Ingin Menjadi Manusia Normal

Boas Agdan mampu memiliki apapun yang ia inginkan di dunia ini, hanya dengan satu kedipan mata atau satu jentikan jari, tetapi, hanya satu yang tidak ia dapatkan dalam kehidupannya, iya itu, kematian; ia hanya ingin menua dan mati.

Tidak ada siksaan yang lebih berat dari yang ia rasakan ketika semua orang yang ia kenal lahir bertumbuh dan mati, sementara ia tetap seperti awet muda menyaksikan isi dunia dan manusia berubah tetapi ia tetap sama.

Ia merasakan kesepian yang meresap jiwanya walau ia bisa memilik seluruh isi dunia ini, tetapi itu tidak akan membuatnya bahagia.

*

Matahari sudah meninggalkan cakrawala, kembali ke penataran, setelah menuaikan tugasnya hari ini, Boas masih terduduk di tempat ia duduk dua jam lalu, sebuah batu besar yang menjadi satu tempat paling nyaman baginya, ia menyadarkan tubuhnya dan menutup mata

lalu ia menghayal sampai ke langit ke tujuh. Saat ia duduk di sana, lagi-lagi suara menganggu lamunannya.

“Hai, anak manis, jam segini baru pulang, temenin kita dong,” suara lelaki setengah mabuk tengah mengganggu seseorang.

“Lepaskan aku atau aku berteriak nih”

“Lakukan lah sayang di jalanan sepi seperti ini tidak ada yang akan mendengarmu, kecuali, setan yang sedang melintas,”ucapnya kemudian, lalu tertawa terbahak-bahak.

“Tolooong …!” Mata Boas terbuka dengan refleks, ia tahu suara itu, dengan satu kedipan mata, ia sudah berada di sana.

Mata mereka semua tertuju pada sosok lelaki yang tiba-tiba muncul di tepat di antara mereka, lelaki yang bisa muncul tiba-tiba dengan sihir entah berantah yang ia miliki.

“Siapa kamu, pergi sana jangan ikut campur,” pinta seorang lelaki yang memegang tangan gadis mudah yang ketakutan itu.

“Biarkan dia pergi, jangan menggangunya,” ujar Boas setengah malas.

Gadis mudah itu menoleh kebelakang wajahnya seketika merekah, bagai tomat ceri yang baru ranum.”Tuan Batu …!?”

“Jadi kamu mengenalnya?”

“Iya, lepaskan aku atau tubuhmu akan diremukkan nanti,” ucap wanita itu dengan bangga.

“Kamu pikir aku takut!” Dengan capat ia mengeluarkan pistol dari pinggangnya, lalu ia menodongkan pada gadis muda yang dipegang nya.

Boas tidak ingin bermain-main, wajahnya semakin tidak bersemangat, suasana hati lagi buruk, itu sangat berbahaya pada kelima penjahat yang di hadapannya.

“Kamu pilih mana? Melepaskan gadis itu, lalu kamu hidup atau kamu tidak melepaskannya, tetapi kamu harus mati,” ucap Boas membuat semacam penawaran kecil untuk para penjahat.

“Kamu pikir kamu siapa. Tuhan ….?” Tanya lelaki yang memiliki tato itu dengan marah.

“Iya, kurang lebih seperti itu”

“Kurang ajar, enak saja kamu memerintahku,” ujar salah seorang lagi dengan cepat mengarahkan pistol itu kearah Boas dan ia menarik pelatuknya.

Tetapi, dengan kekuatan yang dimiliki Boas, waktu berjalan dengan sangat lambat, ia mengendalikannya dengan kekuatannya, pistol yang tadinya terarah padanya, ia arahkan ke rekan si empunya senjata.

Dooor ….!

Tanpa terkendali tangannya menembak rekan-rekannya.

“Oh no,no ….!”

Dooor …. Dooor …. Dooor ….!

Lelaki itu, menembak semua rekannya tepat di kepala mereka dan seketika mengelepar-ngelepar di jalanan berbatu, benerapa menit kemudian sudah tidak bergerak dan mati.

“Oh My God, apa yang telah aku lakukan, aku tidak bisa mengendalikan tanganku,” ucapnya kemudian, ia ketakutan dan berusaha membuang benda berbahaya di tangannya. Namun terlambat, penawaran waktu, sudah habis.

“Aku sudah memberimu pilihan, tetapi kamu tidak menghiraukannya, kamu memang manusia bebal, aku juga harus mengirimmu ke neraka menyusul teman-temanmu”

Tidak lama kemudian tangannya sendiri mengarahkan pistol itu kearah keningnya, dengan tubuh gemetaran, tangan itu tidak bisa ia kendalikan, matanya menatap sendu bercampur rasa ketakutan pada Boas, ia meminta pengampunan untuk nyawanya. Namun, lelaki dengan mata bermanik biru cerah itu, bukanlah lelaki yang mudah memaafkan. Tanpa mengenal rasa kasihan, ia menjentikkan jarinya tangannya, lalu seketika timah panas melubangi keningnya dan menerobos otaknya, lalu menembus bagian kepala belakangnya, ia terkapar dan tewas seketika.

Boas, membuat wanita muda itu tertidur, agar tidak melihat apa yang terjadi. Lalu ia mengangkat semua raga yang tak bernyawa itu, melemparkannya ke laut dengan kekuatan dari tangannya.

Tidak lama kemudian, wanita mudah itu juga terbangun dari tidurnya, ia mengucek-ucek matanya, lalu ia menatap kanan- kiri, semua penjahat yang menangkapnya tadi sudah lenyap, tidak meninggalkan jejak.

“Tuan Batu! kenapa mereka semua hilang ....?” tanyanya, dengan wajah kembali ceria.

“Pulanglah, Gadis muda atau nasibmu akan seperti mereka nanti,” pintanya dengan sikap tidak acuh.

“Memangnya kemana mereka pergi? Ke bulan atau ke bintang?” Ia bertanya lagi, dengan berlari kecil mengimbangi langkah panjang, lelaki besar di depannya, sesekali ia berjalan dan melompat kecil dengan riang, tas ransel sekolah miliknya ikut bergoyang kanan kiri mengikuti ayunan tubuh ceria pemiliknya.

“Kamu tidak perlu tahu, saya sudah bilang padamu beberapa kali , agar kamu tidak pulang malam, Gadis Kecil!”

“Oh, itu karena aku harus mencari uang dulu untuk biaya sekolahku, Tuan Batu," ujarnya dengan santai dan bicara nyaman, seolah-olah, lelaki yang ia panggil si Tuan Batu itu adalah teman akrabnya.

Shena Pudma, seorang gadis berusia tujuh belas tahun yang sering menganggu ketenangan hidupnya, wanita muda itu hampir seluruh hidupnya di sertai kemalangan dan nasib buruk, suara minta tolong darinya selalu menganggu hidup Boas, ia tidak bisa menghiraukan setiap orang meminta tolong yang ia dengar. Ia berpikir akan mengirim semua penjahat yang mengganggu manusi lemah, mengirim ke neraka dengan tangannya sendiri.

Shena seorang anak yatim piatu, Boas melihat sendiri bagaimana ibunya Shena meregang nyawa di tangan perampok malam itu, sayang, ia terlambat menyahuti suara minta tolong dari ibunya Shena malam itu, karena itulah, ia selalu melindungi anak kecil itu dari mulai umur tujuh tahun, hingga ia berusia tujuh belas tahun.

“Aku lapar Tuan Batu, para penjahat itu mengambil, uang milikku, beri aku sedikit makanan, untuk mengganjal perut ini, karena dari tadi pagi, aku hanya mengisi dengan air putih”

“Berhentilah, memanfaatkan kebaikan saya , Gadis Muda, saya bukan lah bapakmu ataupun saudaramu”

“Kalau begitu jadikan aku saudaramu”

“Saya tidak mau tergantung pada suatu hal di dunia ini, baik itu suatu hubungan ataupun itu perasaan, bagiku dunia ini kehampaan yang melelahkan”

“Kalau begitu bawalah aku bersamamu”

“Hadeeeh, wanita keras kepala yang menyebalkan, ini rotinya dan diamlah, kamu pulang dan jangan menganggu hidup saya lagi,” ucapnya dan mengambil beberapa potong roti dari toko pinggir jalan. Lalu ia pergi meninggalkan Shena yang menikmati roti itu dengan lahap.

Bersambung ….

