Bab 3

Semua murid kelas X-D menjadi heboh karena merasa tidak adil karena point yang lebih kecil dari kelas lain. Sampai itu membuat Tatsumi kewalahan mencoba untuk memberitahu mereka.

"Seharusnya mereka paham jika point mereka dikurangi karena kemampuan mereka yang dibawah rata-rata," batin Ellard sambil duduk santai dibangkunya sementara murid yang lain heboh sendiri.

"Tenanglah semuanya!" teriak Tatsumi dan membuat semua murid terdiam.

"Kita akan menanyakannya pada Eilaria Sensei. Dia pasti bisa menjawabnya," ucap Erica.

"Kalian ingin menanyakan apa padaku?" tanya Eilaria Sensei sambil berjalan memasuki kelas.

"Sensei, kenapa hanya kelas kita yang mendapat point paling rendah?" tanya Tatsumi.

"Hah, seharusnya kalian senang bisa tetap mendapatkan point walau kami para guru sudah tahu kalau kemampuan kalian sangat payah," jawab Eilaria Sensei.

Semua murid menjadi terdiam, dan tampaknya Hailey tidak peduli dengan hal itu. Karena dari saat kehebohan yang terjadi dikelas, dia hanya diam saja sibuk membaca buku.

"Aku ingin tahu bagaimana cara mereka menangani hal ini," batin Ellard sambil melihat ke arah Eilaria Sensei.

"Sudahlah, kalian jangan khawatir. Masih ada cara lain untuk kalian menambah point," ucap Eilaria Sensei.

"Bagaimana caranya, Sensei?" tanya Tatsumi.

"Minggu ini akan ada tugas untuk semua masing-masing kelas. Dan jika kalian bisa mendapat nilai bagus dalam tugas ini, maka sudah pasti kalian akan mendapat point yang bisa menyeimbangkan point kelas-kelas lain," ucap Eilaria Sensei.

"Sensei, tugas apa yang akan kita lakukan?" tanya Erica.

"Tugasnya sama dengan kelas lain. Dan tugasnya benar-benar mudah. Kalian hanya perlu mencari tahu siapa dari salah satu anggota OSIS yang memiliki kartu point yang nantinya akan menambah point kalian.

Jika dalam satu Minggu kalian tidak bisa mencari jawabannya, maka point kalian akan di kurangi. Tapi jika kalian menjawab dengan benar, maka point kalian akan ditambah," ucap Eilaria Sensei.

"Sensei, apakah point itu akan masuk ke semua murid di kelas ini jika kami menjawab dengan benar?" tanya Tatsumi.

"Iya, tentu saja! Tapi jika kalian sampai salah menjawab, point kalian akan dikurangi 30%, tapi jika kalian tidak menemukan jawabannya atau tidak menjawabnya sama sekali, maka point kalian semua akan dikurangi 50% langsung," ucap Eilaria Sensei lalu pergi meninggalkan kelas.

"Sepertinya inti dari tugas ini bukanlah itu. Apakah mereka tahu?" pikir Ellard.

"Baiklah, kita harus bekerja sama dalam tugas ini. Karena jika sampai kita salah menjawab, maka kita akan kehilangan setengah point kita," ucap Tatsumi.

"Bagaimana kita bisa tahu siapa anggota OSIS yang membawa kartu point nya?" tanya Kaito.

"Kita pasti akan bisa mencari tahu. Untuk semuanya yang sudah tahu siapa, kalian harus lapor dulu kepadaku, kita harus merundingkannya lebih dulu," ucap Tatsumi.

"Sepertinya mereka lupa akan satu aturan lagi," batin Ellard sambil berdiri pergi.

"Ellard, kau mau ke mana?" tanya Erica.

"Toilet," jawab Ellard datar lalu pergi meninggalkan kelas.

Ellard mencuci tangannya di toilet. Tapi dia juga mulai berfikir tentang tugas ini. Ellard berfikir jika tugas ini bukan hanya itu saja inti dari tugasnya.

"Sepertinya ini adalah tugas teka-teki," ucap Ellard sambil berdiri di depan cermin di dalam kamar mandi.

Lalu Saat Ellard keluar dari kamar mandi, ternyata Hailey sudah menunggu Ellard di depan pintu kamar mandi. Ellard diam saja tanpa ekspresi saat melihat Hailey berdiri di depan pintu toilet pria.

"Tunggu!" ucap Hailey saat Ellard berjalan pergi.

"Ada apa?" tanya Ellard datar.

"Kau pasti tahu sesuatu tentang maksud sebenarnya dari tugas ini. Lebih baik kau beritahu aku apa yang kau ketahui," ucap Hailey.

"Aku tak tahu apapun," ucap Ellard lalu berjalan pergi meninggalkan Hailey.

Ellard berjalan-jalan mengelilingi kesetiap tempat yang berada di sekolah. Ellard sengaja karena dia ingin mencari tahu bagaimana pergerakan murid kelas lain dalam menyikapi tugas ini, karena seperti yang Eilaria Sensei katakan, kelas lain mendapat tugas yang sama dengan kelas X-D.

Dan murid-murid dari kelas lain lebih banyak berkumpul di restoran sekolah daripada nongkrong di atap sekolah atau mungkin nongkrong di taman sekolah.

Ellard duduk di meja kosong di restoran, dia duduk dekat dengan tempat duduk dari murid kelas X-B. Dan tampaknya mereka terlihat serius tentang tugas itu.

"Kita masih belum tahu siapa anggota OSIS yang membawa kartu point nya. Tapi kemungkinan yang membawa kartu point adalah ketua OSIS," ucap seorang gadis berambut kuning bernama Clarissa, ketua kelas X-B.

"Mereka terlalu cepat berasumsi," batin Ellard saat mendengar percakapan murid kelas X-B.

"Ketua, sepertinya kita harus mencari cara lain. Kita tidak mungkin kalau hanya terus menjawabnya asal-asalan saja," ucap seorang pria.

"Kau benar juga," ucap Clarissa.

"Ternyata murid kelas X-B sama payahnya dengan kelasku," batin Ellard.

Pyorrr....

Lalu saat Ellard minum minuman yang sudah dia pesan, tiba-tiba saja Dominic datang dan langsung menyenggol gelas Ellard sampai jatuh ke lantai.

"Astaga, maafkan aku. Aku sengaja melakukannya tadi," ucap Dominic dengan tatapan meledek pada Ellard, dan Ellard masih diam saja tidak berekspresi saat Dominic meledeknya.

Dominic duduk di kursi depan Ellard dengan anak buahnya berdiri di samping Dominic seperti bodyguard. "Kau ini benar-benar payah. Udah dapet kelas paling payah lagi, cih aku sampai ingin melempar kau keluar dari sekolah ini, hahahahhh!" ucap Dominic sambil tertawa kencang.

Ellard diam saja dan langsung beranjak dari tempat dia duduk lalu pergi meninggalkan Dominic dan anak buahnya.

"Cih, kau mengabaikanku lagi, ya! Kelas paling rendah sudah jelas muridnya akan rendahan," ucap Dominic.

"Ingin sekali aku merobek bibirnya, tapi pointku akan berkurang jika aku sampai kehilangan kendali," batin Ellard sambil berjalan pergi dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya.

Saat bel pulang sekolah berbunyi, semua murid di kelas X-D masih berada di kelas. Sepertinya mereka akan merundingkan apa yang selanjutnya mereka lakukan untuk menjalankan tugas itu.

"Apakah kalian sudah ada yang memikirkan jawabannya?" tanya Tatsumi.

"Masih belum, tapi sepertinya ketua OSIS yang memegang kartu point itu," ucap Kaito.

"Dasar, mereka menjawab hal yang sama seperti kelas X-B. Mereka melihat dari pangkat anggota OSIS. Dan itu akan mempersulit mereka," batin Ellard sambil duduk diam saja di bangkunya tanpa mengikuti perundingan itu.

"Hailey, apa kau sudah tahu jawabannya?" tanya Freya yang duduk di depan Hailey.

"Jangan tanya apapun kepadaku lagi," ucap Hailey sambil memasukkan bukunya ke dalam tasnya dan lalu pergi meninggalkan kelas.

"Jangan sampai gadis itu bertindak sendiri. Itu akan mempersulit kelas ini nantinya," batin Ellard sambil melihat Hailey pergi meninggalkan kelas.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!