Chapter 9. Fakta Di Balik Kunci

Kejadian intens seminggu yang lalu cukup memuaskan dahaga penasaran, semuanya kembali kedalam pikiran yang dalam. Fakta bahwa kunci itu memang memiliki kekuatan magis terlebih karena Alice sendiri yang mengucapkannya.

Dia menceritakan bagaimana dia bisa tahu benda itu. Dia telah berkelana sekitar lima tahun semasa hidupnya untuk mencari kunci itu dari beragam tempat, kunci itu di rebut oleh seorang pria yang tidak dia kenali.

Bahkan dia tidak ingat masa lalunya kenapa bisa ada di kota lain, karena dia merasa asing dengan tempat tersebut. Petunjuk terakhir adalah sebuah alamat tepatnya di California, di pinggir hutan terdapat sebuah rumah, di dalamnya berisi sebuah kunci tersebut. Catatan itu di dapat di saku celananya.

"Jadi maksudmu kunci itu ada dua? Dan kenapa alamat itu terdengar seperti rumahku?" kali pertama Vicktor merokok seraya menyeruput kopi panas yang dia pesan di kedai.

"Aku tak berpikir kunci itu ada dua, melainkan hanya ada satu. Itu adalah sekilas pikiranku sebelum aku benar-benar sadar." balas Alice yang duduk menghadap kaca memandang jalanan sepi.

"Lalu siapa orang-orang itu? Kenapa mereka mengejarku?yang terpenting adalah ... Siapa dirimu?" lebih serius dia menatap wajahnya.

"Jika kau bertanya begitu ... Aku tidak tahu siapa diriku saat ini. Soal orang yang menyerang yang pasti dia ingin mengambil kunci itu,"

Vicktor tahu itu tapi untuk apa mereka menyerang bahkan sampai ingin membunuh, seakan kehadirannya tidak lagi berharga. Secara logis jika mereka menginginkan benda itu paling tidak dia bisa memintanya atau mencurinya tanpa perlu melukai.

Karena sudah sejauh ini, memberikan atau menyerahkan begitu saja benda tersebut sangatlah terlambat, malahan menjadi sangat curiga dan berbahaya jika sampai di pegang oleh orang yang salah ketika tahu fungsi kekuatannya.

Pekerjaan di tinggal begitu saja, bahkan tidak peduli jika sampai di pecat. Ada hal yang penting harus segera di selesaikan yaitu kenyataan. Vicktor merasa setelah masuk ke dalam ruang hampa menggunakan kunci, lalu kembali ke bumi tanpa masalah itu membuat orang berpikir, "Wow, mimpi yang indah!" tentu itu sebuah kesalahan.

Semua tampak seperti normal, orang berlalu lalang, mendengarkan musik dari radio, pemabuk, semua itu sudah biasa. Tetapi, ada satu yang gila pembunuhan brutal itu bisa terjadi di mana-mana tetap saja ini sangat aneh, mereka ingin mengambil sesuatu yang bahkan cukup aneh bagi orang-orang.

"Jika kau takut, bisa panggil polisi saja," gadis muda itu benar-benar mabuk, padahal dia hanya minum segelas bir.

"Kau pikir aku bisa mengatakannya? 'Polisi tolong aku ada pembunuh yang ingin mengambil kunci' itu konyol sekali." ucapnya sambil fokus mengendarai.

"Hahaha, itu bagus ... "

"Aku pikir kita yang akan kena tangkap oleh polisi,"

"Karena konyol?"

"Karena kau mabuk."

Dia bahkan tak bisa mengendalikan tubuhnya, seandainya Vicktor orang jahat dia sudah berantakan di tengah siang bolong. Lagi pula itu tidak pernah terjadi.

Kendaraan menuju sekolah Amelia, bermaksud untuk menjemputnya pulang bersama. Di lihat dari raut wajahnya, dia masih belum bisa menerima kesedihan, wajar tidak ada yang lebih dewasa selain bersikap dewasa sendiri.

"Apa dia ...?"

"Yah,"

Bahkan tak perlu di katakan saja dia tahu apa yang membuatnya Alice tertidur pulas, Amelia cukup pandai memahami orang sama seperti ayahnya dia cukup bisa menilai sesuatu hanya dengan dari tingkah lalu. Maka dari itu dia pula bisa menutupi keganjalan dalam hatinya.

Kendaraan ini tidak bergerak menuju rumah ataupun tempat makan, bahkan ketika mereka lapar sekali pun tidak di dengarnya. Perpustakaan terbesar di tengah kota, sekarang itu yang menjadi tujuan utama.

Mencari bukti jejak-jejak peninggalan sejarah, tentang sebuah kunci tersebut. Bukti bahwa kunci itu berasal dari abad ke-sepuluh memang sudah jelas kebenarannya. Mereka bertiga hanya mencari di bagian sejarah sebelum akhirnya dia lelah dan membaca novel roman komedi, memang wanita tetap saja wanita mereka semua selalu memikirkan cinta.

"Hey! Aku menemukannya!" ucapnya dari salah satu wanita entah yang mana, karena berbicara di balik rak buku tinggi.

"Serius! Apa yang buku itu katakan?" sedikit meneriaki.

"Di sini Pandora berisi sebuah kekuatan ... "

"Apa kau bilang? Itu bahkan jauh sebelum manusia lahir!"

"Tunggu dulu kunci itu mungkin semacam Pandora yang mengunci segala macam kejahatan! Aku tidak mengerti Pandora itu sebuah kotak apa seorang Dewi?"

Mereka semua melakukan kebodohan yang pintar, sejarah tidak mencatat apapun tentang kunci serba guna ini. Mau seberapa banyak menguak masa lalu tetap tidak ada yang bisa menceritakan asal mula kunci ini.

Pada akhirnya semua hal itu sia-sia, rela menahan lapar hanya untuk informasi yang kandas. Merka semua berpesta ria setelah sampai di rumah. Bagaikan orang-orang yang kesepian bertahun-tahun. Melihat dari jauh Vicktor hanya bisa berharap lebih seandainya jika istrinya ada mungkin lebih baik dari pada yang dia harapkan saat ini.

Pesta meriah benar-benar lenyap seketika, ketika mereka mendengar suara ketukan dari pintu yang baru saja di renovasi. Mereka berniat menyalakan kembali musik sedikit menutup perasaan dengan sebuah kepalsuan, akan tetapi ketukan itu nyata adanya.

Sontak semuanya waspada dengan tenang mundur kebelakang tanpa melakukan gerakan apapun, Vicktor saat ini tidak ada lagi yang di takutkan. Dia membawa sebuah pistol yang baru saja di pesan di toko online illegal tentu saja, jika ingin mendapatkan secara legal sangat sulit dan memakan waktu.

Vicktor berjalan ke arah pintu dan menodongkan pistol di pintu tersebut bersamaan dengan tangan kirinya memutar gagang pintu untuk di buka. Tidak ada yang aneh, hanya ada seorang perempuan salah satu kolega dari perusahaan Vicktor bekerja.

"Oh Hi Vick, apa aku mengganggu waktumu?"

Cukup kaget ketika dia menyapa, hampir saja Vicktor menarik pelatuknya.

"Hey, Jasse ada apa? Tidak biasanya kamu mampir?" pintu itu bahkan tidak pernah di buka lebar.

"Sepertinya kau memang agak sibuk kali ini," dia merasa bahwa dirinya tidak bisa masuk ke dalam. "Aku hanya khawatir kau tidak datang bekerja, kau tinggal dengan putrimu bukan? Aku bawakan buah-buahan."

"Terimakasih banyak, ini cukup membantu. Yah, sejujurnya tempatku agak berantakan hari ini, mereka semua mengacaukannya." sedikit bercanda dan berusaha untuk mengakhiri percakapan.

"Baiklah, itu menjelaskan banyak sekali. Aku tidak akan lama jadi aku tinggal."

"Apa kau Jasse ingin aku pergi bersamamu?"

"Tidak, tidak perlu, semua orang perlu bersenang-senang, istirahat dan habiskan waktumu bersama keluarga." dia mengedipkan mata dengan menggoda.

Jasse salah satu kolega dia membantu banyak sekali pekerjaan, tetapi dia juga sibuk dengan urusan yang lain jadi jarang sekali dia meluangkan waktunya. Tubuhnya begitu ramping, bahkan di usianya yang terbilang cukup banyak yang yang mengira dia seorang mahasiswi.

"Wow, ini banyak sekali, boleh aku memakannya!" Alice langsung membuka buah apel segar yang di kemas plastik.

"Terlalu banyak makan buah-buahan, kalian pasti bakalan sering mengompol." fakta yang di katakan Vicktor bahwa memang buah mengandung banyak cairan.

Saat Amelia hendak akan memakan potongan buah, Vicktor menepis hingga jatuh terlempar keras. Bingung kenapa dia melakukan itu dengan kasar, apa mungkin buah itu busuk. Hal terbesar yang terlihat adalah Alice tak bergerak selama beberapa menit dalam posisi duduk menunduknya.

Namun tak berapa lama dia batuk dan memuntahkan semua yang telah dia makan, dia mengerang kesakitan di lehernya dia merasa sangat panas dan terbakar.

"Bu-buah itu, ber-beracun." ucapnya yang tak lagi bisa menahan tubuhnya.

Saat itu juga reflek Vicktor menarik pistol keluar dan melihat sosok mengerikan menyeringai di balik jendela mengintip dengan jelas. Manusia itu adalah koleganya sendiri, Josse dia membawa sebuah pisau di tangannya dengan sadis.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!