Bab 15

"Dan saat ini kita dekat dengan apartemenmu kan?" tanya Ellard dengan tatapan dinginnya pada Calisa.

Wajah Calisa memerah, jantungnya berdetak kencang. Dia benar-benar sangat panik, candaanya malah membuatnya terkena dalam masalah.

"Tidak. Aku tidak memaksamu kok," ucap Calisa dengan wajahnya yang begitu panik.

Lalu Ellard memegang tangan Calisa dan mengajaknya pergi menuju apartemen Calisa. "Kita akan melakukan apa yang kau inginkan," ucap Ellard sambil memegang tangan Calisa memasuki apartemen.

Calisa semakin panik, kakinya gematar saat satu langkah kaki yang dia gerakkan. Dan mereka sampai di pintu kamar Calisa. "Buka pintunya. Kau kan yang bisa?" tanya Ellard.

"Bagaimana ini, astaga ternyata candaaanku malah berbalik padaku," batin Calisa.

Tangan Calisa gemetar saat mengambil kartu untuk membuka pintu kamarnya. Di dalam kamar Calisa masih gelap, dan Calisa benar-benar panik dan tubuhnya gemetar dengan wajahnya yang memerah.

Ellard menatap wajah Calisa dengan tatapan datarnya. "Ellard, a-ku sebenarnya ... " saat Calisa belum selesai berbicara, Ellard memegang kedua pundak Calisa dan perlahan Ellard mendorong Calisa sampai Calia terbaring di atas tempat tidurnya.

Dari situ tubuh Calisa mengeluarkan keringat dingin, tubuhnya gematar wajahnya memerah. "Kau ingin melakukannya kan?" tanya Ellard sambil menatap wajah Calisa dengan tatapan dinginnya.

"Tidak! Kau salah paham," ucap Calisa yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi karena gugupnya.

Lalu perlahan Ellard mendekatkan bibirnya ke bibir Calisa. Calisa semakin panik, Calisa menutup matanya. Lalu saat bibir Ellard sudah hampir menyentuh bibir Calisa, tiba-tiba saja bibir Ellard mengalihkan arah mendekati telinga Calisa dan membisikkan sesuatu pada Calisa.

"Kau payah, kau sendiri tidak berani kan? Sekarang aku yang membuatmu takut," bisik Ellard lalu bangun dari tempat tidur Calisa.

Lalu Calisa membuka matanya dan beranjak dari tempat tidurnya. Calisa menundukkan kepalanya dengan wajahnya begitu memerah.

"Maafkan aku," ucapnya.

Ellard menatap Calisa dengan tatapan dinginnya. Lalu Ellard menepuk-nepuk kepala Calisa, "Caramu sudah bagus, tapi tidak ada siapapun yang bisa mengerjaiku," ucap Ellard lalu pergi meninggalkan kamar Calisa.

Ellard pergi menuju atap gedung tempat dia bertemu dengan pria anak buah dari seorang pimpinan dari perusahaan Haistro. Saat baru beberapa detik Ellard berdiri di atap gedung, pria yang pernah bertemu dengan Ellard datang.

Pria itu terkejut saat melihat Ellard, pria itu merasa takut dan panik saat bertemu Ellard lagi. Dia ingat bagaimana Ellard hampir saja mematahkan lehernya.

"A-pa yang kau lakukan di sini!" ucap pria itu gugup.

"Tenang saja, aku datang ke sini hanya ingin menawarkan kerja sama denganmu," ucap Ellard sambil melihat langit malam yang indah dengan bintang-bintang yang terlihat berkelap-kelip indah.

"Bekerja sama?" pria itu masih bingung dengan perkataan Ellard.

Ellard menoleh ke arah pria itu lalu berjalan mendekatinya. "Iya, kerja sama. Aku ingin kau membantuku," ucap Ellard dengan tatapan dinginnya.

"Cih, aku tak akan mau kerja sama dengan psikopat sepertimu," ucap pria itu.

Ellard terdiam. Lalu dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, dia memperlihatkan sebuah website yang memperlihatkan penghianatan pria itu pada perusahaan Haistro.

Ternyata selama ini yang sudah menghianati perusahaan Haistro tidak lain adalah pria itu. Nama aslinya adalah Koiji Takamura, dia memakai nama palsu saat bekerja di perusahaan Haistro.

Koiji langsung mengeluarkan keringat dingin saat tahu identitasnya terbongkar oleh Ellard dengan mudahnya.

"Yakin kau tidak ingin bekerja sama denganku? Yakin kau tak ingin membantuku? Jika web ini sampai bocor pasti kau akan masuk penjara," ucap Ellard datar.

Tubuh Koiji langsung melemas dan menundukkan kepalanya. "Baiklah, apa yang kau ingin aku lakukan?" tanya Koiji.

"Sebelum itu kau harus berjanji untuk tidak akan mengkhianatiku," ucap Ellard sambil mengulurkan tangannya pada Koiji.

Koiji menjabat tangan Ellard, "Aku janji," Lalu Ellard memakaikan sebuah gelang pada Koiji.

"Apa ini?" tanya Koiji. Saat Koiji ingin melepas gelang yang Ellard berikan, gelang itu sama sekali tidak bisa dilepas.

"Itu adalah gelang khusus. Jika kau sampai menghianatiku, maka gelang itu bisa saja membunuhmu," ucap Ellard.

"Cih, kau kejam sekali!" ucap Koiji.

"Aku bisa saja melakukan apapun yang ingin aku lakukan, apa kau ingin melihat buktinya?" tanya Ellard.

"Arghhhh!" lalu saat Ellard menekan sebuah tombol yang berada diponselnya, tiba-tiba saja Koiji merasakan setruman kuat dalam tubuhnya sampai Koiji terjatuh.

"Aku berjanji tidak akan mengkhianatimu!" ucap Koiji.

"Bagus, apa sekarang kau ingin mendengar tugasmu?" tanya Ellard.

"Apa tugasnya?" tanya Koiji sambil mulai bangkit berdiri.

Ellard memberikan sebuah chipset pada Koiji. Chipset itu berisi data-data dari pengunjung penduduk yang berasal dari kota lain. "Kau harus mencari tahu dari data yang berada dalam chipset itu. Cari tahu identitas asli mereka," ucap Ellard.

"Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Koiji.

"Itu bukanlah urusanmu! Kau hanya perlu mencari informasinya saja. Saat kau menemukannya hubungi aku, kita akan bertemu lagi," ucap Ellard lalu pergi meninggalkan Koiji setelah dia sudah memberikan nomor ponselnya.

Setelah Ellard sudah pergi jauh, Koiji memegangi dan menatap gelang mamatikan yang sekarang ini berada di tangan Koiji.

"Dia pria yang sangat berbahaya," ucap Koiji.

Saat Ellard sampai di depan pintu gerbang rumahnya, tiba-tiba saja dia melihat Hailey melewati gerbang pintu rumahnya. Tapi Hailey juga berhenti tepat depan gerbang pintu Ellard.

Ellard berjalan menghampiri Hailey. "Kenapa kau berdiri di depan rumahku?" tanya Ellard datar.

"Jadi ini memang benar rumahmu, ya," ucap Hailey lalu dia pergi meninggalkan Ellard.

"Cih, ada apa dengannya?" ucap Ellard lalu pergi masuk ke dalam rumahnya.

Ellard langsung pergi mandi dan setelah itu dia hanya berbaring di kamarnya. Waktu sudah menunjukkan waktu pukul 22.00 malam.

"Hah, udah malam ya," ucap Ellard saat dia melihat jam dari ponselnya.

"Aku sudah berhasil membuat Koiji bekerja untukku. Ini pasti akan semakin mudah," ucap Ellard.

Sebenarnya Ellard sudah curiga pada Koiji dari awal dia bertemu dengan Koiji jika sebenarnya memang Koiji yang selama ini berkhianat pada perusahaan Haistro. Itu terlihat saat Ellard mulai menyadari cara Koiji mengamati dan mengawasi perusahaan Alico. Koiji tampak tidak sungguh-sungguh dalam melakukan tugasnya itu.

Dan dengan identitas asli Koiji yang sudah dia cari berkat dari manset telinganya yang sudah membantunya untuk menghubungkan semua jaringan, Ellard bisa dengan mudah mencari tahu identitas Koiji.

"Hah, ini lebih mudah ternyata. Anggota militer juga harus cerdik dan licik," ucap Ellard.

Semua yang selama ini sudah Ellard rencanakan berjalan dengan sangat bagus tanpa ada kendala apapun.

Ellard menghelas nafas. "Hah, sekarang sambil menunggu jawaban dari Koiji, aku bisa melihat apa yang akan dilakukan kelas X-D kali ini dalam ujiannya," ucap Ellard lalu dia mulai memejamkan matanya dan pergi tidur.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!