Bab 5

Setibanya di rumah, Ellard langsung pergi ke kamarnya dan berbaring santai sambil membuka ponselnya. Ellard tampak sedang melihat pointnya yang sudah berkurang sedikit saat dia makan di restoran sekolah. Walau ada murid yang tidak tinggal di asrama, mereka tetap tak akan bisa menambah point dengan uang mereka. Itulah ketatnya pengamanan di SMA Confident, mereka yang tidak bisa menaati peraturan, maka mereka akan langsung dikeluarkan dari sekolah.

"Point ini bisa saja aku tambah dengan mudah kalau hanya dengan mendapat nilai tinggi. Tapi aku tak mau terlibat dengan semua kegiatan di sekolah. Aku hanya ingin menikmati masa-masa santaiku di SMA Confident," ucap Ellard lalu meletakkan ponselnya dan pergi tidur.

Saat malam sudah larut, terlihat ada yang membuka pintu kamar Ellard. Dan ternyata ibunya, Brylee Damarion yang masuk ke kamar Ellard. Ellard sudah tertidur pulas, tidak biasanya Brylee pulang ke rumah. Biasanya saat ibu Ellard pulang larut malam, dia memilih untuk menginap di hotel, tapi sekarang dia pulang ke rumah.

"Sepertinya aku tak perlu mencemaskan keadaan Ellard. Dia sudah besar, dia pasti akan bisa menjaga dirinya," ucap Brylee lalu pergi meninggalkan kamar Ellard.

Brylee sangat menyayangi putra tunggalnya itu. Dia bahkan tidak akan membiarkan Ellard sampai berangkat sekolah atau pulang sekolah jalan kaki. Tapi rasa sayangnya dalam bentuk cara dia mendidik Ellard dengan sikap Ellard yang anggun layaknya keluarga kelas elit.

Besoknya di sekolah, saat Ellard berjalan menuju kelasnya, dia melihat Dominic menunggu Ellard di koridor sekolah. Tampaknya dia ingin membuat masalah lagi dengan Ellard.

Tapi sepertinya Ellard tak mempedulikan adanya Dominic di koridor sekolah. "Kau sombong sekali ya!" ucap Dominic berdiri di depan Ellard.

"Apa yang kau inginkan? Aku tak punya banyak waktu," ucap Ellard datar tanpa ekspresi.

"Aku hanya ingin tahu apakah kelasmu yang payah itu sudah tahu apa yang akan mereka jawab," ucap Dominic.

"Kenapa kau tidak tanya kepada mereka saja! Aku tak ada hubungannya dengan itu, aku netral," ucap Ellard lalu berjalan pergi meninggalkan Dominic dan anak buahnya.

Saat Ellard pergi ke kamar mandi, di sana dia melihat seorang gadis di ganggu oleh beberapa pria. Jika dilihat-lihat gadis itu berada di kelas X-A, tepatnya dia adalah calon anggota OSIS.

Ellard diam saja saat melihat gadis itu di ganggu oleh beberapa pria dari kelas XI. Saat salah satu pria akan memukul gadis itu, Ellard langsung menahan pukulan dari pria itu dan membuat gadis itu terkejut.

"Cih, siapa kau!" ucap pria itu.

"Pergilah! Sebaiknya kau tak mengganggunya lagi," ucap Ellard datar tanpa ekspresi.

"Hah, kau hanya adik kelas payah saja. Beraninya kau menyuruhku! Dia adalah pacarku, jadi aku berhak," ucap pria itu.

Ellard melihat ke arah gadis itu. Gadis itu ketakutan, dia seperti memberikan kode pada Ellard untuk menolongnya.

"Dia sudah tidak mau lagi denganmu. Jadi lebih baik kau pergi," ucap Ellard.

"Kau hanyalah pengganggu saja!" lalu pria itu akan menonjok Ellard.

Dan saat pria itu menyerang Ellard, dia hanya berjalan mundur dengan santainya menghindari serangan dari pria itu. Karena jika sampai guru tahu, maka sudah pasti pointnya akan dikurangi.

Akhirnya pria itu berhenti sendiri karena kwalahan. "Cih, kau belum aku lepaskan! Tunggu saja!" pria itu dan beberapa anak buahnya pergi meninggalkan Ellard dan gadis berambut merah muda itu.

"Anu, Terimakasih karena kau sudah menolongku. Namaku adalah Calisa!" ucapnya.

"Aku membantumu, tapi itu tidaklah gratis," ucap Ellard dengan tatapan dinginnya sambil berjalan mendekati Calisa sampai Calisa berjalan mundur mendekati tembok.

"Kau ingin apa?" tanya Calisa gugup saat Ellard terlalu dekat dengan wajah Calisa.

"Kau calon anggota OSIS kan?" tanya Ellard.

"I-ya," jawabnya gugup.

"Kau akan membantuku," ucap Ellard.

"Heh, kau ingin aku melakukan apa?" tanya Calisa.

"Mudah saja. Kau hanya perlu mencari info tentang semua anggota OSIS, berikan padaku saat kau mendapatkannya," ucap Ellard.

"Tapi, untuk apa?" tanya Calisa.

Brakkk.....

Ellard memukul tembok. "Apa kau ingin di ganggu oleh para pria itu?" tanya Ellard.

Calisa menggelengkan kepalanya, "Aku tidak mau diganggu mereka lagi!" jawabnya.

"Kalau begitu kau harus menuruti apa yang kuinginkan! Dan kau akan aku lindungi," ucap Ellard.

"Baiklah," ucap Calisa.

Ellard memegang kepala Calisa, "Keputusan yang bagus, jika ada yang mengganggumu lagi, temuilah aku," ucap Ellard lalu pergi meninggalkan Calisa dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya.

Saat jam istirahat, Ellard pergi ke atap sekolah. Tugas antar kelas Sebentar lagi akan selesai, dan sepertinya kelas X-D belum mendapatkan jawabannya sama sekali.

"Sepertinya aku sudah tahu siapa yang sudah membawa kartu point itu," ucap Ellard.

Lalu tidak lama kemudian, Hailey datang menghampiri Ellard. "Apa yang kau maksud dengan kata-katamu kemarin?" tanya Hailey sambil berdiri di samping Ellard.

"Itulah kenapa kau mendapat kelas paling rendah. Kau ternyata hanyalah gadis payah saja," ucap Ellard.

Wajah Hailey langsung memerah, "Cepat kau katakan saja apa yang kau maksud kemarin!"

"Apa kau hanya akan melirik anggota OSIS yang memiliki pangkat tinggi saja?" tanya Ellard.

"Iya, karena kupikir pasti anggota OSIS yang memiliki pangkat tinggi saja yang memiliki kartu point itu," jawab Hailey.

Lalu tidak lama kemudian, ponsel Ellard berdering. Ternyata Calisa sudah memberikan semua informasi tentang semua anggota OSIS lewat sebuah pesan. Hanya dengan melihat informasi dari anggota OSIS itu, tampaknya Ellard langsung tahu siapa yang memegang kartu point nya.

Ellard tersenyum setengah, "Akan kuberi petunjuk! Dan ini petunjuk terakhirku," ucap Ellard pada Hailey.

"Apa itu?" tanya Hailey.

"Tapi kau harus berjanji untuk tidak memberitahu pada siapapun jika aku memberi tahu tentang tugas ini," ucap Ellard.

"Baiklah, itu mudah," ucap Hailey.

"Kau salah jika hanya melihat dari sisi pangkat mereka saja.

Di SMA ini ada beberapa anggota OSIS yang memiliki pangkat paling rendah. Dan diantara mereka lah yang memegang kartu point itu," ucap Ellard.

"Apa kau yakin? Karena waktunya tinggal hari ini saja," ucap Hailey.

"Guru di SMA ini begitu licik. Mereka menjebak semua murid-murid di sekolah ini. Dan kau jangan sampai terpancing dengan jebakannya.

Lebih baik kau cepat diskusikan hal ini dengan ketua kelas," ucap Ellard lalu berjalan pergi.

"Apa kau tak akan ikut?" tanya Hailey.

"Tentu saja tidak!" jawab Ellard sambil berjalan pergi meninggalkan atap sekolah.

Saat Ellard akan berjalan menuju kelas, Eilaria Sensei menemui Ellard sambil merokok. "Kau sudah tahu jawabannya kan?" tanya Eilaria Sensei.

"Untuk apa aku menjawabnya?" tanya Ellard.

"Aku tahu, kau tahu jawabannya. Pasti sasaranmu adalah anggota OSIS pria berkacamata kan?" tanya Eilaria.

"Tanpa sadar Sensei sudah memberitahuku jawabannya, apa Sensei tidak salah?" tanya Ellard.

"Hah, karena aku sudah tahu kalau kau juga akan menjawab itu," ucap Eilaria Sensei sambil membuang bekas rokoknya ke tempat sampah.

"Dia bukan hanya guru licik dan juga bar-bar. Tapi dia juga pintar," batin Ellard lalu berjalan pergi memasuki kelas.

Terpopuler

Comments

rain

rain

ntah kenapa kok rasanya novelnya lumayan mirip ama classroom of the elite

2022-10-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!