Besoknya di sekolah, saat Ellard masuk ke dalam kelasnya, semua murid sudah berkerumun sedang merundingkan sesuatu. Ellard hanya diam saja tanpa ekspresi dan langsung berjalan menuju tempat duduknya lalu duduk santai.
"Ellard, kau sudah datang ya," ucap Tatsumi.
"Ada apa?" tanya Ellard.
"Akan ada ujian lagi. Dan ujian kali ini adalah sebuah ujian tantangan yang ketua OSIS sendiri lah yang mengusulkan ujian ini," ucap Tatsumi.
"Apa ujiannya sudah diumumkan?" tanya Ellard.
Tatsumi menganggukkan kepalanya, "Benar, tadi aku sempat dipanggil ke ruang guru," jawab Tatsumi.
"Apa ujiannya?" tanya Ellard yang berpura-pura untuk tidak tahu tentang ujian kali ini.
Ujian kali ini dalam bentuk ujian tantangan! Nanti kelas A, B, C dan D akan berada dalam satu kelompok acak. Dari setiap kelompok akan ada salah satu orang yang menjadi 'Forward' di dalam anggota. Forward adalah pemain depan atau lebih tepatnya forward lah yang harus kelompok lain incar.
Jika salah satu kelompok menebak seorang forward itu yang berasal dari kelas yang sama, maka jawaban akan dianggap tidak sah dan otomatis kelas itu akan dikurangi pointnya sebesar 25%, lebih tepatnya 25rb point akan dikurangi di setiap point yang dimiliki murid dari kelas yang sama itu.
"Hmm, jadi mereka harus berhati-hati dalam menebak seorang forward nya. Tapi jika satu kelompok anggotanya acak, pasti akan ada penghianat disetiap kelompoknya," batin Ellard.
"Apapun ujian ini. Kita harus berusaha, jangan sampai kita salah jalan," ucap Erica.
Dalam pembagian kelompok, para guru lah yang akan mengatur anggota kelompoknya dan bukan pada anggota OSIS. Untuk kelompok yang sudah ditentukan, maka tidak akan bisa diubah lagi. Jika Samapai ada murid yang protes, maka dia akan langsung dikeluarkan dari sekolah tanpa ampun.
Ellard berada di kelompok (II), dengan anggotanya sekitar 12 murid. Dari kelompok itu, ada 4 murid dari kelas A, 5 murid dari kelas B, dan 3 murid dari kelas D. Ellard, Kakeru dan juga Takumi kelas X-D yang ikut dalam kelompok (II) itu.
Untuk kelas B anggotanya adalah, Clarissa ketua kelas B, Manabe, Kurumi, Rui, dan Isara. Untuk kelas A anggotanya adalah, Kitahara ketua kelas A, Shu, Adely, dan Silvy.
"Baiklah, untuk kelompok ini aku yang akan memimpin ya sesuai dari perintah para guru," ucap Clarissa ketua kelas B sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Clarissa, ya. Hmm, apa dia bisa menjadi ketua yang bagus untuk kelompok ini?" batin Ellard.
Lalu satu pria lagi juga ikut berdiri dari tempat duduknya. "Dan aku wakil dari ketua kelompok ini, aku harap kita bisa bekerja sama walau kita berbeda kelas," ucap Kitahara, ketua kelas A.
Untuk perundingan pertama kali yang kelompok II lakukan berjalan tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Bahkan mereka bingung bagaimana untuk memikirkan forward dari kelompok lain. Dan Ellard seperti biasa, hanya diam mendengar perundingan mereka tanpa ikut biacara. Dan saat sepanjang diskusi, Ellard melihat kerja sama mereka yang belum terikat.
"Hmmm, apa mungkin kelompok II akan berhasil? Aku lihat mereka bahkan belum bisa menjalin kerja sama dengan benar," batin Ellard sambil dia mendengarkan apa yang Clarisaa dan Kitahara bicarakan.
"Clarissa, apakah mungkin saja dari kelas C forwardnya adalah Dominic?" tanya Manabe murid kelas B berambut hijau kehitaman dengan iris mata berwarna hitam.
Untuk kelompok II, tugas mereka adalah mencari seorang forward dari murid kelas C. Tapi jika mungkin ada dari kelompok II ada yang menjadi forward, maka sudah pasti akan ada yang namanya penghianatan dari kelas lain yang sudah tahu forward itu.
"Hmm, daripada memikirkan itu, lebih baik pikirkan dulu siapa dari anggota kelompok II yang menjadi forward nya?" pikir Ellard dalam hati sambil melihat setiap murid di dalam ruangan perkumpulan kelompok II itu.
"Manabe, apakah kau punya sesuatu yang membuatmu yakin bahwa Dominic adalah forwardnya?" tanya Clarissa.
"Aku tidak tahu juga. Tapi aku sempat melihatnya tadi sebelum datang ke sini, dan gelagatnya itu tampak mencurigakan," jawab Manabe.
"Kau salah jika melihat seseorang hanya dari satu arah," pikir Ellard.
"Hah, apakah dari kalian ada yang sudah memikirkan ide yang bagus?" tanya Clarissa.
Semua anggota terdiam, mereka menggelengkan kepala menandakan mereka belum menemukan ide yang bagus untuk mencari tahu siapa forward dari kelas C. Karena pasti disetiap kelas akan ada setidaknya satu murid atau lebih yang menjadi forward (pemain depan).
Clarissa menghelas nafas panjang. "Hah, baiklah. Sepertinya diskusi hari ini kita sudahi ya. Kita akan diskusi lagi besok, terimakasih pada kalian untuk waktunya," ucap Clarissa.
Lalu saat Ellard berjalan keluar pintu, dia tidak sengaja mengarahkan pandangannya pada seorang gadis berambut ungu dengan iris mata berwarna biru cantik berkacamata bernama Adely. Ellard merasa ada sesuatu yang aneh dari gelagat dan sikap Adely.
"Hmm, aku patut mengawasinya," batin Ellard saat dia melihat arah Adely lalu dia pergi meninggalkan ruang diskusi.
Saat Ellard sedang santai minum choco latte di kafe, tiba-tiba saja Hailey datang dan langsung duduk satu meja dengan Ellard.
"Apakah kau memirkirkan siapa forward kelas C?" tanya Hailey.
"Kau tak perlu tahu, kau tak ada hubungannya dengan ini," jawab Ellard datar.
"Tentu saja ada! Kita dari kalas yang sama, begini saja. Kita akan bekerja sama, apa kau mau?" ucap Hailey.
"Cih, dia ingin memanfaatkan ku, ya," batin Ellard.
"Bekerja sama dalam hal apa?" tanya Ellard sambil meminum choco lattenya.
"Kelompokku mendapat bagian untuk mencari forward dari kelas X-A. Ada murid dari kelas C yang berada dikelompokku, mungkin mereka ada yang menjadi forwardnya. Apa kau paham dengan apa yang kumaksud?" tanya Hailey.
"Dia benar-benar ingin memanfaatkanku. Cih, dia lumayan juga," batin Ellard.
"Entahlah, kita akan melihatnya nanti," jawab Ellard lalu beranjak dari tempat dia duduk dan pergi meninggalkan kafe.
Saat Ellard sedang berjalan santai melewati koridor sekolah, tiba-tiba saja ada seorang gadis membawa buku yang cukup banyak tidak sengaja menabrak Ellard, dan yang menabrak Ellard tidak lain adalah Adely, murid kelas X-A. Beruntung Ellard tidak terjatuh, tangan Adely langsung dipegang Ellard saat Adely hampir terjatuh karena terpeleset, hanya buku-bukunya saja yang terjatuh.
"Maafkan aku, aku tadi buru-buru," ucapnya.
"Heh, dia gadis yang tadi. Namanya adalah Adely, hmmm apa aku memang harus mengawasinya?" batin Ellard.
Lalu Adely langsung memungut kembali buku-bukunya yang terjatuh lalu langsung pergi meninggalkan Ellard.
"Dia, unik," ucap Ellard dengan wajah datarnya lalu berjalan pergi menuju kelasnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments