Bab 19

Besoknya di sekolah, Ellard hanya diam saja di tempat duduknya di dalam kelas. Karena hari ini ujian tantangan akan dihentikan untuk beberapa hari, jadi saat ini Ellard hanya diam saja melihat luar jendela tanpa melakukan apa-apa. Sebenarnya hari ini akan ada seleksi olahraga basket, bola volley dan juga bulu tangkis. Karena akan diadakan lomba antar kelas nantinya. Tatsumi sempat untuk mengajak Ellard olahraga, tapi Ellard malah menolaknya.

Dari dulu Ellard memang sedikit benci dengan yang namanya olahraga. Itu akan membuat Ellard lelah, dan bahkan di rumahnya saja sebisa mungkin Ellard menjauhi apapun jenis olahraganya.

Sampai akhirnya Hailey datang dan merusak ketenangan Ellard. "Kenapa kau tidak ikut seleksi? Apa kau segitu malasnya? Pantas kau mendapat kelas paling rendah," ucap Hailey sambil duduk di bangkunya.

"Kau sendiri, kenapa tidak ikut seleksi? Apa kau juga semalas itu ya orangnya?" tanya Ellard yang membuat wajah Hailey seketika memerah karena kesal pada Ellard.

"Terserah aku lah. Kau kan laki-laki, jadi kau itu wajib ikut seleksi," jawab Hailey dengan nada yang begitu judesnya.

"Hmm, akan ada perlombaan olahraga antar kelas, ya. Huh, aku jelas tak akan ikut, aku bahkan tidak sering melakukan olahraga," batin Ellard sambil dia menatap luar jendela.

Lalu saat Ellard melihat luar jendela, dia tidak sengaja melihat Adely yang tampak sedang berjalan di halaman sekolah menuju belakang sekolah. Ellard yang melihatnya tampak curiga pada Adely. Lalu Ellard langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kelasnya.

"Hei, apa sekarang kau sudah mengerti apa yang aku katakan tadi?" tanya Hailey saat melihat Ellard berjalan keluar kelas.

Ellard menghentikan langkah kakinya. "Tidak juga," jawabnya pada Hailey lalu dia langsung pergi dari kelas.

Ellard diam-diam mengikuti Adely dari belakang. Ellard masih curiga jika salah satu forward dari kelas X-A adalah Adely. Adely berhenti di belakang sekolah, di sana dia membuka ponselnya. Sudah jelas pasti ada yang aneh. Kenapa Adely harus sembunyi-sembunyi hanya karena ingin membuka ponselnya?

"Sebenarnya dia sedang apa? Ini pasti tidak ada hubungannya dengan forward. Sebenarnya siapa dia? Kenapa aku seperti merasa aneh dengan tingkah lakunya itu?" batin Ellard sambil dia melihat Adely yang tampak sibuk dengan ponselnya dari kejauhan.

"Hmm, dia patut aku awasi," ucap Ellard lalu dia berjalan mendekati Adely.

Ellard berjalan perlahan mendekati Adely. Lalu Ellard berhenti di belakang Adely dan mendekatkan bibirnya ke telinga Adely lalu membisikkan sesuatu pada Adely.

"Apa yang kau lakukan di sini?" bisik Ellard dan membuat Adely langsung terkejut sampai dia ingin memukul Ellard, tapi Ellard langsung memegang tangan Adely saat Adely mengayunkan tangannya ke arah Ellard.

"Ellard? Aku pikir kau siapa. Maaf, hampir saja aku memukulmu," ucap Adely dengan nada yang terbata-bata karena gugup.

"Kenapa kau ada di sini?" tanya Ellard dengan wajah datar.

"Aku hanya ingin menyendiri aja. Aku suka menyendiri soalnya," jawabnya gugup.

"Sudah jelas dia sedang menyembunyikan sesuatu. Ternyata dia tidak pintar dalam berbohong, ya," batin Ellard.

"Baiklah, kalau begitu aku pergi. Selamat menyendiri," ucap Ellard lalu dia pergi meninggalkan Adely.

Ellard ingin kembali ke kelasnya, tapi ternyata dia tidak sadar jika melewati lapangan olahraga. Dan Tatsumi yang melihat Ellard langsung memanggil Ellard. Dan mau tidak mau Ellard masuk ke lapangan.

"Tadi kau katanya tidak akan ikut seleksi. Ternyata kau datang ya," ucap Tatsumi.

"Aku memang tidak akan ikut, sih," batin Ellard.

"Aku tadi hanya lewat aja. Tadinya aku memang tidak akan ikut seleksi," ucap Ellard datar.

"Tidak apa kawan. Kau ikut aja seleksi, siapa tahu kau akan terpilih untuk ikut dalam lomba," ucap Haru.

"Ogah banget," batin Ellard.

"Maaf, aku tidak bisa ikut. Saat ini aku sedang tidak enak badan, tadinya aku akan pergi ke ruang UKS. Tapi aku malah lewat sini," ucap Ellard.

"Benarkah? Kalau begitu aku akan mengantarmu ke UKS," ucap Freya yang tiba-tiba saja dia langsung memegang lengan Ellard dan mengajaknya ke ruang UKS.

Karena Ellard yang tidak ingin ikut seleksi apalagi itu lomba, dia harus berpura-pura sakit. Freya tampak khawatir pada Ellard, bahkan dia menunggu Ellard saat Ellard sudah terbaring di ruang UKS.

"Kau bisa pergi. Aku sudah tidak apa-apa di sini," ucap Ellard pada Freya.

"Apa benar kau baik-baik aja? Nggak apa-apa kok, aku akan menemanimu,"

"Cih, dia benar-benar menyebalkan," batin Ellard.

"Tidak apa-apa, aku sudah baik-baik saja sekarang,"

akhirnya Freya pun pergi meninggalkan Ellard. Saat Freya sudah pergi, Ellard langsung beranjak dari tempat dia berbaring lalu dia pergi meninggalkan ruang UKS. Sesaat setelah Ellard baru saja sampai di dalam kelas, tiba-tiba saja profesor Parker Coloters mengirimi sebuah pesan pada Ellard untuk datang ke pusat penelitian.

"Tumben sekali profesor Parker menyuruhku untuk datang. Apakah ada sesuatu?" pikir Ellard dalam hati.

"Cepat sekali. Apa kau tadi tidak ikut seleksi?" tanya Hailey.

"Bisakah kau tidak mencampuri urusanku? Lebih baik kau campuri saja urusan orang lain. Jangan aku," ucap Ellard dengan tatapan dinginnya pada Hailey.

"Dia benar-benar menyebalkan," batin Hailey lalu dia langsung pergi meninggalkan kelasnya.

"Untung dia pergi. Bisanya hanya mengganggu saja," ucap Ellard.

Saat sepulang sekolah, Ellard langsung pergi menuju pusat penelitian tempat profesor Parker. Mungkin Gorgio akan khawatir pada Ellard, karena Ellard pergi tanpa menghubungi Gorgio lebih dulu.

Setibanya di pusat penelitian, profesor Parker terlihat sudah menunggu kedatangan Ellard. "Ada apa profesor menyuruhku datang ke sini? Apakah ada sesuatu?" tanya Ellard.

"Iya. Apakah kau punya senjata yang biasanya kau gunakan?" tanya profesor Parker.

"Ada," jawabnya lalu Ellard langsung mengeluarkan pistolnya dari dalam tas nya dan memberikan pistol itu pada profesor Parker.

"Berikan juga manset telingamu," Ellard langsung melepas manset telinganya dan dia langsung memberikannya pada profesor Parker tanpa bertanya-tanya dulu.

"Baiklah. Kau duduklah dulu dan bersantailah. Aku akan segera kembali nanti," lalu profesor pergi ke ruang lab nya dengan membawa manset telinga dan juga pistol Ellard.

"Profesor akan melakukan apa pada manset telingaku dan pistolku? Apapun itu, mungkin dia punya sesuatu yang lebih canggih lagi," batin Ellard sambil duduk di sebuah sofa yang begitu empuk dan juga nyaman.

Tidak lama Ellard duduk di sofa, Gorgio sudah terlihat mengkhawatirkan Ellard. Gorgio langsung menghubungi Ellard.

{Tuan muda kemana? Sekarang saya sudah berada di depan gerbang sekolah.}

"Maaf, Gorgio. Kau pulang saja, aku sudah tidak ada di sekolah saat ini. Aku ada urusan penting," ucap Ellard.

{Kalau begitu beritahu saya di mana tuan muda sekarang. Saya akan menjemput tuan muda.}

"Tidak perlu. Nanti aku pasti akan pulang," lalu Ellard langsung menutus telfonnya dari Gorgio.

"Gorgio tadi pasti sangat khawatir padaku. Aku sampai lupa tidak menghubunginya," batin Ellard.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!