Bab 4

"Yang pasti kita jangan sampai bertindak gegabah. Jika salah satu dari kalian mendapat jawabnya, jangan langsung memberitahu pada Eilaria Sensei, lebih baik kita diskusikan dulu," ucap Tatsumi.

"Tatsumi benar, kalian jangan sampai bertindak sendiri," sambung Erica.

"Hah, tampaknya mereka akan kesulitan mencari jawabannya," batin Ellard sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kelas.

Hari ini Ellard tidak ingin pulang naik taxi ataupun di jemput oleh Gorgio. Ellard ingin pulang berjalan kaki, sudah lama dia tak menikmati hembusan angin sejuk di jalanan yang ramai kendaraan. Tapi dekat pintu gerbang sekolah, terlihat Hailey berdiri menyender tembok dekat pintu gerbang.

Ellard yang melihatnya diam saja dan langsung pergi jalan melewati Hailey. Tapi Hailey langsung memegang tangan Ellard saat Ellard berjalan melewatinya.

"Ada apa?" tanya Ellard datar.

"Aku tahu, kau pasti tahu sesuatu. Lebih baik cepat kau katakan padaku, aku tidak ingin nilaiku di sekolah ini merosot hanya karena kebodohan murid di kelas X-D," ucap Hailey.

"Dia sendiri payah," batin Ellard.

"Aku tak tahu apapun. Jika kau ingin tahu jawabannya, jangan sampai kau hanya melihat dari pangkat mereka saja," ucap Ellard lalu berjalan pergi meninggalkan Hailey.

Sepertinya Hailey masih tidak mengerti maksud dari perkataan Ellard. Jebakan untuk semua para murid adalah kelemahan mereka dalam mencari jawabannya. Seharusnya mereka mencari jawabannya jangan sampai terpaku pada apa yang mereka lihat dari satu arah saja.

Setibanya di rumah, Gorgio juga baru sampai di rumah. Karena Gorgio tak tahu kalau Ellard akan pulang jalan kaki.

"Tuan Muda, kenapa anda tadi tidak menunggu saya?" tanya Gorgio.

"Hari ini aku hanya ingin pulang berjalan kaki," jawab Ellard datar.

"Tapi bagaimana kalau nyonya tahu tadi, pasti saya akan dimarahi," ucap Gorgio.

"Kau jangan khawatir. Katakan pada pelayannya untuk membuatkan aku makanan," ucap Ellard lalu berjalan pergi menuju kamarnya.

Sesaat setelah Ellard selesai mandi, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ternyata ayahnya tadi menghubungi Ellard. Dan Renald memberi pesan pada Ellard untuk pergi ke sebuah gedung dekat dengan perusahaan Alico di Tokyo. Sepertinya ayahnya punya tugas untuk Ellard.

"Hah, setidaknya walau hari ini di sekolah aku tak dapat hiburan, malam ini aku akan mendapat hiburan menarik," ucap Ellard setelah dia membaca pesan dari ayahnya, Renald.

Sore ini Ellard hanya membaca buku di ruang pribadinya. Dan setelah itu dua orang pelayan datang dengan membawa makanan untuk Ellard.

"Tuan Muda, ini makanan yang anda inginkan," ucap salah satu pelayan sambil meletakkan makanannya di meja dekat Ellard duduk.

Ellard melihat makanan itu, "Apa ini kue dengan kacang hijau?" tanya Ellard sambil mengamati kuenya.

"Benar, Tuan Muda. Mungkin Tuan Muda akan menyukai hal baru," jawab salah satu pelayan.

"Kalian sudah beberapa tahun bekerja di sini? Apakah kalian tidak tahu kalau aku paling benci kacang hijau? Bawa makanannya kembali!" ucap Ellard lalu pergi meninggalkan ruangan pribadinya, sepertinya mood nya untuk membaca buku sudah hilang.

Hari ini Ellard akan berlatih membidik lagi. Beberapa pelayan yang bertugas membersihkan taman, tidak sengaja melihat Ellard yang hanya berpakaian baju kaos saja. Mereka langsung terpesona saat melihat tubuh Ellard yang bagus.

Kali ini Ellard akan melatih bidikannya dengan panah dan bukannya pistol atau senapan. Dari sasaran yang berada jauh dari tempat Ellard berdiri, dia langsung melontarkan anak panahnya.

Woshhh.....

Tapi walau sasaran yang harus Ellard bidik berada pada jarak yang jauh sekalipun, dia tetap bisa membidiknya dengan tepat sasaran.

"Hah, karena sering latihan semua ini jadi terlihat mudah," ucap Ellard.

Lalu dua pelayan itu berinisiatif untuk membawakan sebuah handuk kecil untuk mengusap keringat Ellard.

"Tuan Muda, saya ambilkan handuk untuk Tuan Muda," ucap salah satu pelayan sambil memberikan handuk kecil itu pada Ellard.

Ellard pun menerima handuk itu dan mengusap keringatnga. Wajah dua pelayan itu langsung memerah saat melihat tubuh Ellard yang bagus dari jarak yang sangat dekat.

"Ambilkan aku jus!" perintah Ellard, dan dua pelayan itu pun langsung bergegas pergi membuat jus.

"Ngomong-ngomong aku jadi teringat sesuatu. Apakah aku juga harus turun tangan untuk mencari tahu siapa anggota OSIS yang membawa kartu pointnya?

Sepertinya murid kelas X-D tak bisa diharapkan. Kalau mereka gagal maka aku juga akan gagal," ucap Ellard sambil mengusap keringatnya itu.

Malam harinya, Ellard pergi ke perusahaan Alico untuk bertemu ayahnya. Ternyata salah satu pekerja di perusahaan sudah tahu di mana ayah Ellard berada. Ayah Ellard berada di atap gedung bersama dengan beberapa anggota militernya.

"Kenapa ayah mengajakku bertemu di sini? Dan kenapa ayah membawa anggota militer ayah?" tanya Ellard sambil berjalan mendekati ayahnya.

"Kau ingin mencoba tugas militer kan?" tanya ayahnya.

Ellard menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang dipertanyakan oleh ayahnya. "Kau akan mendapat tugas pertamamu. Tapi bukan berarti kau sudah bergabung dengan anggota militer!

Ayah hanya ingin tahu apa yang akan kau lakukan untuk tugas yang akan berikan," ucap ayahnya.

Ellard tersenyum setengah, "Aku akan melakukannya,"

Lalu ayahnya memberikan sebuah teropong jarak jauh pada Ellard. Ayahnya menunjukkan pada Ellard sebuah gedung yang jaraknya cukup jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.

Ayahnya menunjukkan seorang pria yang berada di gedung lantai atas. "Kenapa dengan pria itu?" tanya Ellard saat ayahnya menunjukkan pria itu dengan teropong jarak jauhnya.

"Pria itu adalah sasaranmu! Dia adalah seorang direktur perusahaan ilegal yang berada di Tokyo ini. Ayah ingin kau membunuhnya," ucap ayahnya.

"Bukankah itu tak ada hubungannya dengan anggota militer ayah?" tanya Ellard.

"Tentu saja ada kaitannya. Mereka diam-diam sudah menjual barang ilegal mereka pada salah satu anggota militer ayah," ucap Ayahnya jelas.

"Baiklah, aku akan membunuhnya," ucap Ellard.

"Jadi, bagaimana kau akan membunuhnya? Apa kau akan pergi ke gedung itu?" tanya ayahnya.

Ellard tersenyum setengah lalu berjalan sambil dia mengeluarkan pistolnya dari saku celananya. "Cukup dari sini saja aku akan membunuhnya," ucap Ellard.

"Kau akan membunuhnya dari sini? Jaraknya sangatlah jauh, pelurumu jelas akan meleset," ucap ayahnya.

"Cih, sebaiknya ayah diam saja dan lihat ini," ucap Ellard.

Ellard melihat targetnya dari pistol canggihnya. Dia akan menganalisis ada berapa orang yang berada dalam gedung itu, karena dia juga tak bisa jika membunuh semuanya. Itu diluar tugasnya.

Dorrr.....

Peluru yang Ellard tembakkan pun telah meluncur ke arah gedung yang jaraknya cukup jauh itu. Ayah Ellard mengamati ke mana arah peluru itu melesat dengan teropong jarak jauhnya.

"Arghhhh!" dan tepat sasaran, peluru yang Ellard tembakkan tepat mengenai bagian jantung pria itu, semua orang di dalam gedung terkejut saat tiba-tiba saja pria itu terjatuh tewas bersimbah darah.

"Ellard, bagaimana kau bisa melakukannya? Ini benar-benar diluar ekspektasi ayah," ucap ayahnya yang masih terkejut.

"Tugas ini begitu mudah," ucap Ellard sambil mengusap pistolnya dengan sapu tangan. Bahkan semua anggota militer itu juga terkejut dan kagum dengan apa yang dilakukan oleh Ellard.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!