Bergerak

BAB 20

Abyseka berdiri mematung memandangi mobil di hadapannya, yang sudah hampir hancur sepenuhnya. Mama berdiri di sampingnya sambil memegangi lengan Aby. Ia takut tiba-tiba ada hal yang tidak di inginkan terjadi pada Aby.

"Kau tidak apa-apa Aby?" tanya Mama.

Abyseka menarik nafas panjang, "Di usahakan tidak apa-apa Mah. Ayo...kita mendekat"

Mama tetap memegangi lengan Aby ketika mereka berdua mendekati bekas mobil Aby. Bagian depannya sudah ringsek ke dalam dengan kup mobil yang sebagian besar terbuka. Pintu mobil pun seperti di gulung ke atas, dan bagian belakang yang menghitam karena asap.

Abyseka melongok ke dalam mobil melalui pintu bagian sopir yang terbuka. Keadaan dalam mobil sudah benar-benar berantakkan. Selain sisa-sisa kehancuran karena kecelakaan waktu itu, diperparah dengan kerusakan yang diakibatkan hewan pengerat. Yang paling suka dengan tempat kotor dan gelap.

"Gimana? Ada sesuatu yang kamu temukan?"

"Belum..." jawab Abyseka, ia merasakan detak jantungnya berdegup lebih kencang. Disinilah tempat dimana nyawanya sudah setengah terlepas. Kalau saja Pelangi dan keluarganya tidak menariknya kembali, ia akan pulang dalam keadaan terbungkus kain kafan.

Abyseka merasa lehernya tersekat, dan mulai sulit bernafas. Keringat membanjiri wajahnya. Menyadari ada yang salah dengan Aby, Mama menarik nya menjauh dari mobil. Kemudian mendudukkannya di kursi taman.

"Ayo...tarik nafas dalam-dalam. Ya....sekali lagi...Pelan saja....ok...ok...bernafas lah perlahan. Mama ambilkan minum."

Mama langsung berlari-lari kecil kedalam rumah. Menyambar minuman yang sudah di siapkan art nya.

Saras yang melihat mama tergopoh-gopoh berlari kearah taman belakang, secepat kilat menyusul. Ia tau ada yang tidak beres di sana, terlihat darimimik wajah mama yang panik.

Mama langsung menyodorkan minuman hangat pada Abyseka. Yang langsung di minumnya habis.

"Kakak kenapa Ma?" tanya Saras yang terengah-engah datang dari arah kolam renang.

"Panik attack...tadi liat bekas mobilnya. Haa..HH...Mama sampai takut tadi. Aby keringat dingin dan pucat sekali....gimana kalau pingsan....Mama ikut pingsan!"

"Kak...sudah tenang?" tanya Saras...dilihatnya Abyseka yang masih terdiam dan berusaha mengatur nafasnya yang memburu.

Abyseka mengangkat tangannya memberi kode ia sudah baikan. Saras menuntun mama duduk di samping Aby.

"Dua orang yang kena panik attack..." kata Saraswati. Spontan mama mencubit lengannya diikuti jeritan kesakitan.

"Lain kali kalau mau lihat tuh mobil, ajak aku Kak. Bukan mama..."

"Ayo...sekarang..." Abyseka menggandeng tangan Saras.

"Eh...ii...iya..."

Abyseka membawa Saras mendekati mobil yang ringsek tidak jauh dari mereka duduk.

"Coba lihat bagian dalamnya," perintah Abyseka pada Saras.

"Aku cari apa nih? Bisa lebih spesifik nggak?"

"Sesuatu yang mustahil sih...tapi coba aja. Bekas gigitan biskuit ato sisa kue gitu...."

"Buset dah! Sudah berjamur dan habis di keroyok semut dong....Ada-ada aja yang di cari..." namun Saras tetap melakukan apa yang di perintah Abyseka padanya.

Tubuhnya yang langsing dengan mudah masuk merayap kedalam mobil yang hampir tak ada ruang untuk tubuhnya. Abyseka menyodorkan hp nya dengan flash nya menyala untuk menerangi bagian dalam mobil.

Sesaat Saras meraba dan melihat-lihat bagian dalam, "Bau tikus Kak... Hih! Menejijikkan!"

"Kalau memang tidak ada...ya sudah. Ayo keluar."

"Sebentar..." Saras merayap masuk lebih dalam. Baru saja Abyseka hendak mencegahnya Saras sudah menghilang ke balik reruntuhan mobil.

"Sar...ayo sudahlah. Sar...keluar...Sar! Saraswati!" Abyseka sedikit panik melihat adiknya tidak segera keluar dari dalam rongsokan mobil.

"Saraswati!" teriak Aby memanggil adiknya. "Jangan buat Kakak takut. Sar!...Sar!" Abyseka menunduk sambil memanggil-manggil adiknya.

"Iya...iya...nggak pake teriak-teriak gitu!" Saraswati memunculkan kepalanya dari balik kup mobil yang penyok.

"Bantuin turun. Buru...bau tikus banget nih." Saraswati mengulurkan tangannya. Dengan ringannya Abyseka langsung mengangkat tubuh Saras keluar diikuti wajah terkejut dari Saraswati. Tak di sangkanya Abyseka akan dengan mudah mengangkat tubuhnya.

"Wow...! Nggak berat ya? Rasanya seperti terbang..." Saras tersenyum lebar dengan mata membesar.

"Banyak omong! Ayo... masuk, ganti baju langsung mandi. Baumu sama dengan gudang terbengkalai."

Dengan wajah sumringah Saraswati menunjukkan sebuah kotak makan yang sudah kotor dan hampir pecah sebagian.

"Lihat...kotak makan hancur."

Abyseka memeriksa kotak makan, kotak anak lebih tepatnya, yang sudah pecah bagian tutupnya namun masih tertutup utuh. Ia baru ingat, waktu itu Ratry memang memberinya biskuit dalam kotak seperti ini. Isinya tidak penuh, dan tidak banyak. Ia Anya memakannya beberapa dan menyisakan dua atau tiga buah biskuit.

Abyseka mencoba membuka kotak anak perlahan. Wala!.....ada dua biskuit berjamur yang hampir hancur di dalamnya. Segera di tutupnya lagi, dan sebuah senyuman kemenangan terukir di sudut bibirnya.

"Ayo... masuk."ajak Abyseka pada Saraswati.

"Yuk...kita berhasilkan?"

"Ya...jangan ceritakan pada siapapun. Ok?"

"Yup!"

#######

Abyseka kembali ke kamarnya setelah menyerahkan bungkusan kotak snak rusak pada Desma untuk di selidiki ada kandungan apa di dalam biskuit itu.

Abyseka melirik jam besar di dinding. Pukul sepuluh malam. Diambilnya telepon genggamnya dan mengetik nomer yang sudah dihafalnya di luar kepala.

…Halo, Kak…

"Halo...maaf tadi tidak dengar tepinmu. Sampai kamu harus menelpon beberapa kali."

…Tidak apa-apa Kak. Belum tidur? Sudah malam lho."

"....."

…Kak…

"Aku kangen...rasanya kok sakit gini sih?"

…Belum juga seminggu. Katanya mau beberapa bulan…

"Mati kaku aku di sini bila selama itu. Hari ini tidak ada yang mengganggumu?"

…Tidak ada yang berani dong. Di kantor sudah pada tau siapa aku. Walaupun ada yang menggosip, tidak ada yang berani di depanku. Lusi selalu melotot mengawasi sekelilingku. Belum lagi Kak Zaki dan Kak Abim...seperti satpam penjara.…

"Siapa yang berani menggosip tentangmu? Biar kupecat! Beraninya..."

…Lupakan, jangan menambah beban pikiranmu. Apa pekerjaanmu banyak? Istirahatlah, aku tutup telponnya ya…

"Jangan! Aku masih ingin dengar suaramu...."

…Baiklah, tapi jangan salahkan aku bila tiba-tiba aku tertidur. Ini sudah hampir tengah malam dan aku sudah mengantuk…

"Ya...bahkan mendengar dengkuranmu saja aku sudah senang..."

…Aku tidak mendengkur Kak…

Abyseka seka tertawa ringan. Mereka berduapun melanjutkan obrolan yang tidak terlalu penting sebenarnya. Sampai Pelangi tidak lagi membalas obrolan Abyseka. Yang terdengar adalah dengkuran halus dari Pelangi yang keluar dari speaker handphone Abyseka. Untuk beberapa saat lamanya Abyseka membiarkan teleponnya tetap menyala. Menikmati suara, yang menurutnya indah, dari Pelangi ketika tidur.

"Selamat bermimpi Pelangiku..." bisik Abyseka.

Abyseka terbangun dari tidurnya, ketika di dengarnya bunyi bip...bip...dari teleponnya. Rupanya iapun ketiduran. Teleponnya sudah tidak tersambung lagi dengan Pelangi. Di ganti dengan notifikasi dengan gambar burung elang berwarna hitam.

Abyseka membuka pesan yang masuk.

*di bawah, warung kopi* isi pesannya.

Abyseka bangun, di pakainya jaket kulit miliknya dan sempat melirik jam di dinding. Pukul tiga pagi. Sebelum keluar, tidak lupa Memakai sepatu karetnya.

Sampai di warung kopi sederhana yang berjarak seratus meter dari rumahnya. Abyseka duduk dan langsung memesan segelas kopi susu. Keadaan warung sepi, hanya ada empat pembeli termasuk dirinya. Yang dua orang sedang mengobrol asik di meja sebrang Abyseka. Sedang seorang lagi sedang asik menikmati kopi hitamnya dengan pisang goreng.

Abyseka langsung duduk di samping orang berjaket hitam, jarak mereka tidak terlalu jauh.

"Apa kabarmu?" sapa orang asing di samping Abyseka. Rambutnya yang lurus di biarkan tergerai.

"Baik... Atlas"balas Abyseka. "Ada apa mencariku?"

"Aku penasaran, bagaimana kau bisa mengalami kecelakaan. Aku sedikit menyelidiki."

"Oh ya? Kelompok Elang Hitammu tidak terlibatkan?"

"Kalau terlibat, kau sudah di bungkus kafan"

"apa hasil penyelidikanmu?"

Atlas menyesap kopi hitamnya, "Aku kira hampir sama dengan yang didapat Desma. Ada tambahan sedikit....Heru meminta sesorang dari gang Qsr untuk mengacau mobilmu." Atlas menyodorkan sebuah flashdisk pada Abyseka.

"Apa ini?"

"Sedikit bukti. Dan sudah cukup memasukkannya ke penjara."

"Thanks.Ada harga yang harus kubayar?"

"Tidak ada, itung-itung hadiah dari teman lama. Kau tidak ingin kembali jadi elang? Elang hitam masih mau menerimamu"

"Tidak. Aku sudah tidak mau mengotori tanganku dengan hal-hal keji"

"Sayang sekali. Padahal kau termasuk yang sangat di perhitungkan. Sudah nyaman dengan adanya Pelangi di ufuk timur?"

"Kau....awas kalau kalian berani mengusiknya. Sedikit saja...aku langsung menghancurkan kalian!"

"Tenang Bro...kami tidak seceroboh itu. Nikmati hari-hari bahagiamu. Tapi ingat....masih banyak musuh-musuhmu yang berkeliaran. Kau harus ekstra waspada."

Abyseka bangkit dari duduknya, meletakkan uang limapuluhribu di atas meja.

"Pak...mau bayar kopi saya. Ambil kembaliannya Pak." kata Abyseka kemudian keluar dari warung kopi. Berjalan dengan kesal kembali ke panthaousnya.

######

Pukul delapan pagi Papa dan Abyseka berangkat bersama menuju kantor.

