Shanam menyembunyikan Boas, dan berusaha menyembuhkan kakinya,
tetapi saat Shanam membawa Boas, ada seseorang yang melihatnya dan melapor pada Reang.
Maka wanita itu dicap sebagai penghianat, dan ikut juga dalam pencarian.
Setelah dua hari berlalu, dengan ramuan ajaib, yang diberikan Shanam, akhirnya Boas pulih,
Tidak ingin tertangkap, Dos juga menjaga persembunyian itu selama dua hari
tetapi kali ini,
ia melihat ada burung besar melintas mencari keberadaan Shanam dan Boas,
Ia masuk ke dalam pesawat yang terdampar itu, untuk memberitahukan kalau Reang dan pasukannya sudah mendekat.
“Tuan!
Reang, dan pasukannya sudah mendekat,”
ujar dos.
“Tidak apa-apa, pesawat ini bisa tidak terlihat oleh mereka, kecuali kalau salah seorang dari mereka menabraknya”
“Tidak, mereka membawa alat canggih, yang bisa mendeteksi benda asing, yang ada di planet ini
Aku akan melakukan sesuatu,”
ujar Dos, lalu ia terbang dan berniat membuat kekacauan, untuk mengalihkan perhatian Reang dan pasukannya.
Dos sudah tahu tentang proyek yang dikerjakan para alien, yang diperbudak seperti dikatakan Putri Shanam.
Lalu, Dos merusak kontrol listrik di proyek bangunan pesawat super besar itu
Ia berpikir, dengan begitu kabel yang terhubung ke otak para alien terganggu, mereka semua kejang-kejang, dan kekacauan terjadi.
Akan tetapi yang terjadi diluar dugaan Dos,
mereka semua hanya berpura-pura jadi tawanan.
“Apa ini?”
tanya Dos bingung.
Melihat gumpalan asap di proyek besar ayahnya Reang, dan pasukannya mundur, memutar binatang terbang yang jadi tunggangan mereka.
Boas dan dos, saat itu sudah mengerti, apa yang mereka ucapkan karena gelang yang diberikan Shanam.
Setelah melakukan kekacauan, diproyek besar yang hampir rampung itu, dos membawa Shanam dan Boas masuk ke dalam pesawat besar itu, memperlihatkan hal yang ia pikir aneh.
“Apa yang kamu inginkan?”
tanya Boas pada Shanam.
“Kita lenyap kan semua alien ini, sebelum mereka mengambil alih planet ini,”
ujar Shena.
“Lah, bukannya kamu bilang mereka diperbudak?”
“Tadinya seperti itu, tetapi lihat itu, seorang alien mengendalikan ruang mesin pesawat besar itu, ia yang mengatur semua para pekerja”
“Lalu apa yang terjadi?
Apa ayahnya Reang sudah mereka lenyap kan?
Tanya Boas, ikut bingung.
“Lalu kalau mereka semua bukan diperbudak, terus kenapa kabel-kabel kecil itu masih menempel di kepala mereka?”
“Itu sebuah trik, atau berpura-pura, nanti kalau pesawat besar itu sudah selesai, pimpinan mereka akan memanggil pasukannya, otak para alien itu sangat pintar, bahkan mereka mahluk peniru nomor satu, kamu lihat pesawat yang aku jadikan tempat rahasiaku, itu pesawat yang mereka gunakan sebagai pesawat pengintai ke bumi,”
ujar Shena.
“Terus , apa yang kamu rencanakan?
Aku siap membantu, asalkan kamu membantuku mendapatkan batu kristal”
“Baik,
ayo kita lenyap kan para mahluk jelek dan licik itu”
“Baik, setuju”
Boas bersiap untuk bertarung.
Maka, sebuah kesepakatan terjadi, antara Putri Shanam dan Boas,
para penghuni planet itu tidak menyadari kalau alien itu licik.
Mereka semua tidak sadar, kalau para alien itu membangun hunian baru untuk mereka, dan berniat ingin menguasai planet kaya itu.
Tetapi, semua kebenaran itu terungkap, saat Dos ingin mengacaukan proyek yang tadinya di pimpin ayahnya Reang.
Namun, saat Dos menyalakan aliran listrik, mereka semua bisa melepaskan kabel itu dari kepala mereka, lalu bisa memasangnya kembali.
Akhirnya Shanam tahu, kalau planet itu sudah hampir di kuasai para alien,
Ia meminta ayahnya dan keluarganya untuk bersembunyi.
Karena ia dan Boas akan membuat pertempuran antara suku Via dan alien,
ia juga memberikan senjata khusus buatannya, pada Boas.
“Kamu siap?”
tanya Boas, ia ingin menggunakan pedangnya melawan kawanan alien.
Reang, belum tahu apa yang terjadi di dalam proyek, ia dan pasukannya hanya berjaga di luar istana.
Dos sudah bersiap di salah satu pusat ruang kontrol, di dalam pesawat itu,
Boas dan wanita itu akan melakukan penyerangan saat Dos memberi kode, yakni mematikan aliran penerangan dalam pesawat.
Pada hitungan ketiga lampu mati, Boas melompat dan menyerang para alien yang sedang bekerja,
seperti yang sudah mereka perkirakan, ribuan alien ada di sana, yang masuk dari portal khusus di bawah bangunan pesawat.
Mereka memberi kode, lalu pertempuran terjadi antara manusia di planet itu, dengan para alien penjajah.
Reang kaget, alien yang awalnya ia pikir akan jadi budaknya dan ayahnya, ternyata memberontak.
Lalu ia juga memerintahkan para suku Vian melawan, maka bpertarungan besar pun terjadi,
Setelah bertarung beberapa jam. Alien berpakaian rompi besi mendekat kearah Boas,
ia tahu pedang milik Boas tidak akan mampu melukainya, ia juga seolah-olah menantang dan menganggap Boas hanya lawan kecil.
Alien itu menarik sebuah pedang dari pinggangnya, lalu ia membuat jurus seperti yang di lakukan di bumi.
“Dasar binatang peniru, apa kamu mencontek jurus pedang itu dari duniaku?”
tanya Boas, ia juga melakukan satu jurus pedang andalannya.
Ia memutar-mutar pedangnya dengan satu tangan, memainkan pedang itu dengan gerakan lincah,
ia menggunakan jurus pedang sabetan badai, dan jurus tebas petir, dan terakhir jurus kung-fu ,
Setelah menyabet dan menebas dengan gerakan cepat, dan secepat kilat,
kini tubuhnya seakan terbang lalu dengan cepat, ia mengincar wajah, mengiris sebagian
wajahnya.
“Hiaaak!”
Jurus terakhir, ia menebas lehernya, dan kepala sang pemimpin alien itu, akhirnya putus dan terjatuh kelantai,
Lalu Boas memegang kepala, dan mengarahkan ke ribuan alien yang menyerang.
Boas memberitahukan kalau pemimpin mereka sudah tewas, jadi tidak yang memimpin mereka untuk berperang.
Dengan lengan ikut terluka, Boas ia menenteng kepala itu,
“Kalian semua mundur karena pemimpin kalian sudah tewas,”
ujar shanam dengan sikap berani, ia bahkan meminta kepala itu dari tangan Boas, dan menenteng keluar,
membawa keluar dari proyek pembangunan pesawat besar itu.
Mereka semua akhirnya mundur, keluar dari portal yang dibuka, tepat di belakang badan pesawat, yang sedang dibangun,
Mereka semua di dibohongi alien, yang berpura-pura jadi budak, padahal ingin mempermudah mereka semua.
Pertarungan antara alien berakhir, tetapi Reang menatap sinis dan penuh dendam pada Boas,
karena, ia merasa Boas menghancurkan rencananya.
“Dengan ini sebagai putri Tertua dai pemimpin Planet ini,
Atas izin ayah handa saya memutuskan, pesawat yang di bangun itu untuk dimusnahkan, karena berlawanan dengan norma adat yang kita junjung di planet ini, para dewa kita akan marah,Jika kita melanggarnya,” ucap Shanam di hadapan penduduk planet itu, dan di hadapan Reang dan ayahnya.
Bersambung...
Bantu like dan komen ya kakak biar banyak yang baca dan semangat up date nya setiap hari,baca juga karya saya yang lain ya kakak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments