Setelah hari terakhir semua murid SMA Confident harus mengumpulkan jawaban mereka, kelas X-D yang masih bimbang dengan jawaban mereka dibuat heboh saat Eilaria Sensei tiba-tiba saja memberikan tambahan point untuk semua murid kelas X-D.
Ternyata itu semua karena kemarin Hailey lah yang sudah memberikan jawabannya pada Eilaria Sensei, tapi itu bisa terjadi juga karena petunjuk yang diberikan oleh Ellard.
"Selamat, hah ternyata kalian tidak sepayah yang kubayangkan," ucap Eilaria Sensei lalu pergi meninggalkan kelas setelah dia membrikan tamahan point.
"Siapa yang sudah menjawabnya?" pikir Tatsumi.
"Hailey yang sudah menjawabnya!" kemudian Haru berbicara.
Lalu tidak lama kemudian, Hailey datang ke kelas. Semua murid langsung menghampiri Hailey, mereka senang karena berkat Hailey mereka mendapat tambahan point. Lalu Hailey melirik arah Ellard yang sepertinya Ellard terlihat tak mempedulikan keberhasilan kelas X-D, dia hanya duduk diam saja di bangkunya sambil melihat luar jendela.
"Aku tak tahu, tapi aku ucapkan terimakasih karena kau sudah membantuku," ucap Hailey pelan pada Ellard sambil dia duduk di bangkunya.
"Semuanya berjalan lancar sesuai dengan perkiraanku," batin Ellard.
Lalu sesaat kemudian Calisa memberi pesan pada Ellard untuk mengajaknya bertemu di atap sekolah. Saat jam istirahat, Ellard langsung pergi ke atap sekolah untuk menemui Calisa.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Ellard.
Dari saat jaminan perlindungan yang Ellard tawarkan untuk Calisa dan Calisa menerimanya, sikap Calisa berubah. Yang sebelumnya Calisa hanyalah gadis pintar tapi pemalu dan pendiam, sekarang dia menjadi lebih cantik dan sikapnya berlawanan dengan sikapnya yang sebelumnya.
"Apa kau tahu tentang bagaimana cara murid lain mendapatkan jawabannya?" tanya Calisa.
"Apa yang mereka lakukan?" tanya Ellard sambil berjalan mendekati Calisa.
"Tentu saja mereka menyogok anggota OSIS tingkat rendah, dan mereka mendapatkan jawabannya dengan sangat mudah," jawab Calisa.
Memang benar, semua murid SMA Confident walau mereka anggota OSIS, tapi itu tak akan mengubah suatu hal bahwa mereka juga membutuhkan banyak point. Semuanya sama saja, mereka akan menggunakan point mereka untuk berbelanja dan bersenang-senang, dan mereka tak memperhatikan apa dampak buruk jika mereka sampai kehilangan point mereka.
Lalu tiba-tiba saja tangan Calisa memegang lengan Ellard. "Hey, apa aku bisa menjadi pacarmu saja? Aku akan berguna untukmu, Ellard," ucap Calisa.
Ellard menatap ke arah Calisa dengan tatapan dinginnya. Elallard juga melihat bagaimana dada Calisa semakin mendekati lengan Ellard.
"Apakah dia sengaja?" batin Ellard saat dia mulai merasakan dada Calisa mulai lebih mendekati lengan Ellard.
"Apa aku bisa menjamin kalau kau akan berguna untukku?" tanya Ellard dengan tatapan dinginnya.
Wajah Calisa memerah, "Tentu saja! Kau akan selalu melindungiku sebagai seorang pacar, dan aku akan selalu menuruti apa yang kau perintahkan," ucap Calisa.
"Sepertinya gadis ini cukup hebat. Dia sudah pasti akan sangat berguna untukku," batin Ellard.
Lalu tiba-tiba saja Ellard menyentuh wajah Calisa lalu perlahan wajah Ellard mendekati Calisa dan wajah Calisa semakin memerah.
"Kau harus berjanji kalau kau akan selalu patuh kepadaku, jangan coba-coba kau menghianatiku. Aku paling tidak suka dihianati," ucap Ellard sambil menatap dingin Calisa.
Calisa tersenyum lalu menyentuh pipi Ellard, "Aku berjanji. Aku hanya akan patuh denganmu, kau adalah pria yang aku sukai dan juga paling aku kagumi. Aku akan selalu setia," ucap Calisa.
"Baiklah, tawaran diterima," ucap Ellard lalu kembali menjauhkan wajahnya dari Calisa.
Calisa merasa senang dan dia langsung memeluk Ellard dengan hangat. "Aku berjanji, kau tak akan menyesalinya. Aku akan selalu berguna untukmu," ucap Calisa.
"Jika aku tak bisa mendapat hiburan di sini. Maka aku sendiri yang akan menggerakkan mereka untuk membuatkan sebuah hiburan untukku," batin Ellard sambil dia melihat langit-langit.
Setelah saat penawaran antaran Ellard dan juga Calisa, mereka berpacaran. Tapi Ellard hanya ingin menjalankan rencananya saja dengan dia menerima tawaran dari Calisa. Calisa sebagai calon anggota OSIS yang bisa dengan leluasa masuk ke dalam kerumunan anggota OSIS, dia akan sangat berguna untuk Ellard dalam menjalankan rencananya.
Walau mereka sudah berpacaran, tapi hubungan mereka tetaplah hanyalah sebatas demi keuntungan Ellard, walau sebenarnya Calisa memang memiliki perasaan suka pada Ellard.
Kelas X-D yang perlahan-lahan mulai mengetahui apa yang kelas lain lakukan untuk menjawab dari tugas sekolah, murid kelas X-D merasa tidak adil. Tapi sudah jelas jika di SMA Confident ini, mereka harus lebih pintar dalam menggerakkan otak mereka.
Tapi jika mereka sampai salah jalan dengan mereka berbuat curang, maka mereka akan masuk ke dalam jebakan yang sudah mereka buat, mereka akan kehilangan point dan mereka sudah pasti akan keluar dari SMA Confident.
"Apakah seharusnya dari awal kita menyogok salah satu anggota OSIS saja?" pikir Erica.
"Tidak! Kita tidak boleh seperti mereka! Kita harus bisa bergerak dengan otak kita sendiri. Kita harus tunjukkan pada mereka bahwa kelas kita tidak seperti apa yang mereka bayangkan," ucap Tatsumi.
Semua kelas X-D bersorak untuk kelas mereka. Apa yang dikatakan Tatsumi sangatlah benar menurut pemikiran murid kelas X-D.
"Iya, kita harus bisa tampil beda dari kelas lain!" sambung Kaito bersemangat.
"Hah, aku akan melihat bagaimana mereka akan mengubah kelas X-D ini," batin Ellard.
Sepulang sekolah, saat Ellard sedang berjalan santai, menuju pintu gerbang. Tiba-tiba saja ibunya memberi pesan pada Ellard. Ternyata ibunya sudah tahu jika kamarin Ellard pulang sekolah jalan kaki. Ibunya kembali menegaskan pada Ellard untuk tidak pulang atau berangkat sekolah jalan kaki.
"Hah, apakah Gorgio yang mengatakannya?" pikir Ellard sambil dia menghela nafas panjang.
"Hey..." panggil Hailey tiba-tiba.
Ellard berbalik dan menoleh ke arah Hailey. "Ada apa lagi?"
Hailey berjalan mendekati Ellard. "Aku masih penasaran, kenapa kau bisa tahu jawabannya? Siapa kau sebenarnya?" tanya Hailey dengan wajahnya serius.
"Aku bukanlah siapa-siapa," jawab Ellard datar lalu dia pergi saat Gorgio menjemputnya dengan mobil mewahnya.
Hailey tampak melihat Ellard dengan tatapan penuh kecurigaan dan rasa penasaran tinggi. Nampaknya Hailey ingin mencari tahu siapa sebenarnya Ellard, tapi walau dia akan berusaha keras dia tak akan menemukan apa yang ingin dia ketahui.
Setibanya di rumah, Brylee ternyata sudah berada di rumah. Dia terlihat tampak kesal saat menatap wajah Ellard. Tapi Ellard menatap ibunya itu tetap dengan tatapan datarnya tanpa ekspresi.
"Tumben sekali ibu pulang," ucap Ellard datar.
"Kenapa kau kemarin pulang sekolah jalan kaki?" tanya ibunya dengan tatapan kesal.
"Sudah lama aku tidak merasakan angin sejuk," jawab Ellard datar.
Ibunya menghela nafas panjang, "Hah, Ellard ibu tak akan pernah mengijinkanmu untuk melakukan hal itu lagi, apa kamu mengerti?"
"Iya," jawabnya.
"Baiklah, keluarga kelas elit Damarion harus tetap bersikap anggun dalam keadaan apapun. Ingat itu, Ellard," ucap ibunya lalu dia pergi menuju ruangan pribadinya.
"Anggun, ya," batin Ellard sambil berjalan pergi menuju kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments