17. Aku tidak mau berbagi

Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai juga di rumah orang tua Rafka. Tampak pintu sudah terbuka, sepertinya ada tamu yang datang. Rafka dan Vida berjalan memasuki rumah.

"Assalamualaikum," ucap Rafka.

"Waalaikumsalam."

Ternyata di rumah ada Mia—adik Rafka—yang datang bersama dengan sang suami dan anaknya. Selama ini wanita itu tinggal bersama dengan sang suami, jarang sekali bisa datang berkunjung.

"Rupanya ada pelakor yang datang ke sini," sindir Mia.

Dari dulu dia tidak menyukai Vida. Saat mamanya mengatakan mengenai kakaknya, Mia sangat marah pada Rafka. Dia juga seorang wanita jadi sangat tahu bagaimana perasaan Maysa jika tahu semua ini. Dirinya juga sangat menyayangi kakak iparnya itu. Maysa wanita yang baik, tidak pantas kakaknya berbuat seperti itu.

"Mia, jaga kata-katamu. Tidak ada yang pelakor di sini. Kakak mencintai Vida dengan tulus. Tidak pantas kamu berkata seperti itu. Dia juga calon kakak ipar kamu," tegur Rafka.

"Selamanya Aku tidak akan pernah menganggapnya kakak ipar. Kakak iparku hanya Kak Maysa. Tidak ada yang lain."

"Kenapa kamu sangat membenciku? Aku juga tidak pernah mengusik kehidupan kamu?" tanya Vida.

"Apa kamu tidak punya kaca? Kamu pikirkan apa kesalahan kamu sebagai seorang wanita! Aku tidak habis pikir bagaimana kamu bisa menyakiti wanita lain padahal kamu juga seorang wanita."

Vida terdiam dengan mengepalkan kedua tangannya yang berada di kedua sisi tubuhnya. Apa salahnya mencintai Rafka? Bukankah laki-laki bisa memiliki istri lebih dari satu?

"Sudah, jangan ribut," tegur Mama Ishana—mama Rafka. "Vida, sebaiknya kita ngobrol di teras saja. Di sini Om Fadil masih ingin berbincang dengan suami Mia."

"Iya, Tante."

Mama Ishana berjalan lebih dulu diikuti Vida dan Rafka. Mia menatap malas pada mereka. Dia tidak habis pikir dengan mamanya. Sudah jelas-jelas Vida bukan wanita baik, masih saja diperlakukan semanis itu.

Di teras, ketiga orang itu berbincang. Rafka tidak sungkan lagi bermesraan dengan Vida di depan mamanya. Meski hati Mama Ishana sulit menerima semua ini, tetapi dia tetap mencobanya. Keputusan putranya juga tidak bisa diganggu lagi.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat pemandangan menyesakkan di depan rumah itu. Siapa lagi kalau bukan Maysa. Awalnya dia berniat datang ke rumah mertuanya untuk bertanya keberadaan sang suami, sekaligus menceritakan apa saja yang sudah Rafka lakukan padanya.

Sudah biasa bagi Maysa berbicara keluh kesahnya dengan mama mertuanya. Dia berharap bisa mendapat ketenangan saat datang ke rumah ini. Namun, ternyata wanita itu salah. Justru hatinya semakin tersakiti. Ternyata tidak ada orang yang benar-benar menyayanginya selain Mama Rafiqah dan Riri.

Orang tua Rafka sudah jauh lebih tahu mengenai hubungan Rafka dengan wanita lain. Mama Ishana juga terlihat sangat akrab dengan Vida. Padahal dia sangat percaya pada wanita yang sudah dianggap sebagai ibunya, lalu apa arti dirinya selama ini? Kenapa Mama Ishana begitu tega padanya?

Selama ini mereka sangat dekat, bahkan seperti ibu dan anak. Akan tetapi, sekarang yang dilihatnya hanya pengkhianatan. Maysa berpikir jika dirinya akan mendapatkan kekuatan dari orang tua Rafka, tetapi kenyataannya malah sebaliknya. Hatinya begitu perih melihat semua ini.

Air mata menetes di kedua pipi Maysa. Dia tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya karena dikhianati suami dan keluarga mertuanya. Orang yang selama ini dia percaya untuk menggantungkan hidupnya. Namun, merekalah yang menusuk dari belakang.

Mama Ishana begitu sok melihat keberadaan Maysa di depan rumahnya. Wanita itu sampai berdiri saking terkejutnya. Hal yang selama ini dia takutkan akhirnya terjadi juga. Mama Ishana merasa dirinya seperti tersangka yang tertangkap basah. Meski tergagap, dia mencoba untuk berbicara.

"Ma—Maysa, kamu datang! Ayo, kita masuk! Di dalam ada Mia. Dia baru saja datang," ajak Mama Ishana.

Dia berusaha untuk terlihat biasa saja, padahal jantungnya saat ini sedang berdetak tidak karuan. Tidak mendapat jawaban dari Maysa, Mama Isyana mencoba mendekatinya. Sang menantu yang perasaannya sudah hancur memilih mundur dua langkah. Bahkan Eira yang ada di gandengannya pun ikut mundur.

"Kenapa Mama begitu tega padaku? Selama ini aku menganggap Mama seperti ibu kandungku sendiri, tetapi kenapa harus seperti ini?" tanya Maysa dengan air mata yang menetes.

"Maafkan Mama. Mama hanya tidak ingin rumah tangga kalian hancur. Mama melakukan semua ini demi kalian dan juga Eira. Mama tidak ingin Eira kehilangan orang tuanya karena perpisahan kalian. Itulah kenapa Mama tidak mau ikut campur. Rafka berjanji akan berbicara denganmu dalam waktu dekat. Mama juga tidak berani mengatakan semuanya padamu. Itu pasti akan sangat menyakitimu."

"Apa bedanya nanti atau sekarang? Sama-sama membuat aku sakit hati. Bahkan sangat sakit hati saat melihat orang yang aku sayangi ternyata selama ini mengkhianatiku. Mama yang sudah aku anggap seperti orang tuaku sendiri tega berbohong padaku," ucap Maysa dengan air mata yang terus menetes.

Eira yang tidak mengerti pun hanya menatap mamanya. Tiba-tiba saja dia juga ikut menangis. Maysa segera menggendong putrinya dan mengusap punggung gadis kecil itu. Bukan maksudnya untuk membuat Eira menangis.

Tadi air matanya menetes begitu saja tanpa bisa dicegah. Sekuat tenaga Maysa berusaha agar menghentikan tangisnya. Dia harus kuat. Ini baru permulaan, wanita itu tidak ingin terlihat menyedihkan di hadapan orang-orang yang sudah menyakiti dan menghianatinya. Maysa akan menunjukkan bahwa dia wanita yang kuat.

"Sepertinya kedatanganku tidak di waktu yang tepat. Sebaiknya aku pulang." Maysa membalikkan tubuhnya. Mama Ishana yang merasa bersalah segera mencegah menantunya.

"May, sebaiknya kamu bicarakan semuanya dengan Rafka. Dia sudah berjanji pada Mama akan bersikap adil."

"Adil? Maksud Mama aku harus rela dimadu, begitu?" tanya Maysa yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan mertuanya.

Mama Ishana terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Kenyataannya memang seperti yang dikatakan menantunya. Maysa yang melihat keterdiaman mertuanya dapat menyimpulkan jika tebakannya benar. Bagaimana bisa wanita itu berpikir demikian. Membayangkan hal itu saja tidak pernah, apalagi harus menjalani.

"May, sebaiknya kamu istirahat dulu di sini. Lihat, Eira sedang menangis. Tidak baik di jalan seperti ini."

"Mama jangan khawatir, dia akan lebih baik pergi bersamaku. Jika dia masih berada di sini, aku tidak yakin masa depannya akan baik-baik saja melihat papanya bermesraan dengan wanita lain," ucap Maysa pelan agar putrinya yang berada dalam gendongannya tidak mendengar. "Aku juga tidak pernah berpikir untuk berbagi suami dengan wanita lain. Lebih baik aku melepaskan anak Mama."

"May, kamu bicara apa? Itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak akan melepasmu!" seru Rafka yang sedari tadi hanya diam saja. Dia hanya memberi ruang untuk mama dan istrinya untuk berbicara, tetapi tidak menyangka dengan apa yang Maysa katakan.

.

.

.

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

kek begini nih mama gak ada akhlak ..
koq malah ngebiarin anak nya mesra2an dgn perempuan gak halal ...
diiih ... pengen jedotin kepalanya biar waras ...

2022-12-11

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

bagus Mia ... 👍👍👍
harus tegas sama pengkhianat dan pelakor ..

2022-12-11

0

Yani

Yani

Enak bener ga mau melepaskan sekarang perempuan punya hak yang sama bisa gugat cerai

2022-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Pekerjaan
2 2. Memastikan penglihatan
3 3. Terluka
4 4. Luangkan waktu
5 5. Bertanya tentang keseharian
6 6. Balik marah
7 7. Teman kerja
8 8. Mencari tahu
9 9. Kepercayaan yang hilang
10 10. Menggali informasi
11 11. Menginap di rumah Mama
12 12. Tawaran dari Bu Rina
13 13. Gajimu berapa?
14 14. Sama-sama emosi
15 15. Rafka bingung
16 16. Orang tua Rafka
17 17. Aku tidak mau berbagi
18 18. Terbuka
19 19. Mama adalah segalanya
20 20. Ingin bercerai
21 21. Yakin ingin berpisah
22 22. Kebahagiaan Eira
23 23. Ingin menikah
24 24. Membuat kejutan
25 25. Bertemu sahabat lama
26 26. Rafka datang
27 27. Buka hatimu
28 28. Masalah
29 29. Rencana reuni
30 30. Mengunjungi Eira
31 31. Bertemu Bu Ira
32 32. Penjual kain
33 33. Eira masih tanggungjawabmu
34 34. Dio
35 35. Untuk Eira
36 36. Anak Mama
37 37. Datang ke pesta
38 38. Tama
39 39. Rasa
40 40. Bertemu lagi
41 41. Bukan wanita baik
42 42. Semua demi Dio
43 43. Tawaran taaruf
44 44. Dio sakit
45 45. Ingin menjenguk
46 46. Karena Dio
47 47. Tante Maysa
48 48. Setuju
49 49. Ikut kerja
50 50. Menitipkan Dio
51 51. Bertemu Papa
52 52. Permintaan Dio
53 53. Pelan
54 54. Berkunjung ke rumah Maysa
55 55. Makan siang
56 56. Pergi ke sekolah
57 57. Sampai kapan?
58 58. Berbicara berdua
59 59. Berbohong
60 60. Adit
61 61. Lamaran
62 62. Papa dan Mama
63 63. Jangan menyesal
64 64. Menuju halal
65 65. Sah
66 66. Resepsi
67 67. Bersama anak
68 68. Janji yang belum terlaksana
69 69. Keluarga baru
70 70. Ibu
71 71. Mamanya Dio
72 72. Dio tidak suka Oma
73 73. Tuduhan atau kenyataan
74 74. Marahnya Mama Rafiqah
75 75. Pelukan Kakak
76 76. Rasa cinta Adit
77 77. Tidak akan setuju
78 78. Memaafkan
79 79. Istri Adit
80 80. Bertemu Adit
81 81. Mengertilah
82 82. Berita
83 83. Luka Adit
84 84. Beda pendapat
85 85. Pria baik
86 86. Baikan
87 87. Pergi berempat
88 88. Bertemu kembali
89 89. Hatiku milik orang lain
90 90. Penolakan
91 91. Meminta restu
92 92. Usaha
93 93. Liburan yang gagal
94 94. Liburan yang gagal 2
95 95. Masak untuk calon mertua
96 96. Ingin liburan
97 97. Liburan bersama
98 98. Restu Mama Rafiqah
99 99. Akan ada lamaran
100 100. Persiapan lamaran
101 101. Keluarga Adit
102 102. Diterima
103 103. Ikut Maysa
104 104. Kedatangan Rafka
105 105. Ingin meminjam rumah
106 106. Sakit hati
107 107. Aku minta maaf
108 108. Mengambil hati
109 109. Penyesalan Rafka
110 110. Mengingat kebersamaan
111 111. Tama sakit
112 112. Tama Sakit 2
113 113. Obrolan malam
114 114. Pergi memeriksa persiapan pernikahan
115 115. Demamnya turun
116 116. Rencana sekolah anak-anak
117 117. Ikut ke butik
118 118. Kedatangan Bu Nadia
119 119. Kembali
120 120. Ajakan melayat
121 121. Datang
122 122. Perdebatan di tengah duka
123 123. Mengenang Rumah dulu
124 124. Senyum anak-anak
125 125. Persiapan pernikahan
126 126. Untuk pengajian
127 127. Makan kue bersama
128 128. Pengajian
129 129. Papa Dimas sakit
130 130. Tidak bisa dihubungi
131 131. Halal
132 132. Ingin menjenguk mertua
133 133. Undangan
134 134. Pasrah pada keadaan
135 135. Pesta resepsi
136 136. Calon?
137 137. berharap datang
138 138. Pertama
139 139. Sakitnya Papa Dimas
140 140. Uang dan tisu
141 141. ART baru
142 142. Mencari perawat
143 143. Kak Tama
144 144. ART baru 2
145 145. Perawat untuk Papa Dimas
146 146. Rencana kejutan
147 147. Memasang CCTV
148 148. Calon adik
149 149. Terima kasih
Episodes

Updated 149 Episodes

1
1. Pekerjaan
2
2. Memastikan penglihatan
3
3. Terluka
4
4. Luangkan waktu
5
5. Bertanya tentang keseharian
6
6. Balik marah
7
7. Teman kerja
8
8. Mencari tahu
9
9. Kepercayaan yang hilang
10
10. Menggali informasi
11
11. Menginap di rumah Mama
12
12. Tawaran dari Bu Rina
13
13. Gajimu berapa?
14
14. Sama-sama emosi
15
15. Rafka bingung
16
16. Orang tua Rafka
17
17. Aku tidak mau berbagi
18
18. Terbuka
19
19. Mama adalah segalanya
20
20. Ingin bercerai
21
21. Yakin ingin berpisah
22
22. Kebahagiaan Eira
23
23. Ingin menikah
24
24. Membuat kejutan
25
25. Bertemu sahabat lama
26
26. Rafka datang
27
27. Buka hatimu
28
28. Masalah
29
29. Rencana reuni
30
30. Mengunjungi Eira
31
31. Bertemu Bu Ira
32
32. Penjual kain
33
33. Eira masih tanggungjawabmu
34
34. Dio
35
35. Untuk Eira
36
36. Anak Mama
37
37. Datang ke pesta
38
38. Tama
39
39. Rasa
40
40. Bertemu lagi
41
41. Bukan wanita baik
42
42. Semua demi Dio
43
43. Tawaran taaruf
44
44. Dio sakit
45
45. Ingin menjenguk
46
46. Karena Dio
47
47. Tante Maysa
48
48. Setuju
49
49. Ikut kerja
50
50. Menitipkan Dio
51
51. Bertemu Papa
52
52. Permintaan Dio
53
53. Pelan
54
54. Berkunjung ke rumah Maysa
55
55. Makan siang
56
56. Pergi ke sekolah
57
57. Sampai kapan?
58
58. Berbicara berdua
59
59. Berbohong
60
60. Adit
61
61. Lamaran
62
62. Papa dan Mama
63
63. Jangan menyesal
64
64. Menuju halal
65
65. Sah
66
66. Resepsi
67
67. Bersama anak
68
68. Janji yang belum terlaksana
69
69. Keluarga baru
70
70. Ibu
71
71. Mamanya Dio
72
72. Dio tidak suka Oma
73
73. Tuduhan atau kenyataan
74
74. Marahnya Mama Rafiqah
75
75. Pelukan Kakak
76
76. Rasa cinta Adit
77
77. Tidak akan setuju
78
78. Memaafkan
79
79. Istri Adit
80
80. Bertemu Adit
81
81. Mengertilah
82
82. Berita
83
83. Luka Adit
84
84. Beda pendapat
85
85. Pria baik
86
86. Baikan
87
87. Pergi berempat
88
88. Bertemu kembali
89
89. Hatiku milik orang lain
90
90. Penolakan
91
91. Meminta restu
92
92. Usaha
93
93. Liburan yang gagal
94
94. Liburan yang gagal 2
95
95. Masak untuk calon mertua
96
96. Ingin liburan
97
97. Liburan bersama
98
98. Restu Mama Rafiqah
99
99. Akan ada lamaran
100
100. Persiapan lamaran
101
101. Keluarga Adit
102
102. Diterima
103
103. Ikut Maysa
104
104. Kedatangan Rafka
105
105. Ingin meminjam rumah
106
106. Sakit hati
107
107. Aku minta maaf
108
108. Mengambil hati
109
109. Penyesalan Rafka
110
110. Mengingat kebersamaan
111
111. Tama sakit
112
112. Tama Sakit 2
113
113. Obrolan malam
114
114. Pergi memeriksa persiapan pernikahan
115
115. Demamnya turun
116
116. Rencana sekolah anak-anak
117
117. Ikut ke butik
118
118. Kedatangan Bu Nadia
119
119. Kembali
120
120. Ajakan melayat
121
121. Datang
122
122. Perdebatan di tengah duka
123
123. Mengenang Rumah dulu
124
124. Senyum anak-anak
125
125. Persiapan pernikahan
126
126. Untuk pengajian
127
127. Makan kue bersama
128
128. Pengajian
129
129. Papa Dimas sakit
130
130. Tidak bisa dihubungi
131
131. Halal
132
132. Ingin menjenguk mertua
133
133. Undangan
134
134. Pasrah pada keadaan
135
135. Pesta resepsi
136
136. Calon?
137
137. berharap datang
138
138. Pertama
139
139. Sakitnya Papa Dimas
140
140. Uang dan tisu
141
141. ART baru
142
142. Mencari perawat
143
143. Kak Tama
144
144. ART baru 2
145
145. Perawat untuk Papa Dimas
146
146. Rencana kejutan
147
147. Memasang CCTV
148
148. Calon adik
149
149. Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!