Tidak ada yang tahu bahwa Vicktor telah mati tertembak yang dia ketahui dia sedang asik berunding bersama keluarganya bersama-sama di meja makan. Vicktor menganggap bahwa semua yang terlintas itu adalah mimpi buruk tetapi dia juga tidak tahu bahwa semua yang dia lihat adalah bagian dari mimpi.
Apa yang lebih hebat dari mimpi? Uang, karena bisa membeli segalanya? Bakat, karena mampu melakukannya apapun tanpa usaha? Tidak, semuanya salah, uang bahkan tak bisa membeli nyawa dan sulit didapatkan bagi orang-orang miskin. Bahkan bakat juga bukan karena keajaiban dari lahir, seolah-olah orang yang mampu melakukan apapun disebut bakat? Mereka hanya tidak tahu usaha apa yang telah dilaluinya.
Mungkin harapan yang mampu menyeimbangi sebuah mimpi, terkadang mimpi adalah pantulan dari harapan yang kita inginkan selama ini. Begitu kuat hingga mewujudkan halusinasi Vicktor adalah orang yang bisa dibilang manusia yang sesungguhnya, bisa jadi dia melebihi manusia itu sendiri hanya karena menginginkannya. Tetapi tetap saja tidak ada kategori yang bisa mengatakan itu menjadi sebuah kebenaran, hanya sebuah sudut pandang.
Setiap orang mungkin terluka dengan harapan yang tidak terkabul dan memilih jalan pintas untuk menikmati hal tersebut dengan cara tidur lalu bermimpi sepuas hatinya. Itu benar semuanya bisa menggapai mimpi yang ada tetapi itu juga tergantung situasi dan kondisi.
"Mimpi yang nyata atau mimpi yang terlihat sangat nyata. Sialnya kenapa semuanya ada dua, apa yang ada dua? Ya, benar! Sebuah pilihan, kenapa pilihan selalu ada dua? Mari kita cari tahu dikehidupan yang kedua."
Vicktor menerima sebuah mukjizat baru, dia dilahirkan dengan wujud yang sama dengan kondisi yang sama namun zaman sudah hancur dikarenakan oleh dirinya sendiri. Terdengar tidak masuk akal, memang karena sebenarnya Vicktor telah ribuan kali menggunakan "Master Key" untuk mencari jalan kehidupan yang rumit lagi indah.
Perang Dunia ketiga adalah perang yang cukup indah, karena sebuah petasan meledak saking meluncur di langit gelap banyak yang mengira itu adalah petasan super besar tetapi nyatanya memang iya, itu sanggup membunuh ribuan orang.
Vicktor bertahan dari kejamnya dunia dia menyalakan api unggun yang berkobar hebat, lalu disampingnya yang hampir mati itu adalah istrinya. Vicktor dihidupkan dengan kondisi yang tidak mengenakan namun yang pasti lebih baik dari pada mati, dia hanya ingin menebusnya atas dosa yang telah dia buat. Jadi dia membunuh semua manusia di kala itu, yang sebenarnya adalah dirinya sendiri yang telah bolak-balik mencari celah harapan. Mirip representasikan seperti orang yang sedang menghapus segala masalah.
Semuanya terdengar konyol, memangnya apa yang masuk akal dari sebuah cerita dongeng jaman dahulu soal pintu ajaib.
Seseorang membicarakan soal kehidupan, dia menawarkan sebuah kehidupan yang kedua, bagi orang-orang yang berpikir bahwa kehidupan adalah hal yang sangat berharga karena hidup hanya sekali tetapi kali ini berbeda. Bisa jadi Dewa Thoth dalam kitab kuno yang terjebak dalam alam semesta ruang dan waktu memberikan sebuah petunjuk yang baik bagi orang yang tersesat.
"Apa kau masih ingin hidup bahagia?"
Dia jelas-jelas menanyakan pada Vicktor tentang kehidupan yang jelas-jelas itu bagaikan tahi hidangan utama manusia pengganti nasi. Siapa juga yang tidak mau diberi sebuah pilihan enak dan juga gratis, mungkin dia adalah orang gila, atau mungkin bisa jadi dia yang sudah muak tentang kehidupan.
"Aku ingin kembali, aku ingin bahagia."
Tentu saja dijawab dengan lantang dan berani, Dewa Thoth juga sepertinya memang menawarkan hal tersebut dengan baik-baik saja tanpa ada permintaan yang muluk-muluk.
"Aku kabulkan."
Seketika Vicktor yang sedang duduk di hadapan keluarganya langsung berpindah alam dan melupakan apa yang jadi permintaannya langsung segera ditampilkan visual terbaik dia tidak menyesal telah mengatakannya, tetapi skenario terburuknya adalah Vicktor terlahir kembali menjadi sebuah manusia tanpa wujud, dia bahkan tidak bisa melihat dirinya sendiri bahkan dengan bantuan kaca sekalipun.
"Rasakan apa yang aku rasakan, kau harus menikmati hukuman apa yang telah menjadi larangan."
Tetapi keluarga yang dijanjikan memang ada dan akur dimasa depan. Vicktor menyaksikannya sendiri di depan matanya ikut duduk menonton televisi, wujudnya tidak bisa dilihat akan tetapi dia bisa merasakan kehangatan.
Hari demi hari, tahun demi tahun, Vicktor hanya bisa menonton acara kehidupannya seperti rekaman video bioskop yang sedang berputar. Perasaan berkecamuk ingin mencambuknya bagai delman yang memecut bokong kuda. Ingin ikut merasakan kebahagiaan tetapi dengan wujud tak kasat mata apa yang bisa Vicktor nikmati dengan kehidupan yang sengsara ini.
"Ini adalah dosa-dosaku, setidaknya aku harus kuat memahami ini dan menyaksikan secara utuh. Jika dipikir lagi lebih dalam, sebuah pilihan? Mungkin ini pilihan yang benar. Jika sebuah posisi, mungkin inilah posisi yang seharusnya. Kenapa aku mengeluh?"
Melihatnya tumbuh lebih cepat dari pada pohon terasa sangat berarti kita menikmati hidup, hari ini Amelia sudah masuk SMU dia bertengkar dengan ayahnya yang memang itu adalah dirimu dengan sifatnya yang sama bahkan istrinya juga tak bisa berbuat apa-apa. Dia sedang dalam masa pemberontakan, kamu seharusnya tahu itu.
Dia tersenyum kearah sesuatu yang kebetulan Vicktor berdiri di depannya, Vicktor membalas senyuman tersebut entah mungkin dia membayangkan sesuatu akan kekasihnya atau memang dia bisa melihat kehadirannya tidak ada yang tahu. Tetapi yang pasti dia tersenyum bahagia setelah pertengkaran hebat, tidak ada yang lebih baik jika itu hanya sekedar berbeda pendapat atau hanya karena membuang-buang uang untuk membeli barang yang tak berguna. Bersyukur mereka masih bisa bersama dan menikmati kisah-kisah yang pernah dilalui.
Hanya hal sepele, tidak perlu merasa tersakiti akan tiba saatnya harus merasa hal tersebut sakit karena tak punya sesuatu untuk dilampiaskan karena sesuatu itu telah tiada.
Vicktor selalu duduk bersama istrinya yang sedang menikmati teh hangat dengan kondisi menjelang sore hari. Terkadang dia selalu berbicara sendiri perihal putrinya atau acara drama konyol kesukaannya, terkadang tatapan matanya tak sengaja bertabrakan Vicktor berharap itu sebuah kebetulan belaka.
Namun seiring berjalannya waktu, Vicktor mampu menyentuh benda-benda yang dianggapnya keras. Justru dia seharusnya tidak bisa melakukan hal tersebut karena dia tak kasat mata bahkan tak mempunyai wujud untuk disentuh maupun menyentuh.
Sentuhan itu kadang bikin panik karena menjatuhkan benda-benda mudah pecah. Rasanya Vicktor mulai bisa mencampuri masalah dan pribadi keluarga lain yang memang itu adalah keluarganya. Vicktor menjadi lebih takut menghadapi kenyataan, menghilang dari muka bumi itu pilihan yang sulit dan sesuai harapannya setelah dosa yang dilakukan.
Tetapi manusia tetaplah menjadi manusia, hatinya menggerogoti akal sehat dan mulai kata-kata itu terus terngiang kembali.
"Akankah aku bisa berada di posisi itu... "
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments
Pro Player
Hidup sendiri adalah sebuah keajaiban
2022-08-27
48