Chapter 17. Bunuh Dirimu Sendiri

Vicktor membawa sebuah senjata laras panjang dan berat itu adalah sebuah Shotgun, orang-orang menyebutkan senjata brutal karena sekali tembak bisa mengeluarkan banyak peluru tapi itu tidak peduli jika berpikiran soal membunuh apapun senjatanya kita harus membunuh orang tersebut walau dengan jarum sekalipun.

Rumah itu adalah rumahnya Vicktor langsung menembak pintu tersebut tanpa henti, terdengar teriakan gadis kecil dari dalam itu adalah Amelia. Iya tanpa disadari dia tersenyum manis setelahnya mungkin dia pikir sangat lucu bermain petak umpet ditengah malam yang dingin.

Tidak apa katanya itu hanya bercanda sebentar lagi juga kalian akan terlepas dari jeratan kenyataan menuju surga tanpa batas konon katanya di sana kalian bisa meminta apa saja, itulah yang dia pikirkan ketika menembaki rumahnya tanpa henti yang memang mencoba membunuh keluarga sendiri.

Vicktor telah diambang kegilaan sebentar lagi dia akan habis masa waktunya tetapi entah itu kapan yang pasti dia hampir mencapai batasan karena telah menjauh kewajaran.

"Jadi ini adalah akhir hayatku? Setidaknya jangan bunuh putriku yang manis ini, apa mungkin kau ingin mengambil sesuatu dariku? Katakan saja apa maumu, setidaknya jangan nyawa putriku."

-Sungguh manis kata itu pernah keluar dari mulutku tetapi kenyataanya diriku lebih memilih untuk ingin hidup lebih lama, tidak ada yang benar-benar rela mengorbankan diri untuk apapun itu hanya sebuah kemunafikan.

Vicktor gagal membunuh dirinya sendiri dia berhasil kabur menggunakan kunci yang dia berikan, paling tidak se-putus asanya mereka tetap saja mereka berharap untuk hidup di dunia yang hancur, maksudnya cukup gila hanya untuk mencari seseorang yang mati harapan dalam hati terbentuk begitu keras. Mereka tidak lebih mirip seperti semut di gurun pasir.

Vicktor ikut masuk ke dalam pintu tersebut menggunakan kunci miliknya dia melihat sesuatu hal yang sama dan tidak pernah bosan sedikitpun dalam matanya. Alam semesta yang Agung dan besar kenapa benda langit terasa sangat menyenangkan jika dilihat baik-baik, mereka menikmati arus kehidupan dan waktu dalam keheningan.

"Tidak ada yang benar-benar lebih hebat dari orang itu, dia pandai sekali bermain Biliar, bolanya selalu masuk dengan tepat seperti dia sanggup mengarahkan semua tujuan menuju kenyataan dan mengalahkan takdir."

"Orang gila mana yang mau mendengarkan perkataan konyol di radio mobil."

Benar, Vicktor sekarang sudah ada di dunia lain dia telah menyiapkan segalanya. Meminjam mobil dari bengkel temannya yang separuh hidupnya mengandalkan keberuntungan mungkin lebih baik dari pada tidak sama sekali. Hari ini di belakang kursi penumpang dia membawa sebuah golok lumayan panjang yang dia beli dari supermarket mendadak.

Bukan hanya itu saja, dia kebetulan memakai sebuah kostum badut untuk acara ulang tahun. Mungkin saja di sengaja karena hari ini adalah hari ulang tahun anaknya, untuk membuat kejutan yang meriah tentu tidak lain adalah dengan membuatnya merasa terkejut.

Mobil itu adalah mobil yang dikendarai dirinya untuk menghadiri pesta ulang tahunnya, yang sebenarnya terjadi dia tidak ingat apa-apa soal itu. "Dasar Ayah yang payah." Vicktor berusaha untuk mengebut menyusul dirinya sendiri untuk membunuhnya menggantikan posisi ayah yang asli agar Amelia cukup merasa bahagia bahwa ayahnya ingat soal ulang tahun tersebut.

Sayang sekali Vicktor tidak berhasil mengejarnya dirinya berhasil mengecoh dengan mengemudi yang tiba-tiba, tetapi hal itu membuat dia salah tingkah dan mencoba menyembunyikan mobilnya di tengah-tengah hutan.

"Dasar bodoh diriku lihat apa yang dia lakukan? Kau bahkan tak berani melawan diriku dengan kostum badut, apa kau trauma dengan masa lalu? Musuh yang mengerikan adalah dirimu sendiri maka dari itu hadapilah aku."

