BAB 8. Menjagamu

Malam yang mencekam kini telah berubah menjadi pagi yang cerah. Pandu dan Tara yang baru saja memasuki ruangan Andra tersenyum melihat Viara yang masih terlelap sambil memegang tangan Andra. Andra yang mulai tersadar menggerakkan jari-jarinya dan perlahan-lahan membuka mata

"Bang, kamu sudah sadar?" Tanya Pandu

"Iya bang, aku dimana?" Tanya Andra dengan suara serak

"Kamu di rumah sakit bang, karena mengejar perusuh dua hari yang lalu, abang tertembak di bahu kanan" Kata Pandu menjelaskan. Andra melirik kearah samping dan menyunggingkan senyumnya melihat Viara yang terlelap di sampingnya dengan tangan Viara yang mengenggam tangannya erat.

Andra mengangkat tangannya untuk membangunkan Viara, namun Andra menghentikan tindakannya mendengar ucapan Pandu

"Tunggu dulu bang, dia baru saja tertidur" cegah Pandu

"Apa yang terjadi? Kenapa dia baru tertidur?" Tanya Andra bingung

"Selama abang di rumah sakit, dia yang selalu ada menerima abang disini. Semalam abang demam tinggi, jadi Viaralah yang menjaga dan merawat abang semalam" Pandu kembali menceritakan tentang Viara yang selalu menemani Andra hingga Andra menyunggingkan senyumnya. Andra tersenyum pada Viara dan mengusap lembut kepala Viara yang tertutup hijab dengan lembut. Viara yang merasa ada yang mengusap kepalanya terbangun dan tersenyum manis pada Andra yang telah membuka matanya

"Abang sudah bangun?" Tanya Viara dengan suara serak khas bangun tidur

"Kalau abang nggak bangun, siapa yang jagain adek. Melindungi orang yang diam-diam merawatku di malam hari" seketika wajah Viara merah merona mendengar ucapan Andra.Sementara Andra menahan tawa melihat wajah menggemaskan Viara,

"Wah bang, sepertinya situasi kita tidak tepat" ucap Tara

"Iya yah dek, kalau begitu kita keluar aja yuk" Tara mengangguk dan mulai berjalan keluar bersama Pandu

"Kak tara, bang Pandu jangan keluar" batin Viara melihat pintu yang mulai terturup. Andra yang merasa sangat haus akan mengambil air mineral di nakas namun Andra kesulitan karena luka di bahunya masih terasa sakit. Menyadari hal itu, Viara dengan sigap mengambil air mineral itu dan membantu Andra untuk meminumnya

"Terimakasih yah dek"

"Sama-sama bang" balas Viara tersenyum.

"sekarang abang makan yah. Adek yang suapin atau abang makan sendiri?" Tanya Viara sambil memegang semankuk bubur di tangannya

"Pilihan pertama bagus dek" ucap Andra membuat wajah Viara kembali merah merona. Dengan ucapan bismillah, Viara dengan telaten menyuapi Andra dan terkadang Viara mengusap lembut dagu Andra karena bekas makanan yang tumpah dan tertempel disana. Andra terkejut melihat tindakan Viara tiba-tiba namun dalam hatinya tersenyum melihat ada gadis remaja yang selalu menjaganya

"Alhamdulillah, abang tunggu disini yah, adek bawa piring kotor ini kedapur dulu. Adek akan segera kembali" ucap Viara yang diangguki Andra sambil tersenyum.

Rena yang sejak tadi melihat perhatian Viara pada Andra menjadi geram dan akan melakukan pembalasan kepada Viara. Saat Viara keluar dari ruang rawat Andra, Rena tersenyum licik dan berjalan mengikuti Viara. Merasa ada kesempatan, Rena dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Viara hingga Viara kehilangan keseimbangan terhuyung kebelakang, beruntung tubuh Viara langsung ditangkap oleh tangan kekar yang merangkulnya erat

"Ayah" ucap Viara tersenyum. Vian membalas senyuman putrinya dan berlalih menatap tajam kearah Rena seolah siap membunuhnya

"Apa yang kau lakukan Rena, apa begini caramu bersikap terhadap pengunjung rumah sakit?" Tegas dokter Rangga yang ikut mengamati tindakan kasar Rena saat tengah berkeliling rumah sakit bersama Vian

"Ma... maafkan saya dokter" kata Rena ketakutan

"Segera kemasi barang-barangmu dan pergilah mencari pekerjaan di rumah sakit lain" Tegas Dokter Rangga

"Tapi dokter"

"Tidak Rena, jika hanya sekali saya bisa memaafkanmu. Tapi jika sikapmu yang kasar tidak kau ubah bahkan kau berulah lagi, maka saya tidak bisa lagi mentolerir nya. silahkan pintu keluarnya ada di seberang sana" kata dokter Rangga menekan setiap kalimatnya.Rena merasa sangat malu dan segera berlari menjauh sambil menangis sesenggukan

"Viara, kamu tidak apa-apa nak?" Tanya Vian lembut

"Viara nggak apa-apa ayah" balas Viara tersenyum manis pada ayahnya

"Ijin Komandan, kita harus segera menuju desa untuk memantau keadaan setelah bentrokan semalam" Ucap Serda Rendi. Viara yang mendengar ucapan Sersan Rendi tersenyum kecut dan beralih menatap mata ayahnya

"Ayah mau pergi lagi?" Tanya Viara pelan. Vian yang tahu jika putrinya ini tengah menahan tangis mengelus kepala putrinya dan membawanya kedalam pelukannya

"Iyah nak, maafkan ayah ya. Ayah hanya singgah sementara disini untuk mengantar obat-obatan. Setelah itu ayah harus kembali bertugas lagi"

"Iyah ayah Viara mengerti. Semangat ayah, jaga diri ayah baik-baik, Viara sayang ayah" ucap Viara berusaha tersenyum dan menyalami tangan ayahnya

"Terimakasih sudah mengerti ayah nak. Ayah pergi dulu yah Assalamu'alaikum putriku"

"Walaikumsalam ayah" balas Viara tersenyum dan melambaikan tangannya pada ayahnya. Setelah mengantar piring kotor ke dapur rumah sakit, Viara kembali melangkahkan kakinya menuju ke ruang rawat Andra

"Dek, makanlah dulu. Tadi Tara membawakan makanan untukmu. Pasti kamu juga lapar kan" ucap Andra setelah Viara memasuki ruangannya

"Enggak kok bang, adek nggak lapar" ucapan Viara bertolak belakang karena perutnya seketika berbunyi nyaring

"Aduh, bisakah kau bekerja sama denganku perut" batin Viara menundukkan pandangannya sedangkan Andra menahan tawa melihat wajah merona Viara

"Makanlah dek, tubuhmu juga perlu nutrisi"

"Baiklah bang" Balas Viara dan segera mendekati meja di dalam ruangan itu. Viara membuka masker yang selalu dipakainya dan mulai menyantap makanan dengan lahap. Andra yang penasaran dengan wajah Viara ingin melihat wajah itu, namun posisi Viara yang membelakanginya membuat Andra kesulitan melihat wajah Viara

"Bagaimana bentuk rupa yang tersembunyi dibalik masker itu" batin Andra yang terus mengamati punggung Viara

Tak berselang lama, perawat Tara masuk ke ruangan Andra untuk mengecek kondisi serta mengganti perban di bahu Andra

"Permisi bang, saya periksa dulu yah kondisinya" ucap Tara yang diangguki Andra. Tara mulai memeriksa kondisi Andra dan tersenyum karena kondisi Andra yang semakin sehat dan racun yang terdapat di tubuhnya perlahan-lahan menghilang

"Suster, kok bahu saya nyeri yah" ucap Andra yang mulai meringis kesakitan. Setelah meminta izin, Tara perlahan-lahan membuka kancing baju Andra hingga Andra bertelanjang dada. Tara tertegun melihat darah yang terus mengalir keluar dari perban di tubuh Andra, bahkan perban nya telah berubah warna. Viara yang mendengar suara ringisan Andra segera memakai maskernya kembali dan berjalan mendekati brankar Andra

Tara mengontrol nafasnya dan mulai menyentuh perban Andra, namun saat akan membuka perban itu Andra kembali meringis kesakitan sehingga Tara ragu untuk melakukannya

"Ada apa kak, kenapa nggak dibuka perbannya?" Tanya Viara cemas

"Tidak bisa dek, saat kakak menyentuhnya, pasien merasa kesakitan. Jadi kakak nggak berani untuk membukanya" ucap Tara menghela nafas

"Biar adek yang mencobanya yah Kak"

"Iyah silahkan dek" ucap Tara tersenyum.

Viara menutup matanya dan mulai berdoa, dan dengan ucapan bismillah, Viara menyentuh perban itu dan perlahan-lahan membukanya. Andra tersenyum melihat Viara yang tengah serius membuka perban nya

"Abang jadi penasaran dengan wajahmu dek" batin Andra terus menatap Viara sambil tersenyum hingga dia lupa dengan rasa sakit dibahunya. Viara dengan hati-hati membuka perban hingga Viara tak peduli dengan tangannya yang telah berwarna merah terkena darah yang ada di perban.

