Saat jam istirahat di sekolah, Ellard berjalan menuju sebuah kafe di sekolah untuk membeli choco latte. Ellard sangat menyukai choco latte dan juga coklat panas, tapi makanan yang paling Ellard benci adalah kacang hijau.
Saat di kafe, kebetulan juga Calisa berada di sana. Tapi kelihatannya Calisa sedang mendapat masalah. Lagi-lagi dia di bully oleh murid di sekolah, dan sekarang ini dia di bully oleh dua orang pria yang sepertinya dua pria itu adalah anak buah dari salah satu murid kelas XI.
Semua murid di kafe itu diam saja saat melihat Calisa di ganggu oleh dua pria itu. Karena mereka juga tak berani untuk menegur mereka, sudah jelas karena mereka adalah kakak kelas.
Lalu saat Calisa melihat Ellard, dia langsung memeluk Ellard. Ellard manatap dua pria itu dengan tatapan dingin bercampur tetapan tajam. Dua pria itu langsung pergi saat Ellard menatap tajam mereka.
"Aku takut sekali. Kenapa mereka selalu saja mengagngguku," ucap Calisa sambil memeluk Ellard.
"Apakah sebelumnya mereka pernah mengganggumu?" tanya Ellard.
"Iya, mereka adalah anak buah dari mantan pacarku, Shouta," jawab Calisa.
Murid yang berada di kafe itu terkejut saat Ellard melindungi Calisa dan melihat Calisa memeluk Ellard seperti pasangan kekasih. Bahkan saat itu ada salah satu murid kelas X-D, yaitu Haru.
"Ellard, ayo kita minum di kafe ini!" ajak Calisa.
"Yah, aku juga perlu bicara dengannya," batin Ellard.
"Aku ingin kau mencari tahu apa yang anggota OSIS lakukan. Aku ingin kau memberitahuku saat akan ada kegiatan di sekolah ini lebih dulu," ucap Ellard pada Calisa sambil mereka menikmati minuman mereka.
"Tentu saja. Serahkan padaku," ucap Calisa.
Saat bel masuk berbunyi, Ellard langsung pergi ke dalam kelasnya. Saat dia masuk ke kelas, murid kelas X-D langsung menghampiri Ellard.
"Hei, apa kau berpacaran dengan Calisa murid kelas X-A? Kau tahu, dia adalah gadis pintar dan dia juga calon anggota OSIS lho," ucap Haru.
"Apa penting aku menjawab pertanyaanmu?" ucap Ellard datar lalu pergi dan duduk di bangkunya.
"Tidak apa jika kau berpacaran dengannya, Ellard. Itu adalah hakmu," ucap Tatsumi.
"Wah, ternyata kau punya pacar juga ya. Aku pikir kau tidak akan punya pacar karena sikapmu yang dingin itu," ucap Erica.
"Inilah yang kubenci," batin Ellard.
Lalu tidak lama kemudian, Eilaria Sensei datang, dan pelajaran pun di mulai. Tampaknya pelajaran kali ini terasa biasa-biasa saja untuk Ellard. Bahkan pelajaran yang menurut murid kelas X-D sulit, bagi Ellard itu terlihat biasa-biasa saja. Didikan ayah dan ibunya Ellard membuat Ellard menjadi sangat cerdas bahkan dari saat dia masih kecil. Dan itulah kelebihan keluarga elit Damarion.
Saat Ellard berjalan di halaman sekolah menuju pintu gerbang karena bel pulang sudah berbunyi, tiba-tiba saja beberapa pria datang. Dan salah satu dari pria itu adalah Shouta, mantan pacar Calisa.
"Hei..." panggil Shouta.
"Dia Shouta, mantan pacar Calisa kan?" batin Ellard.
"Hmmm?" ucap Ellard.
"Aku dengar kau berpacaran dengan mantan pacarku, Calisa. Apa itu benar?" tanya Shouta.
"Benar. Lalu?" tanya Ellard.
"Cih, setelah aku mencampakkannya kau langsung mengambilnya ya. Kau benar-benar pria yang kotor," ucap Shouta meledek Ellard.
"Apa hanya itu yang ingin kau katakan? Aku akan pergi," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi.
"Aku ingin balas dendam denganmu! Kau sudah mempermalukanku kemarin, dan aku akan membalasnya," ucap Shouta.
"Tapi aku tak punya waktu untuk meladenimu," ucap Ellard.
"Tapi aku punya banyak," ucap Shouta.
Lalu Ellard di serang bersamaan oleh Shouta dan juga anak buahnya. Tapi bagi Ellard itu hanyalah serangan kecil saja. Setidaknya sekarang sudah jam luar pelajaran sekolah, jadi Ellard bisa melawan mereka.
"Apa kalian benar-benar ingin menghajarku?" tanya Ellard sambil dia menghindari serangan mereka dengan santainya.
"Cih, kau sombong sekali!" ucap Shouta, lalu dia mengayunkan tangannya yang mengepal akan menonjok wajah Ellard.
Bruhh.....
Tapi bukannya Ellard yang kena tonjok, justru Shouta lah yang kena tonjok oleh Ellard. "Hah, sudah kubilang kan aku tak punya waktu untuk meladeni permainan payah kalian," ucap Ellard lalu pergi meninggalkan Shouta yang wajahnya lebam dan anak buahnya yang kewalahan karena mereka terus melawan Ellard.
Setibanya di rumah, Ellard langsung berbaring di kamarnya sambil membuka ponselnya. Terlihat Calisa memberi sebuah pesan untuk Ellard, dia mengajak Ellard untuk bertemu sore nanti.
"Dia punya informasi lagi, ya," ucap Ellard saat dia membaca pesan dari Calisa.
Sorenya, Ellard bertemu dengan Calisa di sebuah taman. Di sana Calisa sudah datang dan duduk di kursi menunggu Ellard.
"Apa kau sudah menunggu lama?" tanya Ellard.
"Belum kok!" jawab Calisa tersenyum manis.
"Apa kau punya informasi baru?" tanya Ellard sambil duduk di samping Calisa.
"SMA Haigo akan mengadakan ujian untuk semua murid kelas X. Ujian ini akan menambah banyak point. Tapi point yang akan mereka tambah bukan untuk semua murid, tapi untuk satu murid yang berhasil," ucap Calisa.
"Ujian, ya. Kau tahu ujiannya apa?"
"Yang aku tahu ujian ini untuk menguji nyali kita. Aku masih belum tahu apa ujiannya, karena anggota OSIS pun masih merundingkannya," jawab Calisa.
"Baiklah, itu cukup untukku," ucap Ellard lalu pergi.
"Kau mau pergi?" tanya Calisa.
"Iya, kau hanya ingin membicarakan itu kan?" tanya Ellard.
Calisa berjalan mendekati Ellard dan memegang tangan Ellard. "Ayo kita pergi berkencan," ajak Calisa.
"Kita berpacaran hanya karena kau berguna untukku. Dan kau butuh pelindung kan?" tanya Ellard.
"Tapi, aku juga ingin berkencan denganmu. Kita juga harus seperti pasangan kekasih kan, agar murid di sekolah tidak mencurigai kita," ucap Calisa.
"Kau ingin pergi ke mana?"
"Baiklah, aku ingin kita jalan-jalan aja!" ucap Calisa senang.
Lalu mereka berdua pun pergi jalan-jalan bersama sambil bergandengan tangan. Mereka datang ke tempat yang biasanya tempat itu akan ramai pengunjung.
Orang-orang di tempat itu iri saat melihat kemesraan Calisa dan Ellard. Walau Ellard menyikapi hal itu dengan biasa saja, tapi itu tetap membuat orang-orang di sana iri.
Dan kebetulan di sana Tatsumi dan Erica juga berada di sana dengan beberapa murid kelas X-D juga.
"Hei, apakah itu Ellard dan Calisa?" ucap Haru saat melihat Ellard dan Calisa.
"Ternyata mereka memang benar-benar pecaran, ya," ucap Erica.
"Sebaiknya kita tak mengganggu mereka," ucap Tatsumi.
"Ini adalah tempat terakhir yang akan kita datangi," ucap Ellard.
"Baiklah," ucap Calisa.
Mereka berdua duduk di kursi sambil melihat pemandangan laut di malam hari yang indah. "Wah, aku baru pertama kali ini ke sini sambil membawa pacarku," ucap Calisa senang.
"Mungkin ujian ini juga akan ada jebakannya, pasti akan menarik," batin Ellard saat dia memikirkan tentang ujian sekolah yang akan diadakan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments