BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan

...Aku mencintaimu tanpa melihatmu, kamu begitu jauh dari pandanganku. Tak ingin kusebut namamu, hatiku tak kuasa menahan rindu. Tak pernah berhenti aku berdoa kepada-Nya semoga rindu ini menjadi pertemuan...

(Viara)

______

Viara dan Laura membuka link pendaftaran online dan mengirim file berkasnya untuk mengikuti tes guru daerah terpencil. Viara tersenyum saat file-filenya sudah terkirim dan sekarang dia sudah mendapatkan nomor ujian

"Bismillah, semoga kita berdua lulus yah" ucap Laura senang

"Aamiin Ya Rabb" balas Viara tersenyum.

"Ya Allah, permudahkan urusanku kali ini dan janganlah engkau persulit langkahku. Janganlah engkau mengambil nyawaku sebelum aku bertemu dengannya. Kumohon jangan dulu ya Allah" Batin Viara menjatuhkan air matanya

"Viara, kamu nggak apa-apa? Apa kamu sakit?" Tanya Laura cemas

"Aku tidak apa-apa Laura" sangkal Viara menghapus air matanya dan mencoba tersenyum pada Laura

"kalau begitu aku pamit yah, assalamu'alaikum"

"Walaikumsalam Viara, hati-hati yah" ucap Laura diangguki Viara sambil tersenyum. Viara menaiki motornya dan melaju menuju sekolah dasar tempatnya mengajar

_______

"Bu Viara, apa ibu sudah memutuskan dengan baik tentang semua keputusan ibu?" Tanya kepala sekolah

"Iyah pak, saya sudah memikirkannya sebaik mungkin sebelum memutuskannya" balas Viara sambil tersenyum. Pak kepala sekolah menghela nafasnya dan menatap Viara

"Bu Viara, terus terang saya berat melepaskan kepergian ibu dari sekolah kami. Ibu adalah guru matematika terbaik di sekolah kami. Dengan semua bantuan ibu, para siswa mulai menyukai pelajaran matematika yang diajarkan ibu. Jika suatu hari nanti ibu ingin kembali mengajar disini, maka pintu gerbang kami akan selalu terbuka lebar untuk ibu" Kata Pak kepala sekolah

"Iyah pak, terimakasih atas semuanya. Saya tidak akan melupakan guru-guru dan murid-murid saya, karena bagi saya mereka adalah anak-anak murid terbaik saya, dan semua guru-guru disini sudah saya anggap sebagai keluargaku" Ucap Viara menjabat tangan kepala sekolah sambil tersenyum

"Iyah bu Viara, semoga sukses di luar sana"

_____________

Hari dimana tes guru di daerah terpencil pun tiba, Laura dan Viara tengah serius mengerjakan soal ujian didepan mereka.

Viara terus berusaha mengerjakan soal di depannya meskipun pandangannya yang sedikit buram. Viara berulang kali membersihkan kaca matanya dan membaca setiap kata dengan teliti. Dengan setiap kendala yang dialaminya, tak mematahkan semangat Viara untuk mengerjakan soal di depannya.

Setelah waktu ujian selesai, Viara dan Laura tengah menunggu hasil tesnya dengan perasaan tegang

"Aduhh, kok lama banget sih, udah deg-degan nih" ucap Laura cemas

"Kan ujiannya baru selesai, bersabarlah sedikit"ucap Viara mencoba bersikap tenang, meskipun detak jantung dan suasana hatinya sangat berbeda dengan ucapannya.

"Semoga kita berdua lulus Viara" Harap Laura

"Aamiin" balas Viara tersenyum.

Tak berselang lama, pengumuman mulai muncul dan terlihat di komputer masing-masing. Viara menutup matanya berdoa sebelum melihat hasil ujiannya dan ketika Viara membuka mata, Viara menyunggingkan senyumnya senang karena namanya dinyatakan lulus

"Alhamdulillah ya Allah" ucap Viara senang hingga air mata bahagia mengalir menghiasi pipinya

Ketika Viara melirik ke meja Laura, terlihat Laura tengah tersenyum getir melihat layar komputernya.

"Ada apa Laura?" Tanya Viara.

Laura mengela nafas kasar dan mulai menjatuhkan air matanya

"aku nggak lulus Viara." lirih Laura. Viara memeluk sahabatnya dan mengelus punggung bergetarnya mencoba untuk menguatkannya

"jangan patah semangat yah, tahun depan kamu bisa mencoba kembali"

"Iyah Viara, selamat atas kelulusanmu yah. Aku beritahu bang Yuda dulu jika aku tidak bisa menemuinya disana" ucap Laura berjalan keluar ruangan sambil terus menunduk.

"Kenapa yah, disaat aku tertawa, ada saja temanku yang dilanda kesedihan" gumam Viara ikut bersedih melihat punggung sahabatnya.

Drt.... Drt..

Viara merogoh ponselnya dan menjawab panggilan telepon dari Tasya

"Assalamu'alaikum Viara, bagaimana dengan ujianmu?" Tanya Tasya di seberang sana

"Alhamdulillah aku lulus Tasya" ucap Viara pelan

"Alhamdulillah. Harusnya kau bahagia Viara, tapi dari suaramu sepertinya kau tidak terlalu senang dengan kelulusanmu" tutur Tasya menerka

"Bukan begitu Tasya, aku justru senang dengan kelulusanku. Tapi aku hanya sedih melihat Laura yang tidak lulus. Padahal Laura sudah berusaha keras untuk lulus agar bisa bertemu bang Yuda disana"

"Bagitu yah, kasihan sekali"

"Iyah Tasya, memang jalan hidup kita sudah ada yang mengaturnya"

"Benar Viara. Oh ya, dokter citra mengatakan agar sore ini kau ke ruangannya untuk jadwal kemoterapi selanjutnya. Dokter citra ingin mengatakan padamu, tapi ponselnya kehabisan baterai" tutur Tasya

"Baiklah aku akan kesana segera" balas Viara. Setelah mengucapkan salam, Viara segera membereskan barang-barangnya dan berjalan keluar gedung untuk menemui dokter Citra. Sebelum menaiki motornya, Viara merogoh ponselnya dan mengetik pesan kepada Laura

📩Laura

Tetap semangat yah, semoga berhasil di lain kesempatan

Setelah pesan itu terkirim, Viara langsung memakai helm dan melajukan motornya menuju ke rumah sakit

_____

"Bagaimana hasil tes hari ini. Apa kau lulus Viara?" Tanya dokter citra setelah Viara memasuki ruangannya

"Iyah dokter alhamdulillah. Dengan begini aku bisa bertemu dengan bang Andra disana" seru Viara berbinar senang

"Wah selamat yah, aku ikut bahagia untukmu. Ternyata perjuanganmu selama ini membuahkan hasil" Ucap Dokter Citra

"Iyah dokter. Dokter, apakah dokter bisa memprediksi umur saya?" Tanya Viara pelan

"Aku tidak bisa memprediksi nya Viara, karena hidup dan mati seseorang itu ada ditangan Allah. Aku hanya bisa mengobatimu saja. Maafkan aku yah" kata Dokter Citra

"Iyah dokter, tidak apa-apa. Aku hanya ingin hidup lebih lama lagi agar aku bisa menemuinya disana. Aku takut jika setelah aku keluar dari ruangan ini, aku telah pergi menghadap pencipta" ucap Viara menahan air matanya

"Aku akan melakukan serangkaian tes padamu. Semoga hasilnya baik yah. Silahkan berbaring dulu" ucap Dokter citra diangguki Viara sambil tersenyum

Dokter citra mulai melakukan serangkaian pemeriksaan pada Viara. Mulai dari mengecek darah, dan masalah pernapasan Viara. Setelah 20 melakukan pemeriksaan, dokter citra segera menghampiri Viara dan membantunya untuk duduk

"Bagaimana hasilnya dokter?" Tanya Viara cemas. Dokter citra menatap Viara sambil tersenyum

"Semuanya baik Viara, karena pengobatan yang kau jalani selama ini berhasil mencegah dan memperlambat kanker yang menyebar di tubuhmu. Tapi kau harus tetap melakukan kemoterapi Viara agar sel kanker diparu-parumu tidak menyebar ke seluruh tubuh" ucap dokter citra memeluk Viara

"Alhamdulillah terimakasih Ya Allah, terimakasih dokter" ucap Viara bahagia dan membalas pelukan dokter citra

"Mulai sekarang kau tidak perlu memakai masker lagi. Jika kau mengalami masalah dengan pernapasanmu, maka gunakan saja alat bantu pernapasan yang pernah kuberikan padamu" tutur Dokter Citra

"Baiklah dokter. Apa dokter bisa merekomendasikan perawatanku selama aku berada disana?" Tanya Viara

"kebetulan Viara, di rumah sakit kota tidak jauh dari desamu berkerja, pamanku memiliki rumah sakit besar disana. pamanku memintaku untuk mengurus rumah sakit itu selama 9 bulan kedepan, jadi aku bisa melakukan pengobatanmu disana" tutur dokter Citra sambil tersenyum

"Alhamdulillah, terimakasih banyak dokter"

"Sama-sama Viara, terus tersenyum dan berusaha untuk tetap sembuh ya"

"Siap dokter, kalau begitu aku pulang dulu yah, aku harus mengurus keberangkatanku 2 hari yang akan datang. Assalamu'alaikum dokter" ucap Viara memeluk dokter citra

"Walaikumsalam, semoga sukses. Ketemu lagi disana yah" balas dokter Citra diangguki Viara sambil tersenyum