"Hari ini Aby hanya sebentar di kantor ya Pa."

"Hmm ...ada sesuatu?"

"Ya. soal kecelakaan waktu itu."

"Buntuh bantuan Papa?"

"Saat ini belum. Mungkin lain kali bila sudah terdesak."

"Ok..."

Dua jam lamanya Aby berkutat dengan dokumen-dokumen yang harus di periksanya.

Setelah itu ia meluncur menuju warung kopi milik Desma.

Desma adalah kaki tangannya ketika masih menjadi anggota Elang hitam. Elang hitam adalah sebuah organisasi resmi yang bergerak di bidang jasa pengawalan. Sedang bisnis lainnya adalah pembunuh bayaran, pencurian, penculikan dan masih banyak bisnis kotor lainnya. Dulu Abyseka di juluki si Elang bayangan. Karena keberadaannya jarang di ketahui. Tugas apapun akan di sampaikan pada Atlas dan Desma sebagai asistennya.

Tidak ada tugas yang tidak berhasil di selesaikan Abyseka, 99% pasti berhasil. Elang Hitam sangat populer di kalangan elite dan kaum Borjuis ,untuk mereka sewa dalam melakukan hal-hal kotor dan curang dalam merebut dan mempertahankan sumber keuangan atau kekuasaan mereka.

Terutama ketika Elang bayangan masih bekerja pada Elang Hitam.Semua permintaan para elite politik, kaum Borjuis, bahkan petinggi pemerintahan pasti terpenuhi. Asal mereka mampu mbayar dengan jumlah yang tidak sedikit.

Abyseka sampai di Kedai Kopi Kenangan milik Desma. Ia langsung di persilahkan masuk dalam ruang khusus pemilik kedai.

Desma mempersilahkan Abyseka duduk di sofa empuk di tengah ruangan.

"Sudah ada hasil apa saja yang terkandung dalam biskuit yang anda makan Tuan." kata Desma. Sambil menyerahkan beberapa lembar kertas pada Abyseka.

Ada banyak deretan bahan-bahan kimia yang Abyseka lihat. Namun tidak ada satupun yang ia pahami.

"Obat apa saja?"

"Semua adalah bahan-baham yang biasa digunakan untuk membuat kue. Tapi ada satu bahan yang mencurigakan."

"Apa itu?"

"Obat psikedelik, obat yang dapat membuat seseorang mengalami halusinasi. Termasuk obat daftar G, atau narkotika."

"Ba***at! Perempuan itu memang harus di siksa. Apa motivasinya berusaha menghancurkanku? Salah satu musuh? Cemburu? Atau kaki tangan Om Heru?"

"Anda pernah punya hubungan istimewa dengan nona Ratry? Tunangan atau cinta satu malam, mungkin."

"Sama sekali tidak pernah. Desi! Kau tau sendiri kan aku tidak suka main-main dengan perempuan. Betapapun brekseknya aku!"

Wajah Desma memerah, di panggil dengan nama Desi. Karena itu memalukan sekali menurutnya. Apalagi yang memanggil Abyseka, Boss nya sendiri. Desma paling anti dipanggil Desi...

"Lalu apa motifnya?"

"Hanya dia yang tahu. Aku akan memaksanya mengatakan apa motifnya. Kalau perlu sampai mbuatnya sekarat!"

"Apa perlu ruang khusus itu di aktifkan kembali?"

Ruang penyiksaan yang ada di dalam tanah itu, batin Abyseka. Lama sekali aku tidak membuka ruang itu. Sejak aku memutuskan menutup lembaran hitam bersama Elang Hitam.

"Ya, lakukanlah. Untuk jaga-jaga saja. Mudah-mudahan kita tidak akan menggunakan ruang jahanam itu. Apalagi untuk seorang perempuan" suara Abyseka merendah nyaris berbisik.

Terpopuler

Comments

Ummu Jihad Elmoro

Ummu Jihad Elmoro

wiiiihh.. ternyata abiseka mafia, ya, Thor...😱

2024-07-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!