Bab 11

Hujan sudah mulai reda, dan waktu ujiannya sudah hampir habis. Mau tidak mau mereka harus kembali ke villa sebelum waktu habis. Tapi sepertinya Hailey masih ingin mencari kartu itu.

Ellard keluar dari gubuk memeriksa apakah hujan benar-benar sudah berhenti atau belum. "Hailey, ayo kita kembali!" ajak Ellard dengan wajah datarnya itu.

Hailey berdiri terdiam di dalam gubuk. "Aku belum bisa mengumpulkan kartunya, aku pasti akan mendapat nilai jelek," ucap Hailey menundukkan kepalanya sambil melihat 3 kartu yang dia pegang.

Ellard menghela nafas panjang, lalu dia berjalan mendekati Hailey sambil mengeluarkan sebuah buntelan kain dari saku celananya dan memberikannya pada Hailey. "Ini ... " Hailey memegang buntelan kain itu, saat Hailey membukanya, dia terkejut saat ternyata di dalam isi buntelan itu ada 5 kartu check points.

"Bagaimana kau bisa mendapatkannya?" tanya Hailey bingung.

"Itu bukanlah urusanmu. Jangan kau katakan pada semua orang kalau 5 kartu itu aku yang mendapatkannya, jika kau masih ingin mendapat nilai bagus," ucap Ellard lalu berjalan pergi.

"B-aiklah," ucap Hailey lalu dia juga pergi berjalan dibelakang Ellard kembali menuju villa.

Ellard sudah mengambil kelima kartu diam-diam saat dia sudah mulai menyadari kalau ada banyak kartu check points di jalur awal. Tentu saja, itu sudah Ellard rencanakan dari awal. Dia tahu apa yang akan terjadi dengan kelompoknya itu.

Semua murid sudah kembali ke Villa. Banyak yang mendapat kartu dibawah 5, itu karena murid kelas A dan B pintar dalam pelajaran, tapi tidak pintar dalam teka-teki. Alhasil point mereka berkurang. Tapi beruntung belum ada yang mendapat nol kartu, jadi setidaknya walau point mereka berkurang, mereka masih bertahan di SMA Confident.

Untuk kelompok kelas X-D yang kelompok Erica mendapatkan 5 kartu check points, dan itu cukup bagus. Untuk kelompok Ellard, total mendapat 10 kartu check points.

"Luar biasa, siapa yang sudah mendapat 8 kartu ini?" tanya Tatsumi terkejut saat kelompoknya mendapat 10 kartu.

"Hailey yang sudah mendapatkannya," jawab Ellard datar.

Semua murid kelas X-D merasa senang karena mereka mendapat point tambahan, dan mereka menjadi sangat memuji-muji Hailey, padahal yang sebenarnya Ellard lah yang sudah mendapatkan 5 kartu check points. Jika bukan karena Ellard, maka mereka hanya akan mendapat 5 kartu check points saja, dan itu sudah pasti akan merugikan point murid kelas X-D.

Lalu saat waktu makan malam, semua murid sudah berada di ruang makan khusus di villa. Lalu saat Ellard sedang satainya makan Hailey duduk di meja yang sama dengan Ellard.

"Aku boleh kan duduk di sini? Kemarin aja aku nggak keberatan saat kau duduk satu meja denganku," ucap Hailey sambil menyantap makanannya.

"Dengan ini ujian sudah berakhir. Apakah hanya kelas D saja yang mendapat 10 kartu?" pikir Ellard dalam hati.

Lalu tidak lama kemudian, datanglah Dominic bersama dengan kedua anak buahnya dan juga ada dua pria dan gadis yang sebelumnya pernah bertemu Hailey di hutan.

Dominic duduk di samping Hailey, "Hei, kau Hailey kan?" tanya Dominic pada Hailey.

Tapi Hailey sibuk dengan makanannya, dia seperti sengaja tidak menggubris pria bertubuh kekar itu disampingnya. "Kau sombong sekali ya," lalu Dominic menarik makanan Hailey.

"Aku Hailey, dan kau mau apa?" tanya Hailey dengan tatapan dinginnya.

Sementara Ellard duduk santai sambil meminum minumannya dengan santai juga. Dia seperti tidak menganggap orang-orang yang berada didekatnya.

"Apa kau ingat siapa dua orang ini?" tanya Dominic sambil dia menunjuk kearah gadis dan pria itu.

"Iya, aku ingat. Lalu?" tanya Hailey.

"Mereka mengatakan padaku kalau mereka sempat bertemu denganmu di hutan tadi. Apa kau mencoba untuk memata-matai murid kelas X-C?" tanya Dominic.

