5. Bertanya tentang keseharian

Maysa duduk di ruang tamu dengan gelisah menunggu sang suami yang tak kunjung pulang. Azan magrib berkumandang, dia memutuskan sholat terlebih dahulu. Wanita itu ingin mencurahkan semua kegelisahan yang dirasakannya. Hanya pada Tuhan, tempat terbaik untuk mengadu.

Tidak ada manusia mana pun yang mau rumah tangganya hancur, tetapi Maysa sendiri tidak akan pernah mau diduakan. Kini semua masih samar. Dia hanya ingin kebaikan dalam keluarga yang sudah dibangunnya.

Dalam doanya Maysa memohon agar Tuhan memberinya kemudahan dalam menghadapi setiap cobaan yang silih berganti. Dirinya bukan orang yang ahli agama yang memiliki kadar keimanan yang kuat. Dia adalah manusia biasa yang pendiriannya bisa goyah kapan pun.

Kembali Maysa meneteskan air mata. Dia benar-benar takut dengan kemungkinan terburuknya. Setiap tetes air mata yang wanita itu keluarkan, justru semakin membuatnya terluka. Apalagi jika mengingat betapa baiknya pria itu padanya selama ini. Yang paling ikut bersedih, pasti ibu dan kedua mertuanya.

Selama ini dia selalu menganggap mertuanya seperti ibunya sendiri. Mereka juga sama, menganggap Maysa seperti putri sendiri. Apalagi sejak kehadiran Eira. Gadis kecil itu adalah cucu pertama, sudah pasti menjadi cucu kesayangan.

Usai shalat, Maysa duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi guna mengalihkan kegundahan hatinya. Namun, tetap saja hatinya tidak tenang. Pikirannya terus saja tertuju pada sang suami.

Di manakah dia? Dengan siapa? Apa yang dilakukannya? Berbagai pertanyaan ada di kepalanya yang tak kunjung mendapat jawaban.

Waktu makan malam telah lewat. Sekarang jam sudah menunjuk ke angka delapan. Maysa sudah tidak bisa berpikir dengan jernih. Berkali-kali dia mencoba untuk tidak berburuk sangka kepada sang suami. Namun, waktu demi waktu membuat semuanya semakin rumit.

Maysa baru ingat jika suaminya akhir-akhir ini memang sering pulang malam dengan alasan lembur. Entah itu karena pekerjaan atau hal lainnya. Dia tidak pernah berburuk sangka pada Rafka dan percaya jika memang pria itu sedang banyak pekerjaan. Akan tetapi, anehnya gajinya tidak bertambah padahal sudah jelas-jelas sang suami sering lembur.

Semua terkuak satu persatu saat Maysa menggabungkan setiap kejadian yang dialaminya. Dia mencoba mengingat kehidupan rumah tangganya. Barangkali wanita itu pernah melakukan kesalahan. Akan tetapi, tidak ada satu pun yang diketahuinya.

Hingga pukul sembilan malam terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Maysa yakin jika itu Rafka. Dia sangat mengenali suara mobil suaminya. Wanita itu segera ke depan untuk membukakan pintu. Sebelum keluar, Maysa mengintip di jendela terlebih dahulu untuk memastikan jika itu benar Rafka.

Ternyata memang benar, itu adalah suaminya. Pria itu turun dengan membawa tas kerja. Ingin sekali Maysa mencecarnya dengan segala pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada di kepala, tetapi dia mencoba untuk menahan diri. Bagaimanapun Rafka tetaplah suaminya dan dia harus menghormatinya.

Maysa membuka pintu saat sang suami hampir sampai. Rafka sempat terkejut, bahkan sampai membolakan matanya, tetapi kembali berusaha bersikap biasa saja. Pria itu tersenyum mendekati istrinya. Senyum yang dulu sangat dia sukai. Sekarang, wanita itu lebih suka sang suami bersikap datar, tetapi penuh cinta daripada manis. Namun, penuh dengan kepalsuan.

"Assalamualaikum, Sayang, kok, tumben kamu masih belum tidur? Nggak nemenin Eira?" tanya Rafka begitu mendekat ke arah istrinya yang ada di depan pintu.

Maysa mencium punggung tangan Rafka dan mengambil alih tas yang ada di tangan pria itu. Begitulah kebiasaannya jika sang suami pulang. Namun, sejak pria itu sering lembur, dia sudah jarang melakukannya karena saat itu dirinya sudah tertidur bersama dengan Eira.

Wanita itu menatap sang suami. Terlihat dari wajahnya, pria itu sangat kelelahan. Entah kelelahan karena apa. Maysa tidak ingin berburuk sangka yang akhirnya nanti malah membuat fitnah.

"Eira ada di rumah mama, Mas. Tadi dia nggak mau pulang jadi, malam ini dia nginap di rumah mama," jawab Maysa berbohong.

“Apa tidak apa-apa dia di sana? Apa tidak merepotkan mama?”

“Tidak, mama justru senang dengan kehadiran Eira di sana. Rumah tidak sepi lagi. Riri juga senang ada keponakannya di sana.”

“Syukurlah kalau begitu.”

Maysa memang sengaja berbohong. Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Banyak yang ingin ditanyakannya pada Rafka, tetapi biarlah sang suami membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Nanti setelah makan malam, wanita itu akan bertanya. Maysa tidak ingin lagi menahan semuanya sendiri.

"Mas, mau disiapin air hangat?" tawar Maysa saat keduanya berada di dalam kamar. Bagaimanapun dia tetap harus melayani Suaminya.

"Boleh."

Wanita itu pun berlalu menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk sang suami. Sementara Rafka menunggunya di atas tempat tidur sambil memainkan ponsel. Saat Maysa keluar dari kamar mandi, terlihat sang suami tersenyum sendiri sambil menatap ponselnya.

"Ada apa, Mas? Kok, senyum-senyum sendiri?" tanya Maysa membuat Rafka terkejut.

"Oh, bukan siapa-siapa, hanya teman kerja yang lagi bercanda saja," jawab Rafka. "Airnya sudah siap, Sayang?" lanjutnya mengalihkan perhatian.

Maysa hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia masih merenungi apa yang Rafka katakan. Wanita itu mencoba untuk percaya pada sang suami meski dalam hatinya menolak. Biarlah waktu yang akan menjawabnya jika itu memang benar.

Sambil menunggu Rafka selesai mandi, Maysa menyiapkan pakaian. Dia juga menghangatkan makanan untuk makan malam mereka. Wanita itu memang belum makan malam karena menunggu sang suami. Selain itu, dia juga tidak berselera.

"Mas, makan malamnya sudah siap. Ayo, kita makan malam dulu!" ajak Maysa setelah melihat sang suami sudah selesai mandi dan juga sudah rapi.

"Aku sudah makan malam, Sayang, sama temen-temen tadi," sahut Rafka salah tingkah dan Maysa bisa melihat itu.

"Oh, sudah, ya? Kenapa tidak bilang dari tadi, Mas? Padahal aku sudah menghangatkannya untukmu."

"Maaf, aku lupa. Aku mau tidur dulu, badanku capek sekali," ucap Rafka sambil menggerakkan kepalanya seolah dia memang sangat lelah.

"Tunggu dulu, Mas. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Sebentar saja."

"Ada apa?" tanya Rafka sambil mendudukkan tubuhnya itu di tepi ranjang.

"Aku ingin bertanya padamu, Mas. Aku harap kamu menjawabnya dengan jujur," ucap Maysa dengan menatap sang suami.

Rafka menyernyitkan keningnya. Dia juga menatap sang istri. pria itu merasa ada sesuatu yang terjadi di sini, tapi belum menemukan apa itu. Rafka pun mencoba untuk terlihat biasa saja dan menunggu istrinya bertanya. Meski dalam hati dia merasa ada sesuatu yang janggal.

"Mas, seharian ini kamu ke mana saja?" tanya Maysa.

"Kerja, dong, Sayang! Memangnya ke mana lagi?"

“Mas, jangan berbohong padaku. Kita ini suami istri, seharusnya saling terbuka satu sama lain.”

"Aku memang kerja, kamu tahu sendiri kalau aku sering lembur. Pekerjaanku akhir-akhir ini semakin banyak."

"Kalau, Mas, lembur, kenapa gaji kamu masih tetap sama? Kamu harus jujur sama aku. Apa saja kegiatan kamu sehari-hari?"

“Maksud kamu apa, sih? Aku seharian memang kerja! Kamu pikir aku pengangguran, malas-malasan setiap hari?"

.

.

.

Terpopuler

Comments

Endang Priya

Endang Priya

kenapa maysa g merekam saat ngikutin suaminya.

2023-01-28

1

Yani

Yani

Kerja sama selingkuhan ,salut sama Maysa bisa menahan emosi

2022-11-24

0

Yuli Astuti

Yuli Astuti

Egois banget , nyesel nanti tuh ternyata ceweknya matre dan Maysa hidupnya bahagia dg suami baru yg baik dan kaya raya

2022-07-07

3

lihat semua
Episodes
1 1. Pekerjaan
2 2. Memastikan penglihatan
3 3. Terluka
4 4. Luangkan waktu
5 5. Bertanya tentang keseharian
6 6. Balik marah
7 7. Teman kerja
8 8. Mencari tahu
9 9. Kepercayaan yang hilang
10 10. Menggali informasi
11 11. Menginap di rumah Mama
12 12. Tawaran dari Bu Rina
13 13. Gajimu berapa?
14 14. Sama-sama emosi
15 15. Rafka bingung
16 16. Orang tua Rafka
17 17. Aku tidak mau berbagi
18 18. Terbuka
19 19. Mama adalah segalanya
20 20. Ingin bercerai
21 21. Yakin ingin berpisah
22 22. Kebahagiaan Eira
23 23. Ingin menikah
24 24. Membuat kejutan
25 25. Bertemu sahabat lama
26 26. Rafka datang
27 27. Buka hatimu
28 28. Masalah
29 29. Rencana reuni
30 30. Mengunjungi Eira
31 31. Bertemu Bu Ira
32 32. Penjual kain
33 33. Eira masih tanggungjawabmu
34 34. Dio
35 35. Untuk Eira
36 36. Anak Mama
37 37. Datang ke pesta
38 38. Tama
39 39. Rasa
40 40. Bertemu lagi
41 41. Bukan wanita baik
42 42. Semua demi Dio
43 43. Tawaran taaruf
44 44. Dio sakit
45 45. Ingin menjenguk
46 46. Karena Dio
47 47. Tante Maysa
48 48. Setuju
49 49. Ikut kerja
50 50. Menitipkan Dio
51 51. Bertemu Papa
52 52. Permintaan Dio
53 53. Pelan
54 54. Berkunjung ke rumah Maysa
55 55. Makan siang
56 56. Pergi ke sekolah
57 57. Sampai kapan?
58 58. Berbicara berdua
59 59. Berbohong
60 60. Adit
61 61. Lamaran
62 62. Papa dan Mama
63 63. Jangan menyesal
64 64. Menuju halal
65 65. Sah
66 66. Resepsi
67 67. Bersama anak
68 68. Janji yang belum terlaksana
69 69. Keluarga baru
70 70. Ibu
71 71. Mamanya Dio
72 72. Dio tidak suka Oma
73 73. Tuduhan atau kenyataan
74 74. Marahnya Mama Rafiqah
75 75. Pelukan Kakak
76 76. Rasa cinta Adit
77 77. Tidak akan setuju
78 78. Memaafkan
79 79. Istri Adit
80 80. Bertemu Adit
81 81. Mengertilah
82 82. Berita
83 83. Luka Adit
84 84. Beda pendapat
85 85. Pria baik
86 86. Baikan
87 87. Pergi berempat
88 88. Bertemu kembali
89 89. Hatiku milik orang lain
90 90. Penolakan
91 91. Meminta restu
92 92. Usaha
93 93. Liburan yang gagal
94 94. Liburan yang gagal 2
95 95. Masak untuk calon mertua
96 96. Ingin liburan
97 97. Liburan bersama
98 98. Restu Mama Rafiqah
99 99. Akan ada lamaran
100 100. Persiapan lamaran
101 101. Keluarga Adit
102 102. Diterima
103 103. Ikut Maysa
104 104. Kedatangan Rafka
105 105. Ingin meminjam rumah
106 106. Sakit hati
107 107. Aku minta maaf
108 108. Mengambil hati
109 109. Penyesalan Rafka
110 110. Mengingat kebersamaan
111 111. Tama sakit
112 112. Tama Sakit 2
113 113. Obrolan malam
114 114. Pergi memeriksa persiapan pernikahan
115 115. Demamnya turun
116 116. Rencana sekolah anak-anak
117 117. Ikut ke butik
118 118. Kedatangan Bu Nadia
119 119. Kembali
120 120. Ajakan melayat
121 121. Datang
122 122. Perdebatan di tengah duka
123 123. Mengenang Rumah dulu
124 124. Senyum anak-anak
125 125. Persiapan pernikahan
126 126. Untuk pengajian
127 127. Makan kue bersama
128 128. Pengajian
129 129. Papa Dimas sakit
130 130. Tidak bisa dihubungi
131 131. Halal
132 132. Ingin menjenguk mertua
133 133. Undangan
134 134. Pasrah pada keadaan
135 135. Pesta resepsi
136 136. Calon?
137 137. berharap datang
138 138. Pertama
139 139. Sakitnya Papa Dimas
140 140. Uang dan tisu
141 141. ART baru
142 142. Mencari perawat
143 143. Kak Tama
144 144. ART baru 2
145 145. Perawat untuk Papa Dimas
146 146. Rencana kejutan
147 147. Memasang CCTV
148 148. Calon adik
149 149. Terima kasih
Episodes

Updated 149 Episodes

1
1. Pekerjaan
2
2. Memastikan penglihatan
3
3. Terluka
4
4. Luangkan waktu
5
5. Bertanya tentang keseharian
6
6. Balik marah
7
7. Teman kerja
8
8. Mencari tahu
9
9. Kepercayaan yang hilang
10
10. Menggali informasi
11
11. Menginap di rumah Mama
12
12. Tawaran dari Bu Rina
13
13. Gajimu berapa?
14
14. Sama-sama emosi
15
15. Rafka bingung
16
16. Orang tua Rafka
17
17. Aku tidak mau berbagi
18
18. Terbuka
19
19. Mama adalah segalanya
20
20. Ingin bercerai
21
21. Yakin ingin berpisah
22
22. Kebahagiaan Eira
23
23. Ingin menikah
24
24. Membuat kejutan
25
25. Bertemu sahabat lama
26
26. Rafka datang
27
27. Buka hatimu
28
28. Masalah
29
29. Rencana reuni
30
30. Mengunjungi Eira
31
31. Bertemu Bu Ira
32
32. Penjual kain
33
33. Eira masih tanggungjawabmu
34
34. Dio
35
35. Untuk Eira
36
36. Anak Mama
37
37. Datang ke pesta
38
38. Tama
39
39. Rasa
40
40. Bertemu lagi
41
41. Bukan wanita baik
42
42. Semua demi Dio
43
43. Tawaran taaruf
44
44. Dio sakit
45
45. Ingin menjenguk
46
46. Karena Dio
47
47. Tante Maysa
48
48. Setuju
49
49. Ikut kerja
50
50. Menitipkan Dio
51
51. Bertemu Papa
52
52. Permintaan Dio
53
53. Pelan
54
54. Berkunjung ke rumah Maysa
55
55. Makan siang
56
56. Pergi ke sekolah
57
57. Sampai kapan?
58
58. Berbicara berdua
59
59. Berbohong
60
60. Adit
61
61. Lamaran
62
62. Papa dan Mama
63
63. Jangan menyesal
64
64. Menuju halal
65
65. Sah
66
66. Resepsi
67
67. Bersama anak
68
68. Janji yang belum terlaksana
69
69. Keluarga baru
70
70. Ibu
71
71. Mamanya Dio
72
72. Dio tidak suka Oma
73
73. Tuduhan atau kenyataan
74
74. Marahnya Mama Rafiqah
75
75. Pelukan Kakak
76
76. Rasa cinta Adit
77
77. Tidak akan setuju
78
78. Memaafkan
79
79. Istri Adit
80
80. Bertemu Adit
81
81. Mengertilah
82
82. Berita
83
83. Luka Adit
84
84. Beda pendapat
85
85. Pria baik
86
86. Baikan
87
87. Pergi berempat
88
88. Bertemu kembali
89
89. Hatiku milik orang lain
90
90. Penolakan
91
91. Meminta restu
92
92. Usaha
93
93. Liburan yang gagal
94
94. Liburan yang gagal 2
95
95. Masak untuk calon mertua
96
96. Ingin liburan
97
97. Liburan bersama
98
98. Restu Mama Rafiqah
99
99. Akan ada lamaran
100
100. Persiapan lamaran
101
101. Keluarga Adit
102
102. Diterima
103
103. Ikut Maysa
104
104. Kedatangan Rafka
105
105. Ingin meminjam rumah
106
106. Sakit hati
107
107. Aku minta maaf
108
108. Mengambil hati
109
109. Penyesalan Rafka
110
110. Mengingat kebersamaan
111
111. Tama sakit
112
112. Tama Sakit 2
113
113. Obrolan malam
114
114. Pergi memeriksa persiapan pernikahan
115
115. Demamnya turun
116
116. Rencana sekolah anak-anak
117
117. Ikut ke butik
118
118. Kedatangan Bu Nadia
119
119. Kembali
120
120. Ajakan melayat
121
121. Datang
122
122. Perdebatan di tengah duka
123
123. Mengenang Rumah dulu
124
124. Senyum anak-anak
125
125. Persiapan pernikahan
126
126. Untuk pengajian
127
127. Makan kue bersama
128
128. Pengajian
129
129. Papa Dimas sakit
130
130. Tidak bisa dihubungi
131
131. Halal
132
132. Ingin menjenguk mertua
133
133. Undangan
134
134. Pasrah pada keadaan
135
135. Pesta resepsi
136
136. Calon?
137
137. berharap datang
138
138. Pertama
139
139. Sakitnya Papa Dimas
140
140. Uang dan tisu
141
141. ART baru
142
142. Mencari perawat
143
143. Kak Tama
144
144. ART baru 2
145
145. Perawat untuk Papa Dimas
146
146. Rencana kejutan
147
147. Memasang CCTV
148
148. Calon adik
149
149. Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!