Pulang

BAB 18

Setelah seminggu Pelangi di rumahsakit, akhirnya pulang juga ke rumah. Mama meminta Pelangi istirahat di rumah selama beberapa hari. Setelah itu baru boleh kembali ke apartemen.

Sebenarnya Abyseka keberatan Pelangi kembali ke rumahnya. Karena ia tidak dapat mengawasi Pelangi sepenuhnya. Yang utama adalah ia tidak dapat bertemu Pelangi setiap hari.

Namun setelah Pelangi meyakinkan Abyseka bahwa ia akan baik-baik saja. Tentu dengan diam-diam. Barulah Abyseka menyetujuinya.

Selama di rumahnya, Mama menjaga dan merawat Pelangi dengan sangat telaten. Begitu juga dengan Papa. Hal itu membuat Pelangi terheran-heran. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Papa dan Mama.

"Ma, aku juga anak mama lho," protes Ulfah. "Kak Lanykan udah sembuh. Masa yang di perhatiin Kakak aja. Aku juga dong."

"Feh...kan kamu sudah besar, masa berbagi sama kakak nggak bisa sih?"

"Kakak tidur di tungguin mama, di masakin yang istimewa. Nah Ufeh....sekedarnya, kadang dah habis juga makanannya. Ufeh masa pertumbuhan Ma...."

"Feh...Mama lagi ngurusin Kakakmu dulu. Kan katanya mau di anggap dewasa. Harusnya sudah mulai belajar mandiri." kata Papa

"Ini..iihhh...sebel deh..." kata Ulfah sambil pergi dan menghentak-hentakkan kakinya.

Mama dan Papa tertawa di tahan agar Ulfah tidak semakin kesal.

"Iya...Pelangi merasa kok Papa dan Mama berlebihan deh sama Pelangi. Kenapa sih? Kasian si Ufeh sampe ngambek "

"Kamu jadi kakak perhatian banget....Gini, Mama dan Papa merasa ini saat terakhir kami merawat kamu," jelas Mama.

"Kok gitu?" Pelangi terkejut, "Ada apa memang? Mama tidak sakitkan? Papa?"

"Sayang, dengar dulu penjelasan Mamamu."

"Pelangi, kami rasa ada hubungan istimewakan antara kamu dan Arjuna?"

"It...itu...iya sih. Maaf...tidak memberitahu Mama dan Papa. Menurut Pelangi belum saatnya."

"Iya tidak apa-apa. Arjuna sudah memberitahu kami beberapa hari yang lalu."

"Kak Arjun? Kok Pelangi tidak di minta pendapatnya sih? wah... pelanggaran ini..."

"Arjun memintamu dari Papa dan Mama. Dan menurut Mama, ini kesempatan terakhir buat merawatmu. Sebelum jadi milik orang lain."

"Memang.... nantinya setelah jadi milik orang, Mama tidak boleh merawat Lany? Masih bolehkan?"

"Boleh ...tapi pasti tidak seperti sekarang. Bisa dua puluh empat jam. Full. Apalagi, kelihatannya Arjun posesif banget sama kamu."

"Tapi...."

"Ah sudahlah....Yang penting sekarang Mama puas-puasin merawat kamu."

#####

Setelah istirahat beberapa hari di rumah Papa, hari ini Pelangi sudah bisa bekerja. Dan kembali ke apartemennya. Dari rumah Papa, pelangi berangkat ke pabrik, sebelumnya mampir sebentar ke apartemennya untuk menyimpan titipan makanan dari Mama.

Abyseka terkejut ketika hendak masuk ruangannya, Pelangi sudah duduk manis di kursinya sedang memeriksa beberapa file bersama Lusi.

"Pelangi .....Masuk kantorku dulu. Lusi tunggu di sini "

"Baik."kata Lusi dan Pelangi bersamaan.

Sampai di dalam ruangan Abyseka langsung memeluk Pelangi dengan erat dan menenggelamkan wajahnya diantara helaian rambut Pelangi.

"Kau tau... bagaimana aku sangat merindukanmu? Rasanya aku ingin mengobrak-abrik rumahmu agar semuanya pindah ke rumahku. Jadi setiap hari bisa melihatmu "

"Lebai itu namanya...."

"Mulai sekarang, mataku tidak akan lepas darimu. Maaf waktu yang lalu aku sibuk jadi tidak fokus memperhatikanmu."

"Apa Lusi melapor....hmm...lebih tepatnya mengadu padamu?"

"Dia harus melaporkan semuanya sedetail mungkin apa yang terjadi padamu." Abyseka seka membelai rambut Pelangi.

"Kalau saja ada tekhnologi membaca pikiran atau bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Aku pastikan kau sudah memakainya."

"Itu melanggar hak azasi manusia..." Pelangi mengurai pelukan Abyseka. Kemudian hendak duduk di sofa. Namun sigap Abyseka menariknya dan itu membuat Pelangi duduk di pangkuannya.

"Kak..."

"Begini dulu saja. Aku masih kangen." Abyseka memeluk pinggang Pelangi. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Pelangi.

Bau harum tubuh ini yang kurindukan. Menyiksaku beberap malam karena menginginkannya. Batin Abyseka.

"Kak....aku harus kembali kerja. Nanti Bossku marah. Kalau dia marah, seluruh karyawan ikut di marahi juga."

"Bossmu sebegitu galaknya?"

"Iya...."

"Besok aku sunat dia sampai habis."

"Ssstt...hati-hati nanti dia mendengarnya."

Abyseka tergelak mendengar jawaban Pelangi. Mereka berdua tau dirinyalah yang sedang di bicarakan.

"Aku ke ruanganku dulu Kak..." Pelangi hendak berdiri namun Abyseka menahannya dan mendaratkan bibirnya ke bibir Pelangi yang hangat. Berdua terlarut dalam kerinduan yang panjang. Kecupan demi kecupan terjalin manis. dan panjang.

Pelangi mendorong lembut dagu Abyseka, "Sudah....nanti ada yang masuk. Kita jadi seperti udang rebus."

"Siapa peduli? Aku hanya mau kamu..."

"Kak..." Pelangi mendorong tubuh Abyseka dan berdiri merapikan kemejanya yang sedikit berantakan.

Sekilas Pelangi mengcup pipi Abyseka dan berlari kecil ke ruangan sekertaris tempatnya biasa bekerja.

Abyseka tersenyum bangga mendapat perlakuan manis dari Pelangi. Jiwanya yang sedang melayang-layang harus berhenti oleh deringan telepon. Desma.

"Halo..."

"Tuan, semuanya sudah beres."

"Ok. Sementara awasi terus. Aku masih ada pekerjaan kecil buatmu."

"Baik. Saya tunggu Tuan. Selamat siang."

Telepon di tutup. Abyseka masih memandangi telpon genggamnya. Setelah ini...apa lagi yang akan terjadi? Harus lebih waspada. Terutama semenjak ada Pelangi dalam hidupnya. Ada tambahan tanggungjawab besar yang harus di pikul. Selain Pelangi, ada keluarga besar yang ada di sekitarnya.

"Apa yang kau pikirkan sih? Sampai tidak menyadari aku datang?" tegur Abimanyu.

Abyseka mengangkat wajahnya mendengar suara Abimanyu.

"Aku sedikit takut. Bagaimana Pelangi tanpa pengawasanku."

"Kau mau pergi ke mana?"

"Aku pulang sebentar ke Ibukota. Perusahaan sementara di bawah pengawasanmu. Begitupula dengan Pelangi."

"Hei...memangnya selama ini siapa yang mengawasi perusahaan selama kamu tidak ada?"

"Ok....ok...jangan ngegas dulu. Perusahaan aku awasi terutama Pelangi. Tapi...bisakan Pelangi sementara pindah ke sini? Sementara tinggal di apartemen lamamu."

"Ya...itu yang aku pikirkan juga. Oh ya, ada apa kamu datang ke pabrik?"

"Ada catatan kecil soal kecelakaanmu."

"Apa?"

Abimanyu menyerahkan beberapa kertas dalam map pada Abyseka.

"Hari itu, aku di telpon olehmu , kau akan sampai di sini sekitar jam dua siang. Tapi sampai sore aku tidak pernah mendengar kabarmu. Bahkan sampai duabulan ke depan."

"Siapa saja yang tahu aku akan datang hari itu?"

"Banyak. Tapi ada satu yang janggal. Hari itu aku meminta bagian cafe perusahaan untuk menyiapkan makanan kesukaanmu. Steak sapi blackpapper. Tapi ternyata mereka tidak membuatnya atas permintaan seseorang. Dan mengatasnamakan aku yang meminta."

"Sudah tau siapa orangnya?"

"Ya. Menurut pihak cafe Dirut Keuangan yang meminta. Salah satu karyawan yang datang sendiri ke cafe. Di cafe banyak saksi. Dan sudah ku cek dan receh ke karyawan yang di perintah oleh Dirut Keuangan "

"Sudah di cek jamnya?"

"Sore, beberapa jam sebelum kecelakaan. Apa kau ingat apa yang kamu lakukan seharian sebelum kecelakaan?"

Abyseka berdiri, "Aku tidak ingat. Aku akan mengingatnya perlahan." Aby menuju pintu keluar dan memberi kode pada Abimanyu untuk mengikutinya.

Berdua mereka menuju tempat parkir mobil dan melaju membelah jalanan menuju restoran Jepang. Tempat yang paling jarang mereka kunjungi. Karena Abimanyu maupun Abyseka tidak terlalu menyukai makanan mentah.

"Salahsatu tempat aman dari penguping." kata Abyseka.

"Okey...."

Setelah meminta privatroom dan memesan dua makuk ramen halal.

"Aku sebenarnya sudah ingat apa yang terjadi hari itu." kata Abyseka.

"Ceritakan..."

"Pagi aku ke kantor sebelum berangkat ke sini. Jadwal pesawat sing jam satu. Ratry mengajakku makan siang sebelum takeoff. Dia membawakan ku cookies jeruk. katanya buat cemilan di jalan. Sampai di bandara aku memesan mobil online menuju Cafe Seven untuk ketemu Zaki. Minum kopi sambil makan cookies, Zaki naik taxi online ke pabrik aku ke perusahaan naik mobil yang di bawa Zaki. Di jalan aku ngerasa seperti mabok dan...kecelakaan."

"Ada yang janggal sama...."

"Cookies...."

"Tepat! Kami mengambil mobilmu di lakalantas seminggu setelah kecelakaan."Pihak polisi yang menghubungi Om Rahardi. Mereka heran, ada bukti kecelakaan, tapi tidak ada korban. Mobil kita ambil pula"

"Sudah di periksa mobilnya?"

"Ya. Ada yang memasukkan sesuatu di tangki bensin mobil. Dan minyak remnya juga bermasalah."

"Mobil itu baru ku Service dua hari sebelumnya. Di bengkel dekat rumah."

"Pantes...kita tanya ke bengkel langganan mobilmu tidak di Service di sana."

"Andai sisa cookies masih ada, bisa kita selidiki."

Abimanyu menjentikkan jarinya, "Mobil rongsok itu masih di simpan Om Rahardi. Di gudang belakang rumah. Katanya buat kenang-kenangan. Kamu bisa melihatnya pas pulang."

"Dua hari lagi aku pulang. Nanti ku periksa."

"Bagus...Akan ku selidiki juga bengkel tempat aku menservis mobil."

#########

Sebelum pulang ke Ibukota, Abyseka membantu memindahkan beberapa barang Pelangi ke Apartemennya.

Sebenarnya Pelangi memprotes keputusan Abyseka untuk pindah ke apartemennya. Tapi...tidak ada kata penolakan buat Abyseka.

Apartemen Abyseka memang lebih besar dengan tiga kamar yang besar dan semua fasilitas yang serba lux. Sabun kali ah....

Pelangi tinggal bersama Lusi, masih Lusi yang dulu. Dan pekerjaannya mengawasi pabrik dan membantu Abimanyu. Pak Hadi masih harus menjadi supir pribadi Pelangi.

"Dengar telepon aku setiap hari." perintah Abyseka. "Aku mau tau apa saja yang kamu lakukan tanpaku sepanjang hari."kata Abyseka sambil memeluk Pelangi.

"Baik. Aku kan menelponmu setiap hari. Jangan terlalu khawatir, aku akan menjaga diri dengan penuh kewaspadaan tingkat tinggi."

"Jangan bercanda!"

"Tidak....ini beneran. Aku akan baik-baik saja Kak."

Abyseka memandang mata Pelangi dengan sangat tajam. Ia ingin melihat kesungguhan di mata itu. Sekali lagi di peluknya Pelangi sebelum masuk ke dalam mobil. Ia meminta Pelangi mengantarnya sampai depan apartemen saja. Tidak perlu ke bandara. Karena menurutnya resiko sekali membiarkan Pelangi pergi ke bandara dengan jarak yang cukup jauh dari apartemennya.

"Aku pergi. Hati-hatilah. Lusi....awasi si bandel ini. Kalau sampai ia kenapa-kenapa, kau duluan yang ku adili."

"Siap Pak!"

Terpopuler

Comments

Ummu Jihad Elmoro

Ummu Jihad Elmoro

Bahagianya jadi pelangi, Thor...🥰

2024-07-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!