Saat jam istirahat, Ellard berjalan-jalan di koridor sekolah. Nampaknya Ellard mulai bosan dengan hari pertamanya di sekolah.
"Semuanya tampak terasa membosankan. Aku pikir akan terjadi hal yang bagus," gerutu Ellard sambil berjalan-jalan di koridor sekolah.
Lalu tiba-tiba saja Eilaria Sensei berdiri menyender pintu jendela dari koridor itu sambil merokok. "Hmm, tidak kusangka putra dari keluarga elit Damarion berada di kelas paling rendah, apakah kau benar-benar sungguh-sungguh dalam menjawab ujian masuk tadi?" tanya Eilaria Sensei.
"Aku sungguh-sungguh," jawab Ellard datar.
"Biar kuberitahu satu rahasia lagi tentang point itu!" Eilaria Sensei berjalan mendekati Ellard. "Jika sampai salah satu murid di kelasmu bertengkar atau maka point nya juga akan langsung dikurangi. Dan kalian adalah kelas dengan jumlah point paling sedikit dari kelas lain! Itu karena kelas kalian hanya berisi murid-murid payah!" ucap Eilaria Sensei lalu pergi meninggalkan Ellard.
"Sudah kuduga. Sekolah ini akan menjadi penjara untuk murid yang tidak punya etika," batin Ellard sambil berjalan pergi dengan kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celananya.
Ellard pergi ke restoran yang berada di sekolah itu. Bahkan restoran di sana benar-benar luas dan sama dengan restoran bintang lima. Karena kursi meja yang sudah penuh, Ellard duduk satu meja bersama dengan gadis judes yang duduk di samping tempat duduk Ellard.
Gadis itu sibuk dengan bukunya saat di restoran. "Siapa yang suruh kau duduk di sini!" ucap gadis itu dengan tatapan judesnya.
Ellard meletakkan makanannya di meja makan, "Aku ingin makan. Apa kau tidak lihat jika tempat ini sudah penuh!" ucap Ellard sambil menyantap makanannya.
Gadis itu menatap Ellard dengan tatapan judesnya. Dan Ellard makan tanpa memikirkan apa reaksi dari gadis itu.
"Terimakasih untuk tempatnya," ucap Ellard sambil berjalan pergi dari restoran itu.
Jam pelajaran dimulai, wali kelas belum masuk kedalam kelas. Sepertinya Eilaria Sensei tidak terlihat seperti seorang guru dengan sikapnya, apalagi tadi Ellard melihat Eilaria Sensei sedang merokok.
Tatsumi berdiri dari tempat duduknya. "Oh iya, kelas kita tadi belum ada perkenalan lho!" ucap Tatsumi.
"Merepotkan," batin Ellard.
Seorang gadis berambut pendek berdiri dari tempat duduknya. "Kalau begitu aku yang akan mulai perkenalannya.
Namaku adalah Freya, salam kenal ya semua!" ucapnya dengan ceria.
"Namaku adalah Kaito, aku benci dengan orang yang lembek," ucap pria berbadan besar itu.
Semuanya berkenalan dengan sangat baik, sampai saatnya gadis di samping Ellard memulai perkenalannya.
"Namaku Hailey!" ucap gadis itu dengan tatapan judes lalu dia langsung duduk.
"Dia bahkan dingin dengan semua orang," batin Ellard saat dia melihat bagaimana cara Hailey berkenalan.
"Sekarang giliranku," batin Ellard sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Emm, namaku Ellard. Salam kenal!" ucapnya dengan ekspresi datar.
"Salam kenal ya, Ellard! Namaku Tatsumi," ucap ketua kelas.
"Dan namaku adalah Erica," pacar ketua kelas ikut beranjak dari tempat duduknya.
"Baiklah, aku harap kita bisa menjadi teman. Kita harus selalu bekerja sama," ucap Tatsumi.
SMA Confident dikenal dengan peraturannya yang ketat, tapi walau mereka memiliki peraturan ketat, para guru maupun anggota OSIS belum pernah mengawasi semua murid. Mereka hanya membiarkan para murid bergerak sesuai keinginan mereka.
Sampai akhirnya banyak murid di SMA Confident yang dikeluarkan dari sekolah saat point mereka habis. SMA Confident sengaja membiarkan semua murid, karena mereka ingin tahu seberapa sungguh-sungguhnya mereka sekolah di SMA itu. Tapi akhirnya banyak yang dikeluarkan dari sekolah karena sikap mereka yang tidak menaati peraturan dan juga bertindak sesuka mereka.
Sepulang sekolah, Ellard sudah memesan taxi. Dia tinggal hanya perlu menunggu taxi itu datang. Lalu tidak lama dia menunggu, taxi pun akhirnya datang.
Ellard akan bertemu dengan ayahnya disebuah kafe langganan mereka, kafe Breast. Kafe itu adalah kafe elit kelas atas, bahkan untuk hanya segelas kopi saja mereka harus membayar uang ratusan ribu atau bahkan ada yang jutaan ribu.
Tapi tidak heran karena kafe Breast terkenal dengan fasilitas mewahnya dan juga tempatnya yang indah dan nyaman.
"Apa ayah sudah menunggu lama?" tanya Ellard sambil duduk di kursi bersama ayahnya, Renald Damarion.
Ayahnya tampak dengan anggun meminum segelas kopi, "Belum lama. Ayah baru saja sampai," jawab ayahnya.
"Kenapa ayah mengajakku bertemu hari ini?" tanya Ellard.
"Bagaimana hari pertamamu masuk sekolah?" tanya ayahnya.
"Biasa-biasa saja," jawabnya datar.
"Ellard, walau ayah mengajarimu cara bertarung dalam militer, tapi ayah tak akan pernah menyetujui jika kau masuk organisasi militer," ucap ayahnya.
"Kenapa? Aku ingin mencoba sesuatu yang ekstrim. Aku bahkan ingin bergabung dengan organisasi militer ayah," ucap Ellard.
"Tidak bisa! Tapi tenang saja, jika kau ingin mencoba sesuatu yang ekstrim. Ayah akan memberimu sebuah tugas militer.
Tapi kau tetap tak boleh bergabung dengan anggota kemiliteran. Karena anggota militer akan pergi ke semua penjuru kota, melawan arus tantangan yang cukup terjal. Itu sangat beresiko, kau adalah putra tunggal yang ayah sayangi," ucap ayahnya itu.
"Aku mengerti. Jika ada tugas hubungi aku saja," ucap Ellard sambil berjalan pergi meninggalkan ayahnya yang masih meminum kopinya itu.
Setibanya di rumah, Ellard langsung pergi mandi setelah itu dia akan pergi ke ruang makan. Dan seperti biasa, Ellard hanya akan makan di rung makan sendirian saja. Ibunya juga belum pulang saat ini.
Setelah makan, Ellard akan pergi ke tempat di mana tempat itu adalah tempat andalan Ellard untuk melatih cara membidiknya. Ellard diam-diam mempunyai sebuah pistol canggih tanpa sepengetahuan ayah dan ibunya.
Dorr..dorr....
Ellard melatih bidikannya dalam mendidik sasaran. Dan sampai saat ini Ellard selalu baik dalam melakukannya.
"Huh, sepertinya aku sudah menjadi handal dalam membidik," ucap Ellard sambil melihat pistol canggihnya itu.
Pistolnya itu bukan hanya canggih dalam membidik. Tapi pistol itu juga bisa menganalisa lawan yang akan Ellard bidik atau tembak. Ayahnya selalu melarang Ellard untuk mempunyai senjata, sampai Ellard lulus sekolah nanti. Tapi Ellard tetap tidak mendengarkan apa yang ayahnya katakan, karena Ellard paling tidak suka jika di kekang.
Besoknya di sekolah, saat Ellard akan berjalan menuju kelasnya, dia di datangi oleh beberapa pria dan satu gadis. Sepertinya mereka berasal dari kelas X-C.
"Hei bodoh! Lucu sekali kau berada di kelas payah itu, hahahhah!" ucap pria berambut gondrong bernama Dominic dan beberapa anak buahnya.
Ellard diam saja dan langsung pergi meninggalkan mereka. "Cih, kau sombong sekali ya! Dasar payah!" ucap Dominic.
Setibanya di kelas, Ellard langsung duduk di bangkunya lalu hanya diam saja melihat luar jendela.
Lalu Freya datang menghampiri Hailey. "Halo, namamu Hailey kan! Namaku Freya, apa kau mau berteman denganku?" tanya Freya.
Tapi tampaknya Hailey tidak mempedulikan Freya. "Aku tidak ingin berteman dengan siapapun," jawab Hailey sambil membaca bukunya.
"Aku ingin mendapat hiburan yang menarik," batin Ellard.
Lalu tidak lama kemudian, seorang pria bernama Haru datang. "Kalian, aku dapat informasi penting!" ucapnya.
"Ada apa?" tanya ketua kelas.
"Tatsumi, ternyata kelas kita adalah satu-satunya kelas yang mendapat point paling rendah dari kelas-kelas yang lain!" ucap Haru.
"Mereka akhirnya tahu juga," batin Ellard.
Brakk...
Erica langsung beranjak dari tempat duduknya dan memukul meja. "Ini tidak adil! Bagaimana bisa mereka memberikan kita point kecil sedangkan point kelas lain besar," ucap Erica kesal.
"Sepertinya ini adalah awal dari hiburanku," batin Ellard.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Aslan
mirip anime classroom
2022-08-28
3