Setelah selesai membuka perban, Viara mengamati jika luka di bahu Andra sangatlah dalam dan masih terus mengeluarkan darah. Viara mengambil kapas yang dibawa Tara dan mulai membersihkan darah yang terus keluar dan mengusapnya lembut agar Andra tidak merasa kesakitan. Viara melirik wajah Andra merasa pipinya kembali memanas karena Andra yang juga tengah menatapnya sambil tersenyum manis padanya

Tara tersenyum melihat kedekatan dua orang didepannya

Setelah membersihkan dada Andra, Viara memberikan obat di luka Andra dan kembali memasang perban yang baru

"Terimakasih kau telah menjagaku dengan baik. Kau seperti malaikat pelindung ku. Jika kamu tidak datang menolongku kemarin mungkin aku sudah meregang nyawa. Terimakasih atas kebaikan hati dan perhatianmu padaku. Jika Allah mengizinkan, di masa depan nanti aku yang akan menjagamu selalu"

Bersambung......

Episodes
1 BAB 1. Awal Pertemuan
2 BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3 BAB 3. Dasar Anak Muda
4 BAB 4. Ketakutan Viara
5 BAB 5. Peluru Beracun
6 BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7 BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8 BAB 8. Menjagamu
9 BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10 BAB 10. Menantimu Selalu
11 BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12 BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13 BAB 13. Aku Menemukanmu
14 BAB 14. Gadis Yang Baik
15 BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16 BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17 BAB 17. Kejahilan Pandu
18 BAB 18. Maafkan Aku Viara
19 BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20 BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21 BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22 BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23 BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24 BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25 BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26 BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27 BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28 BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29 BAB 29. Kelapa Muda
30 BAB 30. Takut Kehilanganmu
31 BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32 BAB 32. Calon Suami??
33 BAB 33. Demam
34 BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35 BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36 BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37 BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38 BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39 BAB 39. HUT Desa S
40 BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41 BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42 BAB 42. Kebakaran
43 BAB 43. Dokter Menyebalkan
44 BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45 BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46 BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47 BAB 47. Takdir Cintaku
48 BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49 BAB 49. Belajar Mencintaimu
50 BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51 BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52 BAB 52. Jebakan Kiara
53 BAB 53. Karena Ulah Kiara
54 BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55 BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56 BAB 56. Tertembak Peluru
57 BAB 57. Pemenang Dihatiku
58 BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59 BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60 BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61 BAB 61. Wanita Pilihanku
62 BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63 BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64 BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65 BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66 BAB 66. Mencemaskanmu
67 BAB 67. Foto Skandal
68 BAB 68. Dengarkan Aku
69 BAB 69. Kuatkan Langkahku
70 BAB 70. Hati Yang Rapuh
71 BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72 BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73 BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74 BAB 74. Pesan Terakhirku
75 BAB 75. Tegar
76 BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77 BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78 BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79 BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80 BAB 80. Kediaman Maheswara
81 BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82 BAB 82. Hari Bahagia
83 BAB 83. Datang Bulan
84 BAB 84. Aku Milikmu
85 BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86 BAB 86. Membantu Warga
87 BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88 BAB 88. Debat
89 BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90 BAB 90. Permainan Putar Botol
91 BAB 91. Transaksi Ilegal
92 BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93 BAB 93. Salah Paham
94 BAB 94. Wanita Terbaik
95 BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96 BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97 BAB 97. Panggilan Negara
98 BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99 BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100 BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101 BAB 101. Perang Didepan Mata
102 BAB 102. Nyawa Di Peluru
103 BAB 103. Bu Danki Sayang
104 104. Untuk Kamu
105 BAB 105. Kakek Darman
106 BAB 106. Naik Pangkat
107 BAB 107. Janin Kembar
Episodes

Updated 107 Episodes

1
BAB 1. Awal Pertemuan
2
BAB 2. Kisah 8 Tahun Yang Lalu
3
BAB 3. Dasar Anak Muda
4
BAB 4. Ketakutan Viara
5
BAB 5. Peluru Beracun
6
BAB 6. Bolehkah Aku Merawatmu?
7
BAB 7. Aku Mengagumimu Viara
8
BAB 8. Menjagamu
9
BAB 9. Sosok Yang Dirindukan
10
BAB 10. Menantimu Selalu
11
BAB 11. Ku Temukan Keberadaanmu
12
BAB 12. Hari Ujian berbuah kelulusan
13
BAB 13. Aku Menemukanmu
14
BAB 14. Gadis Yang Baik
15
BAB 15. Aku Masih Mencarimu
16
BAB 16. Bersembunyi Untuk Sementara
17
BAB 17. Kejahilan Pandu
18
BAB 18. Maafkan Aku Viara
19
BAB 19. Bentuk Terimakasihnya Abang Pandu
20
BAB 20. Genggam Tanganku Selalu
21
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi
22
BAB 22. Kotak Pemberian Pandu
23
BAB 23. Cintanya Abang Pandu
24
BAB 24. Selamanya Dada Ini Siap Menjadi Sandaranmu
25
BAB 25. Dua Hati Untuk Satu Wanita
26
BAB 26. Kebenaran Yang Diketahui Pandu
27
BAB 27. Kuinginkan Dirimu Menjadi Milikku
28
BAB 28. Menjauh Untuk Sementara
29
BAB 29. Kelapa Muda
30
BAB 30. Takut Kehilanganmu
31
BAB 31. Kejutan Untuk Andra
32
BAB 32. Calon Suami??
33
BAB 33. Demam
34
BAB 34. Viara Si Gadis Remaja Bermasker!!!
35
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!
36
BAB 36. Biarlah Cinta Tetap Ada Dihatiku
37
BAB 37. Rasa Yang Terpendam
38
BAB 38. Melindungimu Sepenuh Hatiku
39
BAB 39. HUT Desa S
40
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S
41
BAB 41. Takut Melukai Hati Yang Lain
42
BAB 42. Kebakaran
43
BAB 43. Dokter Menyebalkan
44
BAB 44. Lebih Tepatnya Calon Istri
45
BAB 45. Tak Ingin Berpisah
46
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit
47
BAB 47. Takdir Cintaku
48
BAB 48. Keputusan Terberat Viara
49
BAB 49. Belajar Mencintaimu
50
BAB 50. Hariku Bersamamu Lettu
51
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara
52
BAB 52. Jebakan Kiara
53
BAB 53. Karena Ulah Kiara
54
BAB 54. Izinkan Aku Bahagia
55
BAB 55. Cepatlah Pulang, Aku Menunggumu
56
BAB 56. Tertembak Peluru
57
BAB 57. Pemenang Dihatiku
58
BAB 58. Masa Depanku Bersamamu
59
BAB 59. Cintaku Selalu Ada Untukmu
60
BAB 60. Pandu Hanya Milikku
61
BAB 61. Wanita Pilihanku
62
BAB 62. Hidup didalam Kenangan
63
BAB 63. Jangan Pergi Meninggalkanku
64
BAB 64. Namamu Ada Di hatiku Lettu
65
BAB 65. Cincin Abang Dimana?
66
BAB 66. Mencemaskanmu
67
BAB 67. Foto Skandal
68
BAB 68. Dengarkan Aku
69
BAB 69. Kuatkan Langkahku
70
BAB 70. Hati Yang Rapuh
71
BAB 71. Bertemu Ayah Vian
72
BAB 72. Sampaikan Rindu Untuknya
73
BAB 73. Jangan Mencariku Lagi
74
BAB 74. Pesan Terakhirku
75
BAB 75. Tegar
76
BAB 76. Kesembuhan Untuk Viara
77
BAB 77. Inilah Perjalanan Cintaku
78
BAB 78. Kekasih Sang Prajurit
79
BAB 79. Bagian Dari Takdirku
80
BAB 80. Kediaman Maheswara
81
BAB 81. Pergi Karena Tugas, Pulang Karena Cinta
82
BAB 82. Hari Bahagia
83
BAB 83. Datang Bulan
84
BAB 84. Aku Milikmu
85
BAB 85. Ku lindungi Dirimu
86
BAB 86. Membantu Warga
87
BAB 87. Menjagamu Sepenuh Hatiku
88
BAB 88. Debat
89
BAB 89. Tentara Tampan Itu Suamiku
90
BAB 90. Permainan Putar Botol
91
BAB 91. Transaksi Ilegal
92
BAB 92. Pemilik Cinta Sang Mantan Ketua Osis
93
BAB 93. Salah Paham
94
BAB 94. Wanita Terbaik
95
BAB 95. Jangan Lupakan Aku
96
BAB 96. Hidupku Hanya Untukmu
97
BAB 97. Panggilan Negara
98
BAB 98. Karena Aku Mencintaimu
99
BAB 99. Panggilan Ibu Pertiwi
100
BAB 100. Bertemu Tanpa Sengaja
101
BAB 101. Perang Didepan Mata
102
BAB 102. Nyawa Di Peluru
103
BAB 103. Bu Danki Sayang
104
104. Untuk Kamu
105
BAB 105. Kakek Darman
106
BAB 106. Naik Pangkat
107
BAB 107. Janin Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!