Bab 14

Siangnya Ellard pergi ke tempat lokasi di mana tempat penelitian ilmuwan Parker Coloters berada. Ellard hanya ingin tahu alat-alat apa saja yang dia buat sampai negara Ostania Timur ingin memblokir sistem operasi Android mereka. Karena saat Ellard berkeliling kota, dia sama sekali tak menemukan petunjuk apapun. Semuanya terlihat sama.

Setibanya di tempat penelitian, Ellard cukup terkejut melihat gedung yang sama besar dan mewahnya dengan markas besar organisasi militer ayahnya.

"Hmm, sebenarnya siapa ilmuwan itu, ya. Dia seperti sudah mempunyai segalanya," batin Ellard sambil berjalan memasuki gedung.

Saat Ellard memasuki gedung, penjaga yang berada di sana diam saja bahkan tidak menghentikan Ellard dan membiarkan Ellard masuk. Apakah mereka sudah tahu jika Ellard adalah putra dari Renal Damarion yang berkerja sama dengan ilmuwan di sini?

"Bagus, mereka diam saja. Artinya ini seperti apa yang aku pikirkan. Ayah pasti sudah memberitahu ilmuwan itu tentang aku yang akan datang ke sini," batin Ellard sambil berjalan berkeliling gedung untuk mencari di mana keberadaan ilmuwan itu.

"Tuan Ellard Damarion, selamat datang!" tiba-tiba saja ada suara seorang pria berbicara pada Ellard dari arah belakang.

Ellard menoleh ke arah orang itu, dan ternyata orang itu adalah profesor Parker Coloters. "Selamat siang, apakah anda yang bernama profesor Parker Coloters?" tanya Ellard dengan wajah datar tapi berbicara dengan nada yang begitu sopan.

"Benar, selamat datang di pusat penelitian kami," jawabnya sambil berjalan mendekati Ellard.

"Sudah kuduga, ayah pasti sudah memberitahunya," batin Ellard.

"Saya datang ke sini hanya ingin tahu saja apa yang profesor buat selama ini. Mungkin anda sudah tahu jika saya ditugaskan oleh ayah saya," ucap Ellard.

"Iya, aku tahu. Mari, aku akan mengantarmu," ucapnya sambil berjalan memperlihatkan alat-alat yang sudah dia buat dengan Ellard berjalan mengikutinya di belakang.

Semua alat-alat yang sudah profesor Parker buat benar-benar alat yang canggih. Bahkan ada alat untuk berteleportasi. Dan ada juga alat pengubah penampilan dalam sekejap mata.

"Ini bisa kugunakan, aku jadi punya ide bagus," batin Ellard setelah dia melihat alat-alat yang begitu canggih itu.

"Profesor ... " panggil Ellard.

"Iya, ada apa?"

"Apakah anda bisa membuatkan saya sebuah alat?"

"Tentu saja," jawabnya.

Ellard mengusulkan pada Profesor Parker untuk membuatkannya sebuah alat agar Ellard bisa meganalisis sebuah objek-objek tertentu. Profesor akan membuatkan alat tersebut dalam bentuk sebuah manset telinga logam. Nantinya manset telinga logam itu akan berguna untuk Ellard jika dia ingin menganalisis atau meneliti sebuah objek tertentu. Dan yang lebih canggihnya lagi adalah manset telinga itu juga bisa menghubungkan jaringan seluruh kota pada Ellard jika dia ingin mencari tahu sesuatu.

"Aku sudah membuatnya, ini ambillah," setelah waktu beberapa jam, akhirnya alat itu sudah siap.

Ellard mengambil manset telinga itu lalu memakaikannya di telinga kirinya. "Terimakasih, ini yang kubutuhkan," ucap Ellard.

"Aku tahu kau adalah pria yang sangat pintar dan cerdas, bahkan melebihi kecerdasan dari ayahmu," ucap profesor Parker tersenyum pada Ellard.

Ellard membungkuk sopan pada profesor Parker, "Baiklah. Kalau begitu saya permisi," ucap Ellard lalu dia pergi meninggalkan pusat penelitian itu.

Sepertinya ada manfaat Ellard pergi ke pusat penelitian. Dia bukan hanya bisa melihat beberapa alat canggih, tapi dia juga punya alat serba guna yang akan berguna untuknya.

Setibanya di rumah, Ellard berbaring di kamarnya sambil melihat-lihat ponselnya. "Hmm, aku jadi ingat dengan pria yang aku temui saat dia memata-matai perusahaan Alico. Dia bisa sangat berguna untukku," ucap Ellard.

Saat Ellard mulai memejamkan matanya, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ternyata Calisa memberi sebuah pesan pada Ellard untuk mengajak Ellard bertemu malam nanti di taman dekat apartemen Calisa tinggal.

"Apalagi, apa dia punya sebuah informasi penting?" pikir Ellard setelah dia membaca pesan dari Calisa.

Lalu ada yang mengetok pintu kamar Ellard, saat Ellard membukanya ternyata dua pelayannya yang datang.

"Ada apa?" tanya Ellard datar.

"Tuan muda, ini sudah sore. Apakah tuan muda ingin makan sesuatu?" tanya salah satu pelayan.

"Buatkan saja aku coklat panas," ucap Ellard.

"Baiklah, akan saya buatkan," ucap salah satu pelayan lalu mereka berdua pergi untuk membuatkan coklat panas pada Ellard.

Waktu masih sore hari, jadi Ellard bisa melakukan sesuatu sebelum nanti dia bertemu dengan Calisa. "Masih ada waktu sebelum aku pergi bertemu Calisa, sebaiknya aku mencari tahu tentang para penyusup Ostania Timur saja, mungkin saja aku akan mendapat sedikit petunjuk," ucap Ellard lalu berjalan mendekati ruang belajarnya dan mulai membuka komputernya.

Dia tidak akan mencari tentang siapa saja penyusup dari Otania Timur, karena kalaupun dia mencarinya pasti tidak akan ada petunjuk apapun. Ellard akan menggunakan manset telinganya untuk menghubungkan jaringan komputernya dengan jaringan sistem di pusat kota. Ellard akan mencari tahu apakah ada seseorang yang datang ke kota Tokyo dari kota lain.

Dari pemikiran Ellard pasti mereka akan memyamar bukan dari negara Ostania Timur, mereka pasti menggunakan identitas palsu. Karena dari info yang Ellard tahu, Tokyo dan Ostania Timur memang sudah memiliki hubungan buruk.

Dan Ellard sudah menemukan beberapa identitas yang menjadi pendatang baru ke kota Tokyo dari kota lain. Tapi cukup banyak, Ellard tak akan bisa mencari tahu semuanya satu-persatu.

"Baiklah, ini informasi yang cukup lengkap. Aku tinggal mencari seseorang yang akan cocok untuk masalah ini, dan aku tahu siapa itu," ucap Ellard.

Saat sudah malam, Ellard bersiap untuk menemui Calisa di taman dekat apartemen tempat tinggal Calisa. Entah informasi apa yang akan Calisa sampaikan. Tapi mungkin saja jika informasinya tidak berguna, maka sudah pasti Ellard akan melepaskan Calisa.

Setibanya di taman, ternyata Calisa sudah berada di sana. "Calisa, kenapa kau mengajakku bertemu di sini?" tanya Ellard dengan wajahnya datar.

"Aku ada informasi penting," ucap Calisa.

"Apakah tentang sekolah?" tanya Ellard.

"Benar! Ketua OSIS akan mengadakan ujian penambahan poin lagi,"

"Ujian lagi? Ujian apa kali ini?" tanya Ellard.

"Ujian tantangan! Ketua OSIS akan memberikan setiap kelas sebuah tantangan yang sama tapi jawaban berbeda," ucap Calisa.

"Tantangan, ya. Kau sudah tahu tantangannya?"

"Tentu saja, aku juga pintar dalam menyelinap lho," ucap Calisa.

"Beritahu aku tantangannya,"

"Tapi untuk ujian tantangan ini akan ada pbagain kelompok acak setiap kelas. Setiap kelompok akan ditugaskan untuk mencari tahu siapa dari salah satu anggota kelompok lawan yang menjadi 'forward' ," ucap Calisa jelas.

"Baiklah, intinya ini sudah jelas akan menentukan kerja sama setiap kemlompok walau beda kelas, ya," batin Ellard.

"Baiklah, hari ini kau sudah memberikanku informasi yang sangat berguna," ucap Ellard.

"Apa aku akan mendapat sesuatu?" tanya Calisa.

"Apa yang kau inginkan?"

Calisa mendekati wajah Ellard. "Apakah malam ini kita bisa bersenang-senang?"

Ellard menatap wajah Calisa dengan tatapan dinginnya. "Sepertinya itu ide yang bagus," jawabnya.

Lalu Calisa terkejut dengan jawaban Ellard, Calisa hanya ingin bercanda saja pada Ellard. Karena sebelumnya Ellard pernah menolaknya.

"A-pa kau yakin? Aku tidak sungguh-sungguh kok," ucap Calisa yang mulai panik.

"Tentu saja. Tawaranmu cukup bagus," ucap Ellard dengan tatapan dinginnya pada Calisa.

"Bagaimana ini, aku ingin tapi aku takut. Aku hanya menggodanya saja tadi dan tidak sungguh-sungguh," batin Calisa yang mulai panik.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!