Bang pandu tersenyum pada Viara yang masih setia melambaikan tangannya pada truk yang telah menjauh
"Masih kangen yah sama ayahnya?" Tanya Pandu tiba-tiba
"Ehh Iyah bang, baru dua menit ketemu ayah, ayah udah pergi aja" ucap Viara mencoba tersenyum
"Begitulah resiko menjadi anak tentara dek, apalagi ayahmu adalah seorang komandan Batalyon" Viara menghela nafas dan tersenyum pada bang Pandu
"Ini dek, abang udah ambilin baju bang Andra" Kata Pandu menunjukkan paper bag yang dipegangnya
"Terimakasih bang. Kita singgah di rumah nenek dulu yah untuk minta izin, setelah itu kita langsung ke rumah sakit"
"Oke dek" jawab Pandu dan mulai menjalankan truknya. Setelah mengantar Viara ke rumah neneknya, mereka berdua kembali melewati jalanan terjal dan berlubang demi menuju ke rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit, kini Viara dan Pandu telah sampai di rumah sakit tujuan
"Terimakasih bang sudah repot-repot nganterin adek sampe sini"
"Iyah sama-sama dek, abang lanjut patroli lagi yah, jika adek butuh sesuatu segera beritahu abang"
"Iyah siap bang" jawab Viara tersenyum dan melambaikan tangannya pada truk yang semakin menjauh. Viara segera masuk ke dalam rumah sakit dan berjalan ke ruang rawat Andra yang ada di lantai dua.
"Ehh dek Viara, kebetulan udah datang jadi kita langsung masuk aja yah" Ucap dokter Rebecca, dokter yang memeriksa kondisi Andra tadi pagi.
"Baik dokter" balas Viara tersenyum dan berjalan memasuki ruang rawat Andra. Tak berselang lama, terlihat 2 orang perawat yang datang membawa perlengkapan untuk membersihkan tubuh pasien
"Rika,Tara segera layani pasien yah, saya baru saja mendapat panggilan darurat" perintah Dokter Rebecca setelah menerima panggilan
"Baik dokter" jawab kedua perawatan itu serentak dan dokter Rena langsung pergi keluar ruangan meninggalkan Viara dan dua perawatan di depannya
Perawat yang bernama Rika tersenyum dan mulai mendekati brankar Andra untuk membuka pakaian Andra. Saat Rika telah menyentuh baju Andra, wajah Andra terlihat berubah cemas dan mengerutkan alisnya
"Tunggu dulu Rika, sepertinya pasien tidak nyaman jika kau menyentuhnya" Cegah Tara
"Apa maksudmu Tara, ini hal yang biasa dan sering terjadi" Kata Rika kembali menyentuh pakaian Andra. Viara melirik wajah Andra dan melihat jika Andra kembali mengerutkan alisnya membenarkan ucapan Tara tadi
"Permisi kakak, mungkin yang dikatakan kak Tara benar jika pasien tidak ingin disentuh oleh Anda" ucap Viara sopan. Rika beralih menatap Viara dan tersenyum sinis padanya
"Tahu apa kamu soal dunia keperawatan. Enak sekali kau berkata begitu seolah aku bukanlah perawat yang bisa diandalkan" tutur Rika sinis
"Bukan begitu maksud saya kak, tapi kenyamanan pasien yang harus diutamakan. Saya memang bukan seorang perawat dan saya masih sangat remaja, tapi saya hanya berpikir jika seorang pasien harus dilayani dengan baik dan juga menyenangkan. Bukankah itu moto rumah sakit ini"
"Kau mau mengajariku anak kecil, coba kau yang berada di posisiku. Cobalah kau membersihkan tubuh pasien ini. kita lihat saja bagaimana kenyamanan pasien yang kau maksud itu. Aku yakin pasien juga tidak nyaman saat disentuh olehmu" ucap Rika sinis dan mulai berpindah posisi. Viara hanya tersenyum dan berdiri di posisi Rika tadi
"Semangat yah dek. Adek pasti bisa" kata Tara menyemangati
"Terimakasih kak Tara, mohon bimbingannya yah" ucap Viara diangguki Tara sambil tersenyum. Viara memajukan tubuhnya dan berdiri tepat disamping Brankar Andra
"Abang, hari ini abang harus bersin-bersin badan. Boleh nggak jika adek membuka pakaian abang?" Tanya Viara mencoba berbicara pada Andra yang masih setia menutup mata
"Cih,dasar murahan" gerutu Rika dalam hati.
Mendengar suara lembut Viara, wajah Andra berubah teduh dan menampilkan senyum tipisnya
"Terimakasih abang" ucap Viara setelah mendapatkan izin dari Andra dan mulai membuka baju di tubuh Andra. Tara tersenyum melihat wajah Andra yang tersenyum tipis saat Viara dengan telaten membuka pakaiannya, sedangkan Rika melongo tak percaya melihat yang terjadi di depannya
"Selanjutnya bagaimana kak Tara?" Tanya Viara setelah membuka baju Andra.
"Basahkan tubuh pasien dengan air sedikit-sedikit dek, bisa menggunakan tangan atau kain basah" ucap Tara menjelaskan. Viara tersenyum dan terus mengikuti arahan Tara. Viara membasahi kain dengan air dan mulai menggosok kain itu di tubuh Andra. Viara melakukannya dengan senang hati sambil memperhatikan wajah teduh Andra.
"Tubuh dan badan pasien udah bersih kak, selanjutnya bagaimana?"
"Langkah selanjutnya adalah membersihkan kaki dan bagian paha pasien" Kata Tara menjelaskan
"Tapi kak, yang akan melakukan langkah yang kakak sebutkan adalah perawat lelaki kan?" Tanya Viara kembali
"Tepat sekali dek, oleh karena itu kita berhenti sejenak sambil menunggu kedatangan perawat Galang datang"
"Nggak perlu nunggu kak Galang mending langsung aja bersihinnya" Kata Rika datar
"Kita tidak boleh seperti itu kak, pasien adalah laki-laki, maka yang akan melakukan langkah selanjutnya adalah yang sesama jenis dengannya. Kita bukanlah istrinya jadi kita tidak berhak menyentuhnya" ucap Viara bijak.
"DIAM kau anak kecil, urus aja urusanmu sendiri dan nggak usah sok pintar didepanku. Jika kalian tidak mau membersihkannya biar aku saja" Tegas Rika dan mendorong tubuh Viara agar menjauh darinya.
Tara refleks menangkap Viara yang terhuyung kebelakang akibat didorong Rika
"Kamu tidak apa-apa dek?" Tanya Tara khawatir
"Nggak apa-apa kak, apa kakak punya minyak kayu putih?" Tanya Viara yang kembali merasa sesak nafas dibalik masker yang terus dipakainya
"Iyah dek, ini" Viara segera mengambil minyak kayu putih itu dan menghirupnya agak lama. Setelah nafasnya kembali teratur, Viara mengembalikan minyak kayu putih itu kepada Tara dan kembali mengamati Rika yang bersiap siap ingin membersihkan tubuh Andra
Rika tanpa rasa malu mulai membuka kancing celana Andra. Viara mengamati wajah Andra yang kembali mengerutkan alisnya karena tidak nyaman dengan sentuhan Rika walaupun dia tengah tertidur lelap.
Rika tersenyum puas saat berhasil melepaskan kancing dan resleting celana Andra. Rika dengan perlahan menurunkan celana Andra sehingga dalaman Andra mulai terlihat. Viara kembali melihat jika wajah Andra semakin cemas dan mengerutkan alisnya segera menahan tangan Rika sebelum Rika menurunkan dan membuka celana Andra
"Tahan kak, bukankah sudah ku peringatkan agar jangan menyentuhnya. Kau tahu pasien sangat tidak suka disentuh olehmu" Tegas Viara
"Emang kenapa, saya hanya menjalankan tugas saya. Soal pasien senang atau tidak senang saya tidak peduli. Saya tetap akan melakukannya sampai saya puas" ucap Rika tersenyum sinis kepada Viara. Viara yang geram segera menarik tangan Rika dan mendorong keras tubuh Rika hingga Rika terhuyung kebelakang. Tara tersenyum melihat keberanian Viara yang melawan orang yang lebih tua darinya karena Viara menjunjung tinggi etikanya dibandingkan egonya
"Berani sekali kau anak kecil" geram Rika melayangkan tangannya bersiap menampar Viara, namun Viara refleks menahan tangan Rika dan memelintirnya kebelakang
"Sebelum aku melakukan sesuatu yang buruk padamu, sebaiknya segera tinggalkan ruangan ini dan jangan ganggu kami" Tegas Viara mendorong Rika agar keluar dari ruang rawat Andra. Viara tersenyum licik melihat wajah ketakutan Rika dan menutup pintu ruang rawat Andra.
Viara segera mendekati Andra dan memperbaiki celana Andra yang turun sampai ke lututnya. Viara dengan telaten menaikan celana Andra sampai ke posisi sempurna.
"Maaf jika adek menyentuhmu bang" ucap Viara meresleting celana Andra. Wajah Andra berubah teduh dan tersenyum tipis karena nyamannya perhatian dan sentuhan Viara. Tara yang melihat perhatian Viara dan perubahan diwajah Andra merasa senang dan memuji-muji Viara dalam hati.
"Maaf atas keterlambatan saya, motor saya kempes saat perjalanan kemari. Untung ada pak tentara yang mengantarku kesini. Tentara yang kamu suka Tara" Ucap perawat Galang
"Benarkah, aku akan segera menemuinya" ucap Tara antusias dan segera berjalan keluar ruang rawat Andra.
"Dokter tolong jagain abang saya yah, saya akan keluar sebentar"
"Iyah siap dek" jawab Galang tersenyum. Viara mengangguk dan segera keluar ruangan karena Galang yang akan membersihkan tubuh Andra.
________________
"Abang,sejak kapan abang ada disini?" Tanya Tara yang duduk disamping Pandu
"Sejak 3 hari yang lalu" Jawab Pandu datar.
Menyadari jika Pandu masih saja bersikap datar padanya, membuat Tara menghela nafasnya kasar dan berusaha tetap tersenyum pada mantan kekasihnya itu
"Abang, adek punya cerita saat berada di ruangan pasien tadi. Pasien itu juga seorang tentara sama seperti abang"
"Abang punya teman tentara yang dirawat disini dek, namanya Andra" jawab pandu
"Nah itu dia bang, abang lihat gadis remaja disana?" Tanya Tara menunjuk Viara yang tengah duduk dipinggir kolam ikan rumah sakit
"Iyah dek, dia warga desa tempat abang bertugas. Ada apa dengannya?" Tanya Pandu kembali. Tara kemudian menceritakan keberanian Viara saat berada di ruangan Andra tadi. Pandu yang mendengar penjelasan Tara tersenyum dan manggut-manggut sambil melirik Viara yang tengah menabur makanan ikan di kolam ikan
"Gadis yang baik"
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments