Sudah dua hari sejak ujian tantangan dimulai. Tampaknya kelompok Ellard maupun kelompok lain masih belum mendapatkan pengikatan sama sekali. Dan untuk kelompok II, mereka bahkan masih terlihat amburadul saat diskusi hari pertama.
Pagi ini saat Ellard sampai di sekolahan, dia tidak sengaja melihat papan pengumuman yang berada di depan halaman sekolah. Papan pengumuman itu akan mengumumkan pelantikan anggota OSIS yang berasal dari kelas X. Melihat itu Ellard terdiam merenungkan sesuatu.
Lalu tidak lama kemudian setelah dia merenungkannya, dia memberi pesan pada Calisa untuk bertemu di atap sekolah. Kemudian Ellard langsung berjalan pergi menuju atap sekolah.
Tak lama Ellard menuggu Calisa sudah datang, tapi tampaknya Calisa masih memikirkan kejadian kemarin malam. Terlihat bagaimana Calisa terlihat gugup saat menemui Ellard.
"Calisa ... "
"I-ya," jawab Calisa gugup.
"Aku ingin kita berhenti di sini,"
"Heh, apa maksudmu?" sepertinya Calisa masih belum mengerti apa maksud dari Ellard.
"Kita ... putus," jawab Ellard datar sambil dia melihat langit-langit.
Calisa langsung terkejut, "Tapi kenapa? Apakah karena kemarin malam? Kalau soal itu aku benar-benar minta maaf, aku hanya bercanda saja," ucap Calisa sambil memegang tangan Ellard.
"Bukan karena itu. Tenang saja Calisa, kau akan tetap membantuku, aku masih membutuhkanmu. Seminggu lagi akan diadakan pelantikan anggota OSIS baru kelas X.
Kita harus putus, jika kita terus berpacaran maka aku sebagai pacar dari anggota OSIS pasti akan terlihat mencolok. Dan itu sangat tidak bagus untu rencanaku," ucap Ellard sambil menatap Calisa dengan tatapan dingin.
"Kalau begitu aku akan keluar dari OSIS!" ucap Calisa.
"Tidak! Itulah yang membuatmu berguna untukku, kalau kau pun keluar dari OSIS maka aku akan langsung membuangmu," ucap Ellard.
Calisa langsung menundukkan kepalanya, kemudian Calisa memeluk Ellard. "Baiklah, kalau itu yang kau inginkan," ucap Calisa pasrah.
"Beruntung aku melihat papan pengumuman itu sebelum pelantikan. Kalau sudah pelantikan maka akan gawat, apalagi kalau wakil ketua OSIS Ceylira sampai tahu hal ini," batin Ellard.
Saat Ellard berjalan menuju kelasnya, dikoridor sekolah dia melihat Adely berdiri terdiam termenung melihat luar jendela. Ellard melihat arah Adely.
"Hmmm, dia Adely ya. Aku curiga jika dia lah forward dari kelas A," batin Ellard.
Lalu Ellard berinisiatif untuk menghampiri Adely. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ellard datar.
Lalu Adely menoleh ke arah Ellard, "Kau, murid dari kelas D, Ellard kan?" tanya Adely.
"Iya," jawabnya datar.
"Aku tidak apa-apa kok," ucap Adely lalu dia pergi meninggalkan Ellard.
"Hmmm, aku akan mencari tahunya tentangnya," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi menuju kelasnya.
Saat Ellard baru akan duduk di tempat duduknya, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ternyata Koiji sudah mencari informasi tentang semua data-data yang Ellard berikan.
"Bagus, sudah kuduga dia pasti akan sangat cepat," batin Ellard saat dia membaca pesan dari Koiji.
Untuk saat-saat ujian ini, setiap kelas tidak akan ada jam pelajaran, jadi setidaknya mereka diberi kebebasan seidikit.
"Apakah disukusi hari ini akan ada peningkatan?" pikir Ellard.
Lalu tidak lama kemudian Hailey datang dan duduk di tempat duduknya sambil membawa bukunya. "Apa kau sudah tahu?" tanya Hailey pada Ellard sambil dia fokus dengan bukunya.
"Tahu apa?" tanya Ellard datar.
"Kelas C katanya sudah mendapat point tambahan, apakah mereka sudah menjawab siapa forward nya?" tanya Hailey.
"Hmm, pasti ini ulah Dominic. Aku sudah menduga itu, dia pintar dalam membuat siasat," batin Ellard.
"Kalau kelas C saja sudah mendapat tambahan point, maka kau juga harus bekerja keras," ucap Ellard pada Hailey sambil dia beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kelasnya menuju ruang diskusi kelompok II.
Hailey tampak melihat ke arah Ellard yang sudah pergi jauh. Tatapan Hailey berubah, yang sebelumnya tatapannya dengan Ellard yang selalu terlihat judes tapi tatapannya kali ini benar-benar terlihat baik dan ramah.
"Aku pikir kau akan membantuku, Ellard," ucap Hailey sambil melihat Ellard yang berjalan pergi meninggalkan kelas.
Di rumah diskusi kelompok II, masih belum berkumpul semuanya. Baru Ellard dan Adely yang sudah berada di ruangan sejak tadi.
Ellard melihat Adely yang terlihat sedang membaca buku, "Hmm, dia sudah datang ya," batin Ellard.
"Kau sudah datang ya, Adely," ucap Ellard dan membuat Adely terkejut.
"Heh, maaf sepertinya karena fokus membaca aku tidak sadar kalau kau ada di sini. Apa kau baru saja datang?" tanya Adely.
"Aku kan yang tanya begitu?" batin Ellard.
"Iya, di mana yang lain?" tanya Ellard datar.
"Aku tidak tahu, lagipula aku juga baru sampai di sini kok," jawab Adely.
"Hmmm, dia pintar mengubah suasana. Dia juga pintar mengalihkan topik," batin Ellard sambil dia melihat Adely yang terlihat fokus dengan bukunya.
Lalu tidak lama kemudian, semua anggota kelompok pun datang bersama Clarissa dan juga Kitahara.
"Heh, Ellard dan Adely udah datang aja," ucap Clarissa.
"Iya," jawab Ellard.
"Baiklah, kita akan memulai diskusi hari ini. Aku harap kita sudah mendapat ide yang bagus hari ini," ucap Kitahara.
Diskusi hari ini terlihat cukup bagus, setiap murid yang berbeda kelas sudah bisa berbaur satu sama lain walau masih sedikit dari mereka yang masih belum mau berbaur satu sama lain.
"Sebelumnya aku ingin bertanya," lalu Clarissa beranjak dari tempat duduknya. "Apakah salah satu dari kalian semua yang berada di sini ada yang menarik forward nya?" tanya Clarissa sambil melihat sekeliling anggotanya.
Semua anggota terdiam senyap, semuanya langsung melihat arah satu sama lain. Tampaknya belum ada yang akan mengaku siapa fordwad dari kelompok II.
Clarissa mengehela nafas panjang. "Hah, baiklah. Sepertinya kalian tidak akan buka mulut. Mungkin kalian takut jika sampai ada penghianat di kelompok ini," ucap Clarissa.
"Aku tahu pasti akan ada penghianat di kelompok ini. Dan aku harus mencari tahu lebih dulu siapa forwardnya sebelum mereka," batin Ellard yang tampak melihat ke arah Adely yang tengah fokus membaca buku itu.
"Baiklah, diskusi hari ini kita selesaikan. Hah, kita masih belum mendapat pencerahan, ya," ucap Kitahara yang mulai beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan.
"Jika terus seperti ini, maka anggota kelompok ini akan amburadul," batin Ellard.
Sepulang sekolah, Ellard dihadang oleh Dominic dan juga anak buahnya di lorong sekolah. "Hei payah! Bagaimana perundingan kelompok mu hari ini? Apakah terlihat amburadul?" tanya Dominic dengan tatapan yang begitu menyebalkan.
"Kau bisa tanya mereka, jangan tanya aku. Aku tak akan peduli dengan hal itu," jawab Ellard lalu dia pergi melewati Dominic.
"Cih, kau benar-benar menyebalkan ya. Sama seperti Hailey," ucap Dominic, tapi Ellard tetap fokus dengan jalannya menuju pintu keluar sekolah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments