan piring ku juga yah, aku ke kamar dulu" ucap Viara berdiri dan segera masuk ke kamarnya

"Tapi kamu baik-baik saja kan Viara?" Tanya Syifa khawatir

"Iyah teman-teman jangan cemas aku baik-baik saja" ucap Viara dari dalam kamarnya. Viara segera mengeluarkan berbagai macam obatnya dan meneguknya bersamaan segelas air. Tak berselang lama, nafas Viara kembali teratur meski keringat membanjiri tubuhnya

"Alhamdulillah, terimakasih masih memberiku nafas ya Allah" gumam Viara bersyukur.

"Kenapa hidungku mengeluarkan darah yah, apa penyakitku semakin parah? Setelah pulang sekolah nanti akan ku tanyakan kepada dokter citra tentang ini" gumam Viara segera mengambil handuknya dan memasuki kamar mandi. Setelah selesai mandi dan ber siap-siap, Viara memakai sepatunya di depan rumah sambil menunggu teman-temannya yang masih bersiap-siap

Viara menatap pos tentara di seberang sana dan tersenyum melihat Andra yang keluar bersama teman-temannya untuk mengadakan apel pagi

"Alhamdulillah aku masih diberi nafas untuk melihatmu kembali. Seperti harapanku sebelum ini, sebelum tangan ini tak bisa lagi meraih apapun yang ada di depan mata, sebelum roh ini dicabut dari tubuhku, aku hanya ingin bertemu denganmu. Maafkan aku yang belum bisa mengatakan siapa diriku padamu. Aku hanya ingin melihat apakah kau masih mencintaiku setelah 8 tahun kita terpisah dan sama sekali tak ada komunikasi. Aku ingin melihat apakah kamu masih menyimpan nama gadis remaja yang mencintaimu dulu dalam hatimu. Saat waktunya telah tiba nanti, akan ku beritahu siapa aku sebenarnya. Akan ku katakan padamu bahwa aku adalah gadis remaja itu yang masih sangat mencintaimu sampai saat ini" batin Viara tersenyum menatap Andra di depan sana. Andra melirik kearah rumah dinas para guru dan tersenyum pada Viara yang sejak tadi terus menatapnya dalam diam

"Hei Viara, kok bengong sih, lagi perhatikan apa?" Tanya Ila yang baru selesai bersiap-siap

"Ahh, aku hanya lihatin para tentara yang lagi apel di depan" balas Viara tersenyum

"Wah tentara yang namanya Andra ganteng banget" ucap Syifa yang ikut mengamati para tentara di depan sana

"Daripada lihatin tentara, mending pake sepatumu cepat, sebelum kami meninggalkanmu sendiri disini" Tegas Ila

"Iya-iya sabar" kesal Syifa dan segera memakai sepatunya

"Yang namanya Pandu ganteng juga" ucap Ila tersenyum

"Yee katanya daripada lihatin tentara, mending pake sapatu. Padahal dia juga mandangin tentara di depan sana" ujar Syifa yang masih sedikit kesal kepala Ila

"Hahah sudah-sudah jangan bertengkar, ayo kita langsung ke sekolah" ucap Viara diangguki keempat temannya

Setelah mengunci pint, mereka berjalan kaki menuju ke sekolah tempat mereka mengajar. Jalan yang berlubang dan sedikit terjal membuat kedua teman wanita Viara terus mengoceh sejak tadi

"Aduh, kalau jalan di jalanan seperti ini, nggak boleh pake sepatu warna putih nih, sepatu kesayanganku sudah kotor padahal baru juga jalan" kesal Syifa

"Haha sudah tau jalannya begini, kenapa masih pake sepatu putih?" Tanya Juna

"Sepatu gua putih semua Jun, maklumlah warna kesukaan" balas Syifa memperlihatkan deretan gigi putihnya

"Tapi bagus loh kalau jalan kaki seperti ini, bisa sehat kita seperti guru olahraga, bisa nurunin berat badan juga" seru Ila yang memang sedikit berisi

"Hahah kalau tubuh kalian memang sih bisa sekalian nurunin berat badan, tapi tubuhku yang sudah kurus ini bagaimana?" Tanya Viara maju kedepan dan merentangkan tangannya

"Iyah sih, mau jadi apa kamu setelah setahun berjalan kaki seperti ini Viara?"

"Jadi apapun sih nggak masalah, selama masih dikasih napas aku sudah sangat beryukur" tutur Viara sambil tersenyum

Setelah menempuh perjalanan yang sedikit menyebalkan, kelimanya telah sampai di sekolah tempat mereka mengajar.

"Wah, sekolahnya masih sangat sepi, tapi kita sampai tepat waktu loh"

"Tunggulah sebentar lagi"

Beberapa menit kemudian, para siswa dan guru lainnya mulai berdatangan sehingga suasana sekolah sangatlah ramai

"Wah rame juga yah, padahal disini tempat terpencil" seru Syifa

"Kau benar, ayo kita ke ruang guru untuk menemui kepala sekolahnya" mereka berlima berjalan bersama menuju ruang guru. Setibanya di sana, kepala sekolah dan dewan guru lainnya mulai berkenalan dengan rekan kerja mereka yang baru. Setelah bunyi belum terdengar, masing-masing bergegas menuju ke ruang kelas tempat mereka mengajar

"Semoga hari ini tidak ada kendala sedikitpun dengan tubuhku. Permudahkan urusanku hari ini ya Allah" batin Viara menatap pintu kelas di depannya

______

"Anak-anak sekarang dikerjakan sampai nomor 5 yah,kalian sudah mengerti cara kerjanya kan?" Tanya Viara yang tengah mengajar di kelas

"Baik bu" jawab siswa kelas 3 serentak. Viara berlalu keluar sebentar di depan kelas untuk menghubungi dokter citra