Bantu like dan Vote ya Kakak

Terpopuler

Comments

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

owh ini raja yang membunuh sahabatnya sendiri (Torax) dan dikutuk oleh dewa

2023-08-28

0

Sari Sarmila

Sari Sarmila

thor maaf..jgn boas thor bos aja biar enak baca nya

2022-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 Kematian Di Balas Kematian
2 Menjadi Manusia Abadi
3 Ingin Menjadi Manusia Normal
4 Bertemu Iblis Masa Lalu
5 Pedang Menembus Jantung
6 Terjebak Di Gerbang Neraka
7 Portal Neraka
8 Kemarahan Dewa
9 Ratu Iblis
10 Shena
11 Diubah Menjadi Kucing
12 Ratu Iblis Mencari Dos
13 Binatang Kuat Yang Bisa Terbang
14 Shena Gadis Yang Ceria
15 Bertarung Dengan Serigala
16 Perjalanan Menuju Planet Star
17 DiJadikan Makanan Ikan
18 Perbudakan Para Alien
19 Bertarung dengan Alien
20 Hukum Rajam
21 Tolong Ampuni Nyawaku
22 Tunangan
23 Perjanjian Dengan Iblis
24 Ritual Penyatuan Tubuh
25 Rencana Mengagalkan Ritual
26 Tidur Denganku Akan Aku Berikan Imbalan
27 Wanita Penghianat
28 Mendapatkan Batu Kristal Ke Dua
29 Berselisih Dengan Dewa
30 Iblis Beruwujud Kelabang Raksasa
31 Tiba Di Kota Mati
32 Tempat Yang Dikutuk
33 Menyelamatkan Para Biksu
34 Anak-Anaka Di Desa Mati
35 Tiba Di Kuil Suci
36 Dikepung Pasukan Kerajaan
37 Dibantu Utusan Dewa
38 Anak Dewa
39 Perjalanan Menuju Kuil Suci Lagi
40 Pertarungan Dengan Ular Raksasa
41 Hukuman Berat Dari Dewa
42 Jebakan Untuk Iblis
43 Merebut Istana Kembali
44 Membangun Kehidupan Baru
45 Menolak Dijodohkan
46 Patah Hati
47 Menemukan Batu Ke Tiga
48 Terluka
49 Jatuh cinta
50 Ayo Kita Menikah
51 Malam Pengantin
52 Malam Yang Panas
53 Malam Panas Membawa Petaka
54 Masuk Rumah Sakit Kerena malam Pertama
55 Aku Merenggut Kesucianmu
56 Menolak Menikah
57 Wanita Yang Masih Labil
58 Kemarahan Shena
59 Kemarahan Pada Dewa Api
60 Istana Para Dewa
61 Bertarung Dengan Dewa
62 Dewa Yang Tamak
63 Manusia VS Dewa
64 Dewa Dihukum Jadi Manusia
65 Apa Dia Wanitamu
66 Gagal Kencan
67 Kekuatan Penuh Dari Batu Kristal
68 Bangkitnya Raja Iblis
69 Kamu Seorang Dewa Yang Di Hukum
70 Semburan Racun Ratu Iblis
71 Cemburu Membawa Petaka
72 Pertarungan Dewa Dengan Raja Iblis
73 Saat Raja Iblis Mengusik Manusia
74 Shena Dijadikan Tawanan
75 Memancing Kemarahannya
76 Balada Istri Keempat
77 Jurus Tapak Dewa
78 Pemilik Batu Kristal Terakhir
79 Shena Keturunan Sahabat
80 Pengorbanan Cinta
81 Meyesal.
82 Ingin Terlahir Kembali Menjadi Manusia
83 Kehidupan yang Baru
84 Tidak Saling Mengenal
85 Saling Membenci
86 Ingin Hamil
87 Malam Pertama Di Hutan
88 Menyerahkan Pada Suami
89 Iblis Dari Masa Lalu
90 Saudara Kembar
91 Merasa Dipermainkan
92 Balas Dendam Yang Sepadan
93 Kami Kembar
94 Malam Pengantin Yang Sah
95 Ritual Malam Pengantin
96 Aresya Meninggalkannya
97 Merindukan Aresya
98 Aresya Selamat
99 Berubah Demi Aresya
100 Marisa Sayang Pada Aresya
101 HIdup Selalu Dalam Masalah
102 Semua Wanitanya Meninggalkan Boas Egdan
103 Anakku Kembali Tanpa Aresya
104 Dia Bukan Aresya
105 Dimensi Waktu
106 Tubuh Baru Lagi
107 Bos Baru
108 Mnyelidiki Satu Persatu
109 Masuk Ke Tubuh Lelaki Yang Malang
110 Siapa Dokter Cantik Itu?
111 Mereka Kembali Bertemu Tetapi Tidak Kenal
112 Ternyata Dia Wanita Dari Masalaluku
113 Shena adalah Tivani
114 Kembalinya Ingatan Masa Lalu
115 Ingatan Yang Pulih
116 Rencana Yang Gagal
117 Surattan Takdir
118 Gaun Pengantin
119 Menikah
120 Portal Waktu Ke Masa Lalu
121 Demi Meyakinkan Wanita Yang Dicintai
122 Melihat Pergorbanan Shena di Masa lalu
123 Melihat Pergorbanan Shena Di Masa Lalu
124 Portal Waktu Menuju Kehidupan Saat Jadi Aresya
125 Bersatu Kembali (TAMAT)
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kematian Di Balas Kematian
2
Menjadi Manusia Abadi
3
Ingin Menjadi Manusia Normal
4
Bertemu Iblis Masa Lalu
5
Pedang Menembus Jantung
6
Terjebak Di Gerbang Neraka
7
Portal Neraka
8
Kemarahan Dewa
9
Ratu Iblis
10
Shena
11
Diubah Menjadi Kucing
12
Ratu Iblis Mencari Dos
13
Binatang Kuat Yang Bisa Terbang
14
Shena Gadis Yang Ceria
15
Bertarung Dengan Serigala
16
Perjalanan Menuju Planet Star
17
DiJadikan Makanan Ikan
18
Perbudakan Para Alien
19
Bertarung dengan Alien
20
Hukum Rajam
21
Tolong Ampuni Nyawaku
22
Tunangan
23
Perjanjian Dengan Iblis
24
Ritual Penyatuan Tubuh
25
Rencana Mengagalkan Ritual
26
Tidur Denganku Akan Aku Berikan Imbalan
27
Wanita Penghianat
28
Mendapatkan Batu Kristal Ke Dua
29
Berselisih Dengan Dewa
30
Iblis Beruwujud Kelabang Raksasa
31
Tiba Di Kota Mati
32
Tempat Yang Dikutuk
33
Menyelamatkan Para Biksu
34
Anak-Anaka Di Desa Mati
35
Tiba Di Kuil Suci
36
Dikepung Pasukan Kerajaan
37
Dibantu Utusan Dewa
38
Anak Dewa
39
Perjalanan Menuju Kuil Suci Lagi
40
Pertarungan Dengan Ular Raksasa
41
Hukuman Berat Dari Dewa
42
Jebakan Untuk Iblis
43
Merebut Istana Kembali
44
Membangun Kehidupan Baru
45
Menolak Dijodohkan
46
Patah Hati
47
Menemukan Batu Ke Tiga
48
Terluka
49
Jatuh cinta
50
Ayo Kita Menikah
51
Malam Pengantin
52
Malam Yang Panas
53
Malam Panas Membawa Petaka
54
Masuk Rumah Sakit Kerena malam Pertama
55
Aku Merenggut Kesucianmu
56
Menolak Menikah
57
Wanita Yang Masih Labil
58
Kemarahan Shena
59
Kemarahan Pada Dewa Api
60
Istana Para Dewa
61
Bertarung Dengan Dewa
62
Dewa Yang Tamak
63
Manusia VS Dewa
64
Dewa Dihukum Jadi Manusia
65
Apa Dia Wanitamu
66
Gagal Kencan
67
Kekuatan Penuh Dari Batu Kristal
68
Bangkitnya Raja Iblis
69
Kamu Seorang Dewa Yang Di Hukum
70
Semburan Racun Ratu Iblis
71
Cemburu Membawa Petaka
72
Pertarungan Dewa Dengan Raja Iblis
73
Saat Raja Iblis Mengusik Manusia
74
Shena Dijadikan Tawanan
75
Memancing Kemarahannya
76
Balada Istri Keempat
77
Jurus Tapak Dewa
78
Pemilik Batu Kristal Terakhir
79
Shena Keturunan Sahabat
80
Pengorbanan Cinta
81
Meyesal.
82
Ingin Terlahir Kembali Menjadi Manusia
83
Kehidupan yang Baru
84
Tidak Saling Mengenal
85
Saling Membenci
86
Ingin Hamil
87
Malam Pertama Di Hutan
88
Menyerahkan Pada Suami
89
Iblis Dari Masa Lalu
90
Saudara Kembar
91
Merasa Dipermainkan
92
Balas Dendam Yang Sepadan
93
Kami Kembar
94
Malam Pengantin Yang Sah
95
Ritual Malam Pengantin
96
Aresya Meninggalkannya
97
Merindukan Aresya
98
Aresya Selamat
99
Berubah Demi Aresya
100
Marisa Sayang Pada Aresya
101
HIdup Selalu Dalam Masalah
102
Semua Wanitanya Meninggalkan Boas Egdan
103
Anakku Kembali Tanpa Aresya
104
Dia Bukan Aresya
105
Dimensi Waktu
106
Tubuh Baru Lagi
107
Bos Baru
108
Mnyelidiki Satu Persatu
109
Masuk Ke Tubuh Lelaki Yang Malang
110
Siapa Dokter Cantik Itu?
111
Mereka Kembali Bertemu Tetapi Tidak Kenal
112
Ternyata Dia Wanita Dari Masalaluku
113
Shena adalah Tivani
114
Kembalinya Ingatan Masa Lalu
115
Ingatan Yang Pulih
116
Rencana Yang Gagal
117
Surattan Takdir
118
Gaun Pengantin
119
Menikah
120
Portal Waktu Ke Masa Lalu
121
Demi Meyakinkan Wanita Yang Dicintai
122
Melihat Pergorbanan Shena di Masa lalu
123
Melihat Pergorbanan Shena Di Masa Lalu
124
Portal Waktu Menuju Kehidupan Saat Jadi Aresya
125
Bersatu Kembali (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!