"Aku tidak tahu apa yang kau maksud. Aku tak akan peduli dengan kelasmu itu," jawab Hailey.

Dominic tersenyum tipis, "Wah, kau menarik juga ya. Aku akan terus mengawasimu, Hailey," ucap Dominic lalu dia pergi bersama anak buahnya.

"Mereka sudah masuk dalam perangkap yang kubuat," batin Ellard sambil dia meminum minumannya.

"Cih, aku tidak tahu jika dua murid kemarin itu berasal dari kelas X-C," ucap Hailey saat Dominic dan anak buahnya pergi jauh.

"Kau harus lebih waspada lagi," ucap Ellard lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Hailey.

Hailey melihat Ellard dengan tatapan penuh penasaran tentang apa yang dimaksud oleh Ellard. Tentu saja dari dulu Ellard selalu mengatakan hal yang berbelit-belit, tapi maksud dari pekerjaannya itu ada artinya.

Dan ternyata kelompok Dominic sudah mendapat 12 kartu check points. Entah apa yang kelompoknya lakukan untuk bisa mendapatkan 12 kartu check points. Tapi sepertinya Ellard tahu apa yang sudah dilakukan oleh Dominic.

Ellard langsung berbaring di kamarnya, memejamkan matanya. "Hah, ini benar-benar sangat melelahkan," ucap Ellard saat dia memejamkan matanya.

Lalu saat Ellard memejamkan matanya, ada tangan lembut yang menyentuh pipi Ellard. Saat Ellard membuka matanya, dia agak sedikit terkejut saat melihat Calisa berada di kamarnya.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ellard datar.

"Aku hanya ingin menemanimu kok. Apa kau tidak ikut perayaan api unggun di belakang villa?" tanya Calisa.

"Tidak, itu tidaklah penting," jawabnya sambil menutup matanya.

Lalu Calisa memeluk Ellard, "Aku ingin bersenang-senang denganmu, Ellard," ucap Calisa.

Lalu Ellard langsung bangun dan melepaskan pelukan Calisa. Ellard beranjak dari tempat tidurnya. "Kau mau apa? Kau pergilah," ucap Ellard.

"Apa kau tidak ingin aku temani malam ini? Aku mau kok," ucap Calisa dengan tatapan menggodanya pada Ellard. Tapi Ellard tidak akan terpengaruh dengan tatapan Calisa itu.

"Aku tidak membutuhkannya," lalu Ellard menarik tangan Calisa dan mengusirnya keluar dari kamarnya, Ellard langsung menutup erat pintu kamarnya.

Lalu Ellard berjalan mendekati pintu jendela, dia membukanya. Dia melihat dari balik jendela, semua murid tampak bersenang-senang merayakan api unggun malam mereka.

Ceylira, wakil ketua OSIS sedang berdiri di sudut tempat melihat murid-murid kelas X yang sedang menikmati perayaan api unggun mereka.

"Heh, pria itu tidak ada di sini. Apakah aku harus mengajaknya ke sini?" pikir Ceylira.

Lalu Ceylira pergi ke kamar Ellard, Ellard yang sudah akan pergi tidur, tiba-tiba saja ada yang mengetok pintu kamarnya.

"Kau, lagi?" ucap Ellard saat dia tahu yang datang adalah Ceylira.

Ceylira langsung masuk ke dalam kamar Ellard dan dia langsung duduk di atas kasur. "Apa kau tidak akan ikut perayaaan api unggun?" tanya Ceylira.

"Pergilah," ucap Ellard.

"Ellard, aku ingin kau bergabung dengan anggota OSIS. Apa kau tahu, aku adalah wakil ketua OSIS lho," ucap Ceylira tersenyum pada Ellard.

"Hah, tentu saja aku akan menolak," jawab Ellard.

"Hmmm, tapi kemampuanmu pantas untuk bergabung dengan anggota OSIS. Bahkan kemampuanmu lebih baik dari Calisa," ucap Ceylira.

"Aku tidak peduli dengan hal itu. Kau sudah salah menilaiku," ucap Ellard, lalu dia membukakan pintu mempersilahkan Ceylira untuk pergi dari kamarnya.

"Kudengar kau berpacaran dengan Calisa, apakah itu benar?" tanya Ceylira.

"Pertanyaan yang merepotkan," batin Ellard.

"Iya, lalu?" tanya Ellard.

"Hah, Calisa masih belum pantas menjadi pacarmu, Ellard," ucap Ceylira lalu dia pergi meninggalkan kamar Ellard.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!