"Semoga keinginan dan impianmu segera tercapai Viara. Semangatmu untuk tetap hidup dan berjuang sangatlah tinggi. Semoga Allah membalas setiap perjuanganmu dengan hasil yang terbaik"

__________

Viara melangkahkan kakinya mengelilingi asrama dengan hati senang dan wajahnya yang selalu menyunggingkan senyuman. Baru kali ini dia bisa menghirup udara tanpa menggunakan masker kesehatannya. Viara sesekali menyapa ibu-ibu persit teman ibunya dan bermain dengan anak-anak mereka. Semua orang yang melihat wajah Viara tanpa tertutup masker hampir tidak mengenali Viara, namun wajah Viara yang mirip dengan ayahnya membuat ibu-ibu itu bernafas lega dan membiarkan anak mereka bermain bersama Viara.

Para prajurit yang melihat wajah seorang gadis yang begitu mirip dengan komandan mereka tertegun dan terus mengamati Viara dari jauh

"Sejak kapan komandan menyamar jadi wanita?" Tanya Rafael bingung

"Benar, dia bahkan menyamar menjadi wanita hanya untuk bermain-main dengan anak kecil" Lanjut bang Yandi

Kedua prajurit itu terus bertanya-tanya tentang komandan mereka hingga mereka tak menyadari jika orang yang mereka perbincangkan ada dibelakang mereka

"Ekhmm" Vian berdehem mengagetkan kedua prajurit itu

"Astaghfirullah, ehh ijin Danyon" Ucap Bang Rafael tersenyum kaku

"Apa yang ingin kalian katakan padaku? Jangan segan" ucap Vian ramah

"Ijin Danyon, kami melihat ada seorang gadis yang wajahnya begitu mirip dengan anda. Kami mengira dia adalah Anda yang menyamar menjadi wanita" Ucap Bang Yunda mendapatkan senggolan siku dari Bang Rafael

"Benarkah? Lalu dimana gadis itu?" Tanya Vian kembali

"Ijin danyon, dia disana" Tunjuk Bang Rafael pada Viara yang tengah bermain lompat tali bersama anak-anak. Vian mengikuti arah pandang Bang Rafael dan berjalan mendekati gadis itu sambil tersenyum. Bang Zardan yang datang bersamaan dengan komandan tadi tersenyum smirk dan mulai menganggu kedua temannya

"Wah kalian hebat, bagaimana bisa kalian mengira itu komandan?" Tanya bang Zardan menggoda temannya

"Lihat saja mukanya bang, wajah gadis itu seperti fotocopy dari wajah komandan" tutur bang

"Dia itu putrinya Danyon, tentu saja wajahnya mirip"

"APA" Ucap bang Rafael dan bang Yunda kaget. Bang Zardan memasukan pisang goreng kedalam mulut menganga kedua temannya

"Tapi bagaimana mungkin. Apa dia Viara?" Tanya bang Rafael tak percaya

"Iyah bang, dia itu Viara"

"Kesempatan" ucap bang Rafael menyeringai

"Kesempatan buat apa? Jangan macam-macam kamu" Tegas bang Zardan

"Yeee siapa juga yang macam-macam, aku hanya ingin berteman dengannya" lanjut Bang Rafael

Para prajurit terdiam dan ikut mengamati komandan mereka yang berjalan mendekati Viara di depan sana

"Viara, kemarilah nak" panggil Vian lembut

"Iyah ayah" ucap Viara berjalan mendekati Vian dan menyalami tangan ayahnya

"Kenapa maskernya dibuka sayang, kamu tidak bersin-bersin lagi mengirup udara luar?" Tanya Vian

"Viara nggak bersin-bersin lagi ayah. Alhamdulillah akhirnya Viara bisa menghirup udara ini tanpa bantuan masker lagi" ucap Viara tersenyum

"Alhamdulillah kalau begitu" ucap Vian mengelus puncak kepala putrinya. Vian melirik kearah prajurit yang mengobrol tentangnya tadi yang juga tengah menatap Viara tanpa henti

"Ayo nak, ayah perkenalkan pada para pasukan ayah" ajak Vian mengenggam tangan Viara

"Nggak usahlah ayah" Tolak Viara sopan

"Kenapa? Malu punya bapak komandan?"

"Hehe nggak kok, yaudah Viara ikut maunya ayah aja" balas Viara dan mulai mengikuti langkah ayahnya. Viara mulai memperkenalkan diri pada ketiga prajurit di depannya dan menjabat uluran tangan mereka. Sementara Bang Rafael terus menatap Viara tanpa berkedip meski Viara sudah berjalan pulang bersama ayahnya

"Hei mata itu disetting, daritadi lihatin anak gadis orang mulu" tegur Bang Zardan

"Sesekali cuci mata dong, nggak apa-apa kan"

"Hahaha dasar" ucap Bang Zardan meninju bahu Bang Rafael

"Gadis yang unik"

Bersambung....

Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!