Tuuut

"Assalamu'alaikum Viara ada apa?" Sapa dokter Citra

"Halo dokter, aku kembali merasakan sesak nafas dok, dan tadi hidungku kembali mengeluarkan darah setelah sekian lama. Apa penyakitku makin parah dokter?" Tanya Viara sedikit khawatir

"Itu sudah gejala kanker paru-paru Viara, tidak setiap saat darah itu keluar melalui hidung. Jika kamu mengalami sesak nafas atau gejala yang lain minum saja obat yang kuresepkan padamu" tutur Dokter Citra diseberang sana

"Baik dokter, apa aku harus menggunakan masker lagi dokter?" Tanya Viara kembali

"Nggak usah Viara, udara di pedesaan sangatlah sehat dan jarang tercemar oleh polusi udara, berbeda jauh dengan kota. Cukup gunakan saja alat bantu pernapasanmu yah" Ucap Dokter Citra lembut

"Oke baik dokter" balas Viara sambil tersenyum

"Besok tanggal merah Viara, kamu ke kota yah untuk menjalani kemoterapi selanjutnya. Aku sudah tiba di kota, jadi aku bisa meneruskan kemoterapimu disini" Tutur dokter Citra

"Baiklah terimakasih dokter,nanti kita lanjut lagi yah,Assalamu'alaikum" kata Viara

"Walaikumsalam Viara, jaga kesehatanmu yah" Viara tersenyum dan mematikan sambungannya

"Bu guru, ini setelah ditambah 5 terus diapain lagi bu?" Tanya siswa Viara

"Ohh sini nak, ibu jelasin cara kerjanya" balas Viara sambil tersenyum dan mulai menjelaskan cara memecahkan soal matematika pada anak didiknya

______

"Ehh Viara, kita keluar jalan sore yuk, keliling desa" Ajak Ila

"Yah nggak bisa Ila, aku harus mengurus meteri mata pelajaran yang akan kuajarkan nanti" tolak Viara

"Kan bisa besok Viara, besok juga tanggal merah" kata Ila kembali

"Ada yang harus kuurus diluar besok, jadi aku kerjakan sekarang"

"Yaudah kami pamit pergi dulu yah, mungkin selesai magrib baru balik" Pamit Ila

"Oke" balas Viara sambil tersenyum.

Setelah teman-temannya pergi, Viara kembali melanjutkan pekerjaannya di dalam kamar.

Viara yang tengah asyik mengetik laptopnya mendengar suara nyaian dari luar hingga Viara behenti mengetik di laptopnya. Dengan memegangi laptopnya, Viara berjalan keluar dan mencari dimana sumber suara itu. Ketika Viara menatap kedepan,Viara menyunggingkan senyumannya melihat Andra duduk sendirian di depan pos sambil bermain gitar. Viara mencari posisi nyaman untuk duduk dan mulai memperhatikan nyanyian Andra dari teras rumah dinasnya

Memenangkan hatiku

Bukanlah satu hal yang mudah

Kau berhasil membuat

Ku tak bisa hidup tanpamu

Menjaga cinta itu

Bukanlah satu hal yang mudah

Namun sedetik pun tak pernah kau

Berpaling dariku

Beruntungnya aku

Dimiliki kamu

Kamu adalah bukti

Dari cantiknya paras dan hati

Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi

Tentang terang dan gelapnya hidup ini

Kaulah bentuk terindah

Dari baiknya Tuhan padaku

Waktu tak mengusaikan cantikmu

Kau wanita terhebat bagiku

Tolong kamu camkan itu

Meruntuhkan egoku

Bukanlah satu hal yang mudah

Dengan kasih lembut kau pecahkan

Kerasnya hatiku

Beruntungnya aku

Dimiliki kamu (ku ingin engkau tahu)

Kamu adalah bukti

Dari cantiknya paras dan hati

Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi

Tentang terang dan gelapnya hidup ini

Kaulah bentuk terindah

Dari baiknya Tuhan padaku

Waktu tak mengusaikan cantikmu

Kau wanita terhebat bagiku

Tolong kamu camkan itu

Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati

Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati

Kamu adalah bukti

Dari cantiknya paras dan hati

Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi

Tentang terang dan gelapnya hidup ini

Kaulah bentuk terindah

Dari baiknya Tuhan padaku

Waktu tak mengusaikan cantikmu

Kau wanita terhebat bagiku

Tolong kamu camkan itu

Tolong kamu camkan itu

"Ini untukmu, seseorang yang jauh disana" ucap Andra menatap indahnya langit sore

"Ya, ceritanya lagi galau nih bang" ucap Bayu yang sejak tadi mengamati nyanyian Andra

"Bukan galau, tapi rindu tahu. Lagipula siapa sih yang galau" jawab Andra

"Hahahha sudah-sudah, mending abang masuk kedalam, kita masak sama-sama kan sekarang jadwal abang untuk memasak" ajak pratu Bayu

"Yaudah ayo" ucap Andra meletakkan gitarnya dan berjalan masuk bersama pratu Bayu

"Suaranya merdu" batin Viara tersenyum menatap punggung Andra yang berjalan masuk kedalam pos

"untuk sementara, kita tidak saling mengetahui dulu yah Bang. sampai waktunya tiba, maka akan ku katakan padamu jika aku adalah Viara, Viara gadis remaja yang pernah bahagia bersamamu dulu. Akan ku katakan padamu jika aku masih sangat mencintaimu, walaupun waktu sudah memisahkan kita cukup lama"

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Maya Puspita

Maya Puspita

lanjut thor,semoga Viara dan Andra cepat bersatu

2022-07-20

1

Suryani Syafar

Suryani Syafar

lanjut

2022-07-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!