Memphis, Mesir adalah tempat yang luas dan gersang di sana banyak sekali orang-orang pemburu, pencari harta karun illegal dan migrasi tanpa data. Salah satunya adalah tim dari Vicktor dengan berbagai macam Ras mereka mencari sebuah harta untuk dijual ataupun dilelang dengan harga fantastis.
Terkadang seorang ayah memerlukan seorang lain untuk mendampingi hidupnya. Seorang gadis, putrinya dia menyadari setelah minum bir bahwa tidak lagi berada di sampingnya pada saat itu. Perlu beberapa waktu untuk merasakan sesuatu yang hilang dalam diri manusia yang telah terbiasa. Pada saat itu hanya impianlah yang sanggup menilai keadaan, masa lalu diambang kesetaraan jiwa yang sekarat.
"Kita mulai sekarang, ada titik yang telah kita tandai. Disana ada kuburan kuno."
Kita semua mencoba menggali bagian tersebut, lebih jauh dari penggali lain, lebih ke tengah mendekati pasir hisap. Semuanya terpaku oleh peti kuno yang dianggap sebagai tempat raja dewa Mesir kuno, Amun Ra dikenal sebagai dewa udara yang tak terlihat sangat mustahil dia dibaringkan di tanah, mungkin hanya kekonyolan belaka peti tersebut.
Vicktor lebih memilih untuk tidak ikut-ikutan dalam susah payah yang lelah membosankan tersebut. Dia lebih memilih menjauh dan membaca kitab kuno yang dibawa selagi masih di Mesir, dongeng dari penyair simpangan tenda dia pria yang tidak bisa dikategorikan asing karena wajahnya tertutup kain mungkin saja Vicktor kenal dengannya.
Buku itu berjudul Almiftah Alrayiysiu, di sana di ceritakan bahwa bahwa Dewa Thoth si kepala burung, pemisah antara baik dan buruk dia mengetahui segalanya yang ada dunia maupun yang ghaib penasihat para Dewa dan Dewi biasa di kenal dengan Dewa pengetahuan. Suatu ketika ketika dia berjalan mengarungi lautan menimba pasir dan udara sampai menuju Memphis bertemulah dengan Dewa yang Agung. Dewa itu bernama Ptah tukang arsitektur dianggap sebagai pencipta alam semesta.
Dewa Thoth sumber keilmuan tak mengetahui bahwa dia yang menciptakan alam semesta, dia tidak punya ilmu tentangnya akan tetapi soal kerajinan patut cukup di kagumi dan agungkan. Ayah para dewa tersebut ingin membuktikan rasa penasaran Thoth dengan membuatkan sebuah kunci penghubung waktu masa lalu dan masa depan di saat yang sama. Thoth akhirnya menggunakan untuk kembali ke masa awal penciptaan untuk melihat bahwa memang Ptah lah yang menciptkannya.
Vicktor yang santai menemukan sebuah petunjuk unik di balik buku tersebut, dia melihat sebuah peta kecil khusus didekatnya yang hanya sekitar lebih dari lima puluh meter.
"Kau akan menyesal jika mengambilnya."
Kata-kata itu dari memo belakang peta, itu kata yang tidak asing bagi Vicktor mungkin saja dia tahu siapa orang tersebut. Terdapat sebuah pasir hisap di depan mata. Vicktor bingung petunjuknya berada tepat dia berdiri.
Orang waras mana yang mau melakukan hal gila yang baru saja Vicktor pikirkan, emang dasar pikirannya telah lama gila dia melompat ke dalam pasir hisap berharap itu adalah sebuah kenyataan. Entah apa yang terjadi sepertinya dia terlalu banyak menghirup pasir, kedalamannya cukup jauh dari bayangan. Tempat itu semacam gua bawah tanah.
Vicktor melihat sebuah patung berkepala burung dengan kalung kunci di lehernya. Membandingkan dengan kunci yang di bawa olehnya, sangatlah mirip tanpa perbedaan.
"Apakah dunia tidak akan hancur karena ini? Dua eksistensi dalam satu tempat dan dunia yang sama bukankah itu tidak diperbolehkan? Layaknya seorang laki yang sudah menikah ketahuan mempunyai pasangan baru, pasti akan meledak. Itu perumpamaan yang cukup unik."
Sekali lagi Vicktor mengambil benda tersebut dan menggunakannya untuk pergi ke dunia lain untuk memenuhi harapannya. Dia berubah, sesuatu dalam pikirannya mulai mengikis kewarasannya.
Vicktor baru saja bangun dari mimpi yang panjang, segera merogoh saku dan melihat ada sebuah kunci dua di tangannya. Dia pikir mimpinya menjadi nyata, perjalanan ke Mesir itu nyata, bukan disini tetapi di dunia sebelumnya.
Vicktor berjalan meninggalkan sebuah toko yang kakek tua itu bilang bahwa dia telah mengijinkannya untuk tinggal dan bekerja di sana. Akan tetapi ada urusan yang lebih penting lebih dari pada itu.
Vicktor pergi ke sebuah tempat sebelum menuju ke tujuan akhirnya. Ternyata dia hanya membeli jas anti hujan hitam di toko baju tersebut. Vicktor berjalan menuju ke sebuah tempat terpencil yang di mana itu adalah rumahnya.
Waktu sudah malam terlalu malam, tapi itu adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi rumahnya. Dia mengetuk pintu rumahnya sendiri dengan ketukan yang tak biasa. Pintu itu dibuka dengan pelan tak lebar, seorang pria mengintipnya.
"Oh halo, maaf malam-malam begini tuan Vicktor." mengeluarkan sebuah tanda pengenal yang di ikat di leher.
Pria yang di rumah itu adalah dirinya sendiri dia membuka pintu lebar-lebar, lalu melihat lingkungan sekitar yang memang kenyataanya sedang gerimis. "Aku penasaran, ada perlu apa dengan pria paruh baya sepertiku ini."
"Namaku Vincent, aku bekerja di toko antik lokal di depan jalan di sana itu," menunjukan dengan jarinya tempat bekerja.
"Masuklah cuaca hari ini tidak begitu mendukung," Dia mempersilahkan Vincent yang tak lain adalah Vicktor itu masuk tanpa curiga sedikit pun.
"Tidak masalah, aku hanya ingin menitipkan sebuah barang." Vincent mengeluarkan sebuah kotak kayu dan penuh ukiran kuno hingga terlihat sangat antik.
"Barang? Apa itu? Kenapa di titipkan kepadaku?" sebenarnya dia tidak terlalu peduli soal itu karena rasa kantuknya masih menyerang dirinya.
"Yah, aku ingat anda bekerja sebagai desainer mungkin anda suka benda unik seperti ini dan juga kalau tidak salah istrimu ... saya turut berduka cita- dia sangat terpaku pada benda ini ketika berkunjung ke tokoku." jelasnya rinci mengetahui segalanya tentu dia adalah dia.
"Ohh," menarik hati masalalu seorang pria putus asa sangatlah mudah. "Mungkin aku ingin melihatnya." seketika saat itu juga dia ingin melihat benda itu dengan jelas.
"Aku tidak akan lama, tapi tolong di ingat benda ini cukup berharga jangan gunakan atau di buka segelnya benda ini di kenal dengan 'Master Key'"
"Master Key? Sebuah kunci? Apa uniknya kunci ini, aku heran kenapa istriku tertarik dengan benda seperti ini." seakan membawa sebuah petunjuk untuk menciptakan harapan yang hampir tenggelam.
"Yah saya juga tidak tahu pasti, katanya kunci ini bisa membuka segala pintu, pintu apapun iya pintu apapun seperti itulah. Kalau begitu tuan Vicktor saya pamit, mungkin besok saya akan mengambilnya kembali."
Vicktor rasa dia berhasil mengelabui dirinya sendiri, Vicktor bermaksud untuk membuatnya hilang mencari sebuah jalan palsu yang terkurung dalam ruang dan waktu.
Lanjutan dari buku tersebut adalah, Dewa Thoth tidak pernah terlihat lagi dalam dunia, sumber keilmuannya tidak sanggup untuk keluar dari masa lalu ataupun masa depan. Sering kali dia melihat sesuatu hal yang mengerikan dalam dirinya, seperti melihat dirinya mati atau bahkan menjadi gila di masa yang berbeda. Konon katanya dia masih terjebak dalam siklus abadi tersebut.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments