Setelah beberapa jam lamanya menunggu, akhirnya profesor Parker datang dari ruang lab. Lalu profesor Parker memberikan pistol dan juga manset telinganya kembali pada Ellard. Masih terlihat sama, tidak ada yang berubah saat Ellard mengamati pistolnya dan juga manset telinganya.
"Tidak ada yang berubah. Sebenarnya tadi profesor melakukan apa?" tanya Ellard.
Ternyata profesor Parker memberikan kemampuan tambahan pada manset telinga dan juga pistol milik Ellard. 'Psionic Magic Device' atau bisa disebut sebagai PMD adalah sebuah sistem perangkat, jika seseorang mempunyai PMD, maka orang itu akan memiliki kemampuan sihir psionik.
"PMD 'Psionic Magic Device', adalah sebuah sistem yang sudah aku masukkan ke dalam manset telinga dan juga pistolmu.
Sekarang kedua senjatamu itu memiliki sebuah kemampuan sihir psionik."
"Sihir? Aku pikir sihir hanya ada pada zaman dulu saja," ucap Ellard.
"Iya bisa dibilang begitu. Tapi dengan pengetahuan, aku mampu membuatnya."
"Luar biasa. Bahkan kemampuan sihir yang mustahil sekarang ini berada di zaman modern, profesor berhasil membuat alat canggih ini. Benar-benar luar biasa," batin Ellard.
"Terimakasih. Jadi, untuk manset telingaku ini apa gunanya?" tanya Ellard sambil memperlihatkan manset telinganya.
"Kecanggihan manset yang sebelumnya kubuat tidak akan hilang. Sekarang hanya saja manset itu mempunyai tambahan kemampuan.
Jika kau terus memakai manset itu, kau akan memiliki sebuah kemampuan sihir psionik. Kemampuan seperti bisa melihat tembus pandang sebuah objek dengan elemental sight, atau kau bisa melumpuhkan lawanmu dengan kemampuanmu itu. Tapi itu juga membutuhkan konsentrasi tinggi, jadi kau harus berkonsentrasi untuk bisa mengeluarkan kemampuan itu," jawab profesor Parker jelas.
"Baiklah, saya mengerti."
"Ellard, sistem PMD itu hanya ada satu. Dan sekarang sistem itu sudah ada padamu. Jagalah baik-baik alat itu, Ellard!"
Ellard membungkuk sopan pada profesor Parker. "Iya, Terimakasih. Kalau begitu saya akan pulang," lalu Ellard berjalan pergi meninggalkan pusat penelitian sambil dia memakai kembali manset telinganya.
Entah kenapa tiba-tiba saja profesor Parker membuat sebuah sistem alat canggih. Apakah akan ada sesuatu yang terjadi?
Karena Ellard yang terlalu fokus dengan apa yang akan dilakukan oleh profesor Parker, dia sampai lupa jika dia belum memeriksa data chipset yang diberikan Koiji kemarin malam. Setibanya di rumah Ellard langsung memeriksa semua data-datanya.
Untuk penduduk yang berasal dari kota Ostania Timur ada sekitar 10 orang. 5 orang berjenis kelamin perempuan dan 5 lagi berjenis kelamin laki-laki. Itu sudah jelas jika mereka sudah bersiap untuk datang ke kota Tokyo ini. Ayah Ellard ataupun Ellard masih belum mengerti apakah mereka adalah anggota dari sebuah organisasi di kota Ostania Timur, atau mereka hanyalah penyusup yang ingin memblokir sistem operasi Android yang dibuat oleh profesor Parker Coloters. Apakah mungkin dari sistem yang sudah profesor buat ada sangkut pautnya dengan para penyusup itu?
"Manarik. Pasti mereka bukan hanya sekedar penyusup saja. Pasti mereka anggota Agent rahasia. Dan sebelum aku bertindak, aku harus mencari tahu terlebih dulu.
Untuk hal ini aku tak bisa melibatkan Koiji. Hah, aku harus turun tangan sendiri," ucap Ellard sambil dia memandangi semua data-data itu.
Tok.... tokkk..... tokkk
Lalu ada suara mengetok pintu Ellard. Ellard beranjak dari tempat dia duduk dan membuka pintu kamarnya. Dan ternyata yang datang adalah pelayan rumah Ellard. Pelayan itu tampaknya masih muda dengan, terlihat dari penampilan dan juga umurnya masih sekitar 18 tahunan.
"Jika dilihat-lihat, umurnya masih sekitar 18 tahun. Apa dia benar-benar pelayan di rumah ini?" pikir Ellard dalam hati.
"Ada apa?" tanya Ellard datar.
Wajah pelayan muda itu memerah dan dia tampak terlihat gugup. "Maaf, tapi apakah tuan muda membutuhkan sesuatu?" tanya pelayan itu.
"Siapa namamu? Dan umurmu berapa?" tanya Ellard tiba-tiba.
"Heh?"
"Jawab saja."
"Nama saya Lilia, umur saya 18 tahun," jawabnya gugup.
"Sudah kuduga," batin Ellard.
"Aku baru melihatmu. Apa kau baru menjadi pelayan di sini?" tanya Ellard dengan wajah datarnya.
"Benar tuan muda. Saat ini semua pelayan di rumah ini mengambil cuti, jadi saya yang akan menjadi penggantinya sampai mereka kembali bekerja," jawabnya.
"Mencurigakan. Tidak mungkin mereka cuti secara bersamaan. Tapi, aku tidak peduli juga sih," batin Ellard.
"Kau panggil saja Gorgio. Suruh dia kemari."
"Pak Gorgio juga mengambil cuti," jawabnya.
"Benar-benar mencurigakan. Sudah jelas tadi Gorgio sempat menghungiku. Kalau dia mengambil cuti pasti dia akan izin padaku dulu," batin Ellard.
"Jadi di rumah ini hanya ada aku dan, kau ya," ucap Ellard.
"Benar tuan muda," jawabnya.
"Hah, aku benar-benar sudah muak. Sebenarnya ada apa ini, cih," batin Ellard.
"Baiklah, kalau begitu bawakan aku coklat panas saja."
"Baik, akan segera saya buatkan," ucapnya sopan lalu pelayan Lilia pergi meninggalkan Ellard.
Setelah beberapa lama, akhirnya Lilia datang dengan membawa coklat panas. Saat Lilia masuk ke dalam kamar Ellard, saat itu Ellard sedang membuka bajunya. Lilia yang melihat tubuh telanjang Ellard yang terlihat begitu bagus, wajahnya langsung memerah dan Lilia langsung menutup matanya dan berbalik.
"Maaf tuan muda!" teriaknya.
"Kenapa kau sampai kaget begitu. Aku hanya membuka bajuku saja, pelayanku yang lain biasa aja lihat ini," ucap Ellard datar sambil mengangguk handuk bersiap untuk mandi.
"Maaf, ini coklat panasnya. Saya akan keluar," lalu Lilia pergi keluar dari kamar Ellard.
"Ngomong-ngomong apakah hari ini ayah akan pulang? Hah, pasti itu tidaklah mungkin," ucap Ellard lalu dia berjalan memasuki kamar mandi.
Setelah mandi Ellard langsung menikmati coklat panasnya, walau sudah seidikit dingin tapi untuk Ellard itu tidak apa-apa. Ellard membawa coklat panasnya menuju ruang pribadinya. Di sana seperti biasa, Ellard akan membaca buku sambil menikmati coklat panasnya.
Dan tanpa Ellard sadari, ternyata sedari tadi Lilia mengintip Ellard dari sebuah lubang kecil di balik pintu. Dan Ellard baru menyadari saat dia tidak sengaja melihat ke arah pintu.
"Apa daritadi dia ada di sana?" batin Ellard.
Lalu Ellard berjalan mendekati pintu lalu dia langsung membuka pintunya. Dan ternyata Lilia masih saja berada di sana.
"Ada apa? Apa daritadi kau ada di sini?" tanya Ellard datar.
"Maaf, emm apakah tuan muda ingin sesuatu? Atau mungkin anda ingin berjalan-jalan? Saya bisa menemani tuan muda jalan-jalan kok," ucapnya.
"Aku bisa jalan-jalan sendiri," ucap Ellard lalu dia pergi meninggalkan Lilia.
Ellard pergi ke kamarnya, di sana dia akan mulai mencari tahu tentang para penyusup itu. Dia sudah tahu identitas asli mereka, jadi cukup mudah untuk mencari tahu siapa mereka sebenarnya. Tapi jika Ellard mencari tahu hanya dengan melalui website biasa, dia tak akan menemukan apapun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments