Bab 9

Ujian yang akan diadakan di pedalaman hutan dekat dengan sebuah villa, akan diadakan selama satu malam. Dalam satu malam, untuk semua murid kelas X, akan ditugaskan untuk mencari sebuah kartu check points, yang tersebar di pedalaman hutan. Untuk mereka yang bisa mengumpulkan 10 kartu check points dalam waktu satu malam itu, maka otomatis mereka akan mendapat nilai dan juga point tambahan sebesar 80%, dan juga mereka yang berada di kelas terendah akan mendapat kesempatan untuk naik kelas dengan tingkat yang lebih tinggi.

Tapi untuk salah satu kelompok yang sama sekali tidak mendapat kartu check points satupun, maka mereka akan langsung dikeluarkan dari sekolah. Dan jika ada salah satu kelompok yang sampai mendapat kartu check points dibawah 5, maka point mereka akan dikurangi sebesar 60%, untuk yang mendapat 5 kartu, point mereka akan dikurangi sebesar 40%, tapi mereka akan tetap mendapat nilai walau hanya sedikit.

"Sepertinya ini akan menjadi kesempatanku untuk bisa pergi dari kelas D payah itu," ucap Hailey yang berdiri di samping Ellard saat mereka sampai di sebuah villa yang tampak megah dan indah.

"Dia sendiri payah dan bodoh, dia hanya bisa menggerutu saja," batin Ellard.

"Itu semua tergantung berapa kartu yang bisa kau dapatkan," ucap Ellard.

Hailey menatap Ellard dengan tatapan dingin, "Ngomong-ngomong kau ingin berada satu kelompok dengan siapa?" tanya Hailey.

"Entahlah," jawabnya datar.

"Yang pasti aku tak akan berada satu kelompok dengan murid yang lemah dan tidak berguna," batin Ellard.

Karena waktu yang masih menunjukkan waktu pagi pukul 09.00 pagi, semua murid terlihat sedang bersenang-senang bersama selagi mereka menunggu ujian dimulai malam harinya nanti. Mungkin mereka akan berada di villa itu selama 2 atau 3 hari, tergantung seberapa cepat mereka akan menyelesaikan ujiannya.

Sementara yang lain sibuk bersenang-senang di kolam renang, Ellard hanya berdiri di balkon villa melihat murid-murid yang lain sedang menikmati kesenangan mereka di kolam renang.

"Untuk yang mendapat 10 kartu akan mendapat kesempatan naik tingkat kelas. Kalau begitu sudah jelas jika aku tak akan membawa 10 kartu itu," batin Ellard.

Ellard menghela nafas panjang. "Hah, mereka tampak sedang bersenang-senang, ya," ucap Ellard.

Lalu tidak lama kemudian, Calisa datang dengan dia masih memakai baju renang. "Ellard, lihatlah penampilanku," ucap Calisa.

Ellard menoleh ke arah Calisa dan melihat dari bawah kaki sampai atas kepala Calisa, dia yang memakai baju renang yang bergitu ketat, tapi Ellard masih dengan tatapan datarnya tanpa ekspresi saat melihat pakaian ketat yang dipakai Calisa.

"Apa yang harus aku lihat?" tanya Ellard dengan tatapan datar.

"Hah, apakah baju renang ini terlihat cocok untukku?" tanya Calisa.

"Aku tidak tahu. Kalau menurutmu itu cocok, berarti itu cocok," jawab Ellard lalu dia pergi meninggalkan Calisa.

Ellard pergi untuk melihat-lihat semua ruangan di villa itu. Saat Ellard sedang santainya berjalan mengelilingi setiap sudut ruangan dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya, tiba-tiba saja ada seorang gadis berambut perak pendek dengan iris mata berwarna biru datang.

Gadis itu tersenyum pada Ellard, tapi Ellard menanggapi senyuman gadis itu biasa saja. Saat Ellard melihat bedge tanda pengenal OSIS di seragam gadis itu, Ellard mulai sadar jika gadis itu adalah anggota OSIS tingkat tinggi.

"Namamu Ellard, kan?" tanya gadis bernama Ceylira, berada di kelas XI-A itu.

"Iya ... " jawab Ellard datar.

"Kau sebenarnya adalah murid yang pandai, tapi kenapa kau menyembunyikannya?" tanya Ceylira dengan senyuman penuh rasa penasaran.

"Aku tak tahu apa yang kau bicarakan. Aku tidak seperti apa yang kau pikirkan," jawab Ellard datar.

Lalu Ceylira berjalan perlahan mendekati Ellard lalu bibirnya mendekat ketelinga Ellard dan dia membisikkan, "Apa kau yakin dengan jawabanmu itu?"

"Aku tak ada waktu untuk berbicara denganmu," lalu Ellard pergi meninggalkan Ceylira.

Ceylira melihat Ellard yang sudah berjalan cukup jauh dengan senyumannya penuh dengan rasa ingin tahu tentang Ellard.

"Dia pria yang menarik," ucap Ceylira lalu dia juga berjalan pergi.

Lalu Ellard mendapat pesan dari grup kelas X-D, tentu saja Ellard juga akan masuk grup kelas. Walau sebenarnya dia tak ingin, tapi apa boleh buat kan. Pesan dari katua kelas yang menyuruh semua murid kelas X-D untuk berkumpul di dalam kamar Tatsumi, ketua kelas.

Di sana Tatsumi akan mendiskusikan tentang ujian yang akan diadakan malam nanti. Ternyata bukan hanya salah satu dari kelompok itu yang akan mendapatkan keuntungan dari mereka mendapatkan kartu check points itu. Tapi untuk semua murid kelas dari kelompok itu juga akan mendapat bagian 30% point, walau itu terasa aneh, tapi itu memanglah faktanya.

"Tatsumi, kenapa kita tak mengusulkan sesuatu pada Eilaria Sensei saja," kemudian Haru angkat bicara.

"Usul tentang apa?" tanya Tatsumi.

"Kenapa setiap satu kelompok harus terdiri 2 orang, kenapa tidak lebih saja?" usul Haru.

"Oh iya, soal itu. Aku lupa memberitahukan pada kalian, ada perubahan aturan. Untuk satu kelompok bebas, mau berapapun anggotanya," ucap Tatsumi.

"Kalau bebas aku memilih untuk berjalan sendiri saja," batin Ellard yang hanya duduk diam saja mendengarkan diskusi mereka tanpa mengatakan sepatah katapun.

"Kalau begitu, kenapa kelas kita tidak kita bagi menjadi 2 kelompok saja," usul Erica.

Ide yang bagus, 2 kelompok. Murid kelas X-D total ada 20 murid, berarti setiap satu kelompok akan ada masing-masing 10 orang. Tapi menurut Ellard itu ide yang biasa-biasa saja, dia tak akan peduli dengan pembagian kelompok itu. Dia hanya ingin segera melakukan ujiannya dan dengan cepat menyelesaikannya.

"Itu ide yang bagus, tapi Eilaria Sensei mengatakan jika kita membagi masing-masing 2 kelompok, maka saat kita berhasil mendapat point, maka otomatis point akan dikurangi 20%," ucap Tatsumi.

"Itu tidak apa-apa. Lagipula semakin banyak kelompok kita, semakin banyak kartu yang akan kita dapat," Kaito menambahkan.

"Iya, ide yang bagus. Baiklah, aku akan berbicara pada Eilaria Sensei. Erica, kau yang akan membagi kelompoknya ya," ucap Tatsumi pada Erica, pacarnya.

"Serahkan padaku!" ucap Erica bersemangat.

"Sebenarnya ide mereka cukup bagus, tapi mereka harus menerima konsekuensi jika mereka mendapat sedikit kartu check points," batin Ellard.

Lalu Ellard baru menyadari jika daritadi, Hailey terus saja menatap Ellard. Dan Ellard hanya diam saja tanpa ekspresi saat dia tahu Hailey menatapnya.

"Dia kenapa?" batin Ellard saat dia baru menyadari jika Hailey terus saja menatapnya.

"Baiklah, nanti malam aku akan umumkan kelompoknya, ya! Diskusi hari ini kita selesaikan sampai di sini. Aku mewakili ketua kelas mengucapkan terimakasih karena sudah mau ikut dalam diskusi hari ini," ucap Erica.

Saat Ellard keluar dari kamar diskusi tadi, Hailey menghentikannya. "Ada apa lagi?" tanya Ellard saat Hailey menghalangi jalan Ellard.

"Apakah kelompok yang mereka usulkan menurutmu itu bagus?" tanya Hailey.

"Aku tak akan peduli dengan hal itu, jadi terserah mereka," jawab Ellard lalu dia pergi meninggalkan Hailey.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!