Bab 8

Saat dalam perjalanan pulang, Ellard tidak sengaja melihat ke arah atap gedung. Di sana dia melihat seorang pria bertopeng yang tampak mencurigakan. Pria itu terlihat sedang mengamati perusahaan Alico dengan menggunakan teropong jarak jauhnya dari atap gedung.

"Hmmm, dia mau ngapain?" pikir Ellard saat dia melihat pria itu.

Lalu Ellard memutuskan untuk menghampiri pria itu, karena yang sedang di awasi pria itu adalah sebuah perusahaan ternama Alico yang kemarin pernah Ellard datangi bersama ayahnya.

Ellard berdiri di belakang pria yang tampak fokus mengamati. "Apa yang kau lakukan?" tanya Ellard dengan tatapan dingin.

Pria itu terkejut dan perlahan dia menoleh ke arah Ellard. "Si-apa kau!" ucapnya.

"Aku tadi bertanya, dan kau malah balik nanya," ucap Ellard.

"Apa urusanmu! Lebih baik kau pergi saja dan jangan ikut campur," ucap pria itu.

"Hmmm, apa baru saja kau mengusirku?" tanya Ellard.

"Apa kata- ... " sebelum pria itu menyelesaikan bicaranya, Ellard langsung menarik kerah baju pria itu dan menjatuhkan pria itu dengan santainya, lalu Ellard melepas topeng pria itu.

"Aku tanya sekali lagi, apa yang kau lakukan di sini? Tenang saja, aku tak akan ikut campur lagi setelah kau menjawabnya," ucap Ellard dengan tatapan dinginnya.

"Tapi, kenapa kau harus tahu?" tanyanya.

Ellard mencekik leher pria itu, dan perlahan dia mulai menekan cekikannya dan akhirnya pria itu mau buka mulut.

"Baiklah, aku di sini karena ditugaskan untuk mengawasi perusahaan Alico," jawab pria itu, lalu Ellard melepaskan cekikannya.

"Apakah kau dari perusahaan lain?" tanya Ellard.

"Aku adalah anak buah dari seorang direktur perusahaan Haistro," jawabnya gugup, dia takut kalau Ellard akan mencekiknya lagi.

Ellard bangkit dari duduknya, "Hah, baiklah. Jawabanmu sudah cukup," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi.

"Tunggu... " pria itu menghentikan Ellard.

Ellard menoleh ke belakang, "Hmm?"

"Untuk apa kau menanyakan hal itu padaku? Apa kau ingin membantu perusahaan Alico?" tanya pria itu gugup.

"Aku tak akan membantu siapapun. Aku ... netral," jawabnya lalu Ellard langsung pergi meninggalkan pria itu.

Perusahaaan Alico adalah perusahaan ternama yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan perusahaan ibu Ellard, Brylee. Mungkin saja perusahaan lain mulai tidak mendapatkan keuntungan dari sejak adanya perubahan Alico, karena itu banyak perusahaan-perusahaan lain yang ingin menjatuhkan perusahaan Alico.

Tapi bagi Ellard itu sangatlah normal untuk para pekerja. Apalagi mereka harus menjadikan perusahaan mereka sebagai yang terbaik, dan pasti tidak akan ada perusahaan yang bisa bermain jujur.

Saat Ellard berbaring di kamarnya, dia mengingat tentang perusahaan ternama Haistro. Karena sebelumnya Ellard seperti pernah mendengar nama dari perusahaan itu.

"Perusahaan Haistro, ya. Aku seperti tahu perusahaan itu," ucap Ellard.

Perusahaan Haistro memang terkenal dengan kehebatan dan kecekatan para pekerja mereka. Tapi faktanya setelah perusahaan Alico dibangun, peforma perusahaan Haistro menjadi menurun. Mungkin mereka ingin tahu apa yang menjadi penyebab perusahaan Alico hebat melebihi kehebatan perusahaan Haistro.

Besoknya saat Ellard duduk santai di bangkunya, tiba-tiba saja Freya menghampiri Ellard. "Ellard, apa kau tahu sesuatu?" tanyanya.

"Aku tidak tahu," jawab Ellard datar.

"Sebentar lagi sekolah akan mengadakan sebuah ujian," ucapnya.

"Kalau itu aku sudah tahu," batin Ellard.

"Lalu?" tanya Ellard.

"Emmm, begini. Karena ujian ini akan berkelompok, apa kau mau menjadi kelompokku? Karena setiap kelompok terdiri dari 2 orang," ucap Freya malu-malu.

"Kelompok, ya. Cih, itu akan sangat merepotkan," batin Ellard.

"Entahlah, aku akan memikirkannya dulu," jawab Ellard datar.

Lalu Freya memegang tangan Ellard dan mendekatkannya pada dada Freya. "Apakah dia memang sedang lengah?" pikir Ellard saat tangannya menyentuh dada Freya.

"Kumohon, aku ingin satu kelompok denganmu!" ucap Freya.

Ellard langsung menarik tangannya dari tangan Freya. "Kita akan lihat nanti," ucap Ellard lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kelas.

Ternyata murid-murid dari kelas lain banyak yang sudah membicarakan tentang ujian sekolah itu saat Ellard berjalan-jalan melewati koridor sekolah.

"Tampaknya ujian ini sudah tersebar luas sebelum di umumkan," batin Ellard.

Saat Ellard melewati kamar mandi, di sana dia melihat Calisa lagi-lagi diganggu oleh mantan pacarnya, Shouta. Tapi saat itu Ellard hanya diam saja saat dia melihat Calisa diganggu oleh Shouta.

"Hei, aku baru saja memutuskanmu. Dan kau langsung mencari pacar lain, apa kau ingin meledekku?" tanya Shouta sambil dia menarik rambut Calisa dan membuat Calisa menangis.

"Lepaskan aku, tinggalkan aku!" ucap Calisa yang mulai merasakan sakit di kepalanya.

Bruhhh....

Lalu Ellard datang dan langsung menonjok Shouta dengan kerasnya. "Apa kau tidak lelah terus mengganggunya?" tanya Ellard dengan tatapan dinginnya.

"Cih, kau lagi! Apa kau tahu, kau itu hanya dimanfaatkan oleh gadis payah itu saja. Dia memanfaatkan kecantikannya untuk memikatmu," ucap Shouta dengan nada lantang.

"Kau ... bodoh," ucap Ellard lalu dia menarik tangan Calisa dan mengajaknya pergi meninggalkan Shouta yang wajahnya terlihat benjol.

Saat Ellard mengajak Calisa pergi, Calisa menghentikan langkah kakinya. "Ada apa?" tanya Ellard saat tahu Calisa berhenti.

"Apa kau percaya dengan perkataan Shouta?" tanya Calisa sambil dia menundukkan kepalanya.

"Entahlah, aku tidak peduli dengan hal itu," jawab Ellard datar tanpa ekspresi.

Calisa langsung memeluk Ellard, "Jangan percaya padanya. Aku benar-benar ingin terus bersamamu," ucap Calisa.

"Kau tak perlu khawatir. Aku tak akan peduli dengan hal itu," ucap Ellard.

Lalu secara tidak sengaja, Tatsumi dan Erica melihat Ellard dan Calisa berpelukan. "Sudah kuduga, kalian pasti berpacaran," ucap Erica sambil dia berjalan menghampiri Ellard dan Calisa, dan Calisa langsung melepaskan pelukannya.

"Kenapa kalian di sini?" tanya Calisa.

"Kami di panggil ke ruang guru. Mungkin ini ada hubungannya dengan ujian sekolah yang akan diadakan," jawab Erica.

Lalu Erica dan Tatsumi pergi meninggalkan Ellard dan Calisa. Tatsumi adalah ketua kelas X-D, dan Erica adalah wakil ketua kelas X-D. Dan karena mereka berpacaran, mereka sama-sama menjadi ketua dan wakil ketua kelas.

"Apakah ujian sekolah ini akan sangat sulit?" tanya Ellard.

"Kenapa kau bisa berfikir begitu?" tanya Calisa.

"Karena aku melihat murid dari kelas tingkat tinggi saja sampai membicarakan hal itu dengan serius," jawab Ellard.

"Mungkin saja. Kalau saja kita tidak berbeda kelas, aku ingin berada satu kelompok denganmu," ucap Calisa tersenyum pada Ellard.

"Masing-masing satu kelompok harus 2 orang. Sepertinya ujian ini akan menguji mental," batin Ellard sambil dia menatap datar Calisa yang tersenyum manis kepada Ellard.

Setelah Tatsumi dan Erica kembali dari ruang guru, mereka mulai menjelaskan tentang ujian sekolah yang akan diadakan besok. Ujian sekolah ini akan diadakan didekat sebuah villa yang berada di tengah pedalaman hutan.

Walau begitu, villa itu tak terlihat menyeramkan hanya karena tempatnya yang berada di pedalaman hutan. Justru villa itu menjadi villa terlaris, karena tempatnya yang menarik, berada di pedalaman hutan. Nantinya semua murid kelas X akan menginap di sana sampai ujian sekolah berakhir. Jangan khawatir, karena villa itu begitu luas dan besar, bahkan masih ada banyak ruang saat semua murid kelas X menginap di sana. Pemberangkatan menuju villa itu akan terjadi pada besok paginya saat semua murid kelas X sudah berkumpul di sekolah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!