Vicktor melihat dirinya masuk melalui beranda belakang ke rumah tetangganya yaitu Angelica yang memang kebetulan di sana sedang mengadakan pesta. Dari sebuah jendela dirinya melihat sebuah keluarga yang utuh dan bahagia maksudnya apakah di belahan dunia lain orang-orang sedang bahagia bersama atau bersedih bersama bisa jadi keduanya bukan, bukan tetapi memang keduanya selalu ada dimana saja.

"Jika seandainya aku merebut kebahagian ini, apakah aku sedang menghancurkan keluarga diriku sendiri? Apakah aku seorang penjahat? Jika aku tidak melakukan hal itu, dimana posisiku yang tepat? Bagaimana jika aku membalikkan keadaan? Semuanya sama saja karena kenapa? Karena semuanya ada dua, semuanya sepasang."

Vicktor masuk dan mengetuk pintu dengan santai, lalu terlihat pemilik rumah membukakan pintu.

"Hey, repot-repot segala sampai menyewa seseorang untuk merayakan. Sepertinya ayahmu memang tidak melupakanya. Amelia."

"Dia melupakannya." Dalam bisikan dibalik topeng badut.

Vicktor melihat dirinya begitu panik dan keringat dingin tanpa ampun bercucuran dengan keras, wajar saja itu adalah sebuah teknik jiwa manusia untuk bertahan diri dari ketidaksadaran. Sepertinya tidak ada tanda-tanda baginya untuk membeberkan bahwa Vicktor bukanlah badut sewaannya.

Vicktor merasa lagu ulang tahun akan segera selesai dan profesi badut akan berakhir, sebelum suapan itu sampai pada mulutnya akan lebih baik pesta selanjutnya segera dimulai bisa dibilang ini adalah pesta penutup dan terakhir.

Golok yang baru saja dibeli cukup mengkilap dan masih segar, segera dikeluarkan dari balik kostum dan menebas kepala sang pemilik rumah. Air mancur itu luar biasa deras tak disangka itu membutuhkan tenaga yang sedikit untuk melakukan hal yang sulit.

"Mengambil nyawa itu sangat mudah, apakah menjadi malaikat pencabut nyawa semudah ini melakukannya setiap hari? Aku ingin mendaftarkan diri jika ada lowongan."

Satu lagi Vicktor menebas kepalanya Angelica, bukan karena teriakan yang nyaring yang bisa membuat keributan tetapi hanya ingin saja melakukannya, itu motivasi yang hebat untuk membawa mimpi buruk kepada semua orang.

Vicktor mengejar dirinya yang lari panik tak ada jalan keluar menuju akhirat yang dalam, kewarasan sudah hilang yang ada hanya jiwa kosong tanpa nurani. Ambisi seseorang bisa menjadi sangat mengerikan jika tidak diiringi akal dan perasaan. Seharusnya dia tahu bahwa itu telah membuat dirinya masuk ke dalam kegelapan yang pekat.

Dia tertawa dibalik kostum badut melihat dirinya berlari seperti mengejar anak ayam kuning yang lucu, menggemaskan apalagi dia memohon untuk tidak dibunuh. Manusia sangat egois terkadang dia bisa membuat sesuatu yang sanggup memaksakan kehendak dirinya sendiri tanpa memperhatikan lingkungannya bagaiamana keadaanya.

Waktu berlalu begitu cepat walau begitu Vicktor tidak menyadari kedatangan Anthonio Gerrad. Takdir tidak bisa merubah, semuanya akan kembali ke awal.

"Tidak ada yang bisa kamu rubah di masa lalu melainkan hal itu akan datang kembali di masa depan. Tidakkah kamu lihat cobaan yang diberikan oleh Tuhan untuk apa? Untuk membuat orang itu kuat? Mau mencoba lari dari itu kau masih memiliki masa depan untuk terus merasakan cobaan."

Vicktor tak berdaya dia telah mati tertembak, jasadnya kini sempurna dari yang asalnya hatinya hilang kini jiwanya telah hilang bagaikan disucikan menggunakan air suci langsung dari sari pati tanah, bukankah itu lebih baik dari seonggok tai.

...****************...

Terpopuler

Comments

Asta Lavista

Asta Lavista

Hahahah 😂😂😂 sangat lucu tapi jika profesi bunuh bunuhan itu legal udah kacau dunia

2022-09-01

18

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!