Bab 18

Malam harinya Ellard pergi menuju atas gedung tempat biasa Ellard bertemu dengan Koiji. Ellard ingin tahu seberapa cerdas dan gesitnya Koiji dalam menjalankan apa yang Ellard perintahkan padanya. Karena menurut Ellard mencari semua data-data penduduk baru dari negara lain dalam waktu sedekat itu cukup luar biasa bagi Ellard. Karena dia juga tahu berapa total semua data-datanya, dan totalnya cukup banyak, dan Kojiji mampu mengerjakannya dalam waktu hanya dua hari saja.

Sesampainya di atap gedung, ternyata Koiji sudah berada di sana cukup lama. Dengan melihat itu, mungkin Ellard sudah merasa yakin jika dia bisa menggunakan Koiji untuk tugas-tugas yang memerlukan kerja keras.

"Kau sudah datang, ya," ucap Ellard sambil berjalan menghampiri Koiji.

"Ya, ini yang kau inginkan," lalu tanpa basa-basi Koiji langsung memberikan sebuah chipset berisi semua data-data yang sudah dia cari dan amati.

Ellard menerima chipset itu. "Bagus, tidak kusangka kau menyelesaikan semua ini dengan cepat," ucap Ellard.

"Mungkin kau belum tahu, tapi aku cukup pintar dalam memanipulasi," ucap Koiji.

"Aku tahu itu. Aku tahu semuanya tentangmu," ucap Ellard, lalu Ellard berjalan mendekati Koiji. "Dan aku juga tahu kalau saat ini kau punya rencana lain pada perusahaan Haistro," ucap Ellard pelan.

"Aku sudah mau melakukan apa yang kau suruh. Jadi bisakah kau tidak membeberkan apa yang akan aku lakukan pada perusahaan Haistro?" tanya Koiji.

"Tenang saja, aku akan diam saja. Aku akan menghubungimu lagi saat aku membutuhkanmu," ucap Ellard lalu dia berjalan pergi meninggalkan Koiji.

"Tunggu. Bagaimana dengan gelang ini, apakah kau tidak akan melepasnya?" tanya Koiji sambil memperlihatkan gelangnya.

"Tidak akan, aku masih belum mempercayaimu penuh," jawab Ellard datar lalu dia langsung berjalan pergi meninggalkan Koiji.

Lalu saat Ellard berjalan menuju rumahnya, tiba-tiba saja dipertengahan jalan ada sekelompok orang asing memakai topeng sambil membawa tongkat besi dan juga pisau tajam mengepung Ellard entah darimana. Ellard hanya diam saja tanpa ekspresi saat orang-orang asing itu mengepung Ellard.

"Siapa, kalian?" tanya Ellard datar.

"Kau tidak perlu tahu siapa kami. Kami hanya ingin membunuhmu saja," jawab salah satu pria bertopeng itu.

"Membunuhku, ya. Hmm," lalu Ellard terdiam sejenak. Lalu dengan cepat dia menendang perut salah satu pria bertopeng itu sampai dia terjatuh lalu Ellard langsung mengambil pisau tajam yang pria itu pegang.

"Bagaimana jika aku yang membunuh kalian dan bukannya aku yang terbunuh?" tanya Ellard sambil menodongkan pisau tajam itu ke arah leher pria bertopeng yang sudah dia jatuhkan.

Semua pria bertopeng itu terdiam membeku saat Ellard mengancam mereka. "Hei, apa yang kalian pikirkan! Serang dia! Aku bisa mati kalau kalian diam saja!" teriak pria itu yang sudah mulai mengeluarkan keringat dingin karena ketakutan.

"Hah, sebaiknya aku bunuh kalian saja, ya," ucap Ellard sambil salah satu tangannya memegang erat tubuh salah satu pria bertopeng itu dan satu tangannya memegang pisau tajam.

"Cepat kalian serang dia!" teriak pria itu.

Lalu mau tidak mau atas perintah dari bos mereka, para pria bertopeng itu berusaha untuk menyerang Ellard.

Srehhhh.....

Tapi saat para pria bertopeng baru saja melangkahkan kaki mereka untuk menyerang Ellard, pisau tajam Ellard langsung melesat dan membunuh semua para pria bertopeng itu seperti sebuah Boomerang yang berputar-putar.

Hanya tersisa satu pria bertopeng lagi dan dia adalah bosnya. "Sekarang beritahu aku jika kau masih ingin hidup. Kenapa kau dan anak buahmu ingin aku mati?" tanya Ellard datar.

"Untuk apa aku memberitahumu," jawab pria itu dengan nada meledek.

Lalu Ellard langsung membuka topeng dari pria itu, lalu Ellard menatap tajam pria itu. "Jawab atau kau mati," ucap Ellard.

Tatapan tajam Ellard membuat pria itu menjadi begitu takut dan tubuhnya juga ikut gemetar ketakutan.

"Aku tak akan mejawabnya!" ucap pria itu yakin.

"Begitu, ya. Hah, baiklah. Aku lepaskan saja kau," ucap Ellard lalu dia melepaskan pria itu lalu dia bangkit berdiri dan berjalan pergi.

Saat Ellard berjalan pergi, pria itu mengambil pisau tajam lalu dia akan melemparkan ke arah Ellard. Tapi saat pria itu baru saja akan bersiap-siap untuk melempar pisau itu, Ellard sudah lebih dulu berbalik dan dia langsung melempar pisau tajam yang dia pegang dan membuat pria itu terluka cukup parah dibagian dekat jantungnya.

"Aku tidak mudah dikalahkan," ucap Ellard sambil melihat pria itu mati bersimbah darah, lalu Ellard pergi meninggalkan semua pria bertopeng yang sudah dia bunuh itu.

Setibanya di rumah Ellard langsung pergi ke kamarnya dan dia langsung berbaring di atas kasurnya yang begitu empuk dan nyaman. Lalu Ellard berbaring sambil melihat-lihat chipset pemberian dari Koiji. Ellard akan memeriksa chipset itu dengan sistem yang berada di manset logam ditelinganya. Ellard harus memeriksa apakah chipset itu akan ada virusnya ataukah mungkin saja Koiji akan berkhianat pada Ellard. Tapi sudah dengan teliti Ellard memeriksa, dan chipset itu terlihat baik-baik saja dan aman.

"Baiklah, dia tidak menghianatiku. Jika sampai dua menghianatiku, maka aku akan merusak hidupnya," ucap Ellard lalu dia perlahan mulai memejamkan matanya dan pergi tidur.

Di sebuah atas atap gedung ...

Seorang gadis berambut ungu dengan iris mata berwarna biru yang wajahnya mirip dengan Adely, tapi bedanya gadis itu tidak memakai kacamata. Gadis itu berdiri di atap gedung dengan hembusan angin malam yang begitu dingin. Gadis itu tampak berdiri terdiam menatap kerumunan orang-orang di kota dari atap gedung itu.

"Sepertinya mereka belum tahu akan ada bencana yang akan menghampiri kota ini," ucap gadis yang wajahnya mirip dengan Adely itu, bahkan sangat mirip seperti itu memang Adely hanya saja tidak memakai kacamata.

Lalu gadis itu langsung pergi meninggalkan atap gedung setelah dia mengamati kota cukup lama. Entah siapa gadis itu.

...----------------...

Besok pagi, saat Ellard baru saja bangun dari tidurnya, saat dia membuka matanya sudah ada ibunya Brylee berada di dalam kamar Ellard.

"Ibu, kenapa ibu berada di kemarku pagi-pagi begini?" tanya Ellard sambil beranjak dari tempat tidurnya.

"Ibu hanya ingin mengatakan padamu kalau ibu akan pergi ke Amerika untuk setidaknya satu Minggu. Ibu harap kamu bisa jaga diri baik-baik saat ibu tidak ada," ucapnya.

"Tenang saja jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja," ucap Ellard datar.

Lalu Brylee mengelus-elus kepala Ellard dan membuat Ellard merasa bingung akan sesuatu. "Baiklah, ibu pergi," lalu Brylee pergi dari kamar Ellard.

Bukannya bingung, tapi Ellard cukup terkejut saja dengan sikap ibunya yang begitu lembut pada Ellard. Ellard sampai memegangi kepalanya yang sudah ibunya sentuh tadi.

"Ada apa dengan ibu?" pikir Ellard sambil memegangi kepalanya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!